{"id":3621,"date":"2023-07-16T12:08:13","date_gmt":"2023-07-16T12:08:13","guid":{"rendered":"https:\/\/statorials.org\/id\/metode-siku-di-sungai\/"},"modified":"2023-07-16T12:08:13","modified_gmt":"2023-07-16T12:08:13","slug":"metode-siku-di-sungai","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/statorials.org\/id\/metode-siku-di-sungai\/","title":{"rendered":"Cara menggunakan metode elbow di r untuk mencari cluster yang optimal"},"content":{"rendered":"<p><\/p>\n<hr>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Salah satu algoritma pengelompokan yang paling umum digunakan dalam pembelajaran mesin dikenal sebagai <strong>pengelompokan k-means<\/strong> .<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">K-means clustering adalah teknik di mana kita menempatkan setiap observasi dari suatu dataset ke dalam salah satu <em>K<\/em> cluster.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Tujuan akhirnya adalah untuk memiliki <em>K<\/em> cluster dimana pengamatan dalam setiap cluster cukup mirip satu sama lain, sedangkan observasi dalam cluster yang berbeda sangat berbeda satu sama lain.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Saat melakukan k-means clustering, langkah pertama adalah memilih nilai <em>K<\/em> \u2013 jumlah cluster yang ingin kita observasi.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Salah satu cara paling umum untuk memilih nilai <em>K<\/em> dikenal sebagai <strong>metode siku<\/strong> , yang melibatkan pembuatan plot dengan jumlah cluster pada sumbu x dan total jumlah kuadrat pada sumbu y, kemudian mengidentifikasi di mana \u201clutut\u201d atau belokan muncul dalam plot.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Titik pada sumbu x di mana \u201clutut\u201d muncul memberi tahu kita jumlah cluster optimal untuk digunakan dalam algoritma clustering k-means.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Contoh berikut menunjukkan cara menggunakan metode siku di R.<\/span><\/p>\n<h2> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Contoh: Menggunakan Metode Siku di R<\/strong><\/span><\/h2>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Untuk contoh ini, kami akan menggunakan kumpulan data <strong>Penangkapan AS<\/strong> yang dibangun ke dalam R, yang berisi jumlah penangkapan per 100.000 orang di setiap negara bagian AS pada tahun 1973 karena pembunuhan, penyerangan, dan pemerkosaan, serta persentase populasi setiap negara bagian yang tinggal di daerah perkotaan. daerah. , UrbanPop.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Kode berikut menunjukkan cara memuat kumpulan data, menghapus baris dengan nilai yang hilang, dan menskalakan setiap variabel dalam kumpulan data agar memiliki rata-rata 0 dan deviasi standar 1:<\/span><\/p>\n<pre style=\"background-color: #ececec; font-size: 15px;\"> <strong><span style=\"color: #008080;\">#load data<\/span>\ndf &lt;-USArrests\n\n<span style=\"color: #008080;\">#remove rows with missing values<\/span><\/strong>\n<strong>df &lt;- na. <span style=\"color: #3366ff;\">omitted<\/span> (df)\n\n<span style=\"color: #008080;\">#scale each variable to have a mean of 0 and sd of 1<\/span><\/strong>\n<strong>df &lt;- scale(df)\n\n<span style=\"color: #008080;\">#view first six rows of dataset<\/span>\nhead(df)\n\n               Murder Assault UrbanPop Rape\nAlabama 1.24256408 0.7828393 -0.5209066 -0.003416473\nAlaska 0.50786248 1.1068225 -1.2117642 2.484202941\nArizona 0.07163341 1.4788032 0.9989801 1.042878388\nArkansas 0.23234938 0.2308680 -1.0735927 -0.184916602\nCalifornia 0.27826823 1.2628144 1.7589234 2.067820292\nColorado 0.02571456 0.3988593 0.8608085 1.864967207\n<\/strong><\/pre>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Untuk menemukan jumlah cluster yang optimal untuk digunakan dalam algoritma k-means, kita akan menggunakan fungsi <strong>fviz_nbclust()<\/strong> dari paket <strong>factoextra<\/strong> untuk membuat plot jumlah cluster versus total jumlah kuadrat:<\/span> <\/p>\n<pre style=\"background-color: #ececec; font-size: 15px;\"> <strong><span style=\"color: #008000;\">library<\/span> (cluster)\n<span style=\"color: #008000;\">library<\/span> (factoextra)\n\n<span style=\"color: #008080;\">#create plot of number of clusters vs total within sum of squares<\/span>\nfviz_nbclust(df, kmeans, method = \u201c <span style=\"color: #ff0000;\">wss<\/span> \u201d)<\/strong> <\/pre>\n<p><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\"aligncenter wp-image-12310\" src=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/kmmoyenne1.png\" alt=\"Metode tikungan-R\" width=\"444\" height=\"434\" srcset=\"\" sizes=\"\"><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Pada grafik ini terlihat terdapat \u201cknee\u201d atau kekusutan pada k = 4 cluster. Ini adalah titik di mana total jumlah kuadrat mulai stabil.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Hal ini memberitahu kita bahwa jumlah cluster optimal untuk digunakan dalam algoritma k-means adalah 4.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Catatan<\/strong> : Meskipun kita mungkin mendapatkan total jumlah kuadrat yang lebih rendah dengan menggunakan lebih banyak cluster, kita <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/pembelajaran-mesin-yang-berlebihan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">mungkin akan melakukan overfit pada data pelatihan<\/a> dan oleh karena itu algoritma k-means tidak akan bekerja dengan baik pada data pengujian.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Kita dapat menggunakan fungsi <strong>kmeans()<\/strong> dari paket <strong>cluster<\/strong> untuk melakukan k-means clustering pada dataset menggunakan nilai optimal <em>k<\/em> dari 4:<\/span><\/p>\n<pre style=\"background-color: #ececec; font-size: 15px;\"> <strong><span style=\"color: #008080;\">#make this example reproducible\n<span style=\"color: #000000;\">set. <span style=\"color: #3366ff;\">seeds<\/span> (1)<\/span>\n\n#perform k-means clustering with k = 4 clusters\n<\/span>km &lt;- kmeans(df, centers = 4, nstart = 25)\n\n<span style=\"color: #008080;\">#view results\n<\/span>km\n\nK-means clustering with 4 clusters of sizes 16, 13, 13, 8\n\nCluster means:\n      Murder Assault UrbanPop Rape\n1 -0.4894375 -0.3826001 0.5758298 -0.26165379\n2 -0.9615407 -1.1066010 -0.9301069 -0.96676331\n3 0.6950701 1.0394414 0.7226370 1.27693964\n4 1.4118898 0.8743346 -0.8145211 0.01927104\n\nVector clustering:\n       Alabama Alaska Arizona Arkansas California Colorado \n             4 3 3 4 3 3 \n   Connecticut Delaware Florida Georgia Hawaii Idaho \n             1 1 3 4 1 2 \n      Illinois Indiana Iowa Kansas Kentucky Louisiana \n             3 1 2 1 2 4 \n         Maine Maryland Massachusetts Michigan Minnesota Mississippi \n             2 3 1 3 2 4 \n      Missouri Montana Nebraska Nevada New Hampshire New Jersey \n             3 2 2 3 2 1 \n    New Mexico New York North Carolina North Dakota Ohio Oklahoma \n             3 3 4 2 1 1 \n        Oregon Pennsylvania Rhode Island South Carolina South Dakota Tennessee \n             1 1 1 4 2 4 \n         Texas Utah Vermont Virginia Washington West Virginia \n             3 1 2 1 1 2 \n     Wisconsin Wyoming \n             2 1 \n\nWithin cluster sum of squares by cluster:\n[1] 16.212213 11.952463 19.922437 8.316061\n (between_SS \/ total_SS = 71.2%)\n\nAvailable components:\n\n[1] \"cluster\" \"centers\" \"totss\" \"withinss\" \"tot.withinss\" \"betweenss\"   \n[7] \"size\" \"iter\" \"ifault\"         \n<\/strong><\/pre>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Dari hasilnya kita dapat melihat bahwa:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><b>16<\/b> negara bagian ditugaskan ke cluster pertama<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>13<\/strong> negara bagian telah ditugaskan ke cluster kedua<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>13<\/strong> negara bagian telah ditugaskan ke cluster ketiga<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><b>8<\/b> negara bagian telah ditugaskan ke cluster keempat<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Kita juga dapat menambahkan penetapan klaster setiap negara bagian ke kumpulan data asli:<\/span><\/p>\n<pre style=\"background-color: #ececec; font-size: 15px;\"> <strong><span style=\"color: #008080;\">#add cluster assignment to original data\n<span style=\"color: #000000;\">final_data &lt;- cbind(USArrests, cluster = km$cluster)\n<\/span>\n#view final data\n<span style=\"color: #000000;\">head(final_data)\n\n\t<\/span><span style=\"color: #000000;\">Murder Assault UrbanPop<\/span> <span style=\"color: #000000;\">Rape<\/span> <span style=\"color: #000000;\">cluster\n\t\t\t\t\nAlabama<\/span> <span style=\"color: #000000;\">13.2<\/span> <span style=\"color: #000000;\">236 58<\/span> <span style=\"color: #000000;\">21.2<\/span> <span style=\"color: #000000;\">4\nAlaska<\/span> <span style=\"color: #000000;\">10.0 263 48<\/span> <span style=\"color: #000000;\">44.5<\/span> <span style=\"color: #000000;\">2\nArizona<\/span> <span style=\"color: #000000;\">8.1 294 80<\/span> <span style=\"color: #000000;\">31.0<\/span> <span style=\"color: #000000;\">2\nArkansas<\/span> <span style=\"color: #000000;\">8.8 190 50<\/span> <span style=\"color: #000000;\">19.5<\/span> <span style=\"color: #000000;\">4\nCalifornia<\/span> <span style=\"color: #000000;\">9.0 276 91<\/span> <span style=\"color: #000000;\">40.6<\/span> <span style=\"color: #000000;\">2\nColorado<\/span> <span style=\"color: #000000;\">7.9 204 78<\/span> <span style=\"color: #000000;\">38.7<\/span> <span style=\"color: #000000;\">2\n<\/span><\/span><\/strong><\/pre>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Setiap observasi dari database asli ditempatkan ke dalam salah satu dari empat kelompok.<\/span><\/p>\n<h2> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Sumber daya tambahan<\/strong><\/span><\/h2>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Tutorial berikut memberikan contoh langkah demi langkah tentang cara menjalankan berbagai algoritma clustering di R:<\/span><\/p>\n<p> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/k-berarti-mengelompokkan-dalam-r\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Pengelompokan K-Means di R: Contoh Langkah-demi-Langkah<\/a><br \/> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/k-medoid-di-sungai\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Pengelompokan K-Medoids di R: Contoh Langkah-demi-Langkah<\/a><br \/> Pengelompokan Hierarki di R: Contoh Langkah-demi-Langkah<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Salah satu algoritma pengelompokan yang paling umum digunakan dalam pembelajaran mesin dikenal sebagai pengelompokan k-means . K-means clustering adalah teknik di mana kita menempatkan setiap observasi dari suatu dataset ke dalam salah satu K cluster. Tujuan akhirnya adalah untuk memiliki K cluster dimana pengamatan dalam setiap cluster cukup mirip satu sama lain, sedangkan observasi dalam [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[11],"tags":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v21.5 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Cara menggunakan metode Elbow di R untuk menemukan cluster yang optimal - Statorials<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Tutorial ini menjelaskan cara melakukan metode siku di R untuk menemukan jumlah cluster optimal untuk digunakan dalam algoritma clustering.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/metode-siku-di-sungai\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Cara menggunakan metode Elbow di R untuk menemukan cluster yang optimal - Statorials\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Tutorial ini menjelaskan cara melakukan metode siku di R untuk menemukan jumlah cluster optimal untuk digunakan dalam algoritma clustering.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/statorials.org\/id\/metode-siku-di-sungai\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Statorials\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2023-07-16T12:08:13+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/kmmoyenne1.png\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Benjamin anderson\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Benjamin anderson\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/metode-siku-di-sungai\/\",\"url\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/metode-siku-di-sungai\/\",\"name\":\"Cara menggunakan metode Elbow di R untuk menemukan cluster yang optimal - Statorials\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#website\"},\"datePublished\":\"2023-07-16T12:08:13+00:00\",\"dateModified\":\"2023-07-16T12:08:13+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81\"},\"description\":\"Tutorial ini menjelaskan cara melakukan metode siku di R untuk menemukan jumlah cluster optimal untuk digunakan dalam algoritma clustering.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/metode-siku-di-sungai\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/statorials.org\/id\/metode-siku-di-sungai\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/metode-siku-di-sungai\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Cara menggunakan metode elbow di r untuk mencari cluster yang optimal\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/\",\"name\":\"Statorials\",\"description\":\"Panduan anda untuk kompetensi statistik!\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81\",\"name\":\"Benjamin anderson\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg\",\"contentUrl\":\"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg\",\"caption\":\"Benjamin anderson\"},\"description\":\"Halo, saya Benjamin, pensiunan profesor statistika yang menjadi guru Statorial yang berdedikasi. Dengan pengalaman dan keahlian yang luas di bidang statistika, saya ingin berbagi ilmu untuk memberdayakan mahasiswa melalui Statorials. Baca selengkapnya\",\"sameAs\":[\"http:\/\/statorials.org\/id\"]}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Cara menggunakan metode Elbow di R untuk menemukan cluster yang optimal - Statorials","description":"Tutorial ini menjelaskan cara melakukan metode siku di R untuk menemukan jumlah cluster optimal untuk digunakan dalam algoritma clustering.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/statorials.org\/id\/metode-siku-di-sungai\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Cara menggunakan metode Elbow di R untuk menemukan cluster yang optimal - Statorials","og_description":"Tutorial ini menjelaskan cara melakukan metode siku di R untuk menemukan jumlah cluster optimal untuk digunakan dalam algoritma clustering.","og_url":"https:\/\/statorials.org\/id\/metode-siku-di-sungai\/","og_site_name":"Statorials","article_published_time":"2023-07-16T12:08:13+00:00","og_image":[{"url":"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/kmmoyenne1.png"}],"author":"Benjamin anderson","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Benjamin anderson","Estimasi waktu membaca":"3 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/metode-siku-di-sungai\/","url":"https:\/\/statorials.org\/id\/metode-siku-di-sungai\/","name":"Cara menggunakan metode Elbow di R untuk menemukan cluster yang optimal - Statorials","isPartOf":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#website"},"datePublished":"2023-07-16T12:08:13+00:00","dateModified":"2023-07-16T12:08:13+00:00","author":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81"},"description":"Tutorial ini menjelaskan cara melakukan metode siku di R untuk menemukan jumlah cluster optimal untuk digunakan dalam algoritma clustering.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/metode-siku-di-sungai\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/statorials.org\/id\/metode-siku-di-sungai\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/metode-siku-di-sungai\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/statorials.org\/id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Cara menggunakan metode elbow di r untuk mencari cluster yang optimal"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#website","url":"https:\/\/statorials.org\/id\/","name":"Statorials","description":"Panduan anda untuk kompetensi statistik!","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/statorials.org\/id\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81","name":"Benjamin anderson","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/image\/","url":"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg","contentUrl":"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg","caption":"Benjamin anderson"},"description":"Halo, saya Benjamin, pensiunan profesor statistika yang menjadi guru Statorial yang berdedikasi. Dengan pengalaman dan keahlian yang luas di bidang statistika, saya ingin berbagi ilmu untuk memberdayakan mahasiswa melalui Statorials. Baca selengkapnya","sameAs":["http:\/\/statorials.org\/id"]}]}},"yoast_meta":{"yoast_wpseo_title":"","yoast_wpseo_metadesc":"","yoast_wpseo_canonical":""},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3621"}],"collection":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3621"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3621\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3621"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3621"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3621"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}