{"id":3445,"date":"2023-07-17T11:04:33","date_gmt":"2023-07-17T11:04:33","guid":{"rendered":"https:\/\/statorials.org\/id\/pengkodean-label-vs-satu-pengkodean-panas\/"},"modified":"2023-07-17T11:04:33","modified_gmt":"2023-07-17T11:04:33","slug":"pengkodean-label-vs-satu-pengkodean-panas","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/statorials.org\/id\/pengkodean-label-vs-satu-pengkodean-panas\/","title":{"rendered":"Pengkodean label atau pengkodean one-hot: apa bedanya?"},"content":{"rendered":"<p><\/p>\n<hr>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Seringkali dalam pembelajaran mesin kita ingin mengonversi <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/kategorikal-vs.-kuantitatif\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">variabel kategori<\/a> ke dalam beberapa jenis format numerik yang dapat dengan mudah digunakan oleh algoritme.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Ada dua cara umum untuk mengubah variabel kategori menjadi variabel numerik:<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>1. Pengkodean label:<\/strong> Tetapkan setiap nilai kategorikal nilai integer berdasarkan urutan abjad.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>2. One Hot Encoding:<\/strong> Membuat variabel baru yang mengambil nilai 0 dan 1 untuk mewakili nilai kategorikal asli.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Misalnya, kita memiliki kumpulan data berikut dengan dua variabel dan kita ingin mengonversi variabel <strong>Tim<\/strong> dari variabel kategori ke variabel numerik:<\/span> <\/p>\n<p><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\" wp-image-28799 aligncenter\" src=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/labelencode1.jpg\" alt=\"\" width=\"164\" height=\"292\" srcset=\"\" sizes=\"\"><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Contoh berikut menunjukkan cara menggunakan <strong>pengkodean tag<\/strong> dan <strong>pengkodean one-hot<\/strong> untuk melakukan hal ini.<\/span><\/p>\n<h2> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Contoh: Menggunakan Label Encoding<\/strong><\/span><\/h2>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Dengan menggunakan <strong>pengkodean label<\/strong> , kami akan mengonversi setiap nilai unik di kolom <strong>Team<\/strong> menjadi nilai integer berdasarkan urutan abjad:<\/span> <\/p>\n<p><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\" wp-image-28801 aligncenter\" src=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/labelencode2-1.jpg\" alt=\"\" width=\"467\" height=\"288\" srcset=\"\" sizes=\"\"><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Dalam contoh ini kita dapat melihat:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Setiap nilai \u201cA\u201d telah dikonversi menjadi <strong>0<\/strong> .<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Setiap nilai \u201cB\u201d telah dikonversi menjadi <strong>1<\/strong> .<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Setiap nilai \u201cC\u201d dikonversi menjadi <strong>2<\/strong> .<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Kami telah berhasil mengubah kolom <strong>Tim<\/strong> dari variabel kategori menjadi variabel numerik.<\/span><\/p>\n<h2> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Contoh: menggunakan enkode one-hot tunggal<\/strong><\/span><\/h2>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Dengan menggunakan <strong>enkode one-hot<\/strong> , kami akan mengonversi kolom <strong>Team<\/strong> menjadi<\/span> <span style=\"color: #000000;\">variabel baru yang hanya berisi nilai 0 dan 1:<\/span> <\/p>\n<p><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\" wp-image-20468 aligncenter\" src=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/unhot1.png\" alt=\"\" width=\"592\" height=\"275\" srcset=\"\" sizes=\"\"><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Saat kami menggunakan pendekatan ini, kami membuat kolom baru untuk setiap nilai unik dalam variabel kategori asli.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Misalnya, variabel kategori <strong>Team<\/strong> memiliki <strong>tiga nilai unik<\/strong> , jadi kami membuat <strong>tiga kolom baru<\/strong> di kumpulan data yang semuanya berisi nilai 0 atau 1.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Berikut cara menafsirkan nilai di kolom baru:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Nilai kolom <strong>Team_A<\/strong> yang baru adalah 1 jika nilai asli kolom <strong>Team<\/strong> adalah A. Jika tidak, maka nilainya adalah 0.<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Nilai kolom <strong>Team_B<\/strong> baru adalah 1 jika nilai asli kolom <strong>Team<\/strong> adalah B. Jika tidak, nilainya adalah 0.<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Nilai kolom <strong>Team_C<\/strong> yang baru adalah 1 jika nilai asli kolom <strong>Tim<\/strong> adalah C. Jika tidak, nilainya adalah 0.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Kami telah berhasil mengonversi kolom <strong>Tim<\/strong> dari satu variabel kategori menjadi tiga variabel numerik \u2013 terkadang disebut variabel \u201cdummy\u201d.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Catatan<\/strong> : Saat menggunakan variabel &#8220;dummy&#8221; ini dalam model regresi atau algoritme pembelajaran mesin lainnya, berhati-hatilah untuk menghindari <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/perangkap-variabel-tiruan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">jebakan variabel dummy<\/a> .<\/span><\/p>\n<h2> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Kapan menggunakan pengkodean tag versus pengkodean one-hot<\/strong><\/span><\/h2>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Dalam sebagian besar skenario, <strong>pengkodean one-hot<\/strong> adalah cara yang lebih disukai untuk mengonversi variabel kategori ke variabel numerik karena <strong>pengkodean label<\/strong> membuatnya tampak bahwa ada peringkat di antara nilai-nilai tersebut.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Misalnya, pertimbangkan kasus di mana kita menggunakan pengkodean label untuk mengonversi tim menjadi variabel numerik:<\/span> <\/p>\n<p><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\" wp-image-28801 aligncenter\" src=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/labelencode2-1.jpg\" alt=\"\" width=\"467\" height=\"288\" srcset=\"\" sizes=\"\"><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Data yang dikodekan oleh label membuatnya tampak bahwa Tim C lebih besar atau lebih tinggi daripada Tim B dan A karena memiliki nilai numerik yang lebih tinggi.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Hal ini tidak menjadi masalah jika variabel kategori asli sebenarnya merupakan variabel ordinal dengan urutan atau peringkat alami, namun dalam banyak skenario hal ini tidak terjadi.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Namun, salah satu kelemahan dari <strong>one-hot coding<\/strong> adalah mengharuskan Anda membuat variabel baru sebanyak nilai unik dalam variabel kategori asli.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Artinya, jika variabel kategori Anda memiliki 100 nilai unik, Anda perlu membuat 100 variabel baru saat menggunakan enkode one-hot.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Bergantung pada ukuran kumpulan data dan jenis variabel yang Anda gunakan, Anda mungkin lebih memilih pengkodean one-hot atau pengkodean label.<\/span><\/p>\n<h2> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Sumber daya tambahan<\/strong><\/span><\/h2>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Tutorial berikut menjelaskan cara melakukan <strong>pengkodean label<\/strong> dalam praktiknya:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/pengkodean-label-di-r\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Cara melakukan pengkodean label di R<\/a><\/li>\n<li> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/pengkodean-label-dengan-python\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Cara melakukan pengkodean label dengan Python<\/a><\/li>\n<\/ul>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Tutorial berikut menjelaskan cara melakukan <strong>pengkodean one-hot<\/strong> dalam praktiknya:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/pengkodean-panas-di-r\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Bagaimana melakukan One-Hot Encoding di R<\/a><\/li>\n<li> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/pengkodean-panas-dengan-python\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Cara Melakukan Encoding One-Hot dengan Python<\/a><\/li>\n<\/ul>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Seringkali dalam pembelajaran mesin kita ingin mengonversi variabel kategori ke dalam beberapa jenis format numerik yang dapat dengan mudah digunakan oleh algoritme. Ada dua cara umum untuk mengubah variabel kategori menjadi variabel numerik: 1. Pengkodean label: Tetapkan setiap nilai kategorikal nilai integer berdasarkan urutan abjad. 2. One Hot Encoding: Membuat variabel baru yang mengambil nilai [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[11],"tags":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v21.5 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Pengkodean label atau pengkodean one-hot: apa bedanya? - Statorial<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Tutorial ini menjelaskan perbedaan antara pengkodean tag dan pengkodean one-hot, beserta contohnya.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/pengkodean-label-vs-satu-pengkodean-panas\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Pengkodean label atau pengkodean one-hot: apa bedanya? - Statorial\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Tutorial ini menjelaskan perbedaan antara pengkodean tag dan pengkodean one-hot, beserta contohnya.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/statorials.org\/id\/pengkodean-label-vs-satu-pengkodean-panas\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Statorials\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2023-07-17T11:04:33+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/labelencode1.jpg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Benjamin anderson\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Benjamin anderson\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/pengkodean-label-vs-satu-pengkodean-panas\/\",\"url\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/pengkodean-label-vs-satu-pengkodean-panas\/\",\"name\":\"Pengkodean label atau pengkodean one-hot: apa bedanya? - Statorial\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#website\"},\"datePublished\":\"2023-07-17T11:04:33+00:00\",\"dateModified\":\"2023-07-17T11:04:33+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81\"},\"description\":\"Tutorial ini menjelaskan perbedaan antara pengkodean tag dan pengkodean one-hot, beserta contohnya.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/pengkodean-label-vs-satu-pengkodean-panas\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/statorials.org\/id\/pengkodean-label-vs-satu-pengkodean-panas\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/pengkodean-label-vs-satu-pengkodean-panas\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Pengkodean label atau pengkodean one-hot: apa bedanya?\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/\",\"name\":\"Statorials\",\"description\":\"Panduan anda untuk kompetensi statistik!\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81\",\"name\":\"Benjamin anderson\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg\",\"contentUrl\":\"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg\",\"caption\":\"Benjamin anderson\"},\"description\":\"Halo, saya Benjamin, pensiunan profesor statistika yang menjadi guru Statorial yang berdedikasi. Dengan pengalaman dan keahlian yang luas di bidang statistika, saya ingin berbagi ilmu untuk memberdayakan mahasiswa melalui Statorials. Baca selengkapnya\",\"sameAs\":[\"http:\/\/statorials.org\/id\"]}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Pengkodean label atau pengkodean one-hot: apa bedanya? - Statorial","description":"Tutorial ini menjelaskan perbedaan antara pengkodean tag dan pengkodean one-hot, beserta contohnya.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/statorials.org\/id\/pengkodean-label-vs-satu-pengkodean-panas\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Pengkodean label atau pengkodean one-hot: apa bedanya? - Statorial","og_description":"Tutorial ini menjelaskan perbedaan antara pengkodean tag dan pengkodean one-hot, beserta contohnya.","og_url":"https:\/\/statorials.org\/id\/pengkodean-label-vs-satu-pengkodean-panas\/","og_site_name":"Statorials","article_published_time":"2023-07-17T11:04:33+00:00","og_image":[{"url":"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/labelencode1.jpg"}],"author":"Benjamin anderson","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Benjamin anderson","Estimasi waktu membaca":"3 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/pengkodean-label-vs-satu-pengkodean-panas\/","url":"https:\/\/statorials.org\/id\/pengkodean-label-vs-satu-pengkodean-panas\/","name":"Pengkodean label atau pengkodean one-hot: apa bedanya? - Statorial","isPartOf":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#website"},"datePublished":"2023-07-17T11:04:33+00:00","dateModified":"2023-07-17T11:04:33+00:00","author":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81"},"description":"Tutorial ini menjelaskan perbedaan antara pengkodean tag dan pengkodean one-hot, beserta contohnya.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/pengkodean-label-vs-satu-pengkodean-panas\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/statorials.org\/id\/pengkodean-label-vs-satu-pengkodean-panas\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/pengkodean-label-vs-satu-pengkodean-panas\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/statorials.org\/id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Pengkodean label atau pengkodean one-hot: apa bedanya?"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#website","url":"https:\/\/statorials.org\/id\/","name":"Statorials","description":"Panduan anda untuk kompetensi statistik!","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/statorials.org\/id\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81","name":"Benjamin anderson","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/image\/","url":"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg","contentUrl":"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg","caption":"Benjamin anderson"},"description":"Halo, saya Benjamin, pensiunan profesor statistika yang menjadi guru Statorial yang berdedikasi. Dengan pengalaman dan keahlian yang luas di bidang statistika, saya ingin berbagi ilmu untuk memberdayakan mahasiswa melalui Statorials. Baca selengkapnya","sameAs":["http:\/\/statorials.org\/id"]}]}},"yoast_meta":{"yoast_wpseo_title":"","yoast_wpseo_metadesc":"","yoast_wpseo_canonical":""},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3445"}],"collection":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3445"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3445\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3445"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3445"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3445"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}