{"id":331,"date":"2023-08-02T09:13:21","date_gmt":"2023-08-02T09:13:21","guid":{"rendered":"https:\/\/statorials.org\/id\/5-mengapa-5-mengapa\/"},"modified":"2023-08-02T09:13:21","modified_gmt":"2023-08-02T09:13:21","slug":"5-mengapa-5-mengapa","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/statorials.org\/id\/5-mengapa-5-mengapa\/","title":{"rendered":"5mengapa? (5 mengapa)"},"content":{"rendered":"<p>Artikel ini menjelaskan apa itu metodologi 5 Mengapa? (atau 5 mengapa) dan untuk apa. Nah, Anda akan mengetahui bagaimana metodologi 5 Mengapa dilakukan, contoh nyata penerapan 5 Mengapa? dan apa kelebihan dan kekurangan teknik ini. <\/p>\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"%c2%bfque-es-la-metodologia-de-los-5-%c2%bfpor-que-o-5-whys\"><\/span> Apa yang dimaksud dengan metodologi 5 Mengapa? (atau 5 mengapa)?<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p> <strong>5 Mengapa teknis?<\/strong> , disebut juga <strong>5 mengapa<\/strong> atau <strong>5 mengapa<\/strong> , adalah metodologi yang digunakan untuk menentukan akar penyebab suatu masalah.<\/p>\n<p> 5 Mengapa? adalah menanyakan pertanyaan mengapa? 5 kali, sehingga setiap jawaban menjadi dasar pertanyaan berikutnya.<\/p>\n<p> Tujuan dari metodologi 5 Mengapa? adalah mencari akar permasalahan dengan pertanyaan. Biasanya yang pertama Mengapa? dijawab secara umum, tetapi untuk masing-masing Mengapa? ditanya memberikan rincian lebih lanjut tentang alasan masalahnya. Jadi metodologinya 5 Mengapa? Akan sangat membantu jika kita menggali permasalahan lebih dalam dan menemukan alasan sebenarnya mengapa kemunduran ini terjadi.<\/p>\n<p> Metode 5 Mengapa? Ini dikembangkan oleh Sakichi Toyoda dan menjadi populer berkat teknik Lean inovatif Toyota. Saat ini tidak hanya digunakan pada bidang industri saja, namun juga digunakan untuk segala macam permasalahan. <\/p>\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"como-hacer-la-metodologia-de-los-5-%c2%bfpor-que-o-5-whys\"><\/span> Bagaimana melakukan metodologi 5 Mengapa? (atau 5 alasan)<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p> Langkah-langkah untuk menjalankan metodologi 5 Mengapa? Mereka adalah sebagai berikut:<\/p>\n<ol style=\"color:#FF8A05; font-weight: bold;\">\n<li style=\"margin-bottom:18px\"> <span style=\"color:#101010;font-weight: normal;\"><strong>Membangun tim<\/strong> : lebih baik mengikuti metodologi 5 Mengapa? bersama-sama dengan beberapa orang sehingga terbentuklah suatu tim yang mempunyai pengetahuan dan pengalaman dalam proses terkait permasalahan tersebut.<\/span><\/li>\n<li style=\"margin-bottom:18px\"> <span style=\"color:#101010;font-weight: normal;\"><strong>Definisikan masalahnya<\/strong> : Definisikan bersama tim Anda secara singkat dan jelas masalah yang ingin dipecahkan. Jika bisa, saksikan masalahnya secara langsung, itu akan membantu Anda memahami prosesnya.<\/span><\/li>\n<li style=\"margin-bottom:18px\"> <span style=\"color:#101010;font-weight: normal;\"><strong>Tanyakan yang pertama kenapa?<\/strong> : Cobalah untuk bersama-sama menjawab pertanyaan pertama Mengapa? Jawabannya harus sesuatu yang benar-benar terjadi, bukan dugaan tentang apa yang seharusnya terjadi.<\/span><\/li>\n<li style=\"margin-bottom:18px\"> <span style=\"color:#101010;font-weight: normal;\"><strong>Tanya kenapa? 4 kali lagi<\/strong> : Untuk setiap jawaban yang dihasilkan pada langkah sebelumnya, tanyakan 4 kali Mengapa? berturut-turut. Dasar dari setiap pertanyaan haruslah jawaban dari pertanyaan sebelumnya.<\/span><\/li>\n<li style=\"margin-bottom:18px\"> <span style=\"color:#101010;font-weight: normal;\"><strong>Tanyakan kepada banyak orang mengapa? jika perlu<\/strong> : teknik menunjukkan untuk bertanya 5 Mengapa? karena dianggap cukup untuk menyelesaikan permasalahan yang ada. Namun, Anda harus bertanya kepada sebanyak mungkin orang: mengapa? Tergantung pada kebutuhan Anda, Anda mungkin hanya memerlukan 4 pertanyaan untuk mengidentifikasi akar permasalahan atau, sebaliknya, Anda mungkin perlu menanyakan sebanyak 6, 7, atau 8 pertanyaan. Yang penting adalah menemukan penyebab sebenarnya dari masalah tersebut.<\/span><\/li>\n<li style=\"margin-bottom:18px\"> <span style=\"color:#101010;font-weight: normal;\"><strong>Mengatasi akar permasalahan<\/strong> : Setelah akar penyebab masalah teridentifikasi, rencana perbaikan harus dirancang untuk mengatasi penyebab dan menyelesaikan masalah.<\/span><\/li>\n<li style=\"margin-bottom:18px\"> <span style=\"color:#101010;font-weight: normal;\"><strong>Pengendalian<\/strong> : Terakhir, rencana pengendalian juga harus ditetapkan untuk memastikan bahwa masalah yang diteliti tidak terulang kembali.<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p> Ingatlah bahwa suatu masalah dapat mempunyai banyak akar penyebab. Dalam hal ini, metode tersebut harus diulangi untuk setiap akar penyebab hingga semua penyebab masalah ditemukan. <\/p>\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"ejemplo-de-los-5-%c2%bfpor-que\"><\/span> Contoh 5 Mengapa?<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p> Setelah kita melihat definisi metodologi 5 Mengapa? dan bagaimana hal ini dilakukan, mari kita lihat contoh metodologinya 5 Mengapa? untuk memahami konsepnya.<\/p>\n<p> <strong>Masalah<\/strong> : klien kami tidak mau membayar beberapa brosur yang kami cetak untuknya.<\/p>\n<p> <strong>5 Mengapa metodologi? :<\/strong><\/p>\n<ol style=\"color:#FF8A05; font-weight: bold;\">\n<li style=\"margin-bottom:16px\"> <span style=\"color:#101010;font-weight: normal;\"><em><span style=\"color:#FF8A05\">Mengapa pelanggan tidak mau membayar brosur?<\/span><\/em> <span style=\"color:#1E88E5\"><strong>\u2192<\/strong><\/span> Karena brosurnya terlambat, maka tidak dapat digunakan.<\/span><\/li>\n<li style=\"margin-bottom:16px\"> <span style=\"color:#101010;font-weight: normal;\"><em><span style=\"color:#FF8A05\">Mengapa pengirimannya terlambat?<\/span><\/em> <span style=\"color:#1E88E5\"><strong>\u2192<\/strong><\/span> Karena pekerjaan pencetakan brosur memakan waktu lebih lama dari perkiraan.<\/span><\/li>\n<li style=\"margin-bottom:16px\"> <span style=\"color:#101010;font-weight: normal;\"><em><span style=\"color:#FF8A05\">Mengapa pencetakan brosur membutuhkan waktu lebih lama?<\/span><\/em> <span style=\"color:#1E88E5\"><strong>\u2192<\/strong><\/span> Karena tinta cetak sudah habis.<\/span><\/li>\n<li style=\"margin-bottom:16px\"> <span style=\"color:#101010;font-weight: normal;\"><em><span style=\"color:#FF8A05\">Mengapa tinta cetak habis?<\/span><\/em> <span style=\"color:#1E88E5\"><strong>\u2192<\/strong><\/span> Karena kami tidak mempunyai stok tinta cetak yang cukup.<\/span><\/li>\n<li style=\"margin-bottom:16px\"> <span style=\"color:#101010;font-weight: normal;\"><em><span style=\"color:#FF8A05\">Mengapa stok kami tidak mencukupi?<\/span><\/em> <span style=\"color:#1E88E5\"><strong>\u2192<\/strong><\/span> Karena pesanan ke pemasok kami terlambat dilakukan.<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p> Seperti yang Anda lihat pada contoh, menggunakan metodologi 5 Mengapa? kami berhasil menemukan akar permasalahannya. Jadi, klien kami tidak mau membayar brosur tersebut karena dia tidak dapat menggunakannya karena kami, karena keterlambatan pesanan tinta printer dari pemasok kami. <\/p>\n<figure class=\"wp-block-image aligncenter size-full\"><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" width=\"310\" height=\"680\" src=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/5pourquoi-5-pourquoi.png\" alt=\"contoh 5 Mengapa?, 5 mengapa, 5 mengapa\" class=\"wp-image-7356\" srcset=\"\" sizes=\"\"><\/figure>\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"ventajas-y-desventajas-de-los-5-%c2%bfpor-que\"><\/span> Kelebihan dan Kekurangan 5 Mengapa?<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p> Metodologi 5 Mengapa? Ini memiliki kelebihan dan kekurangan sebagai berikut:<\/p>\n<p> <strong><u style=\"text-decoration-color:#FF8A05\">Keuntungan:<\/u><\/strong><\/p>\n<ul style=\"color:#FF8A05; font-weight: bold;\">\n<li style=\"margin-bottom:14px\"> <span style=\"color:#101010;font-weight: normal;\">Hal ini tidak berhenti pada akar permasalahannya saja, melainkan mengatasi akar permasalahannya sehingga benar-benar menyelesaikan permasalahan tersebut.<\/span><\/li>\n<li style=\"margin-bottom:14px\"> <span style=\"color:#101010;font-weight: normal;\">Ini adalah teknik yang sederhana dan cepat untuk dilakukan.<\/span><\/li>\n<li style=\"margin-bottom:14px\"> <span style=\"color:#101010;font-weight: normal;\">Mendorong kerja sama tim.<\/span><\/li>\n<li style=\"margin-bottom:14px\"> <span style=\"color:#101010;font-weight: normal;\">Hal ini dapat dengan mudah diintegrasikan dengan alat manajemen mutu lainnya, seperti diagram Ishikawa.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p> <strong><u style=\"text-decoration-color:#FF8A05\">Kekurangan:<\/u><\/strong><\/p>\n<ul style=\"color:#FF8A05; font-weight: bold;\">\n<li style=\"margin-bottom:14px\"> <span style=\"color:#101010;font-weight: normal;\">Hasilnya tergantung pertanyaan yang diajukan, jadi harus menanyakan yang benar. Untuk apa? untuk mengetahui akar permasalahannya.<\/span><\/li>\n<li style=\"margin-bottom:14px\"> <span style=\"color:#101010;font-weight: normal;\">Akibatnya sulit untuk direproduksi, sehingga orang yang berbeda mungkin sampai pada akar permasalahan yang berbeda dengan menggunakan metodologi yang sama.<\/span><\/li>\n<li style=\"margin-bottom:14px\"> <span style=\"color:#101010;font-weight: normal;\">Ada kecenderungan untuk menganalisis satu akar permasalahan, namun suatu masalah bisa mempunyai banyak akar penyebab.<\/span><\/li>\n<li style=\"margin-bottom:14px\"> <span style=\"color:#101010;font-weight: normal;\">Peneliti tidak dapat melampaui apa yang diketahuinya, yaitu tidak dapat menemukan sebab-sebab yang tidak diketahuinya.<\/span> <\/li>\n<\/ul>\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"cuando-usar-los-5-%c2%bfpor-que\"><\/span> Kapan menggunakan 5 Mengapa?<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p> 5 Mengapa teknologi? Hal ini terutama digunakan untuk memecahkan masalah atau untuk meningkatkan kualitas suatu proses. Jadi, metodologi 5 Mengapa? Ini paling efektif bila digunakan untuk memecahkan masalah yang sederhana hingga yang cukup sulit.<\/p>\n<p> Selain itu, teknik 5 Mengapa? Hal ini sangat berguna ketika permasalahan melibatkan faktor manusia atau interaksi antar manusia.<\/p>\n<p> Secara umum tidak disarankan menggunakan cara 5. Mengapa? Untuk permasalahan yang kompleks atau kritis, lebih baik menggunakan metode yang lebih canggih seperti mode kegagalan dan analisis efek.<\/p>\n<p> Namun, teknik 5 Mengapa sering kali dapat dengan cepat mengarahkan Anda ke akar penyebab suatu masalah. Jadi, setiap kali suatu sistem atau proses tidak berfungsi dengan baik, Anda dapat mengujinya sebelum melakukan studi lebih lanjut dan tentu saja sebelum mencoba mengembangkan solusi. Karena Anda dapat dengan cepat menemukan solusi untuk masalah tersebut, jika tidak, Anda tidak akan membuang waktu.<\/p>\n<p> Perlu diingat bahwa metode 5 Mengapa? Ini sangat fleksibel dan berpadu sempurna dengan metode manajemen mutu lainnya. Misalnya, teknik ini sering digunakan dalam tahap analisis metodologi Six Sigma. <\/p>\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"los-5-%c2%bfpor-que-y-el-diagrama-de-ishikawa\"><\/span> 5 Mengapa? dan diagram Ishikawa<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p> Anda harus ingat bahwa lima teknik Mengapa? tidak selalu membantu dalam mengidentifikasi akar permasalahan.<\/p>\n<p> Metode lain yang dapat Anda pertimbangkan adalah diagram Ishikawa (atau diagram tulang ikan), karena diagram ini memaksa Anda untuk berpikir secara luas tentang berbagai kategori yang dapat menyebabkan atau berkontribusi terhadap masalah.<\/p>\n<p> Sebenarnya teknik 5 Mengapa? dapat digunakan secara individual atau sebagai bagian dari diagram Ishikawa. Diagram Ishikawa membantu Anda menelusuri semua penyebab suatu masalah dan, setelah semua penyebab teridentifikasi, Anda dapat menggunakan 5 Mengapa? untuk menggali lebih dalam akar permasalahannya. <\/p>\n<div style=\"background-color:#FFFDE7; padding-top: 10px; padding-bottom: 10px; padding-right: 20px; padding-left: 30px; border: 2.5px dashed #FFB74D; border-radius:20px;\"> <span style=\"color:#ff951b\">\u27a4<\/span> <strong>Lihat:<\/strong> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/diagram-sebab-akibat-diagram-ishikawa\/\">Diagram Ishikawa<\/a><\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Artikel ini menjelaskan apa itu metodologi 5 Mengapa? (atau 5 mengapa) dan untuk apa. Nah, Anda akan mengetahui bagaimana metodologi 5 Mengapa dilakukan, contoh nyata penerapan 5 Mengapa? dan apa kelebihan dan kekurangan teknik ini. Apa yang dimaksud dengan metodologi 5 Mengapa? (atau 5 mengapa)? 5 Mengapa teknis? , disebut juga 5 mengapa atau 5 [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[10],"tags":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v21.5 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>\u25b7 5 Mengapa metodologi? (5 mengapa)<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Di sini Anda akan menemukan apa itu metodologi 5 Mengapa? (5 kenapa), untuk apa, bagaimana cara melakukannya, contohnya dan apa kelebihan dan kekurangannya.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/5-mengapa-5-mengapa\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"\u25b7 5 Mengapa metodologi? (5 mengapa)\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Di sini Anda akan menemukan apa itu metodologi 5 Mengapa? (5 kenapa), untuk apa, bagaimana cara melakukannya, contohnya dan apa kelebihan dan kekurangannya.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/statorials.org\/id\/5-mengapa-5-mengapa\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Statorials\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2023-08-02T09:13:21+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/5pourquoi-5-pourquoi.png\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Benjamin anderson\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Benjamin anderson\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/5-mengapa-5-mengapa\/\",\"url\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/5-mengapa-5-mengapa\/\",\"name\":\"\u25b7 5 Mengapa metodologi? (5 mengapa)\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#website\"},\"datePublished\":\"2023-08-02T09:13:21+00:00\",\"dateModified\":\"2023-08-02T09:13:21+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81\"},\"description\":\"Di sini Anda akan menemukan apa itu metodologi 5 Mengapa? (5 kenapa), untuk apa, bagaimana cara melakukannya, contohnya dan apa kelebihan dan kekurangannya.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/5-mengapa-5-mengapa\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/statorials.org\/id\/5-mengapa-5-mengapa\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/5-mengapa-5-mengapa\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"5mengapa? (5 mengapa)\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/\",\"name\":\"Statorials\",\"description\":\"Panduan anda untuk kompetensi statistik!\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81\",\"name\":\"Benjamin anderson\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg\",\"contentUrl\":\"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg\",\"caption\":\"Benjamin anderson\"},\"description\":\"Halo, saya Benjamin, pensiunan profesor statistika yang menjadi guru Statorial yang berdedikasi. Dengan pengalaman dan keahlian yang luas di bidang statistika, saya ingin berbagi ilmu untuk memberdayakan mahasiswa melalui Statorials. Baca selengkapnya\",\"sameAs\":[\"http:\/\/statorials.org\/id\"]}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"\u25b7 5 Mengapa metodologi? (5 mengapa)","description":"Di sini Anda akan menemukan apa itu metodologi 5 Mengapa? (5 kenapa), untuk apa, bagaimana cara melakukannya, contohnya dan apa kelebihan dan kekurangannya.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/statorials.org\/id\/5-mengapa-5-mengapa\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"\u25b7 5 Mengapa metodologi? (5 mengapa)","og_description":"Di sini Anda akan menemukan apa itu metodologi 5 Mengapa? (5 kenapa), untuk apa, bagaimana cara melakukannya, contohnya dan apa kelebihan dan kekurangannya.","og_url":"https:\/\/statorials.org\/id\/5-mengapa-5-mengapa\/","og_site_name":"Statorials","article_published_time":"2023-08-02T09:13:21+00:00","og_image":[{"url":"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/5pourquoi-5-pourquoi.png"}],"author":"Benjamin anderson","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Benjamin anderson","Estimasi waktu membaca":"4 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/5-mengapa-5-mengapa\/","url":"https:\/\/statorials.org\/id\/5-mengapa-5-mengapa\/","name":"\u25b7 5 Mengapa metodologi? (5 mengapa)","isPartOf":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#website"},"datePublished":"2023-08-02T09:13:21+00:00","dateModified":"2023-08-02T09:13:21+00:00","author":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81"},"description":"Di sini Anda akan menemukan apa itu metodologi 5 Mengapa? (5 kenapa), untuk apa, bagaimana cara melakukannya, contohnya dan apa kelebihan dan kekurangannya.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/5-mengapa-5-mengapa\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/statorials.org\/id\/5-mengapa-5-mengapa\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/5-mengapa-5-mengapa\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/statorials.org\/id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"5mengapa? (5 mengapa)"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#website","url":"https:\/\/statorials.org\/id\/","name":"Statorials","description":"Panduan anda untuk kompetensi statistik!","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/statorials.org\/id\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81","name":"Benjamin anderson","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/image\/","url":"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg","contentUrl":"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg","caption":"Benjamin anderson"},"description":"Halo, saya Benjamin, pensiunan profesor statistika yang menjadi guru Statorial yang berdedikasi. Dengan pengalaman dan keahlian yang luas di bidang statistika, saya ingin berbagi ilmu untuk memberdayakan mahasiswa melalui Statorials. Baca selengkapnya","sameAs":["http:\/\/statorials.org\/id"]}]}},"yoast_meta":{"yoast_wpseo_title":"","yoast_wpseo_metadesc":"","yoast_wpseo_canonical":""},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/331"}],"collection":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=331"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/331\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=331"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=331"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=331"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}