{"id":3593,"date":"2023-07-16T15:57:08","date_gmt":"2023-07-16T15:57:08","guid":{"rendered":"https:\/\/statorials.org\/id\/r-menguji-rasio-varians\/"},"modified":"2023-07-16T15:57:08","modified_gmt":"2023-07-16T15:57:08","slug":"r-menguji-rasio-varians","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/statorials.org\/id\/r-menguji-rasio-varians\/","title":{"rendered":"Cara melakukan uji rasio varians di r (dengan contoh)"},"content":{"rendered":"<p><\/p>\n<hr>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><strong>Uji rasio varians<\/strong> digunakan untuk menguji apakah varians dua populasi sama atau tidak.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Pengujian ini menggunakan hipotesis nol dan hipotesis alternatif berikut:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>H <sub>0<\/sub><\/strong> : Varians populasi sama<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>H <sub>A<\/sub><\/strong> : Varians populasi tidak sama<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Untuk melakukan pengujian ini, kami menghitung statistik pengujian berikut:<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>F<\/strong> = s <sub>1<\/sub> <sup>2<\/sup> \/ s <sub>2<\/sub> <sup>2<\/sup><\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Emas:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>s <sub>1<\/sub> <sup>2<\/sup><\/strong> : Varians sampel kelompok pertama<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>s <sub>2<\/sub> <sup>2<\/sup><\/strong> : Varians sampel kelompok kedua<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Jika <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/p-menghargai-signifikansi-statistik\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">nilai p<\/a> yang sesuai dengan statistik uji F ini berada di bawah ambang batas tertentu (misalnya 0,05), maka kita menolak hipotesis nol dan menyimpulkan bahwa varians populasi tidak sama.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Untuk melakukan uji rasio varians di R, kita dapat menggunakan fungsi bawaan <strong>var.test()<\/strong> .<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Contoh berikut menunjukkan cara menggunakan fungsi ini dalam praktiknya.<\/span><\/p>\n<h2> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Contoh: Menguji Variance Ratio di R<\/strong><\/span><\/h2>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Misalkan kita ingin mengetahui apakah dua spesies tumbuhan berbeda mempunyai variasi tinggi yang sama.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Untuk mengujinya, kami mengumpulkan <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/metode-pengambilan-sampel\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">sampel acak sederhana<\/a> yang terdiri dari 15 tanaman dari setiap spesies.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Kode berikut menunjukkan cara melakukan uji rasio varians di R untuk menentukan apakah varians ketinggian sama antara kedua spesies:<\/span><\/p>\n<pre style=\"background-color: #ececec; font-size: 15px;\"> <strong><span style=\"color: #008080;\">#create vectors to hold plant heights from each sample\n<\/span>group1 &lt;- c(5, 6, 6, 8, 10, 12, 12, 13, 14, 15, 15, 17, 18, 18, 19)\ngroup2 &lt;- c(9, 9, 10, 12, 12, 13, 14, 16, 16, 19, 22, 24, 26, 29, 29)\n\n<\/strong><strong><span style=\"color: #008080;\">#perform variance ratio test\n<\/span>var. <span style=\"color: #3366ff;\">test<\/span> (group1, group2)\n\n\tF test to compare two variances\n\ndata: group1 and group2\nF = 0.43718, num df = 14, denom df = 14, p-value = 0.1336\nalternative hypothesis: true ratio of variances is not equal to 1\n95 percent confidence interval:\n 0.1467737 1.3021737\nsample estimates:\nratio of variances \n         0.4371783<\/strong><\/pre>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Berikut cara menafsirkan hasil tes:<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>data :<\/strong> nama vektor yang memuat data sampel.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>F:<\/strong> Statistik uji F. Dalam hal ini adalah <strong>0,43718<\/strong> .<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>num df, denom df<\/strong> : Derajat kebebasan pembilang dan penyebut untuk statistik uji F, masing-masing dihitung sebagai n <sub>1<\/sub> \u2013 1 dan n <sub>2<\/sub> -1.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>p-value:<\/strong> Nilai p yang sesuai dengan statistik uji F sebesar 0,43718 dengan pembilang df = 14 dan penyebut df = 14. Nilai p ternyata <strong>0,1336<\/strong> .<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Interval kepercayaan 95%:<\/strong> Interval kepercayaan 95% untuk rasio varians yang sebenarnya antara kedua kelompok. Ternyata menjadi <strong>[.147, 1.302]<\/strong> . Karena 1 terdapat dalam interval ini, maka masuk akal bahwa rasio varians yang sebenarnya adalah 1, yaitu varians yang sama.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>perkiraan sampel:<\/strong> ini mewakili rasio varians antara masing-masing kelompok. Jika kita menggunakan fungsi <strong>var()<\/strong> , terlihat varians sampel kelompok pertama adalah 21,8381 dan varians sampel kelompok kedua adalah 49,95238. Jadi perbandingan variansnya adalah 21.8381 \/ 49.95238 = <strong>0.4371783<\/strong> .<\/span><\/p>\n<p data-slot-rendered-dynamic=\"true\"> <span style=\"color: #000000;\">Mari kita mengingat kembali hipotesis nol dan hipotesis alternatif dari pengujian ini:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>H <sub>0<\/sub><\/strong> : Varians populasi sama<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>H <sub>A<\/sub><\/strong> : Varians populasi tidak sama<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Karena nilai p pengujian kami <strong>(0,1336)<\/strong> tidak kurang dari 0,05, kami gagal menolak hipotesis nol.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Artinya, kita tidak mempunyai cukup bukti untuk menyimpulkan bahwa keragaman tinggi tanaman antara kedua spesies tersebut tidak sama.<\/span><\/p>\n<h2> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Sumber daya tambahan<\/strong><\/span><\/h2>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Tutorial berikut menjelaskan cara melakukan tugas umum lainnya di R:<\/span><\/p>\n<p> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/sampel-uji-t-di-r\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Cara melakukan uji T satu sampel di R<\/a><br \/> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/tes-welch-t-di-r\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Bagaimana melakukan uji T Welch di R<\/a><br \/> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/uji-t-sampel-berpasangan-r\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Cara melakukan uji-t sampel berpasangan di R<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Uji rasio varians digunakan untuk menguji apakah varians dua populasi sama atau tidak. Pengujian ini menggunakan hipotesis nol dan hipotesis alternatif berikut: H 0 : Varians populasi sama H A : Varians populasi tidak sama Untuk melakukan pengujian ini, kami menghitung statistik pengujian berikut: F = s 1 2 \/ s 2 2 Emas: s [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[11],"tags":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v21.5 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Cara Melakukan Uji Rasio Varians di R (dengan Contoh) - Statorials<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Tutorial ini menjelaskan cara melakukan uji rasio varians di R, dengan sebuah contoh.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/r-menguji-rasio-varians\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Cara Melakukan Uji Rasio Varians di R (dengan Contoh) - Statorials\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Tutorial ini menjelaskan cara melakukan uji rasio varians di R, dengan sebuah contoh.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/statorials.org\/id\/r-menguji-rasio-varians\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Statorials\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2023-07-16T15:57:08+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Benjamin anderson\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Benjamin anderson\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"2 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/r-menguji-rasio-varians\/\",\"url\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/r-menguji-rasio-varians\/\",\"name\":\"Cara Melakukan Uji Rasio Varians di R (dengan Contoh) - Statorials\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#website\"},\"datePublished\":\"2023-07-16T15:57:08+00:00\",\"dateModified\":\"2023-07-16T15:57:08+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81\"},\"description\":\"Tutorial ini menjelaskan cara melakukan uji rasio varians di R, dengan sebuah contoh.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/r-menguji-rasio-varians\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/statorials.org\/id\/r-menguji-rasio-varians\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/r-menguji-rasio-varians\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Cara melakukan uji rasio varians di r (dengan contoh)\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/\",\"name\":\"Statorials\",\"description\":\"Panduan anda untuk kompetensi statistik!\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81\",\"name\":\"Benjamin anderson\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg\",\"contentUrl\":\"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg\",\"caption\":\"Benjamin anderson\"},\"description\":\"Halo, saya Benjamin, pensiunan profesor statistika yang menjadi guru Statorial yang berdedikasi. Dengan pengalaman dan keahlian yang luas di bidang statistika, saya ingin berbagi ilmu untuk memberdayakan mahasiswa melalui Statorials. Baca selengkapnya\",\"sameAs\":[\"http:\/\/statorials.org\/id\"]}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Cara Melakukan Uji Rasio Varians di R (dengan Contoh) - Statorials","description":"Tutorial ini menjelaskan cara melakukan uji rasio varians di R, dengan sebuah contoh.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/statorials.org\/id\/r-menguji-rasio-varians\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Cara Melakukan Uji Rasio Varians di R (dengan Contoh) - Statorials","og_description":"Tutorial ini menjelaskan cara melakukan uji rasio varians di R, dengan sebuah contoh.","og_url":"https:\/\/statorials.org\/id\/r-menguji-rasio-varians\/","og_site_name":"Statorials","article_published_time":"2023-07-16T15:57:08+00:00","author":"Benjamin anderson","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Benjamin anderson","Estimasi waktu membaca":"2 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/r-menguji-rasio-varians\/","url":"https:\/\/statorials.org\/id\/r-menguji-rasio-varians\/","name":"Cara Melakukan Uji Rasio Varians di R (dengan Contoh) - Statorials","isPartOf":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#website"},"datePublished":"2023-07-16T15:57:08+00:00","dateModified":"2023-07-16T15:57:08+00:00","author":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81"},"description":"Tutorial ini menjelaskan cara melakukan uji rasio varians di R, dengan sebuah contoh.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/r-menguji-rasio-varians\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/statorials.org\/id\/r-menguji-rasio-varians\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/r-menguji-rasio-varians\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/statorials.org\/id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Cara melakukan uji rasio varians di r (dengan contoh)"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#website","url":"https:\/\/statorials.org\/id\/","name":"Statorials","description":"Panduan anda untuk kompetensi statistik!","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/statorials.org\/id\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81","name":"Benjamin anderson","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/image\/","url":"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg","contentUrl":"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg","caption":"Benjamin anderson"},"description":"Halo, saya Benjamin, pensiunan profesor statistika yang menjadi guru Statorial yang berdedikasi. Dengan pengalaman dan keahlian yang luas di bidang statistika, saya ingin berbagi ilmu untuk memberdayakan mahasiswa melalui Statorials. Baca selengkapnya","sameAs":["http:\/\/statorials.org\/id"]}]}},"yoast_meta":{"yoast_wpseo_title":"","yoast_wpseo_metadesc":"","yoast_wpseo_canonical":""},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3593"}],"collection":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3593"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3593\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3593"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3593"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3593"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}