{"id":3295,"date":"2023-07-18T06:02:54","date_gmt":"2023-07-18T06:02:54","guid":{"rendered":"https:\/\/statorials.org\/id\/nilai-z-vs-nilai-p\/"},"modified":"2023-07-18T06:02:54","modified_gmt":"2023-07-18T06:02:54","slug":"nilai-z-vs-nilai-p","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/statorials.org\/id\/nilai-z-vs-nilai-p\/","title":{"rendered":"Perbedaan nilai z dan nilai p dalam statistik"},"content":{"rendered":"<p><\/p>\n<hr>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Dua istilah yang sering membingungkan siswa dalam statistika adalah <strong>nilai-z<\/strong> dan <strong>nilai-p<\/strong> .<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Untuk memahami perbedaan antara istilah-istilah ini, ada baiknya untuk memahami <strong>z test<\/strong> .<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Ada dua jenis tes z yang umum:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Uji z satu sampel<\/strong> : Digunakan untuk menguji apakah rata-rata populasi sama dengan nilai tertentu.<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Uji z dua sampel<\/strong> : Digunakan untuk menguji apakah rata-rata dua populasi sama.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Kami menggunakan langkah-langkah berikut untuk melakukan setiap pengujian:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Langkah 1:<\/strong> Nyatakan hipotesis nol dan hipotesis alternatif.<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Langkah 2:<\/strong> Hitung nilai z.<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Langkah 3:<\/strong> Hitung nilai p yang sesuai dengan nilai z.<\/span> <\/li>\n<\/ul>\n<p><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\"aligncenter wp-image-27862\" src=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/zp1.jpg\" alt=\"nilai z vs nilai p\" width=\"289\" height=\"460\" srcset=\"\" sizes=\"\"><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Untuk setiap pengujian, <strong>nilai z<\/strong> adalah cara untuk mengukur perbedaan antara rata-rata populasi dan <strong>nilai p<\/strong> adalah probabilitas memperoleh nilai z dengan nilai absolut setidaknya sebesar yang sebenarnya kita amati dalam sampel. data jika hipotesis nol benar.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Jika p-value kurang dari nilai tertentu (misalnya 0,05), maka <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/kapan-harus-menolak-hipotesis-nol\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">hipotesis nol pengujian tersebut ditolak<\/a> .<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Untuk setiap jenis uji z, kami tertarik pada <strong>nilai p<\/strong> dan kami cukup menggunakan <strong>nilai z<\/strong> sebagai langkah perantara untuk menghitung nilai p.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Contoh berikut menunjukkan cara menghitung dan menafsirkan nilai-z dan nilai-p yang sesuai untuk uji-z dua sampel.<\/span><\/p>\n<h2> <strong><span style=\"color: #000000;\">Contoh: Menghitung dan Menafsirkan Nilai Z dan Nilai P<\/span><\/strong><\/h2>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Asumsikan tingkat IQ individu dari dua kota berbeda berdistribusi normal, masing-masing dengan standar deviasi populasi 15.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Seorang ilmuwan ingin mengetahui apakah rata-rata tingkat IQ antara individu di kota A dan kota B berbeda. Oleh karena itu, dia memilih <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/metode-pengambilan-sampel\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">sampel acak sederhana<\/a> yang terdiri dari 20 orang dari setiap kota dan mencatat tingkat IQ mereka:<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Kota A<\/strong> : 82, 84, 85, 89, 91, 91, 92, 94, 99, 99, 105, 109, 109, 109, 110, 112, 112, 113, 114, 114<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Kota B<\/strong> : 90, 91, 91, 91, 95, 95, 99, 99, 108, 109, 109, 114, 115, 116, 117, 117, 128, 129, 130, 133<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Berikut cara melakukan pengujian z dua sampel menggunakan data ini:<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Langkah 1: Nyatakan hipotesis nol dan hipotesis alternatif.<\/strong><\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Pertama, kami akan menyatakan hipotesis nol dan hipotesis alternatif:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>H <sub>0<\/sub> :<\/strong> \u03bc <sub>1<\/sub> = \u03bc <sub>2<\/sub> (rata-rata kedua populasi adalah sama)<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>H <sub>1<\/sub> :<\/strong> \u03bc <sub>1<\/sub> \u2260 \u03bc <sub>2<\/sub> (rata-rata dua populasi tidak sama)<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Langkah 2: Hitung nilai z.<\/strong><\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Selanjutnya, kita akan melakukan <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/tes-z-di-excel\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">uji z dua sampel di Excel<\/a> menggunakan data ini dan menemukan bahwa nilai z adalah <strong>-1.71817<\/strong> .<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Langkah 3: Hitung nilai p.<\/strong><\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Kita dapat menggunakan kalkulator skor Z ke nilai P untuk menemukan bahwa nilai p yang sesuai dengan nilai az -1,71817 adalah<\/span> <span style=\"color: #000000;\"><strong>0,08577.<\/strong><\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Karena nilai p ini tidak kurang dari 0,05, kita tidak mempunyai cukup bukti untuk menolak hipotesis nol.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Dengan demikian, kami menyimpulkan bahwa rata-rata tingkat IQ antara kedua kota tersebut tidak berbeda secara signifikan.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Perhatikan bahwa kami hanya menggunakan nilai z sebagai langkah perantara untuk menghitung nilai p.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Nilai p adalah nilai sebenarnya yang kami minati, namun kami harus menghitung nilai z terlebih dahulu.<\/span><\/p>\n<h2> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Sumber daya tambahan<\/strong><\/span><\/h2>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Tutorial berikut menjelaskan cara melakukan uji-z menggunakan berbagai perangkat lunak statistik:<\/span><\/p>\n<p> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/tes-z-di-excel\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Bagaimana Melakukan Tes Z di Excel<\/a><br \/> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/z-tes-di-r\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Cara melakukan tes Z di R<\/a><br \/> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/z-uji-python\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Cara Melakukan Tes Z dengan Python<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Dua istilah yang sering membingungkan siswa dalam statistika adalah nilai-z dan nilai-p . Untuk memahami perbedaan antara istilah-istilah ini, ada baiknya untuk memahami z test . Ada dua jenis tes z yang umum: Uji z satu sampel : Digunakan untuk menguji apakah rata-rata populasi sama dengan nilai tertentu. Uji z dua sampel : Digunakan untuk [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[11],"tags":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v21.5 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Perbedaan antara nilai Z dan nilai P dalam statistik - Statorials<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Tutorial ini menjelaskan perbedaan nilai z dan nilai p dalam statistik, dengan beberapa contoh.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/nilai-z-vs-nilai-p\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Perbedaan antara nilai Z dan nilai P dalam statistik - Statorials\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Tutorial ini menjelaskan perbedaan nilai z dan nilai p dalam statistik, dengan beberapa contoh.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/statorials.org\/id\/nilai-z-vs-nilai-p\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Statorials\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2023-07-18T06:02:54+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/zp1.jpg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Benjamin anderson\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Benjamin anderson\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"2 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/nilai-z-vs-nilai-p\/\",\"url\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/nilai-z-vs-nilai-p\/\",\"name\":\"Perbedaan antara nilai Z dan nilai P dalam statistik - Statorials\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#website\"},\"datePublished\":\"2023-07-18T06:02:54+00:00\",\"dateModified\":\"2023-07-18T06:02:54+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81\"},\"description\":\"Tutorial ini menjelaskan perbedaan nilai z dan nilai p dalam statistik, dengan beberapa contoh.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/nilai-z-vs-nilai-p\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/statorials.org\/id\/nilai-z-vs-nilai-p\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/nilai-z-vs-nilai-p\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Perbedaan nilai z dan nilai p dalam statistik\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/\",\"name\":\"Statorials\",\"description\":\"Panduan anda untuk kompetensi statistik!\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81\",\"name\":\"Benjamin anderson\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg\",\"contentUrl\":\"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg\",\"caption\":\"Benjamin anderson\"},\"description\":\"Halo, saya Benjamin, pensiunan profesor statistika yang menjadi guru Statorial yang berdedikasi. Dengan pengalaman dan keahlian yang luas di bidang statistika, saya ingin berbagi ilmu untuk memberdayakan mahasiswa melalui Statorials. Baca selengkapnya\",\"sameAs\":[\"http:\/\/statorials.org\/id\"]}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Perbedaan antara nilai Z dan nilai P dalam statistik - Statorials","description":"Tutorial ini menjelaskan perbedaan nilai z dan nilai p dalam statistik, dengan beberapa contoh.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/statorials.org\/id\/nilai-z-vs-nilai-p\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Perbedaan antara nilai Z dan nilai P dalam statistik - Statorials","og_description":"Tutorial ini menjelaskan perbedaan nilai z dan nilai p dalam statistik, dengan beberapa contoh.","og_url":"https:\/\/statorials.org\/id\/nilai-z-vs-nilai-p\/","og_site_name":"Statorials","article_published_time":"2023-07-18T06:02:54+00:00","og_image":[{"url":"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/zp1.jpg"}],"author":"Benjamin anderson","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Benjamin anderson","Estimasi waktu membaca":"2 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/nilai-z-vs-nilai-p\/","url":"https:\/\/statorials.org\/id\/nilai-z-vs-nilai-p\/","name":"Perbedaan antara nilai Z dan nilai P dalam statistik - Statorials","isPartOf":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#website"},"datePublished":"2023-07-18T06:02:54+00:00","dateModified":"2023-07-18T06:02:54+00:00","author":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81"},"description":"Tutorial ini menjelaskan perbedaan nilai z dan nilai p dalam statistik, dengan beberapa contoh.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/nilai-z-vs-nilai-p\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/statorials.org\/id\/nilai-z-vs-nilai-p\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/nilai-z-vs-nilai-p\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/statorials.org\/id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Perbedaan nilai z dan nilai p dalam statistik"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#website","url":"https:\/\/statorials.org\/id\/","name":"Statorials","description":"Panduan anda untuk kompetensi statistik!","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/statorials.org\/id\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81","name":"Benjamin anderson","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/image\/","url":"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg","contentUrl":"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg","caption":"Benjamin anderson"},"description":"Halo, saya Benjamin, pensiunan profesor statistika yang menjadi guru Statorial yang berdedikasi. Dengan pengalaman dan keahlian yang luas di bidang statistika, saya ingin berbagi ilmu untuk memberdayakan mahasiswa melalui Statorials. Baca selengkapnya","sameAs":["http:\/\/statorials.org\/id"]}]}},"yoast_meta":{"yoast_wpseo_title":"","yoast_wpseo_metadesc":"","yoast_wpseo_canonical":""},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3295"}],"collection":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3295"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3295\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3295"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3295"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3295"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}