{"id":327,"date":"2023-08-02T11:09:44","date_gmt":"2023-08-02T11:09:44","guid":{"rendered":"https:\/\/statorials.org\/id\/diagram-sebab-akibat-diagram-ishikawa\/"},"modified":"2023-08-02T11:09:44","modified_gmt":"2023-08-02T11:09:44","slug":"diagram-sebab-akibat-diagram-ishikawa","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/statorials.org\/id\/diagram-sebab-akibat-diagram-ishikawa\/","title":{"rendered":"Diagram ishikawa (diagram sebab akibat)"},"content":{"rendered":"<p>Artikel ini menjelaskan apa itu diagram Ishikawa, yang juga dikenal sebagai diagram sebab akibat, dan kegunaannya. Dengan demikian, Anda akan mengetahui apa saja elemen diagram Ishikawa, cara pembuatan diagram Ishikawa, contoh, dan apa kelebihan dan kekurangan diagram jenis ini. <\/p>\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"%c2%bfque-es-el-diagrama-de-ishikawa-o-diagrama-de-causa-y-efecto\"><\/span> Apa yang dimaksud dengan diagram Ishikawa (atau diagram sebab akibat)?<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p> <strong>Diagram Ishikawa<\/strong> (atau <strong>diagram sebab akibat<\/strong> ) adalah diagram yang digunakan untuk mempelajari penyebab suatu masalah. Lebih tepatnya diagram Ishikawa adalah diagram yang merepresentasikan seluruh penyebab suatu masalah untuk dianalisis dan dapat diperbaiki.<\/p>\n<p> Diagram Ishikawa disebut juga <strong>diagram ikan<\/strong> atau <strong>diagram tulang ikan<\/strong> karena bentuknya.<\/p>\n<p> Dalam manajemen mutu, diagram Ishikawa merupakan jenis diagram yang sangat penting karena dianggap sebagai salah satu dari tujuh alat dasar pengendalian mutu.<\/p>\n<p> Diagram sebab akibat dibuat pada tahun 1943 dan dipopulerkan pada tahun 1960-an oleh Kaoru Ishikawa, oleh karena itu disebut diagram Ishikawa. <\/p>\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"partes-del-diagrama-de-ishikawa\"><\/span> Bagian dari diagram Ishikawa<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p> Diagram Ishikawa (atau diagram sebab akibat) terdiri dari bagian-bagian berikut:<\/p>\n<ul style=\"color:#FF8A05; font-weight: bold;\">\n<li style=\"margin-bottom:16px\"> <span style=\"color:#101010;font-weight: normal;\"><strong>Kepala Ikan<\/strong> : pada kepala diagram Ishikawa dituliskan masalah yang akan dipelajari.<\/span><\/li>\n<li style=\"margin-bottom:16px\"> <span style=\"color:#101010;font-weight: normal;\"><strong>Tulang<\/strong> : Tulang yang menonjol dari bagian tengah tulang belakang ikan adalah penyebab utama masalah ini.<\/span><\/li>\n<li style=\"margin-bottom:16px\"> <span style=\"color:#101010;font-weight: normal;\"><strong>Duri Kecil<\/strong> \u2013 Duri kecil yang keluar dari duri yang lain melambangkan penyebab dari suatu penyebab besar, jadi merupakan penyebab kecil.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p> Perhatikan bahwa Anda juga dapat menggambar duri yang keluar dari duri kecil, yang mewakili penyebab dari penyebab kecil. Faktanya, Anda dapat melanjutkan proses ini tanpa batas waktu hingga Anda menemukan penyebab terakhir dalam rantai tersebut. <\/p>\n<figure class=\"wp-block-image aligncenter size-full\"><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" width=\"680\" height=\"434\" src=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/diagramme-dishikawa-diagramme-de-cause-a-effet.png\" alt=\"diagram ishikawa, diagram sebab akibat, diagram ikan, diagram tulang ikan, gambar, bagian\" class=\"wp-image-7130\" srcset=\"\" sizes=\"\"><\/figure>\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"como-hacer-un-diagrama-de-ishikawa\"><\/span> Cara membuat diagram Ishikawa<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p> Untuk <strong>membuat diagram Ishikawa (atau diagram sebab akibat),<\/strong> langkah-langkah berikut harus diikuti:<\/p>\n<ol style=\"color:#FF8A05; font-weight: bold;\">\n<li style=\"margin-bottom:16px\"> <span style=\"color:#101010;font-weight: normal;\"><strong>Definisikan masalahnya<\/strong> : secara logika, untuk membuat diagram Ishikawa, Anda harus terlebih dahulu mengidentifikasi masalahnya dengan jelas. Setelah masalahnya terdefinisi, kita dapat melanjutkan untuk menganalisisnya.<\/span><\/li>\n<li style=\"margin-bottom:16px\"> <span style=\"color:#101010;font-weight: normal;\"><strong>Gambar bagian tengah tulang belakang ikan<\/strong> \u2013 Gambarlah garis lurus panjang yang mewakili bagian tengah tulang belakang ikan. Kemudian tuliskan permasalahan yang akan dianalisis di sebelah kanan tulang belakang.<\/span><\/li>\n<li style=\"margin-bottom:16px\"> <span style=\"color:#101010;font-weight: normal;\"><strong>Tentukan akar permasalahannya<\/strong> : Sekarang mari kita lanjutkan menyelidiki masalahnya. Pada langkah ini, Anda perlu menggambar semua penyebab yang Anda temukan pada tulang samping ikan, sehingga setiap penyebab masalah diwakili oleh garis miring yang keluar dari sumbu tengah diagram.<\/span><\/li>\n<li style=\"margin-bottom:16px\"> <span style=\"color:#101010;font-weight: normal;\"><strong>Tambahkan penyebab kecil<\/strong> : Anda pasti dapat menguraikan setiap cabang diagram menjadi beberapa penyebab yang lebih kecil, ini akan membantu Anda menganalisis masalah dan memperbaikinya.<\/span><\/li>\n<li style=\"margin-bottom:16px\"> <span style=\"color:#101010;font-weight: normal;\"><strong>Periksa<\/strong> : Setelah Anda membuat diagram Ishikawa, Anda harus memeriksa apakah diagram tersebut masuk akal. Untuk melakukan ini, Anda harus membaca diagram untuk setiap sebab dan akibat kecil dan melihat bahwa hubungan sebab dan akibat benar-benar terpenuhi.<\/span><\/li>\n<li style=\"margin-bottom:16px\"> <span style=\"color:#101010;font-weight: normal;\"><strong>Analisis Diagram Ishikawa<\/strong> : Sekarang kita telah membuat diagram sebab akibat dari masalah kita, kita perlu menggunakan diagram ini untuk menganalisis penyebab utama apa yang dapat kita perbaiki dan pada akhirnya bagaimana kita dapat menyelesaikan masalah kita.<\/span><\/li>\n<li style=\"margin-bottom:16px\"> <span style=\"color:#101010;font-weight: normal;\"><strong>Membuat keputusan<\/strong> : Terakhir, Anda harus membuat keputusan yang relevan berdasarkan analisis masalah yang dilakukan. Selain itu, Anda perlu merancang metode pengendalian untuk memastikan bahwa masalah yang sama tidak terulang kembali.<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"metodo-de-las-6m\"><\/span> Metode 6M<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p> <strong>Metode 6M<\/strong> merupakan sekumpulan elemen yang biasa menimbulkan permasalahan terutama yang berhubungan dengan produksi industri, sehingga dapat membantu Anda dalam menentukan penyebab permasalahan Anda.<\/p>\n<ul style=\"color:#FF8A05; font-weight: bold;\">\n<li style=\"margin-bottom:16px\"> <span style=\"color:#101010;font-weight: normal;\"><strong>Tenaga Kerja<\/strong> \u2013 Salah satu penyebab masalah ini mungkin karena kurangnya staf atau adanya pekerja berketerampilan rendah.<\/span><\/li>\n<li style=\"margin-bottom:16px\"> <span style=\"color:#101010;font-weight: normal;\"><strong>Mesin<\/strong> : Mesin, perkakas, perlengkapan dan segala jenis teknologi dapat menjadi salah satu penyebab masalah tersebut.<\/span><\/li>\n<li style=\"margin-bottom:16px\"> <span style=\"color:#101010;font-weight: normal;\"><strong>Bahan mentah<\/strong> : Meskipun masalah bahan mungkin disebabkan oleh kesalahan perusahaan lain (pemasok datang terlambat atau kualitas bahan mentah buruk), masalah tersebut juga harus dimasukkan dalam diagram karena mereka berisiko. asal mula masalahnya.<\/span><\/li>\n<li style=\"margin-bottom:16px\"> <span style=\"color:#101010;font-weight: normal;\"><strong>Metode<\/strong> : Cara satu atau lebih proses dijalankan biasanya merupakan salah satu penyebab utama masalah.<\/span><\/li>\n<li style=\"margin-bottom:16px\"> <span style=\"color:#101010;font-weight: normal;\"><strong>Lingkungan<\/strong> : Lingkungan kerja dapat mempengaruhi hasil, faktor-faktor seperti suhu, kebisingan, kelembaban, pencahayaan, dll. dapat mempengaruhi hasilnya. harus diperhitungkan.<\/span><\/li>\n<li style=\"margin-bottom:16px\"> <span style=\"color:#101010;font-weight: normal;\"><strong>Pengukuran<\/strong> : Salah satu penyebab masalahnya mungkin karena KPI atau metrik belum ditetapkan untuk memantau proses.<\/span> <\/li>\n<\/ul>\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"ejemplo-de-diagrama-de-ishikawa\"><\/span> Contoh diagram Ishikawa<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p> Setelah kita melihat definisi diagram Ishikawa, di bawah ini kami memberikan contoh diagram jenis ini sehingga Anda dapat melihat cara melakukannya.<\/p>\n<p> Masalah pada contoh ini berasal dari kenyataan bahwa banyak pelanggan toko roti yang mengeluh karena menerima produk yang berbeda dari yang mereka pesan. Oleh karena itu, permasalahan tersebut dianalisis dengan menggunakan diagram Ishikawa dan diperoleh hasil sebagai berikut: <\/p>\n<figure class=\"wp-block-image aligncenter size-full\"><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" width=\"1000\" height=\"480\" src=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/diagramme-dishikawa-exemple-diagramme-de-cause-et-effet.png\" alt=\"Contoh diagram Ishikawa, diagram sebab akibat, diagram ikan, atau diagram tulang ikan\" class=\"wp-image-7153\" srcset=\"\" sizes=\"\"><\/figure>\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"%c2%bfpara-que-sirve-el-diagrama-de-ishikawa\"><\/span> Diagram Ishikawa digunakan untuk apa?<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p> <strong>Diagram Ishikawa (atau diagram sebab akibat) digunakan untuk menganalisis suatu masalah dan menentukan penyebab masalah tersebut.<\/strong> Oleh karena itu diagram Ishikawa digunakan ketika kita ingin mencari penyebab suatu masalah.<\/p>\n<p> Salah satu penerapan utama diagram Ishikawa adalah perbaikan proses, karena membantu mengidentifikasi penyebab masalah yang mempengaruhi efisiensi atau kualitas suatu proses. Tentu saja, menemukan penyebab suatu masalah sangat penting untuk menyelesaikannya.<\/p>\n<p> Demikian pula diagram Ishikawa juga sering digunakan dalam pengendalian kualitas suatu produk karena membantu kita menentukan penyebab yang menyebabkan buruknya kualitas produk akhir.<\/p>\n<p> Namun, diagram teknis Ishikawa dapat digunakan di area mana pun yang memerlukan identifikasi penyebab suatu masalah. Jadi bisa juga digunakan dalam disiplin ilmu lain seperti analisis bisnis, pemasaran, layanan pelanggan, analisis penjualan, dll. <\/p>\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"ventajas-y-desventajas-del-diagrama-de-ishikawa\"><\/span> Kelebihan dan kekurangan diagram Ishikawa<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p> Diagram Ishikawa (atau diagram sebab akibat) memiliki kelebihan dan kekurangan sebagai berikut:<\/p>\n<p> <strong><u style=\"text-decoration-color:#FF8A05\">Keuntungan:<\/u><\/strong><\/p>\n<ul style=\"color:#FF8A05; font-weight: bold;\">\n<li style=\"margin-bottom:14px\"> <span style=\"color:#101010;font-weight: normal;\">Hal ini memungkinkan pemahaman yang lebih baik tentang masalah penelitian.<\/span><\/li>\n<li style=\"margin-bottom:14px\"> <span style=\"color:#101010;font-weight: normal;\">Ini memungkinkan Anda memvisualisasikan secara grafis penyebab suatu masalah, sehingga lebih mudah untuk dipahami.<\/span><\/li>\n<li style=\"margin-bottom:14px\"> <span style=\"color:#101010;font-weight: normal;\">Jika dilakukan secara kolaboratif sebagai sebuah tim, hal ini akan mendorong partisipasi pekerja dan meningkatkan kohesi kelompok.<\/span><\/li>\n<li style=\"margin-bottom:14px\"> <span style=\"color:#101010;font-weight: normal;\">Hal ini membantu mengidentifikasi langkah atau area proses mana yang paling bermasalah.<\/span><\/li>\n<li style=\"margin-bottom:14px\"> <span style=\"color:#101010;font-weight: normal;\">Ini adalah jenis diagram yang mudah dibuat.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p> <strong><u style=\"text-decoration-color:#FF8A05\">Kekurangan:<\/u><\/strong><\/p>\n<ul style=\"color:#FF8A05; font-weight: bold;\">\n<li style=\"margin-bottom:14px\"> <span style=\"color:#101010;font-weight: normal;\">Kesulitan menghubungkan sebab-sebab tertentu dengan kategori tertentu.<\/span><\/li>\n<li style=\"margin-bottom:14px\"> <span style=\"color:#101010;font-weight: normal;\">Bias dapat mempengaruhi hasil yang diperoleh.<\/span><\/li>\n<li style=\"margin-bottom:14px\"> <span style=\"color:#101010;font-weight: normal;\">Faktor \u201cpekerjaan\u201d terkadang tidak dianalisis dengan benar, karena merupakan faktor yang berdampak negatif terhadap pekerja yang membuat diagram.<\/span><\/li>\n<li style=\"margin-bottom:14px\"> <span style=\"color:#101010;font-weight: normal;\">Diagram waktu tidak dapat dimasukkan dalam diagram, tetapi diagram Ishikawa hanya mewakili gambaran singkat suatu proses pada waktu tertentu.<\/span><\/li>\n<li style=\"margin-bottom:14px\"> <span style=\"color:#101010;font-weight: normal;\">Akar permasalahan mungkin tidak disertakan dalam diagram karena tidak dipertimbangkan, sehingga dapat mengakibatkan analisis masalah yang buruk.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Artikel ini menjelaskan apa itu diagram Ishikawa, yang juga dikenal sebagai diagram sebab akibat, dan kegunaannya. Dengan demikian, Anda akan mengetahui apa saja elemen diagram Ishikawa, cara pembuatan diagram Ishikawa, contoh, dan apa kelebihan dan kekurangan diagram jenis ini. Apa yang dimaksud dengan diagram Ishikawa (atau diagram sebab akibat)? Diagram Ishikawa (atau diagram sebab akibat [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[10],"tags":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v21.5 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>\u25b7 Diagram Ishikawa (atau diagram sebab akibat)<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Di sini Anda akan mengetahui apa itu diagram Ishikawa (atau diagram sebab akibat), kegunaannya, cara pembuatannya, kelebihan dan contohnya.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/diagram-sebab-akibat-diagram-ishikawa\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"\u25b7 Diagram Ishikawa (atau diagram sebab akibat)\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Di sini Anda akan mengetahui apa itu diagram Ishikawa (atau diagram sebab akibat), kegunaannya, cara pembuatannya, kelebihan dan contohnya.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/statorials.org\/id\/diagram-sebab-akibat-diagram-ishikawa\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Statorials\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2023-08-02T11:09:44+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/diagramme-dishikawa-diagramme-de-cause-a-effet.png\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Benjamin anderson\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Benjamin anderson\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/diagram-sebab-akibat-diagram-ishikawa\/\",\"url\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/diagram-sebab-akibat-diagram-ishikawa\/\",\"name\":\"\u25b7 Diagram Ishikawa (atau diagram sebab akibat)\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#website\"},\"datePublished\":\"2023-08-02T11:09:44+00:00\",\"dateModified\":\"2023-08-02T11:09:44+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81\"},\"description\":\"Di sini Anda akan mengetahui apa itu diagram Ishikawa (atau diagram sebab akibat), kegunaannya, cara pembuatannya, kelebihan dan contohnya.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/diagram-sebab-akibat-diagram-ishikawa\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/statorials.org\/id\/diagram-sebab-akibat-diagram-ishikawa\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/diagram-sebab-akibat-diagram-ishikawa\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Diagram ishikawa (diagram sebab akibat)\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/\",\"name\":\"Statorials\",\"description\":\"Panduan anda untuk kompetensi statistik!\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81\",\"name\":\"Benjamin anderson\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg\",\"contentUrl\":\"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg\",\"caption\":\"Benjamin anderson\"},\"description\":\"Halo, saya Benjamin, pensiunan profesor statistika yang menjadi guru Statorial yang berdedikasi. Dengan pengalaman dan keahlian yang luas di bidang statistika, saya ingin berbagi ilmu untuk memberdayakan mahasiswa melalui Statorials. Baca selengkapnya\",\"sameAs\":[\"http:\/\/statorials.org\/id\"]}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"\u25b7 Diagram Ishikawa (atau diagram sebab akibat)","description":"Di sini Anda akan mengetahui apa itu diagram Ishikawa (atau diagram sebab akibat), kegunaannya, cara pembuatannya, kelebihan dan contohnya.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/statorials.org\/id\/diagram-sebab-akibat-diagram-ishikawa\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"\u25b7 Diagram Ishikawa (atau diagram sebab akibat)","og_description":"Di sini Anda akan mengetahui apa itu diagram Ishikawa (atau diagram sebab akibat), kegunaannya, cara pembuatannya, kelebihan dan contohnya.","og_url":"https:\/\/statorials.org\/id\/diagram-sebab-akibat-diagram-ishikawa\/","og_site_name":"Statorials","article_published_time":"2023-08-02T11:09:44+00:00","og_image":[{"url":"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/diagramme-dishikawa-diagramme-de-cause-a-effet.png"}],"author":"Benjamin anderson","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Benjamin anderson","Estimasi waktu membaca":"5 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/diagram-sebab-akibat-diagram-ishikawa\/","url":"https:\/\/statorials.org\/id\/diagram-sebab-akibat-diagram-ishikawa\/","name":"\u25b7 Diagram Ishikawa (atau diagram sebab akibat)","isPartOf":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#website"},"datePublished":"2023-08-02T11:09:44+00:00","dateModified":"2023-08-02T11:09:44+00:00","author":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81"},"description":"Di sini Anda akan mengetahui apa itu diagram Ishikawa (atau diagram sebab akibat), kegunaannya, cara pembuatannya, kelebihan dan contohnya.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/diagram-sebab-akibat-diagram-ishikawa\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/statorials.org\/id\/diagram-sebab-akibat-diagram-ishikawa\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/diagram-sebab-akibat-diagram-ishikawa\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/statorials.org\/id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Diagram ishikawa (diagram sebab akibat)"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#website","url":"https:\/\/statorials.org\/id\/","name":"Statorials","description":"Panduan anda untuk kompetensi statistik!","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/statorials.org\/id\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81","name":"Benjamin anderson","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/image\/","url":"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg","contentUrl":"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg","caption":"Benjamin anderson"},"description":"Halo, saya Benjamin, pensiunan profesor statistika yang menjadi guru Statorial yang berdedikasi. Dengan pengalaman dan keahlian yang luas di bidang statistika, saya ingin berbagi ilmu untuk memberdayakan mahasiswa melalui Statorials. Baca selengkapnya","sameAs":["http:\/\/statorials.org\/id"]}]}},"yoast_meta":{"yoast_wpseo_title":"","yoast_wpseo_metadesc":"","yoast_wpseo_canonical":""},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/327"}],"collection":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=327"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/327\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=327"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=327"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=327"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}