{"id":3580,"date":"2023-07-16T17:38:21","date_gmt":"2023-07-16T17:38:21","guid":{"rendered":"https:\/\/statorials.org\/id\/k-berarti-pengelompokan-dengan-python\/"},"modified":"2023-07-16T17:38:21","modified_gmt":"2023-07-16T17:38:21","slug":"k-berarti-pengelompokan-dengan-python","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/statorials.org\/id\/k-berarti-pengelompokan-dengan-python\/","title":{"rendered":"Pengelompokan k-means dengan python: contoh langkah-demi-langkah"},"content":{"rendered":"<p><\/p>\n<hr>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Salah satu algoritma pengelompokan yang paling umum dalam pembelajaran mesin dikenal sebagai <strong>pengelompokan k-means<\/strong> .<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">K-means clustering adalah teknik di mana kita menempatkan setiap observasi dari suatu dataset ke dalam salah satu <em>K<\/em> cluster.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Tujuan akhirnya adalah untuk memiliki <em>K<\/em> cluster dimana observasi dalam setiap cluster cukup mirip satu sama lain, sedangkan observasi dalam cluster yang berbeda sangat berbeda satu sama lain.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Dalam praktiknya, kami menggunakan langkah-langkah berikut untuk melakukan pengelompokan K-means:<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>1. Pilih nilai untuk <em>K.<\/em><\/strong><\/span><\/p>\n<ul>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Pertama, kita perlu memutuskan berapa banyak cluster yang ingin kita identifikasi dalam data. Seringkali kita hanya perlu menguji beberapa nilai <em>K<\/em> yang berbeda dan menganalisis hasilnya untuk melihat jumlah cluster mana yang paling masuk akal untuk masalah tertentu.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>2. Secara acak tetapkan setiap observasi ke cluster awal, dari 1 sampai <em>K.<\/em><\/strong><\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>3. Lakukan prosedur berikut hingga penetapan cluster berhenti berubah.<\/strong><\/span><\/p>\n<ul>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Untuk setiap cluster <em>K<\/em> , hitung <em>pusat gravitasi cluster tersebut.<\/em> Ini hanyalah vektor fitur <em>p-<\/em> mean untuk observasi cluster <em>ke-k<\/em> .<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Tetapkan setiap observasi ke cluster dengan centroid terdekat. Di sini, <em>jarak terdekat<\/em> ditentukan menggunakan <a href=\"https:\/\/en.wikipedia.org\/wiki\/Euclidean_distance#Squared_Euclidean_distance\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">jarak Euclidean<\/a> .<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Contoh langkah demi langkah berikut menunjukkan cara melakukan k-means clustering dengan Python menggunakan fungsi <strong>KMeans<\/strong> dari modul <strong>sklearn<\/strong> .<\/span><\/p>\n<h2> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Langkah 1: Impor modul yang diperlukan<\/strong><\/span><\/h2>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Pertama, kita akan mengimpor semua modul yang kita perlukan untuk melakukan k-means clustering:<\/span><\/p>\n<pre style=\"background-color: #ececec; font-size: 15px;\"> <span style=\"color: #000000;\"><strong><span style=\"color: #008000;\">import<\/span> pandas <span style=\"color: #008000;\">as<\/span> pd\n<span style=\"color: #008000;\">import<\/span> numpy <span style=\"color: #008000;\">as<\/span> np\n<span style=\"color: #008000;\">import<\/span> matplotlib. <span style=\"color: #3366ff;\">pyplot<\/span> <span style=\"color: #008000;\">as<\/span> plt\n<span style=\"color: #008000;\">from<\/span> sklearn. <span style=\"color: #3366ff;\">cluster<\/span> <span style=\"color: #008000;\">import<\/span> KMeans\n<span style=\"color: #008000;\">from<\/span> sklearn. <span style=\"color: #3366ff;\">preprocessing<\/span> <span style=\"color: #008000;\">import<\/span> StandardScaler<\/strong><\/span><\/pre>\n<h2> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Langkah 2: Buat DataFrame<\/strong><\/span><\/h2>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Selanjutnya, kita akan membuat DataFrame yang berisi tiga variabel berikut untuk 20 pemain bola basket berbeda:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">poin<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">membantu<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">memantul<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Kode berikut menunjukkan cara membuat DataFrame pandas ini:<\/span><\/p>\n<pre style=\"background-color: #ececec; font-size: 15px;\"> <span style=\"color: #000000;\"><strong><span style=\"color: #008080;\">#createDataFrame\n<\/span>df = pd. <span style=\"color: #3366ff;\">DataFrame<\/span> ({' <span style=\"color: #ff0000;\">points<\/span> ': [18, np.nan, 19, 14, 14, 11, 20, 28, 30, 31,\n                              35, 33, 29, 25, 25, 27, 29, 30, 19, 23],\n                   ' <span style=\"color: #ff0000;\">assists<\/span> ': [3, 3, 4, 5, 4, 7, 8, 7, 6, 9, 12, 14,\n                               np.nan, 9, 4, 3, 4, 12, 15, 11],\n                   ' <span style=\"color: #ff0000;\">rebounds<\/span> ': [15, 14, 14, 10, 8, 14, 13, 9, 5, 4,\n                                11, 6, 5, 5, 3, 8, 12, 7, 6, 5]})\n\n<span style=\"color: #008080;\">#view first five rows of DataFrame\n<\/span><span style=\"color: #008000;\">print<\/span> ( <span style=\"color: #3366ff;\">df.head<\/span> ())\n\n   points assists rebounds\n0 18.0 3.0 15\n1 NaN 3.0 14\n2 19.0 4.0 14\n3 14.0 5.0 10\n4 14.0 4.0 8\n<\/strong><\/span><\/pre>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Kami akan menggunakan pengelompokan k-means untuk mengelompokkan aktor serupa berdasarkan ketiga metrik ini.<\/span><\/p>\n<h2> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Langkah 3: Bersihkan dan siapkan DataFrame<\/strong><\/span><\/h2>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><span style=\"color: #000000;\">Kemudian kita akan melakukan langkah-langkah berikut:<\/span><\/span><\/p>\n<ul>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Gunakan <strong>dropna()<\/strong> untuk menghapus baris dengan nilai NaN di kolom mana pun<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Gunakan <strong>StandardScaler()<\/strong> untuk menskalakan setiap variabel agar memiliki rata-rata 0 dan deviasi standar 1.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Kode berikut menunjukkan cara melakukan ini:<\/span><\/p>\n<pre style=\"background-color: #ececec; font-size: 15px;\"> <strong><span style=\"color: #008080;\">#drop rows with NA values in any columns\n<\/span>df = df. <span style=\"color: #3366ff;\">dropna<\/span> ()\n\n<span style=\"color: #008080;\">#create scaled DataFrame where each variable has mean of 0 and standard dev of 1\n<\/span>scaled_df = StandardScaler(). <span style=\"color: #3366ff;\">fit_transform<\/span> (df)\n\n<span style=\"color: #008080;\">#view first five rows of scaled DataFrame<\/span>\n<span style=\"color: #008000;\">print<\/span> (scaled_df[:5])\n\n[[-0.86660275 -1.22683918 1.72722524]\n [-0.72081911 -0.96077767 1.45687694]\n [-1.44973731 -0.69471616 0.37548375]\n [-1.44973731 -0.96077767 -0.16521285]\n [-1.88708823 -0.16259314 1.45687694]]<\/strong><\/pre>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Catatan<\/strong> : Kami menggunakan penskalaan sehingga setiap variabel memiliki kepentingan yang sama saat menyesuaikan algoritma k-means. Jika tidak, variabel dengan rentang terluas akan mempunyai pengaruh yang terlalu besar.<\/span><\/p>\n<h2> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Langkah 4: Temukan Jumlah Cluster yang Optimal<\/strong><\/span><\/h2>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Untuk melakukan clustering k-means dengan Python, kita dapat menggunakan fungsi <strong>KMeans<\/strong> dari modul <strong>sklearn<\/strong> .<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Fungsi ini menggunakan sintaks dasar berikut:<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>KMeans(init=&#8217;acak&#8217;, n_clusters=8, n_init=10, random_state=Tidak Ada)<\/strong><\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Emas:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>init<\/strong> : Mengontrol teknik inisialisasi.<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>n_clusters<\/strong> : jumlah cluster untuk melakukan observasi.<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>n_init<\/strong> : Jumlah inisialisasi yang harus dilakukan. Standarnya adalah menjalankan algoritma k-means 10 kali dan mengembalikan algoritma dengan SSE terendah.<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>random_state<\/strong> : Nilai bilangan bulat yang dapat Anda pilih agar hasil algoritme dapat direproduksi.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Argumen paling penting untuk fungsi ini adalah n_clusters, yang menentukan berapa banyak cluster yang akan dijadikan tempat pengamatan.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Namun kita tidak mengetahui terlebih dahulu berapa jumlah cluster yang optimal, sehingga kita perlu membuat grafik yang menampilkan jumlah cluster serta SSE (sum of squared error) model.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Biasanya, saat kita membuat plot jenis ini, kita mencari &#8220;lutut&#8221; di mana jumlah kotak mulai &#8220;membungkuk&#8221; atau mendatar. Biasanya ini adalah jumlah cluster yang optimal.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Kode berikut menunjukkan cara membuat plot jenis ini yang menampilkan jumlah cluster pada sumbu x dan SSE pada sumbu y:<\/span> <\/p>\n<pre style=\"background-color: #ececec; font-size: 15px;\"> <strong><span style=\"color: #008080;\">#initialize kmeans parameters\n<\/span>kmeans_kwargs = {\n\" <span style=\"color: #ff0000;\">init<\/span> \": \" <span style=\"color: #ff0000;\">random<\/span> \",\n\" <span style=\"color: #ff0000;\">n_init<\/span> \": 10,\n\" <span style=\"color: #ff0000;\">random_state<\/span> \": 1,\n}\n\n<span style=\"color: #008080;\">#create list to hold SSE values for each k\n<\/span>sse = []\n<span style=\"color: #008000;\">for<\/span> k <span style=\"color: #008000;\">in<\/span> range(1, 11):\n    kmeans = KMeans(n_clusters=k, <span style=\"color: #800080;\">**<\/span> kmeans_kwargs)\n    kmeans. <span style=\"color: #3366ff;\">fit<\/span> (scaled_df)\n    sse. <span style=\"color: #3366ff;\">append<\/span> (kmeans.inertia_)\n\n<span style=\"color: #008080;\">#visualize results\n<\/span>plt. <span style=\"color: #3366ff;\">plot<\/span> (range(1, 11), sse)\nplt. <span style=\"color: #3366ff;\">xticks<\/span> (range(1, 11))\nplt. <span style=\"color: #3366ff;\">xlabel<\/span> (\" <span style=\"color: #ff0000;\">Number of Clusters<\/span> \")\nplt. <span style=\"color: #3366ff;\">ylabel<\/span> (\u201c <span style=\"color: #ff0000;\">SSE<\/span> \u201d)\nplt. <span style=\"color: #3366ff;\">show<\/span> ()<\/strong> <\/pre>\n<p><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\" wp-image-29557 aligncenter\" src=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/kmmoyenne1.jpg\" alt=\"\" width=\"531\" height=\"408\" srcset=\"\" sizes=\"\"><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Pada grafik ini terlihat terdapat kekusutan atau \u201clutut\u201d pada k = <strong>3 cluster<\/strong> .<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Jadi, kita akan menggunakan 3 cluster saat menyesuaikan model clustering k-means pada langkah berikutnya.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Catatan<\/strong> : Di dunia nyata, disarankan untuk menggunakan kombinasi plot dan keahlian domain ini untuk memilih jumlah cluster yang akan digunakan.<\/span><\/p>\n<h2> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Langkah 5: Lakukan K-Means Clustering dengan <em>K<\/em> Optimal<\/strong><\/span><\/h2>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Kode berikut menunjukkan cara melakukan k-means clustering pada dataset menggunakan nilai optimal <em>k<\/em> dari 3:<\/span><\/p>\n<pre style=\"background-color: #ececec; font-size: 15px;\"> <strong><span style=\"color: #008080;\"><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"color: #008080;\">#instantiate the k-means class, using optimal number of clusters\n<\/span>kmeans = KMeans(init=\" <span style=\"color: #ff0000;\">random<\/span> \", n_clusters= <span style=\"color: #008000;\">3<\/span> , n_init= <span style=\"color: #008000;\">10<\/span> , random_state= <span style=\"color: #008000;\">1<\/span> )\n\n<span style=\"color: #008080;\">#fit k-means algorithm to data\n<\/span>kmeans. <span style=\"color: #3366ff;\">fit<\/span> (scaled_df)\n\n<span style=\"color: #008080;\">#view cluster assignments for each observation\n<\/span>kmeans. <span style=\"color: #3366ff;\">labels_\n\n<\/span>array([1, 1, 1, 1, 1, 1, 2, 2, 0, 0, 0, 0, 2, 2, 2, 0, 0, 0]) \n<\/span><\/span><\/strong><\/pre>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Tabel yang dihasilkan memperlihatkan penetapan cluster untuk setiap observasi di DataFrame.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Untuk membuat hasil ini lebih mudah diinterpretasikan, kita bisa menambahkan kolom ke DataFrame yang memperlihatkan penetapan cluster setiap pemain:<\/span><\/p>\n<pre style=\"background-color: #ececec; font-size: 15px;\"> <strong><span style=\"color: #008080;\"><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"color: #008080;\">#append cluster assingments to original DataFrame\n<\/span>df[' <span style=\"color: #ff0000;\">cluster<\/span> '] = kmeans. <span style=\"color: #3366ff;\">labels_<\/span>\n\n<span style=\"color: #008080;\">#view updated DataFrame\n<\/span><span style=\"color: #008000;\">print<\/span> (df)\n\n<\/span><\/span>points assists rebounds cluster\n0 18.0 3.0 15 1\n2 19.0 4.0 14 1\n3 14.0 5.0 10 1\n4 14.0 4.0 8 1\n5 11.0 7.0 14 1\n6 20.0 8.0 13 1\n7 28.0 7.0 9 2\n8 30.0 6.0 5 2\n9 31.0 9.0 4 0\n10 35.0 12.0 11 0\n11 33.0 14.0 6 0\n13 25.0 9.0 5 0\n14 25.0 4.0 3 2\n15 27.0 3.0 8 2\n16 29.0 4.0 12 2\n17 30.0 12.0 7 0\n18 19.0 15.0 6 0\n19 23.0 11.0 5 0\n<\/strong><\/pre>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Kolom <strong>cluster<\/strong> berisi nomor cluster (0, 1, atau 2) yang telah ditetapkan untuk setiap pemain.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Pemain yang tergabung dalam cluster yang sama memiliki nilai yang kurang lebih sama untuk kolom <strong>poin<\/strong> , <strong>assist<\/strong> , dan <strong>rebound<\/strong> .<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Catatan<\/strong> : Anda dapat menemukan dokumentasi lengkap untuk fungsi <strong>KMeans<\/strong> <strong>sklearn<\/strong> <a href=\"https:\/\/scikit-learn.org\/stable\/modules\/generated\/sklearn.cluster.KMeans.html\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">di sini<\/a> .<\/span><\/p>\n<h2> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Sumber daya tambahan<\/strong><\/span><\/h2>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Tutorial berikut menjelaskan cara melakukan tugas umum lainnya dengan Python:<\/span><\/p>\n<p> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/python-regresi-linier\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Cara melakukan regresi linier dengan Python<\/a><br \/> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/python-regresi-logistik\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Cara Melakukan Regresi Logistik dengan Python<\/a><br \/> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/k-lipat-validasi-silang-dengan-python\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Cara melakukan validasi silang K-Fold dengan Python<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Salah satu algoritma pengelompokan yang paling umum dalam pembelajaran mesin dikenal sebagai pengelompokan k-means . K-means clustering adalah teknik di mana kita menempatkan setiap observasi dari suatu dataset ke dalam salah satu K cluster. Tujuan akhirnya adalah untuk memiliki K cluster dimana observasi dalam setiap cluster cukup mirip satu sama lain, sedangkan observasi dalam cluster [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[11],"tags":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v21.5 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Pengelompokan K-Means dengan Python: Contoh Langkah-demi-Langkah - Statorial<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Tutorial ini menjelaskan cara melakukan k-means clustering dengan Python, termasuk contoh langkah demi langkah.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/k-berarti-pengelompokan-dengan-python\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Pengelompokan K-Means dengan Python: Contoh Langkah-demi-Langkah - Statorial\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Tutorial ini menjelaskan cara melakukan k-means clustering dengan Python, termasuk contoh langkah demi langkah.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/statorials.org\/id\/k-berarti-pengelompokan-dengan-python\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Statorials\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2023-07-16T17:38:21+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/kmmoyenne1.jpg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Benjamin anderson\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Benjamin anderson\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/k-berarti-pengelompokan-dengan-python\/\",\"url\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/k-berarti-pengelompokan-dengan-python\/\",\"name\":\"Pengelompokan K-Means dengan Python: Contoh Langkah-demi-Langkah - Statorial\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#website\"},\"datePublished\":\"2023-07-16T17:38:21+00:00\",\"dateModified\":\"2023-07-16T17:38:21+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81\"},\"description\":\"Tutorial ini menjelaskan cara melakukan k-means clustering dengan Python, termasuk contoh langkah demi langkah.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/k-berarti-pengelompokan-dengan-python\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/statorials.org\/id\/k-berarti-pengelompokan-dengan-python\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/k-berarti-pengelompokan-dengan-python\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Pengelompokan k-means dengan python: contoh langkah-demi-langkah\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/\",\"name\":\"Statorials\",\"description\":\"Panduan anda untuk kompetensi statistik!\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81\",\"name\":\"Benjamin anderson\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg\",\"contentUrl\":\"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg\",\"caption\":\"Benjamin anderson\"},\"description\":\"Halo, saya Benjamin, pensiunan profesor statistika yang menjadi guru Statorial yang berdedikasi. Dengan pengalaman dan keahlian yang luas di bidang statistika, saya ingin berbagi ilmu untuk memberdayakan mahasiswa melalui Statorials. Baca selengkapnya\",\"sameAs\":[\"http:\/\/statorials.org\/id\"]}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Pengelompokan K-Means dengan Python: Contoh Langkah-demi-Langkah - Statorial","description":"Tutorial ini menjelaskan cara melakukan k-means clustering dengan Python, termasuk contoh langkah demi langkah.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/statorials.org\/id\/k-berarti-pengelompokan-dengan-python\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Pengelompokan K-Means dengan Python: Contoh Langkah-demi-Langkah - Statorial","og_description":"Tutorial ini menjelaskan cara melakukan k-means clustering dengan Python, termasuk contoh langkah demi langkah.","og_url":"https:\/\/statorials.org\/id\/k-berarti-pengelompokan-dengan-python\/","og_site_name":"Statorials","article_published_time":"2023-07-16T17:38:21+00:00","og_image":[{"url":"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/kmmoyenne1.jpg"}],"author":"Benjamin anderson","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Benjamin anderson","Estimasi waktu membaca":"4 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/k-berarti-pengelompokan-dengan-python\/","url":"https:\/\/statorials.org\/id\/k-berarti-pengelompokan-dengan-python\/","name":"Pengelompokan K-Means dengan Python: Contoh Langkah-demi-Langkah - Statorial","isPartOf":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#website"},"datePublished":"2023-07-16T17:38:21+00:00","dateModified":"2023-07-16T17:38:21+00:00","author":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81"},"description":"Tutorial ini menjelaskan cara melakukan k-means clustering dengan Python, termasuk contoh langkah demi langkah.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/k-berarti-pengelompokan-dengan-python\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/statorials.org\/id\/k-berarti-pengelompokan-dengan-python\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/k-berarti-pengelompokan-dengan-python\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/statorials.org\/id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Pengelompokan k-means dengan python: contoh langkah-demi-langkah"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#website","url":"https:\/\/statorials.org\/id\/","name":"Statorials","description":"Panduan anda untuk kompetensi statistik!","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/statorials.org\/id\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81","name":"Benjamin anderson","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/image\/","url":"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg","contentUrl":"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg","caption":"Benjamin anderson"},"description":"Halo, saya Benjamin, pensiunan profesor statistika yang menjadi guru Statorial yang berdedikasi. Dengan pengalaman dan keahlian yang luas di bidang statistika, saya ingin berbagi ilmu untuk memberdayakan mahasiswa melalui Statorials. Baca selengkapnya","sameAs":["http:\/\/statorials.org\/id"]}]}},"yoast_meta":{"yoast_wpseo_title":"","yoast_wpseo_metadesc":"","yoast_wpseo_canonical":""},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3580"}],"collection":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3580"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3580\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3580"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3580"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3580"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}