{"id":3252,"date":"2023-07-18T11:13:37","date_gmt":"2023-07-18T11:13:37","guid":{"rendered":"https:\/\/statorials.org\/id\/sig-memiliki-2-ekor\/"},"modified":"2023-07-18T11:13:37","modified_gmt":"2023-07-18T11:13:37","slug":"sig-memiliki-2-ekor","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/statorials.org\/id\/sig-memiliki-2-ekor\/","title":{"rendered":"Bagaimana menafsirkan sig. nilai (dua sisi) di spss"},"content":{"rendered":"<p><\/p>\n<hr>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Seringkali ketika Anda melakukan pengujian statistik di SPSS, tabel keluaran berisi <strong>Sig.<\/strong> nilai <strong>(bilateral)<\/strong> .<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Nilai ini mewakili nilai p dua sisi dari pengujian.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Jika nilai ini berada di bawah tingkat signifikansi Anda (pilihan umum adalah 0,05 atau 0,01), maka Anda dapat <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/kapan-harus-menolak-hipotesis-nol\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">menolak hipotesis nol<\/a> pengujian Anda.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Tutorial ini memberikan contoh bagaimana menafsirkan <strong>Sig.<\/strong> <strong>(dua sisi)<\/strong> nilai uji statistik yang berbeda.<\/span><\/p>\n<h2> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Contoh 1:<\/strong> <strong>Uji-t<\/strong> satu sampel<\/span><\/h2>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Uji-t satu sampel<\/strong> digunakan untuk menguji apakah rata-rata suatu populasi sama dengan nilai tertentu atau tidak.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Misalnya, seorang ahli botani ingin mengetahui apakah tinggi rata-rata suatu spesies tanaman tertentu sama dengan 15 inci. Dia mengambil sampel acak dari 12 tanaman dan mencatat tinggi masing-masing tanaman dalam inci.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Kemudian sampel ini digunakan untuk melakukan uji-t satu sampel dengan hipotesis nol dan hipotesis alternatif berikut:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>H <sub>0<\/sub> :<\/strong> \u03bc = 15 (rata-rata populasi sebenarnya sama dengan 15 inci)<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>H <sub>A<\/sub> :<\/strong> \u03bc \u2260 15 (rata-rata populasi sebenarnya tidak sama dengan 15 inci)<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Dia menjalankan uji-t satu sampel di SPSS dan mendapatkan hasil sebagai berikut:<\/span> <\/p>\n<p><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\"aligncenter wp-image-8732 \" src=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/unsampspss5.png\" alt=\"Contoh hasil uji-t di SPSS\" width=\"534\" height=\"270\" srcset=\"\" sizes=\"\"><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Tanda tangan itu. Nilainya (dua sisi) adalah <strong>0,120<\/strong> .<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Ini mewakili nilai p dua sisi yang sesuai dengan nilai -1,685 dengan 11 derajat kebebasan.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Karena nilai p tes (0,120) tidak kurang dari 0,05, kita gagal menolak hipotesis nol.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Dengan kata lain, kita tidak memiliki cukup bukti untuk mengatakan bahwa rata-rata tinggi sebenarnya spesies tanaman ini selain 15 inci.<\/span><\/p>\n<h2> <span style=\"color: #000000;\">Contoh 2: <strong>Uji-t<\/strong> <strong>dua sampel<\/strong><\/span><\/h2>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Uji-t dua sampel<\/strong> digunakan untuk menguji apakah nilai rata-rata dua populasi sama atau tidak.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Misalnya, peneliti ingin mengetahui apakah perlakuan bahan bakar baru menyebabkan perubahan rata-rata jarak tempuh per galon mobil tertentu. Untuk mengujinya, mereka melakukan percobaan di mana 12 mobil menerima perlakuan bahan bakar baru dan 12 mobil tidak.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Peneliti melakukan uji-t dua sampel dengan hipotesis nol dan hipotesis alternatif berikut:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>H <sub>0<\/sub> :<\/strong> \u03bc <strong><sub>1<\/sub><\/strong> = \u03bc <strong><sub>2<\/sub><\/strong> (rata-rata mpg antara kedua populasi adalah sama)<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>H <sub>1<\/sub> :<\/strong> \u03bc <strong><sub>1<\/sub><\/strong> \u2260 \u03bc <strong><sub>2<\/sub><\/strong> (rata-rata mpg antara kedua populasi tidak sama)<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Mereka melakukan uji-t dua sampel di SPSS dan memperoleh hasil sebagai berikut:<\/span> <\/p>\n<p><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\"aligncenter wp-image-8743 \" src=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/deuxsampspss5.png\" alt=\"Menafsirkan hasil uji-t dua sampel di SPSS\" width=\"673\" height=\"263\" srcset=\"\" sizes=\"\"><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Tanda tangan itu. Nilainya (2 sisi) adalah <strong>0,167<\/strong> .<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Ini mewakili nilai p dua sisi yang sesuai dengan nilai -1,428 dengan 22 derajat kebebasan.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Karena nilai p dari pengujian (0,167) tidak kurang dari 0,05, kami gagal menolak hipotesis nol.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Dengan kata lain, kita tidak memiliki cukup bukti untuk mengatakan bahwa rata-rata mpg sebenarnya berbeda antara mobil yang mendapat perawatan dan yang tidak.<\/span><\/p>\n<h2> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Sumber daya tambahan<\/strong><\/span><\/h2>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Tutorial berikut menjelaskan cara melakukan berbagai uji statistik di SPSS:<\/span><\/p>\n<p> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/satu-sampel-uji-t-spss\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Cara melakukan uji-t satu sampel di SPSS<\/a><br \/> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/dua-sampel-uji-t-spss\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Cara melakukan uji-t dua sampel di SPSS<\/a><br \/> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/sampel-berpasangan-uji-t-spss\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Cara melakukan uji-t sampel berpasangan di SPSS<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Seringkali ketika Anda melakukan pengujian statistik di SPSS, tabel keluaran berisi Sig. nilai (bilateral) . Nilai ini mewakili nilai p dua sisi dari pengujian. Jika nilai ini berada di bawah tingkat signifikansi Anda (pilihan umum adalah 0,05 atau 0,01), maka Anda dapat menolak hipotesis nol pengujian Anda. Tutorial ini memberikan contoh bagaimana menafsirkan Sig. (dua [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[11],"tags":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v21.5 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Bagaimana menafsirkan Sig. Nilai (dua sisi) di SPSS - Statorials<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Tutorial ini menjelaskan cara menafsirkan tanda. nilai (dua sisi) pada output uji statistik di SPSS, termasuk contohnya.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/sig-memiliki-2-ekor\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Bagaimana menafsirkan Sig. Nilai (dua sisi) di SPSS - Statorials\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Tutorial ini menjelaskan cara menafsirkan tanda. nilai (dua sisi) pada output uji statistik di SPSS, termasuk contohnya.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/statorials.org\/id\/sig-memiliki-2-ekor\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Statorials\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2023-07-18T11:13:37+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/unsampspss5.png\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Benjamin anderson\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Benjamin anderson\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"2 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/sig-memiliki-2-ekor\/\",\"url\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/sig-memiliki-2-ekor\/\",\"name\":\"Bagaimana menafsirkan Sig. Nilai (dua sisi) di SPSS - Statorials\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#website\"},\"datePublished\":\"2023-07-18T11:13:37+00:00\",\"dateModified\":\"2023-07-18T11:13:37+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81\"},\"description\":\"Tutorial ini menjelaskan cara menafsirkan tanda. nilai (dua sisi) pada output uji statistik di SPSS, termasuk contohnya.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/sig-memiliki-2-ekor\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/statorials.org\/id\/sig-memiliki-2-ekor\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/sig-memiliki-2-ekor\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Bagaimana menafsirkan sig. nilai (dua sisi) di spss\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/\",\"name\":\"Statorials\",\"description\":\"Panduan anda untuk kompetensi statistik!\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81\",\"name\":\"Benjamin anderson\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg\",\"contentUrl\":\"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg\",\"caption\":\"Benjamin anderson\"},\"description\":\"Halo, saya Benjamin, pensiunan profesor statistika yang menjadi guru Statorial yang berdedikasi. Dengan pengalaman dan keahlian yang luas di bidang statistika, saya ingin berbagi ilmu untuk memberdayakan mahasiswa melalui Statorials. Baca selengkapnya\",\"sameAs\":[\"http:\/\/statorials.org\/id\"]}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Bagaimana menafsirkan Sig. Nilai (dua sisi) di SPSS - Statorials","description":"Tutorial ini menjelaskan cara menafsirkan tanda. nilai (dua sisi) pada output uji statistik di SPSS, termasuk contohnya.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/statorials.org\/id\/sig-memiliki-2-ekor\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Bagaimana menafsirkan Sig. Nilai (dua sisi) di SPSS - Statorials","og_description":"Tutorial ini menjelaskan cara menafsirkan tanda. nilai (dua sisi) pada output uji statistik di SPSS, termasuk contohnya.","og_url":"https:\/\/statorials.org\/id\/sig-memiliki-2-ekor\/","og_site_name":"Statorials","article_published_time":"2023-07-18T11:13:37+00:00","og_image":[{"url":"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/unsampspss5.png"}],"author":"Benjamin anderson","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Benjamin anderson","Estimasi waktu membaca":"2 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/sig-memiliki-2-ekor\/","url":"https:\/\/statorials.org\/id\/sig-memiliki-2-ekor\/","name":"Bagaimana menafsirkan Sig. Nilai (dua sisi) di SPSS - Statorials","isPartOf":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#website"},"datePublished":"2023-07-18T11:13:37+00:00","dateModified":"2023-07-18T11:13:37+00:00","author":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81"},"description":"Tutorial ini menjelaskan cara menafsirkan tanda. nilai (dua sisi) pada output uji statistik di SPSS, termasuk contohnya.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/sig-memiliki-2-ekor\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/statorials.org\/id\/sig-memiliki-2-ekor\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/sig-memiliki-2-ekor\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/statorials.org\/id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Bagaimana menafsirkan sig. nilai (dua sisi) di spss"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#website","url":"https:\/\/statorials.org\/id\/","name":"Statorials","description":"Panduan anda untuk kompetensi statistik!","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/statorials.org\/id\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81","name":"Benjamin anderson","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/image\/","url":"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg","contentUrl":"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg","caption":"Benjamin anderson"},"description":"Halo, saya Benjamin, pensiunan profesor statistika yang menjadi guru Statorial yang berdedikasi. Dengan pengalaman dan keahlian yang luas di bidang statistika, saya ingin berbagi ilmu untuk memberdayakan mahasiswa melalui Statorials. Baca selengkapnya","sameAs":["http:\/\/statorials.org\/id"]}]}},"yoast_meta":{"yoast_wpseo_title":"","yoast_wpseo_metadesc":"","yoast_wpseo_canonical":""},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3252"}],"collection":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3252"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3252\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3252"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3252"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3252"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}