{"id":339,"date":"2023-08-02T06:15:41","date_gmt":"2023-08-02T06:15:41","guid":{"rendered":"https:\/\/statorials.org\/id\/grafik-yang-bagus\/"},"modified":"2023-08-02T06:15:41","modified_gmt":"2023-08-02T06:15:41","slug":"grafik-yang-bagus","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/statorials.org\/id\/grafik-yang-bagus\/","title":{"rendered":"Grafik pert"},"content":{"rendered":"<p>Artikel ini menjelaskan apa itu kartu PERT dan kegunaannya. Anda juga akan menemukan cara membuat diagram PERT dan contoh nyata langkah demi langkah. Terakhir, Anda akan bisa melihat apa saja kelebihan dan kekurangan menggunakan kartu PERT.<\/p>\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"%c2%bfque-es-el-diagrama-de-pert\"><\/span> Apa itu kartu PERT?<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p> <strong>Bagan PERT<\/strong> adalah alat manajemen proyek yang digunakan untuk merencanakan tugas-tugas proyek. Jadi, bagan PERT digunakan untuk merencanakan tugas proyek dan melacak tenggat waktu proyek.<\/p>\n<p> Akronim PERT adalah singkatan dari Program Evaluation and Review Technique, yang diterjemahkan dari bahasa Inggris adalah Program Evaluation and Review Technique.<\/p>\n<p> Kartu PERT ditemukan pada tahun 1957 oleh Kantor Proyek Khusus Angkatan Laut Departemen Pertahanan Amerika Serikat.<\/p>\n<p> Singkatnya, grafik PERT adalah suatu metode untuk menganalisis tugas suatu proyek, berapa lama waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan setiap tugas dan berapa waktu minimum yang diperlukan untuk menyelesaikan proyek tersebut. <\/p>\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"como-hacer-un-diagrama-de-pert\"><\/span> Cara Membuat Grafik PERT<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p> Langkah-langkah <strong>membuat grafik PERT<\/strong> adalah:<\/p>\n<ol style=\"color:#FF8A05; font-weight: bold;\">\n<li style=\"margin-bottom:18px\"> <span style=\"color:#101010;font-weight: normal;\"><strong>Identifikasi semua tugas proyek<\/strong> : Langkah pertama dalam membuat bagan PERT adalah mengetahui tugas apa yang perlu dilakukan agar berhasil menyelesaikan proyek. Selain itu, waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan setiap tugas harus ditentukan.<\/span><\/li>\n<li style=\"margin-bottom:18px\"> <span style=\"color:#101010;font-weight: normal;\"><strong>Identifikasi ketergantungan antar tugas<\/strong> : Kedua, hubungan antara tugas yang berbeda harus didefinisikan untuk mengetahui tugas mana yang harus diselesaikan sebelum setiap tugas dapat dimulai.<\/span><\/li>\n<li style=\"margin-bottom:18px\"> <span style=\"color:#101010;font-weight: normal;\"><strong>Gambarlah Bagan PERT<\/strong> \u2013 Mewakili aktivitas proyek dan ketergantungannya pada diagram. Biasanya, setiap tugas digambar sebagai sebuah node dan tugas terkait dihubungkan dengan panah. Selain itu, waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan setiap aktivitas ditambahkan ke setiap panah.<\/span><\/li>\n<li style=\"margin-bottom:18px\"> <span style=\"color:#101010;font-weight: normal;\"><strong>Tetapkan tenggat waktu untuk semua kegiatan<\/strong> : Terakhir, waktu minimum dan maksimum untuk memulai setiap kegiatan harus ditambahkan agar durasi proyek tidak tertunda. Informasi ini biasanya ditempatkan di setiap node.<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p> <strong>Catatan:<\/strong> Perlu diingat bahwa bagan PERT dapat dibuat dengan berbagai cara, misalnya aktivitas dapat direpresentasikan sebagai panah, bukan node. Dalam artikel ini kami mengajari Anda cara membuat jenis grafik PERT yang kami yakini lebih intuitif sehingga lebih mudah diinterpretasikan. <\/p>\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"ejemplo-de-diagrama-de-pert\"><\/span> Contoh Bagan PERT<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p> Sekarang setelah kita mengetahui definisi diagram PERT, kita akan melihat contoh bagaimana melanjutkan hingga menyelesaikan asimilasi konsep tersebut.<\/p>\n<ul>\n<li> Kegiatan-kegiatan yang akan dilakukan untuk membangun gedung apartemen disajikan di bawah ini secara sederhana. Buatlah diagram PERT proyek tersebut. <\/li>\n<\/ul>\n<figure class=\"wp-block-image aligncenter size-full\"><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" width=\"580\" height=\"439\" src=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/tableau-diagramme-pert-activites-relation.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-7629\" srcset=\"\" sizes=\"\"><\/figure>\n<p> Hal pertama yang perlu kita lakukan untuk menggambar grafik PERT adalah merepresentasikan aktivitas sebagai node. Selain itu, kita harus menunjukkan dengan panah tugas mana yang harus diselesaikan untuk memulai suatu tugas. <\/p>\n<figure class=\"wp-block-image aligncenter size-full\"><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" width=\"840\" height=\"220\" src=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/graphique-dactivite-pert.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-7630\" srcset=\"\" sizes=\"\"><\/figure>\n<p> Kemudian kita tambahkan waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan setiap tugas pada panah yang keluar: <\/p>\n<figure class=\"wp-block-image aligncenter size-full\"><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" width=\"840\" height=\"220\" src=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/pert-graphique-activites-temps.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-7631\" srcset=\"\" sizes=\"\"><\/figure>\n<p> Kami sekarang menambahkan waktu minimum dan waktu maksimum di mana setiap aktivitas dapat dimulai tanpa mengurangi total durasi proyek: <\/p>\n<figure class=\"wp-block-image aligncenter size-full\"><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" width=\"840\" height=\"219\" src=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/exercice-de-diagramme-pert.png\" alt=\"Latihan Bagan PERT\" class=\"wp-image-7633\" srcset=\"\" sizes=\"\"><\/figure>\n<p> Jika kita melihat diagram, beberapa tugas mengalami penundaan, jadi jika permulaannya tertunda seminggu, durasi proyek tidak akan terpengaruh. Misalnya, tugas F dapat dimulai antara minggu ke 28 dan 31 tanpa menunda akhir proyek.<\/p>\n<p> Namun, banyak kegiatan yang bersifat kritis, artinya jika permulaannya tertunda, hal ini berarti durasi proyek akan diperpanjang. Misalnya, tugas E harus dimulai pada minggu ke 28, jika tidak, proyek akan memakan waktu lebih lama.<\/p>\n<p> Dengan demikian, kita dapat menandai jalur kritis diagram PERT, yang terdiri dari semua tugas penting proyek, dengan warna berbeda. <\/p>\n<figure class=\"wp-block-image aligncenter size-full\"><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" width=\"840\" height=\"295\" src=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/exemple-pert-graphique.png\" alt=\"Contoh Bagan PERT\" class=\"wp-image-7634\" srcset=\"\" sizes=\"\"><\/figure>\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"ventajas-y-desventajas-del-diagrama-de-pert\"><\/span> Keuntungan dan Kerugian Grafik PERT<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p> <strong><u style=\"text-decoration-color:#FF8A05\">Keuntungan:<\/u><\/strong><\/p>\n<ul style=\"color:#FF8A05; font-weight: bold;\">\n<li style=\"margin-bottom:14px\"> <span style=\"color:#101010;font-weight: normal;\">Bagan PERT memungkinkan Anda mengevaluasi waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan setiap tahap proyek.<\/span><\/li>\n<li style=\"margin-bottom:14px\"> <span style=\"color:#101010;font-weight: normal;\">Demikian pula, bagan PERT digunakan untuk menentukan tahapan kritis suatu proyek.<\/span><\/li>\n<li style=\"margin-bottom:14px\"> <span style=\"color:#101010;font-weight: normal;\">Hal ini juga memudahkan koordinasi antar departemen yang berbeda, karena setiap departemen dapat mengetahui kapan tugas masing-masing harus selesai.<\/span><\/li>\n<li style=\"margin-bottom:14px\"> <span style=\"color:#101010;font-weight: normal;\">Selain itu, meningkatkan organisasi dan komunikasi dalam perusahaan.<\/span><\/li>\n<li style=\"margin-bottom:14px\"> <span style=\"color:#101010;font-weight: normal;\">Bagan PERT membuat tenggat waktu yang tidak jelas menjadi lebih dapat diprediksi, memperjelas ketergantungan antar tugas, dan menetapkan urutan yang jelas untuk menyelesaikan tugas.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p> <strong><u style=\"text-decoration-color:#FF8A05\">Kekurangan:<\/u><\/strong><\/p>\n<ul style=\"color:#FF8A05; font-weight: bold;\">\n<li style=\"margin-bottom:14px\"> <span style=\"color:#101010;font-weight: normal;\">Perhatian yang ketat terhadap tenggat waktu mungkin tidak memungkinkan manajer untuk melihat gambaran keuangan proyek secara keseluruhan.<\/span><\/li>\n<li style=\"margin-bottom:14px\"> <span style=\"color:#101010;font-weight: normal;\">Bagan PERT kurang fleksibel untuk mengakomodasi perubahan kecil yang dapat terjadi ketika timbul hambatan selama pengembangan proyek.<\/span><\/li>\n<li style=\"margin-bottom:14px\"> <span style=\"color:#101010;font-weight: normal;\">Jika durasi suatu tugas salah dihitung, penundaan dapat terjadi dan memengaruhi tanggal pengiriman akhir.<\/span><\/li>\n<li style=\"margin-bottom:14px\"> <span style=\"color:#101010;font-weight: normal;\">Membuat bagan PERT membutuhkan banyak pekerjaan dan waktu. Selain itu, diagram tersebut harus ditinjau dari waktu ke waktu.<\/span> <\/li>\n<\/ul>\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"diagrama-de-pert-y-diagrama-de-gantt\"><\/span> Bagan PERT dan bagan Gantt<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p> Bagan PERT dan bagan Gantt adalah dua jenis bagan yang banyak digunakan dalam manajemen proyek, khususnya untuk merencanakan berbagai tugas proyek. Jadi di bawah ini kita akan melihat apa perbedaan antara grafik PERT dan grafik Gantt.<\/p>\n<p> <strong>Bagan Gantt<\/strong> adalah alat grafis yang memungkinkan Anda menampilkan berbagai tugas proyek pada garis waktu. Dengan cara ini, Anda dapat mengetahui berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan suatu tugas, kapan setiap tugas akan selesai, dan kapan proyek akan berakhir.<\/p>\n<p> <strong>Perbedaan utama antara bagan PERT dan bagan Gantt<\/strong> adalah bagan PERT berfokus pada ketergantungan antara tugas dan penentuan tugas kritis, sedangkan fokus bagan Gantt adalah menganalisis durasi setiap tugas dan total durasi proyek. .<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Artikel ini menjelaskan apa itu kartu PERT dan kegunaannya. Anda juga akan menemukan cara membuat diagram PERT dan contoh nyata langkah demi langkah. Terakhir, Anda akan bisa melihat apa saja kelebihan dan kekurangan menggunakan kartu PERT. Apa itu kartu PERT? Bagan PERT adalah alat manajemen proyek yang digunakan untuk merencanakan tugas-tugas proyek. Jadi, bagan PERT [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[10],"tags":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v21.5 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>\u25b7 Tabel PERT<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Di sini Anda akan menemukan apa itu diagram PERT, kegunaannya, cara pembuatannya, contoh serta kelebihan dan kekurangan diagram PERT.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/grafik-yang-bagus\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"\u25b7 Tabel PERT\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Di sini Anda akan menemukan apa itu diagram PERT, kegunaannya, cara pembuatannya, contoh serta kelebihan dan kekurangan diagram PERT.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/statorials.org\/id\/grafik-yang-bagus\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Statorials\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2023-08-02T06:15:41+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/tableau-diagramme-pert-activites-relation.png\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Benjamin anderson\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Benjamin anderson\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/grafik-yang-bagus\/\",\"url\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/grafik-yang-bagus\/\",\"name\":\"\u25b7 Tabel PERT\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#website\"},\"datePublished\":\"2023-08-02T06:15:41+00:00\",\"dateModified\":\"2023-08-02T06:15:41+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81\"},\"description\":\"Di sini Anda akan menemukan apa itu diagram PERT, kegunaannya, cara pembuatannya, contoh serta kelebihan dan kekurangan diagram PERT.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/grafik-yang-bagus\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/statorials.org\/id\/grafik-yang-bagus\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/grafik-yang-bagus\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Grafik pert\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/\",\"name\":\"Statorials\",\"description\":\"Panduan anda untuk kompetensi statistik!\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81\",\"name\":\"Benjamin anderson\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg\",\"contentUrl\":\"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg\",\"caption\":\"Benjamin anderson\"},\"description\":\"Halo, saya Benjamin, pensiunan profesor statistika yang menjadi guru Statorial yang berdedikasi. Dengan pengalaman dan keahlian yang luas di bidang statistika, saya ingin berbagi ilmu untuk memberdayakan mahasiswa melalui Statorials. Baca selengkapnya\",\"sameAs\":[\"http:\/\/statorials.org\/id\"]}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"\u25b7 Tabel PERT","description":"Di sini Anda akan menemukan apa itu diagram PERT, kegunaannya, cara pembuatannya, contoh serta kelebihan dan kekurangan diagram PERT.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/statorials.org\/id\/grafik-yang-bagus\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"\u25b7 Tabel PERT","og_description":"Di sini Anda akan menemukan apa itu diagram PERT, kegunaannya, cara pembuatannya, contoh serta kelebihan dan kekurangan diagram PERT.","og_url":"https:\/\/statorials.org\/id\/grafik-yang-bagus\/","og_site_name":"Statorials","article_published_time":"2023-08-02T06:15:41+00:00","og_image":[{"url":"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/tableau-diagramme-pert-activites-relation.png"}],"author":"Benjamin anderson","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Benjamin anderson","Estimasi waktu membaca":"4 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/grafik-yang-bagus\/","url":"https:\/\/statorials.org\/id\/grafik-yang-bagus\/","name":"\u25b7 Tabel PERT","isPartOf":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#website"},"datePublished":"2023-08-02T06:15:41+00:00","dateModified":"2023-08-02T06:15:41+00:00","author":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81"},"description":"Di sini Anda akan menemukan apa itu diagram PERT, kegunaannya, cara pembuatannya, contoh serta kelebihan dan kekurangan diagram PERT.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/grafik-yang-bagus\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/statorials.org\/id\/grafik-yang-bagus\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/grafik-yang-bagus\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/statorials.org\/id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Grafik pert"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#website","url":"https:\/\/statorials.org\/id\/","name":"Statorials","description":"Panduan anda untuk kompetensi statistik!","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/statorials.org\/id\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81","name":"Benjamin anderson","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/image\/","url":"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg","contentUrl":"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg","caption":"Benjamin anderson"},"description":"Halo, saya Benjamin, pensiunan profesor statistika yang menjadi guru Statorial yang berdedikasi. Dengan pengalaman dan keahlian yang luas di bidang statistika, saya ingin berbagi ilmu untuk memberdayakan mahasiswa melalui Statorials. Baca selengkapnya","sameAs":["http:\/\/statorials.org\/id"]}]}},"yoast_meta":{"yoast_wpseo_title":"","yoast_wpseo_metadesc":"","yoast_wpseo_canonical":""},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/339"}],"collection":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=339"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/339\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=339"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=339"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=339"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}