{"id":353,"date":"2023-08-02T00:35:46","date_gmt":"2023-08-02T00:35:46","guid":{"rendered":"https:\/\/statorials.org\/id\/diagram-hubungan\/"},"modified":"2023-08-02T00:35:46","modified_gmt":"2023-08-02T00:35:46","slug":"diagram-hubungan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/statorials.org\/id\/diagram-hubungan\/","title":{"rendered":"Diagram hubungan"},"content":{"rendered":"<p>Artikel ini menjelaskan apa itu diagram hubungan dan kegunaannya. Anda juga akan mengetahui cara membuat diagram hubungan, contoh kehidupan nyata, dan selain itu, apa saja kelebihan dan kekurangan diagram hubungan. <\/p>\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"%c2%bfque-es-un-diagrama-de-relaciones\"><\/span> Apa itu diagram hubungan?<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p> <strong>Diagram hubungan<\/strong> adalah diagram yang menunjukkan hubungan sebab dan akibat antara berbagai elemen suatu masalah. Oleh karena itu, diagram hubungan adalah alat yang membantu memecahkan masalah yang kompleks karena memungkinkan Anda melihat semua hubungan antara berbagai komponen sistem.<\/p>\n<p> Jadi, dalam diagram hubungan, semua elemen yang merupakan bagian dari suatu masalah direpresentasikan dan kemudian sebuah panah digambar untuk setiap pasangan elemen yang terkait untuk menunjukkan bahwa yang satu merupakan penyebab dari yang lainnya. Jadi, elemen yang paling banyak panahnya menonjol berarti itulah penyebab utama masalahnya.<\/p>\n<p> Diagram hubungan sangat berguna karena, dengan merepresentasikan semua komponen suatu masalah secara grafis, diagram ini memungkinkan Anda melihat apa saja penyebab utamanya dan apa hubungan antara berbagai elemen masalah, yang memungkinkan Anda menganalisis masalah dan menganalisisnya. Mencari solusi. . .<\/p>\n<p> Biasanya, diagram hubungan direpresentasikan sebagai jaringan, tanpa urutan tertentu. Namun, tergantung pada masalahnya, seseorang mungkin tertarik untuk mengatur elemen diagram dengan cara tertentu. Di bawah ini kita akan melihat apa saja jenis-jenis diagram hubungan. <\/p>\n<figure class=\"wp-block-image aligncenter size-full\"><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" width=\"480\" height=\"482\" src=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/diagramme-de-relation.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-8026\" srcset=\"\" sizes=\"\"><\/figure>\n<div style=\"background-color:#FFFDE7; padding-top: 10px; padding-bottom: 10px; padding-right: 20px; padding-left: 30px; border: 2.5px dashed #FFB74D; border-radius:20px;\"> <span style=\"color:#ff951b\">\u27a4<\/span> <strong>Lihat:<\/strong> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/diagram-sebab-akibat-diagram-ishikawa\/\">Diagram sebab akibat<\/a> <\/div>\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"como-hacer-un-diagrama-de-relaciones\"><\/span> Cara membuat diagram hubungan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p> Langkah-langkah <strong>membuat diagram relasi<\/strong> adalah sebagai berikut:<\/p>\n<ol style=\"color:#FF8A05; font-weight: bold;\">\n<li style=\"margin-bottom:18px\"> <span style=\"color:#101010;font-weight: normal;\"><strong>Identifikasi masalah<\/strong> : Untuk membuat diagram hubungan, Anda harus terlebih dahulu memahami dengan jelas masalah atau situasi yang akan dianalisis dan menggambarkannya secara rinci.<\/span><\/li>\n<li style=\"margin-bottom:18px\"> <span style=\"color:#101010;font-weight: normal;\"><strong>Tentukan kemungkinan penyebab masalah<\/strong> : Anda harus menuliskan pada kartu berbagai elemen yang dapat menyebabkan masalah. Anda juga harus menambahkan penyebab sekunder, yaitu unsur-unsur yang menjadi asal mula penyebab utama masalah.<\/span><\/li>\n<li style=\"margin-bottom:18px\"> <span style=\"color:#101010;font-weight: normal;\"><strong>Meletakkan kartu<\/strong> : pada selembar kertas (atau slide jika dilakukan secara digital) letakkan soal yang ingin diselesaikan pada posisi tengah. Kemudian tambahkan penyebab utama masalah yang melingkupinya. Selanjutnya, tambahkan elemen-elemen yang menyebabkan kemunculannya di sekitar setiap penyebab utama.<\/span><\/li>\n<li style=\"margin-bottom:18px\"> <span style=\"color:#101010;font-weight: normal;\"><strong>Tambahkan hubungan antar elemen<\/strong> : menganalisis berbagai elemen diagram dan mewakili hubungan sebab dan akibat dengan panah. Sebuah anak panah meninggalkan sebab dan berakhir pada akibat. Anda dapat menggunakan warna berbeda untuk memudahkan mengidentifikasi setiap hubungan.<\/span><\/li>\n<li style=\"margin-bottom:18px\"> <span style=\"color:#101010;font-weight: normal;\"><strong>Analisis diagram hubungan<\/strong> : Terakhir, yang tersisa hanyalah menganalisis diagram hubungan yang dibuat dan menarik kesimpulan yang memungkinkan kita memecahkan masalah yang sedang kita pelajari.<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p> Saat menganalisis diagram hubungan, pertimbangan berikut mungkin berguna:<\/p>\n<ul style=\"color:#FF8A05; font-weight: bold;\">\n<li style=\"margin-bottom:16px\"> <span style=\"color:#101010;font-weight: normal;\">Item yang banyak anak panahnya mencuat biasanya menjadi penyebab masalahnya. Jadi inilah hal-hal yang perlu Anda fokuskan untuk memecahkannya.<\/span><\/li>\n<li style=\"margin-bottom:16px\"> <span style=\"color:#101010;font-weight: normal;\">Item yang memiliki banyak panah masuk biasanya merupakan efek, biasanya diperbaiki ketika akar permasalahan telah teratasi.<\/span><\/li>\n<li style=\"margin-bottom:16px\"> <span style=\"color:#101010;font-weight: normal;\">Item dengan banyak panah masuk dan keluar adalah bagian penting dari sistem, jadi Anda perlu mempelajarinya dengan cermat.<\/span><\/li>\n<li style=\"margin-bottom:16px\"> <span style=\"color:#101010;font-weight: normal;\">Elemen yang mempunyai sedikit anak panah masuk dan keluar merupakan elemen perimeter dari permasalahan, sehingga merupakan permasalahan yang dapat ditoleransi jika memerlukan biaya yang besar untuk memperbaikinya.<\/span> <\/li>\n<\/ul>\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"ejemplo-de-diagrama-de-relaciones\"><\/span> Contoh Diagram Relasi<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p> Setelah kita mengetahui pengertian diagram relasi dan cara pembuatannya, mari kita lihat contohnya agar dapat memahami konsepnya dengan baik.<\/p>\n<p> Sebuah perusahaan industri akhir-akhir ini semakin banyak menerima keluhan dari pelanggan karena pesanannya banyak mengandung unit yang cacat. Oleh karena itu organisasi ingin menganalisis penyebab masalah ini dan mencari solusinya, untuk itu organisasi memutuskan untuk membuat diagram hubungan. <\/p>\n<figure class=\"wp-block-image aligncenter size-full\"><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" width=\"575\" height=\"507\" src=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/exemple-diagramme-de-relation.png\" alt=\"contoh diagram hubungan\" class=\"wp-image-8031\" srcset=\"\" sizes=\"\"><\/figure>\n<p> Seperti yang Anda lihat, perusahaan dapat menentukan penyebab masalah menggunakan diagram hubungan. Dengan cara ini akan lebih mudah untuk menganalisis masalah dan mencari solusinya agar tidak terulang kembali.<\/p>\n<p> Diagram hubungan memiliki beberapa kesamaan dengan diagram afinitas; sebenarnya keduanya bisa digunakan untuk mencari penyebab suatu masalah. Anda dapat melihat contoh diagram afinitas dengan mengklik link berikut: <\/p>\n<div style=\"background-color:#FFFDE7; padding-top: 10px; padding-bottom: 10px; padding-right: 20px; padding-left: 30px; border: 2.5px dashed #FFB74D; border-radius:20px;\"> <span style=\"color:#ff951b\">\u27a4<\/span> <strong>Lihat:<\/strong> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/diagram-afinitas\/\">Contoh diagram afinitas<\/a> <\/div>\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"tipos-de-diagrama-de-relaciones\"><\/span> Jenis Diagram Hubungan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p> <strong>Jenis diagram hubungan<\/strong> adalah:<\/p>\n<ul style=\"color:#FF8A05; font-weight: bold;\">\n<li style=\"margin-bottom:18px\"> <span style=\"color:#101010;font-weight: normal;\"><strong>Diagram Hubungan Pusat Konvergen<\/strong> : Diagram tumbuh dari pusat yang biasanya merupakan masalah yang sedang dipelajari. Hal ini berguna jika masalahnya disebabkan oleh banyak hal.<\/span><\/li>\n<li style=\"margin-bottom:18px\"> <span style=\"color:#101010;font-weight: normal;\"><strong>Directional Relationship Diagram<\/strong> : Diagram bergerak dalam satu arah, apakah ke kanan, kiri, atas, atau bawah. Biasanya digunakan ketika berbagai elemen diagram mempunyai suksesi temporal atau logis menuju efek utama.<\/span><\/li>\n<li style=\"margin-bottom:18px\"> <span style=\"color:#101010;font-weight: normal;\"><strong>Diagram hubungan berfokus pada keterkaitan<\/strong> : Diagram tidak memiliki efek utama yang ditentukan, tetapi biasanya memiliki beberapa efek atau tujuan utama yang sama pentingnya. Jenis diagram hubungan ini berfokus pada representasi hubungan antara elemen yang berbeda.<\/span><\/li>\n<li style=\"margin-bottom:18px\"> <span style=\"color:#101010;font-weight: normal;\"><strong>Diagram hubungan terstruktur<\/strong> : selain menunjukkan hubungan antar elemen sistem, mereka ditempatkan menurut suatu struktur. Misalnya, item tersebut dapat diatur sedemikian rupa sehingga setiap lokasi pada diagram mewakili departemen perusahaan yang mempunyai pengaruh terhadap item yang ditempatkan di sana.<\/span> <\/li>\n<\/ul>\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"ventajas-y-desventajas-del-diagrama-de-relaciones\"><\/span> Kelebihan dan Kekurangan Diagram Relasi<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p> Terakhir, kita akan melihat apa saja kelebihan dan keterbatasan diagram hubungan.<\/p>\n<p> <strong><u style=\"text-decoration-color:#FF8A05\">Keuntungan:<\/u><\/strong><\/p>\n<ul style=\"color:#FF8A05; font-weight: bold;\">\n<li style=\"margin-bottom:16px\"> <span style=\"color:#101010;font-weight: normal;\">Hal ini memungkinkan Anda untuk memvisualisasikan hubungan sebab akibat antara berbagai elemen masalah atau situasi.<\/span><\/li>\n<li style=\"margin-bottom:16px\"> <span style=\"color:#101010;font-weight: normal;\">Mengidentifikasi akar penyebab atau elemen kunci permasalahan akan sangat membantu.<\/span><\/li>\n<li style=\"margin-bottom:16px\"> <span style=\"color:#101010;font-weight: normal;\">Ini dapat digunakan bersama dengan alat kualitas lainnya, seperti diagram afinitas, diagram sebab dan akibat, atau diagram matriks.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p> <strong><u style=\"text-decoration-color:#FF8A05\">Kekurangan:<\/u><\/strong><\/p>\n<ul style=\"color:#FF8A05; font-weight: bold;\">\n<li style=\"margin-bottom:16px\"> <span style=\"color:#101010;font-weight: normal;\">Jika diagram memiliki banyak elemen dan banyak hubungan, diagram tersebut akan menjadi sulit untuk dipahami dan diinterpretasikan.<\/span><\/li>\n<li style=\"margin-bottom:16px\"> <span style=\"color:#101010;font-weight: normal;\">Diagram tersebut mempunyai subjektivitas tertentu, karena hubungan sebab akibat ditentukan oleh individu atau kelompok kerja. Dengan demikian, seseorang mungkin menganggap suatu unsur sebagai penyebab unsur lain, sedangkan orang lain mungkin menganggap unsur yang sama sebagai penyebab unsur lain yang berbeda.<\/span><\/li>\n<li style=\"margin-bottom:16px\"> <span style=\"color:#101010;font-weight: normal;\">Dengan diagram tidak mungkin untuk mengetahui apakah pengaruh suatu unsur terhadap unsur lainnya sangat kuat atau tidak, hanya memungkinkan Anda mengetahui apakah suatu unsur merupakan penyebab unsur lainnya.<\/span> <\/li>\n<\/ul>\n<div style=\"background-color:#FFFDE7; padding-top: 10px; padding-bottom: 10px; padding-right: 20px; padding-left: 30px; border: 2.5px dashed #FFB74D; border-radius:20px;\"> <span style=\"color:#ff951b\">\u27a4<\/span> <strong>Lihat:<\/strong> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/diagram-matriks-diagram-matriks\/\">Diagram matriks<\/a><\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Artikel ini menjelaskan apa itu diagram hubungan dan kegunaannya. Anda juga akan mengetahui cara membuat diagram hubungan, contoh kehidupan nyata, dan selain itu, apa saja kelebihan dan kekurangan diagram hubungan. Apa itu diagram hubungan? Diagram hubungan adalah diagram yang menunjukkan hubungan sebab dan akibat antara berbagai elemen suatu masalah. Oleh karena itu, diagram hubungan adalah [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[10],"tags":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v21.5 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>\u25b7 Diagram hubungan: cara melakukannya, contoh dan kelebihannya<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Disini Anda akan mengetahui apa itu diagram relasi, kegunaannya, cara membuat diagram relasi, contoh serta kelebihan dan kekurangannya.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/diagram-hubungan\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"\u25b7 Diagram hubungan: cara melakukannya, contoh dan kelebihannya\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Disini Anda akan mengetahui apa itu diagram relasi, kegunaannya, cara membuat diagram relasi, contoh serta kelebihan dan kekurangannya.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/statorials.org\/id\/diagram-hubungan\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Statorials\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2023-08-02T00:35:46+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/diagramme-de-relation.png\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Benjamin anderson\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Benjamin anderson\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/diagram-hubungan\/\",\"url\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/diagram-hubungan\/\",\"name\":\"\u25b7 Diagram hubungan: cara melakukannya, contoh dan kelebihannya\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#website\"},\"datePublished\":\"2023-08-02T00:35:46+00:00\",\"dateModified\":\"2023-08-02T00:35:46+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81\"},\"description\":\"Disini Anda akan mengetahui apa itu diagram relasi, kegunaannya, cara membuat diagram relasi, contoh serta kelebihan dan kekurangannya.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/diagram-hubungan\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/statorials.org\/id\/diagram-hubungan\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/diagram-hubungan\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Diagram hubungan\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/\",\"name\":\"Statorials\",\"description\":\"Panduan anda untuk kompetensi statistik!\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81\",\"name\":\"Benjamin anderson\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg\",\"contentUrl\":\"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg\",\"caption\":\"Benjamin anderson\"},\"description\":\"Halo, saya Benjamin, pensiunan profesor statistika yang menjadi guru Statorial yang berdedikasi. Dengan pengalaman dan keahlian yang luas di bidang statistika, saya ingin berbagi ilmu untuk memberdayakan mahasiswa melalui Statorials. Baca selengkapnya\",\"sameAs\":[\"http:\/\/statorials.org\/id\"]}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"\u25b7 Diagram hubungan: cara melakukannya, contoh dan kelebihannya","description":"Disini Anda akan mengetahui apa itu diagram relasi, kegunaannya, cara membuat diagram relasi, contoh serta kelebihan dan kekurangannya.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/statorials.org\/id\/diagram-hubungan\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"\u25b7 Diagram hubungan: cara melakukannya, contoh dan kelebihannya","og_description":"Disini Anda akan mengetahui apa itu diagram relasi, kegunaannya, cara membuat diagram relasi, contoh serta kelebihan dan kekurangannya.","og_url":"https:\/\/statorials.org\/id\/diagram-hubungan\/","og_site_name":"Statorials","article_published_time":"2023-08-02T00:35:46+00:00","og_image":[{"url":"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/diagramme-de-relation.png"}],"author":"Benjamin anderson","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Benjamin anderson","Estimasi waktu membaca":"4 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/diagram-hubungan\/","url":"https:\/\/statorials.org\/id\/diagram-hubungan\/","name":"\u25b7 Diagram hubungan: cara melakukannya, contoh dan kelebihannya","isPartOf":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#website"},"datePublished":"2023-08-02T00:35:46+00:00","dateModified":"2023-08-02T00:35:46+00:00","author":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81"},"description":"Disini Anda akan mengetahui apa itu diagram relasi, kegunaannya, cara membuat diagram relasi, contoh serta kelebihan dan kekurangannya.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/diagram-hubungan\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/statorials.org\/id\/diagram-hubungan\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/diagram-hubungan\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/statorials.org\/id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Diagram hubungan"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#website","url":"https:\/\/statorials.org\/id\/","name":"Statorials","description":"Panduan anda untuk kompetensi statistik!","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/statorials.org\/id\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81","name":"Benjamin anderson","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/image\/","url":"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg","contentUrl":"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg","caption":"Benjamin anderson"},"description":"Halo, saya Benjamin, pensiunan profesor statistika yang menjadi guru Statorial yang berdedikasi. Dengan pengalaman dan keahlian yang luas di bidang statistika, saya ingin berbagi ilmu untuk memberdayakan mahasiswa melalui Statorials. Baca selengkapnya","sameAs":["http:\/\/statorials.org\/id"]}]}},"yoast_meta":{"yoast_wpseo_title":"","yoast_wpseo_metadesc":"","yoast_wpseo_canonical":""},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/353"}],"collection":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=353"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/353\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=353"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=353"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=353"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}