{"id":3403,"date":"2023-07-17T16:31:52","date_gmt":"2023-07-17T16:31:52","guid":{"rendered":"https:\/\/statorials.org\/id\/desain-faktorial-2x4\/"},"modified":"2023-07-17T16:31:52","modified_gmt":"2023-07-17T16:31:52","slug":"desain-faktorial-2x4","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/statorials.org\/id\/desain-faktorial-2x4\/","title":{"rendered":"Panduan lengkap: desain faktorial 2\u00d74"},"content":{"rendered":"<p><\/p>\n<hr>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><strong>Desain faktorial 2\u00d74<\/strong> adalah jenis desain eksperimen yang memungkinkan peneliti memahami pengaruh dua variabel independen terhadap satu variabel dependen.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Dalam jenis desain ini, satu variabel independen memiliki dua <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/tingkat-variabel-independen\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">level<\/a> dan variabel independen lainnya memiliki empat level.<\/span> <\/p>\n<p><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\" wp-image-28543 aligncenter\" src=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/2x4_1.jpg\" alt=\"\" width=\"344\" height=\"260\" srcset=\"\" sizes=\"\"><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Misalnya, seorang ahli botani ingin memahami pengaruh sinar matahari (tidak ada, rendah, sedang, atau tinggi) dan frekuensi penyiraman (setiap hari atau mingguan) terhadap pertumbuhan spesies tanaman tertentu.<\/span> <\/p>\n<p><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\" wp-image-28544 aligncenter\" src=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/2x4_2.jpg\" alt=\"\" width=\"324\" height=\"244\" srcset=\"\" sizes=\"\"><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Ini adalah contoh desain faktorial 2\u00d74 karena terdapat dua variabel bebas, satu dengan dua tingkat dan satu lagi dengan empat tingkat:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Variabel Independen #1:<\/strong> Sinar matahari<\/span>\n<ul>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Level:<\/strong> Tidak Ada, Rendah, Sedang, Tinggi<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Variabel bebas #2:<\/strong> Frekuensi penyiraman<\/span>\n<ul>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Level:<\/strong> harian, mingguan<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Dan ada variabel terikat: pertumbuhan tanaman.<\/span><\/p>\n<h2> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Tujuan dari desain faktorial 2\u00d74<\/strong><\/span><\/h2>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Desain faktorial 2\u00d74 memungkinkan untuk menganalisis efek berikut:<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Pengaruh utama:<\/strong> Ini adalah pengaruh yang dimiliki satu variabel independen terhadap variabel dependen.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Misalnya, dalam skenario sebelumnya, kita dapat menganalisis efek utama berikut:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Pengaruh utama sinar matahari terhadap pertumbuhan tanaman.<\/span>\n<ul>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Pertumbuhan rata-rata semua tanaman yang tidak mendapat sinar matahari.<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Rata-rata pertumbuhan seluruh tanaman yang mendapat sinar matahari rendah.<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Pertumbuhan rata-rata semua tanaman yang mendapat sinar matahari rata-rata.<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Rata-rata pertumbuhan seluruh tanaman yang mendapat sinar matahari tinggi.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Pengaruh utama frekuensi penyiraman terhadap pertumbuhan tanaman.<\/span>\n<ul>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Rata-rata pertumbuhan seluruh tanaman disiram setiap hari.<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Rata-rata pertumbuhan seluruh tanaman disiram tiap minggu.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Efek interaksi:<\/strong> Terjadi ketika pengaruh satu variabel independen terhadap variabel dependen bergantung pada tingkat variabel independen lainnya.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Misalnya, dalam skenario sebelumnya, kita dapat menganalisis efek interaksi berikut:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Apakah pengaruh sinar matahari terhadap pertumbuhan tanaman bergantung pada frekuensi penyiraman?<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Apakah pengaruh frekuensi penyiraman terhadap pertumbuhan tanaman bergantung pada sinar matahari?<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h2> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Cara menganalisis desain faktorial 2\u00d74<\/strong><\/span><\/h2>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Kita dapat melakukan <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/anova-dua-arah\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">ANOVA dua arah<\/a> untuk menguji secara formal apakah variabel independen memiliki hubungan yang signifikan secara statistik dengan variabel dependen atau tidak.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Misalnya, kode berikut menunjukkan cara melakukan ANOVA dua arah untuk skenario pabrik hipotetis kami di R:<\/span><\/p>\n<pre style=\"background-color: #ececec; font-size: 15px;\"> <strong><span style=\"color: #008080;\">#make this example reproducible<\/span>\nset. <span style=\"color: #3366ff;\">seeds<\/span> (0)\n\n<span style=\"color: #008080;\">#createdata\n<\/span>df &lt;- data. <span style=\"color: #3366ff;\">frame<\/span> (sunlight = rep(c(' <span style=\"color: #ff0000;\">None<\/span> ', ' <span style=\"color: #ff0000;\">Low<\/span> ', ' <span style=\"color: #ff0000;\">Medium<\/span> ', ' <span style=\"color: #ff0000;\">High<\/span> '), each= <span style=\"color: #008000;\">10<\/span> , times= <span style=\"color: #008000;\">2<\/span> ),\n                 water = rep(c(' <span style=\"color: #ff0000;\">Daily<\/span> ', ' <span style=\"color: #ff0000;\">Weekly<\/span> '), each= <span style=\"color: #008000;\">40<\/span> , times= <span style=\"color: #008000;\">2<\/span> ),\n                 growth = c(rnorm(10, 8, 2), rnorm(10, 8, 3), rnorm(10, 13, 2),\n                            rnorm(10, 14, 3), rnorm(10, 10, 4), rnorm(10, 12, 3),\n                            rnorm(10, 13, 2), rnorm(10, 14, 4)))\n\n<span style=\"color: #008080;\">#fit the two-way ANOVA model\n<\/span>model &lt;- aov(growth ~ sunlight * water, data = df)\n\n<span style=\"color: #008080;\">#view the model output\n<\/span>summary(model)\n\n                Df Sum Sq Mean Sq F value Pr(&gt;F)    \nsunlight 3 744.1 248.04 34.16 &lt; 2e-16 ***\nwater 1 43.1 43.05 5.93 0.016 *  \nsunlight:water 3 195.8 65.27 8.99 1.61e-05 ***\nResiduals 152 1103.5 7.26                     \n---\nSignificant. codes: 0 '***' 0.001 '**' 0.01 '*' 0.05 '.' 0.1 ' ' 1<\/strong><\/pre>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Berikut cara menginterpretasikan hasil ANOVA:<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Efek utama #1 (sinar matahari)<\/strong> : Nilai p yang terkait dengan sinar matahari adalah <strong>&lt;2e-16<\/strong> . Karena angka ini kurang dari 0,05, berarti paparan sinar matahari mempunyai pengaruh yang signifikan secara statistik terhadap pertumbuhan tanaman.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Efek utama #2 (Air)<\/strong> : Nilai p yang terkait dengan air adalah <strong>0,016<\/strong> . Karena angka ini kurang dari 0,05, berarti frekuensi penyiraman juga mempunyai pengaruh yang signifikan secara statistik terhadap pertumbuhan tanaman.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Efek interaksi<\/strong> : Nilai p untuk interaksi antara sinar matahari dan air adalah <strong>0,000061<\/strong> . Karena nilainya kurang dari 0,05 berarti terdapat efek interaksi antara sinar matahari dan air.<\/span><\/p>\n<h2> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Sumber daya tambahan<\/strong><\/span><\/h2>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Tutorial berikut memberikan informasi tambahan tentang desain dan analisis eksperimental:<\/span><\/p>\n<p> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/desain-faktorial-2x2\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Panduan lengkap: desain faktorial 2\u00d72<\/a><br \/> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/desain-faktorial-2x3\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Panduan lengkap: desain faktorial 2\u00d73<\/a><br \/> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/anova-faktorial\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Apa itu ANOVA Faktorial?<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Desain faktorial 2\u00d74 adalah jenis desain eksperimen yang memungkinkan peneliti memahami pengaruh dua variabel independen terhadap satu variabel dependen. Dalam jenis desain ini, satu variabel independen memiliki dua level dan variabel independen lainnya memiliki empat level. Misalnya, seorang ahli botani ingin memahami pengaruh sinar matahari (tidak ada, rendah, sedang, atau tinggi) dan frekuensi penyiraman (setiap [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[11],"tags":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v21.5 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Panduan lengkap: desain faktorial 2x4 - Statorials<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Tutorial ini memberikan pengenalan desain faktorial 2x4, beserta definisi dan contohnya.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/desain-faktorial-2x4\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Panduan lengkap: desain faktorial 2x4 - Statorials\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Tutorial ini memberikan pengenalan desain faktorial 2x4, beserta definisi dan contohnya.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/statorials.org\/id\/desain-faktorial-2x4\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Statorials\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2023-07-17T16:31:52+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/2x4_1.jpg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Benjamin anderson\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Benjamin anderson\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/desain-faktorial-2x4\/\",\"url\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/desain-faktorial-2x4\/\",\"name\":\"Panduan lengkap: desain faktorial 2x4 - Statorials\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#website\"},\"datePublished\":\"2023-07-17T16:31:52+00:00\",\"dateModified\":\"2023-07-17T16:31:52+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81\"},\"description\":\"Tutorial ini memberikan pengenalan desain faktorial 2x4, beserta definisi dan contohnya.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/desain-faktorial-2x4\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/statorials.org\/id\/desain-faktorial-2x4\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/desain-faktorial-2x4\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Panduan lengkap: desain faktorial 2\u00d74\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/\",\"name\":\"Statorials\",\"description\":\"Panduan anda untuk kompetensi statistik!\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81\",\"name\":\"Benjamin anderson\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg\",\"contentUrl\":\"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg\",\"caption\":\"Benjamin anderson\"},\"description\":\"Halo, saya Benjamin, pensiunan profesor statistika yang menjadi guru Statorial yang berdedikasi. Dengan pengalaman dan keahlian yang luas di bidang statistika, saya ingin berbagi ilmu untuk memberdayakan mahasiswa melalui Statorials. Baca selengkapnya\",\"sameAs\":[\"http:\/\/statorials.org\/id\"]}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Panduan lengkap: desain faktorial 2x4 - Statorials","description":"Tutorial ini memberikan pengenalan desain faktorial 2x4, beserta definisi dan contohnya.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/statorials.org\/id\/desain-faktorial-2x4\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Panduan lengkap: desain faktorial 2x4 - Statorials","og_description":"Tutorial ini memberikan pengenalan desain faktorial 2x4, beserta definisi dan contohnya.","og_url":"https:\/\/statorials.org\/id\/desain-faktorial-2x4\/","og_site_name":"Statorials","article_published_time":"2023-07-17T16:31:52+00:00","og_image":[{"url":"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/2x4_1.jpg"}],"author":"Benjamin anderson","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Benjamin anderson","Estimasi waktu membaca":"3 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/desain-faktorial-2x4\/","url":"https:\/\/statorials.org\/id\/desain-faktorial-2x4\/","name":"Panduan lengkap: desain faktorial 2x4 - Statorials","isPartOf":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#website"},"datePublished":"2023-07-17T16:31:52+00:00","dateModified":"2023-07-17T16:31:52+00:00","author":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81"},"description":"Tutorial ini memberikan pengenalan desain faktorial 2x4, beserta definisi dan contohnya.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/desain-faktorial-2x4\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/statorials.org\/id\/desain-faktorial-2x4\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/desain-faktorial-2x4\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/statorials.org\/id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Panduan lengkap: desain faktorial 2\u00d74"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#website","url":"https:\/\/statorials.org\/id\/","name":"Statorials","description":"Panduan anda untuk kompetensi statistik!","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/statorials.org\/id\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81","name":"Benjamin anderson","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/image\/","url":"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg","contentUrl":"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg","caption":"Benjamin anderson"},"description":"Halo, saya Benjamin, pensiunan profesor statistika yang menjadi guru Statorial yang berdedikasi. Dengan pengalaman dan keahlian yang luas di bidang statistika, saya ingin berbagi ilmu untuk memberdayakan mahasiswa melalui Statorials. Baca selengkapnya","sameAs":["http:\/\/statorials.org\/id"]}]}},"yoast_meta":{"yoast_wpseo_title":"","yoast_wpseo_metadesc":"","yoast_wpseo_canonical":""},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3403"}],"collection":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3403"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3403\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3403"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3403"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3403"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}