{"id":329,"date":"2023-08-02T10:09:32","date_gmt":"2023-08-02T10:09:32","guid":{"rendered":"https:\/\/statorials.org\/id\/dmaic\/"},"modified":"2023-08-02T10:09:32","modified_gmt":"2023-08-02T10:09:32","slug":"dmaic","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/statorials.org\/id\/dmaic\/","title":{"rendered":"Dmaic"},"content":{"rendered":"<p>Artikel ini menjelaskan apa itu metodologi DMAIC dan apa saja tahapannya. Anda juga akan dapat melihat contoh bagaimana metodologi DMAIC diterapkan dan apa manfaat penerapan teknik ini.<\/p>\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"%c2%bfque-es-dmaic\"><\/span> Apa itu DMAIC?<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p> <strong>DMAIC<\/strong> adalah metodologi strategi perbaikan proses Six Sigma, yaitu DMAIC adalah metode yang membantu organisasi mengukur dan meningkatkan kinerjanya.<\/p>\n<p> DMAIC adalah akronim yang akronimnya dalam bahasa Inggris berarti <strong>mendefinisikan, mengukur, menganalisis, meningkatkan dan mengontrol<\/strong> , yang merupakan 5 fase metodologi DMAIC.<\/p>\n<p> Meskipun metodologi DMAIC biasanya digunakan untuk proyek Six Sigma (atau Six Sigma), penggunaannya tidak eksklusif untuk jenis proyek ini, namun juga dapat digunakan untuk memecahkan jenis masalah bisnis lainnya.<\/p>\n<p> Singkatnya, DMAIC adalah teknik Lean yang digunakan untuk meningkatkan kinerja perusahaan di area tertentu, karena memungkinkan untuk mengidentifikasi penyebab suatu masalah, menganalisisnya, dan menemukan solusi.<\/p>\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"metodologia-dmaic\"><\/span> Metodologi DMAIC<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p> Metodologi DMAIC dibagi menjadi lima fase:<\/p>\n<ol style=\"color:#FF8A05; font-weight: bold;\">\n<li style=\"margin-bottom:14px\"> <span style=\"color:#101010;font-weight: normal;\"><strong>Definisikan <em>(Definisikan)<\/em> .<\/strong><\/span><\/li>\n<li style=\"margin-bottom:14px\"> <span style=\"color:#101010;font-weight: normal;\"><strong><em>Ukur<\/em> .<\/strong><\/span><\/li>\n<li style=\"margin-bottom:14px\"> <span style=\"color:#101010;font-weight: normal;\"><strong><em>Analisis<\/em> .<\/strong><\/span><\/li>\n<li style=\"margin-bottom:14px\"> <span style=\"color:#101010;font-weight: normal;\"><strong><em>Meningkatkan<\/em> .<\/strong><\/span><\/li>\n<li style=\"margin-bottom:14px\"> <span style=\"color:#101010;font-weight: normal;\"><strong><em>Kontrol<\/em> .<\/strong><\/span> <\/li>\n<\/ol>\n<figure class=\"wp-block-image aligncenter size-full\"><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" width=\"530\" height=\"421\" src=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/dmaic.png\" alt=\"DMAIC\" class=\"wp-image-7294\" srcset=\"\" sizes=\"\"><\/figure>\n<p> Setiap langkah metodologi DMAIC dijelaskan secara rinci di bawah ini.<\/p>\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"definir\"><\/span> Mendefinisikan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p> Fase definisi adalah salah satu langkah terpenting dalam teknik DMAIC karena upaya untuk mendeskripsikan masalah. Masalah yang ingin dipecahkan harus didefinisikan dengan baik dan secara logis harus selaras dengan tujuan organisasi.<\/p>\n<p> Setelah mendefinisikan masalah secara kuantitatif dan mudah dipahami, kita dapat mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi proses tersebut. Namun, jika masalahnya tidak terdefinisi dengan baik, kita tidak akan memiliki gambaran yang jelas tentang bagaimana memperbaiki situasi tersebut.<\/p>\n<p> Alat-alat berikut mungkin berguna pada tahap ini:<\/p>\n<ul style=\"color:#FF8A05; font-weight: bold;\">\n<li style=\"margin-bottom:12px\"> <span style=\"color:#101010;font-weight: normal;\">piagam proyek<\/span><\/li>\n<li style=\"margin-bottom:12px\"> <span style=\"color:#101010;font-weight: normal;\">Diagram SIPOC<\/span><\/li>\n<li style=\"margin-bottom:12px\"> <span style=\"color:#101010;font-weight: normal;\">diagram hubungan<\/span><\/li>\n<li style=\"margin-bottom:12px\"> <span style=\"color:#101010;font-weight: normal;\">Diagram pohon<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"medir\"><\/span> Ukuran<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p> Fase pengukuran melibatkan penguraian masalah kita menjadi hasil yang ringkas dan mudah diidentifikasi. Oleh karena itu, fase ini terdiri dari pengukuran parameter utama yang secara langsung mempengaruhi masalah. Hal ini dicapai dengan membuat rencana pengukuran, misalnya KPI dapat digunakan untuk mengukur berbagai aspek masalah kita.<\/p>\n<p> Alat-alat berikut mungkin berguna pada tahap ini:<\/p>\n<ul style=\"color:#FF8A05; font-weight: bold;\">\n<li style=\"margin-bottom:12px\"> <span style=\"color:#101010;font-weight: normal;\">FMEA<\/span><\/li>\n<li style=\"margin-bottom:12px\"> <span style=\"color:#101010;font-weight: normal;\">Rencana pengumpulan data<\/span><\/li>\n<li style=\"margin-bottom:12px\"> <span style=\"color:#101010;font-weight: normal;\">lembar periksa<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"analizar\"><\/span> Analisis<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p> Pada tahap analisis, kami berupaya menyederhanakan proses dan mengisolasi kesalahan yang perlu diperbaiki. Fase analisis membantu kita memahami kesenjangan antara kinerja saat ini dan tingkat kinerja yang diharapkan.<\/p>\n<p> Fase ini penting karena memungkinkan Anda menggali lebih dalam inti permasalahan. Hal ini memungkinkan kita memperoleh pengetahuan yang sering diabaikan karena tertanam dalam dalam proses. Singkatnya, fase analisis membantu kita lebih memahami masalahnya.<\/p>\n<p> Anda dapat menggunakan alat berikut untuk menganalisis data terukur:<\/p>\n<ul style=\"color:#FF8A05; font-weight: bold;\">\n<li style=\"margin-bottom:12px\"> <span style=\"color:#101010;font-weight: normal;\">Pemetaan aliran nilai<\/span><\/li>\n<li style=\"margin-bottom:12px\"> <span style=\"color:#101010;font-weight: normal;\">histogram<\/span><\/li>\n<li style=\"margin-bottom:12px\"> <span style=\"color:#101010;font-weight: normal;\">Bagan Pareto<\/span><\/li>\n<li style=\"margin-bottom:12px\"> <span style=\"color:#101010;font-weight: normal;\">Diagram Ishikawa<\/span><\/li>\n<li style=\"margin-bottom:12px\"> <span style=\"color:#101010;font-weight: normal;\">plot kotak<\/span><\/li>\n<li style=\"margin-bottom:12px\"> <span style=\"color:#101010;font-weight: normal;\">Teknik 5 Mengapa<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"mejorar\"><\/span> Memperbaiki<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p> Seperti namanya, fase perbaikan melibatkan optimalisasi atau penyelesaian masalah. Ini adalah salah satu fase tersulit dalam proses DMAIC.<\/p>\n<p> Dari tahap analisis kita sudah mengetahui penyebab permasalahannya, sekarang kita lanjutkan ke penyelesaiannya. Pada fase ini, Anda harus memikirkan solusi yang inovatif dan koheren. Selain itu, harus diingat bahwa setiap perubahan pada satu proses juga dapat mempengaruhi proses lain di perusahaan.<\/p>\n<p> Alat-alat berikut berguna dalam fase ini:<\/p>\n<ul style=\"color:#FF8A05; font-weight: bold;\">\n<li style=\"margin-bottom:12px\"> <span style=\"color:#101010;font-weight: normal;\">Cerminan<\/span><\/li>\n<li style=\"margin-bottom:12px\"> <span style=\"color:#101010;font-weight: normal;\">Analisis perbandingan<\/span><\/li>\n<li style=\"margin-bottom:12px\"> <span style=\"color:#101010;font-weight: normal;\">Matriks Dampak dan Upaya<\/span><\/li>\n<li style=\"margin-bottom:12px\"> <span style=\"color:#101010;font-weight: normal;\">Diagram lintasan<\/span><\/li>\n<li style=\"margin-bottom:12px\"> <span style=\"color:#101010;font-weight: normal;\">PDCA<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"controlar\"><\/span> Memeriksa<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p> Fase terakhir dari metodologi DMAIC adalah pengendalian, fase ini dan keberhasilannya terkait langsung dengan keberhasilan yang kita capai dalam empat fase sebelumnya.<\/p>\n<p> Fase ini terutama terkait dengan perubahan kinerja yang berasal dari fase sebelumnya. Oleh karena itu, jika semuanya terlihat baik, tugas utamanya adalah memastikan bahwa proses selalu terkendali.<\/p>\n<p> Singkatnya, setelah proses diperbaiki, rencana pengendalian harus dibuat untuk menjamin bahwa variabel selalu berada dalam kisaran varians yang diterima, dengan cara ini kita akan mengontrol agar kesalahan yang sama tidak terjadi lagi.<\/p>\n<p> Alat-alat berikut akan membantu Anda mengontrol prosesnya:<\/p>\n<ul style=\"color:#FF8A05; font-weight: bold;\">\n<li style=\"margin-bottom:12px\"> <span style=\"color:#101010;font-weight: normal;\">kartu kendali<\/span><\/li>\n<li style=\"margin-bottom:12px\"> <span style=\"color:#101010;font-weight: normal;\">Sistem pemantauan dan evaluasi<\/span> <\/li>\n<\/ul>\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"ejemplo-de-la-metodologia-dmaic\"><\/span> Contoh metodologi DMAIC<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p> Dalam contoh DMAIC berikut, kami memiliki proses manufaktur berulang sehingga data operasional dapat dengan mudah diekstraksi, menjadikannya kandidat yang baik untuk analisis DMAIC. Jadi kami membuat produk dan ingin meningkatkan kinerja.<\/p>\n<ol style=\"color:#FF8A05; font-weight: bold;\">\n<li style=\"margin-bottom:18px\"> <span style=\"color:#101010;font-weight: normal;\"><strong>Definisikan<\/strong> : Produk atau mesin tertentu harus diidentifikasi yang kinerjanya dapat ditingkatkan.<\/span><\/li>\n<li style=\"margin-bottom:18px\"> <span style=\"color:#101010;font-weight: normal;\"><strong>Pengukuran<\/strong> : Kami dengan jelas mendefinisikan metrik yang akan digunakan, seperti OTIFNE (On Time In Full No Error) atau FPY (First Pass Yield). Kami kemudian memantau metrik ini selama periode waktu tertentu untuk mengumpulkan data yang bermakna secara statistik.<\/span><\/li>\n<li style=\"margin-bottom:18px\"> <span style=\"color:#101010;font-weight: normal;\"><strong>Analisis<\/strong> : Dari data yang dikumpulkan, kami menghitung ukuran statistik seperti mean dan deviasi standar, mencari outlier dan tren, dan menyajikan data dalam grafik untuk menganalisis sampel.<\/span><\/li>\n<li style=\"margin-bottom:18px\"> <span style=\"color:#101010;font-weight: normal;\"><strong>Peningkatan<\/strong> : Kami menerapkan langkah-langkah untuk mengatasi akar penyebab masalah yang diidentifikasi pada langkah sebelumnya.<\/span><\/li>\n<li style=\"margin-bottom:18px\"> <span style=\"color:#101010;font-weight: normal;\"><strong>Pengendalian<\/strong> : terakhir, kami menerapkan langkah-langkah untuk mempertahankan peningkatan yang diperoleh dari waktu ke waktu. Untuk melakukan hal ini, kita dapat menggunakan peta kendali dan memverifikasi bahwa suku cadang baru yang diproduksi tidak melebihi batas kendali.<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"ventajas-de-dmaic\"><\/span> Keuntungan dari DMAIC<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p> Manfaat penerapan metodologi DMAIC adalah:<\/p>\n<ul style=\"color:#FF8A05; font-weight: bold;\">\n<li style=\"margin-bottom:14px\"> <span style=\"color:#101010;font-weight: normal;\">Ini memberi perusahaan strategi yang jelas untuk menemukan solusi suatu masalah, karena langkah-langkah metodologi DMAIC sangat jelas.<\/span><\/li>\n<li style=\"margin-bottom:14px\"> <span style=\"color:#101010;font-weight: normal;\">Hal ini memungkinkan Anda menemukan solusi yang efektif dan tepat untuk masalah yang rumit.<\/span><\/li>\n<li style=\"margin-bottom:14px\"> <span style=\"color:#101010;font-weight: normal;\">Ini adalah metode peningkatan proses yang mudah dipahami.<\/span><\/li>\n<li style=\"margin-bottom:14px\"> <span style=\"color:#101010;font-weight: normal;\">Metodologi DMAIC menganalisis situasi sebelum menerapkan solusi, sehingga mengurangi kemungkinan penyelesaian masalah yang salah.<\/span><\/li>\n<li style=\"margin-bottom:14px\"> <span style=\"color:#101010;font-weight: normal;\">Mendorong kerjasama tim, koordinasi dan komunikasi dalam perusahaan.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"dmaic-y-dmadv\"><\/span> DMAIC dan DMADV<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p> Metodologi <strong>DMADV<\/strong> juga merupakan teknik analisis Six Sigma, namun metodologi ini digunakan untuk merancang produk dan layanan baru.<\/p>\n<p> Jadi, akronim DMADV adalah singkatan dari Define, Measure, Analyze, Design, dan Verify. Oleh karena itu, metodologi DMADV berfokus pada perolehan informasi dari pelanggan dan, berdasarkan data ini, merancang produk yang lebih baik.<\/p>\n<p> Oleh karena itu, DMADV adalah metodologi Six Sigma, sama seperti DMAIC. Namun <strong>perbedaan antara DMAIC dan DMADV<\/strong> adalah tujuan DMAIC adalah untuk meningkatkan suatu proses, sedangkan tujuan DMADV adalah merancang produk atau layanan baru. <\/p>\n<div style=\"background-color:#FFFDE7; padding-top: 10px; padding-bottom: 10px; padding-right: 20px; padding-left: 30px; border: 2.5px dashed #FFB74D; border-radius:20px;\"> <span style=\"color:#ff951b\">\u27a4<\/span> <strong>Lihat:<\/strong> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/dmavv\/\">Metodologi DMADV<\/a><\/div>\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"dmaic-y-pdca\"><\/span> DMAIC dan PDCA<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p> Metode <strong>PDCA<\/strong> adalah suatu sistem yang tujuannya adalah untuk meningkatkan suatu proses. Jadi, inisial PDCA adalah singkatan dari plan, do, check and act.<\/p>\n<p> Penggunaan PDCA tidak mengecualikan penggunaan metodologi DMAIC, karena keduanya merupakan metode yang saling melengkapi. Memang benar, tahapan siklus PDCA dapat dikaitkan dengan tahapan metode DMAIC: rencana mengacu pada tahapan definisi, pengukuran dan analisis; do dikaitkan dengan tahap perbaikan; memverifikasi dan bertindak sesuai dengan tahap pengendalian.<\/p>\n<p> Singkatnya, meskipun DMAIC dan PDCA adalah dua metodologi yang memiliki kesamaan, <strong>perbedaan utama antara DMAIC dan PDCA<\/strong> adalah DMAIC lebih fokus pada pengukuran dan analisis masalah, sedangkan PDCA fokus pada koreksi tindakan yang diambil untuk terus meningkatkan proses. <\/p>\n<div style=\"background-color:#FFFDE7; padding-top: 10px; padding-bottom: 10px; padding-right: 20px; padding-left: 30px; border: 2.5px dashed #FFB74D; border-radius:20px;\"> <span style=\"color:#ff951b\">\u27a4<\/span> <strong>Lihat:<\/strong> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/siklus-pdca\/\">PDCA<\/a><\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Artikel ini menjelaskan apa itu metodologi DMAIC dan apa saja tahapannya. Anda juga akan dapat melihat contoh bagaimana metodologi DMAIC diterapkan dan apa manfaat penerapan teknik ini. Apa itu DMAIC? DMAIC adalah metodologi strategi perbaikan proses Six Sigma, yaitu DMAIC adalah metode yang membantu organisasi mengukur dan meningkatkan kinerjanya. DMAIC adalah akronim yang akronimnya dalam [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[10],"tags":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v21.5 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>\u25b7 Metodologi DMAIC: apa itu, tahapan, contoh dan kelebihan<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Di sini Anda akan mengetahui apa itu metodologi DMAIC, apa saja tahapannya, kelebihannya dan contoh penerapan metodologi DMAIC.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/dmaic\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"\u25b7 Metodologi DMAIC: apa itu, tahapan, contoh dan kelebihan\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Di sini Anda akan mengetahui apa itu metodologi DMAIC, apa saja tahapannya, kelebihannya dan contoh penerapan metodologi DMAIC.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/statorials.org\/id\/dmaic\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Statorials\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2023-08-02T10:09:32+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/dmaic.png\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Benjamin anderson\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Benjamin anderson\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/dmaic\/\",\"url\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/dmaic\/\",\"name\":\"\u25b7 Metodologi DMAIC: apa itu, tahapan, contoh dan kelebihan\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#website\"},\"datePublished\":\"2023-08-02T10:09:32+00:00\",\"dateModified\":\"2023-08-02T10:09:32+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81\"},\"description\":\"Di sini Anda akan mengetahui apa itu metodologi DMAIC, apa saja tahapannya, kelebihannya dan contoh penerapan metodologi DMAIC.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/dmaic\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/statorials.org\/id\/dmaic\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/dmaic\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Dmaic\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/\",\"name\":\"Statorials\",\"description\":\"Panduan anda untuk kompetensi statistik!\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81\",\"name\":\"Benjamin anderson\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg\",\"contentUrl\":\"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg\",\"caption\":\"Benjamin anderson\"},\"description\":\"Halo, saya Benjamin, pensiunan profesor statistika yang menjadi guru Statorial yang berdedikasi. Dengan pengalaman dan keahlian yang luas di bidang statistika, saya ingin berbagi ilmu untuk memberdayakan mahasiswa melalui Statorials. Baca selengkapnya\",\"sameAs\":[\"http:\/\/statorials.org\/id\"]}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"\u25b7 Metodologi DMAIC: apa itu, tahapan, contoh dan kelebihan","description":"Di sini Anda akan mengetahui apa itu metodologi DMAIC, apa saja tahapannya, kelebihannya dan contoh penerapan metodologi DMAIC.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/statorials.org\/id\/dmaic\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"\u25b7 Metodologi DMAIC: apa itu, tahapan, contoh dan kelebihan","og_description":"Di sini Anda akan mengetahui apa itu metodologi DMAIC, apa saja tahapannya, kelebihannya dan contoh penerapan metodologi DMAIC.","og_url":"https:\/\/statorials.org\/id\/dmaic\/","og_site_name":"Statorials","article_published_time":"2023-08-02T10:09:32+00:00","og_image":[{"url":"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/dmaic.png"}],"author":"Benjamin anderson","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Benjamin anderson","Estimasi waktu membaca":"5 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/dmaic\/","url":"https:\/\/statorials.org\/id\/dmaic\/","name":"\u25b7 Metodologi DMAIC: apa itu, tahapan, contoh dan kelebihan","isPartOf":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#website"},"datePublished":"2023-08-02T10:09:32+00:00","dateModified":"2023-08-02T10:09:32+00:00","author":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81"},"description":"Di sini Anda akan mengetahui apa itu metodologi DMAIC, apa saja tahapannya, kelebihannya dan contoh penerapan metodologi DMAIC.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/dmaic\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/statorials.org\/id\/dmaic\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/dmaic\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/statorials.org\/id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Dmaic"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#website","url":"https:\/\/statorials.org\/id\/","name":"Statorials","description":"Panduan anda untuk kompetensi statistik!","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/statorials.org\/id\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81","name":"Benjamin anderson","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/image\/","url":"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg","contentUrl":"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg","caption":"Benjamin anderson"},"description":"Halo, saya Benjamin, pensiunan profesor statistika yang menjadi guru Statorial yang berdedikasi. Dengan pengalaman dan keahlian yang luas di bidang statistika, saya ingin berbagi ilmu untuk memberdayakan mahasiswa melalui Statorials. Baca selengkapnya","sameAs":["http:\/\/statorials.org\/id"]}]}},"yoast_meta":{"yoast_wpseo_title":"","yoast_wpseo_metadesc":"","yoast_wpseo_canonical":""},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/329"}],"collection":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=329"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/329\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=329"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=329"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=329"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}