{"id":3811,"date":"2023-07-15T10:08:32","date_gmt":"2023-07-15T10:08:32","guid":{"rendered":"https:\/\/statorials.org\/id\/jejak-sisa-melengkung\/"},"modified":"2023-07-15T10:08:32","modified_gmt":"2023-07-15T10:08:32","slug":"jejak-sisa-melengkung","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/statorials.org\/id\/jejak-sisa-melengkung\/","title":{"rendered":"Cara menafsirkan plot sisa melengkung (dengan contoh)"},"content":{"rendered":"<p><\/p>\n<hr>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><strong>Plot sisa<\/strong> digunakan untuk menilai apakah <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/residu\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">sisa<\/a> model regresi berdistribusi normal dan menunjukkan heteroskedastisitas atau tidak.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Idealnya, Anda ingin titik-titik dalam plot sisa tersebar secara acak di sekitar nilai nol, tanpa pola yang jelas.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Jika Anda menemukan plot sisa yang titik plotnya memiliki pola melengkung, kemungkinan besar model regresi yang Anda tentukan untuk datanya tidak benar.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Dalam kebanyakan kasus, ini berarti Anda telah mencoba menyesuaikan model regresi linier dengan kumpulan data yang mengikuti tren kuadrat.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Contoh berikut menunjukkan cara menafsirkan (dan memperbaiki) plot sisa melengkung dalam praktiknya.<\/span><\/p>\n<h2> <strong>Contoh: Menafsirkan plot sisa yang melengkung<\/strong><\/h2>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Misalkan kita mengumpulkan data berikut mengenai jumlah jam kerja per minggu dan tingkat kebahagiaan yang dilaporkan (dalam skala 0 hingga 100) untuk 11 orang berbeda di sebuah kantor:<\/span> <\/p>\n<p><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\" wp-image-6954 aligncenter\" src=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/quadti1.png\" alt=\"\" width=\"163\" height=\"270\" srcset=\"\" sizes=\"\"><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Jika kita membuat diagram sebar sederhana antara jam kerja versus tingkat kebahagiaan, tampilannya akan seperti ini:<\/span> <\/p>\n<p><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\" wp-image-30896 aligncenter\" src=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/courbe1.jpg\" alt=\"\" width=\"571\" height=\"354\" srcset=\"\" sizes=\"\"><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Sekarang anggaplah kita ingin menyesuaikan model regresi menggunakan jam kerja untuk memprediksi tingkat kebahagiaan.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Kode berikut menunjukkan cara menyesuaikan <strong>model regresi linier sederhana<\/strong> ke kumpulan data ini dan menghasilkan plot sisa di R:<\/span> <\/p>\n<pre style=\"background-color: #e5e5e5; font-size: 15px;\"> <span style=\"color: #000000;\"><strong><span style=\"color: #008080;\">#create dataframe\n<\/span>df &lt;- data. <span style=\"color: #3366ff;\">frame<\/span> (hours=c(6, 9, 12, 14, 30, 35, 40, 47, 51, 55, 60),\n                 happiness=c(14, 28, 50, 70, 89, 94, 90, 75, 59, 44, 27))\n<span style=\"color: #008080;\">#fit linear regression model\n<\/span>linear_model &lt;- lm(happiness ~ hours, data=df)\n\n<span style=\"color: #008080;\">#get list of residuals \n<\/span>res &lt;- resid(linear_model)\n\n<span style=\"color: #008080;\">#produce residual vs. fitted plot\n<\/span>plot(fitted(linear_model), res, xlab=' <span style=\"color: #ff0000;\">Fitted Values<\/span> ', ylab=' <span style=\"color: #ff0000;\">Residuals<\/span> ')\n\n<span style=\"color: #008080;\">#add a horizontal line at 0 \n<\/span>abline(0,0)\n<\/strong><\/span><\/pre>\n<p><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\"aligncenter wp-image-30897\" src=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/courbe2.jpg\" alt=\"plot sisa melengkung\" width=\"475\" height=\"435\" srcset=\"\" sizes=\"\"><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Sumbu x menampilkan nilai yang dipasang dan sumbu y menampilkan residu.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Dari grafik tersebut terlihat adanya pola melengkung pada residu yang menunjukkan bahwa model regresi linier tidak memberikan kecocokan yang sesuai dengan kumpulan data tersebut.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Kode berikut menunjukkan cara menyesuaikan <strong>model regresi kuadratik<\/strong> dengan kumpulan data ini dan menghasilkan plot sisa di R:<\/span> <\/p>\n<pre style=\"background-color: #e5e5e5; font-size: 15px;\"> <span style=\"color: #000000;\"><strong><span style=\"color: #008080;\">#create dataframe\n<\/span>df &lt;- data. <span style=\"color: #3366ff;\">frame<\/span> (hours=c(6, 9, 12, 14, 30, 35, 40, 47, 51, 55, 60),\n                 happiness=c(14, 28, 50, 70, 89, 94, 90, 75, 59, 44, 27))\n<span style=\"color: #008080;\">#define quadratic term to use in model\n<span style=\"color: #000000;\">df$hours2 &lt;- df$hours^2\n\n<span style=\"color: #008080;\">#fit quadratic regression model\n<\/span>quadratic_model &lt;- lm(happiness ~ hours + hours2, data=df)\n\n<span style=\"color: #008080;\">#get list of residuals \n<\/span>res &lt;- resid(quadratic_model)\n\n<span style=\"color: #008080;\">#produce residual vs. fitted plot\n<\/span>plot(fitted(quadratic_model), res, xlab=' <span style=\"color: #ff0000;\">Fitted Values<\/span> ', ylab=' <span style=\"color: #ff0000;\">Residuals<\/span> ')\n\n<span style=\"color: #008080;\">#add a horizontal line at 0 \n<\/span>abline(0,0)<\/span><\/span><\/strong><\/span> <\/pre>\n<p><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\" wp-image-30898 aligncenter\" src=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/courbe3.jpg\" alt=\"\" width=\"477\" height=\"437\" srcset=\"\" sizes=\"\"><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Sekali lagi, sumbu x menunjukkan nilai yang dipasang dan sumbu y menunjukkan residu.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Dari plot tersebut terlihat bahwa residu tersebar secara acak di sekitar nol dan tidak ada tren yang jelas pada residu tersebut.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Hal ini menunjukkan bahwa model regresi kuadratik melakukan tugasnya jauh lebih baik dalam menyesuaikan kumpulan data dibandingkan model regresi linier.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Hal ini masuk akal mengingat kita melihat bahwa hubungan sebenarnya antara jam kerja dan tingkat kebahagiaan tampak bersifat kuadratik dan bukan linier.<\/span><\/p>\n<h2> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Sumber daya tambahan<\/strong><\/span><\/h2>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Tutorial berikut menjelaskan cara membuat plot sisa menggunakan perangkat lunak statistik yang berbeda:<\/span><\/p>\n<p> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/grafis-sisa-dengan-tangan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Cara Membuat Jalur Sisa dengan Tangan<\/a><br \/> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/sisa-jejak-r\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Cara membuat plot sisa di R<\/a><br \/> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/cara-membuat-sisa-jejak-di-excel\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Cara Membuat Plot Sisa di Excel<\/a><br \/> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/grafik-sisa-python\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Cara Membuat Plot Sisa dengan Python<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Plot sisa digunakan untuk menilai apakah sisa model regresi berdistribusi normal dan menunjukkan heteroskedastisitas atau tidak. Idealnya, Anda ingin titik-titik dalam plot sisa tersebar secara acak di sekitar nilai nol, tanpa pola yang jelas. Jika Anda menemukan plot sisa yang titik plotnya memiliki pola melengkung, kemungkinan besar model regresi yang Anda tentukan untuk datanya tidak [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[11],"tags":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v21.5 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Bagaimana menafsirkan plot sisa yang melengkung (dengan contoh) - Statologi<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Tutorial ini menjelaskan cara menafsirkan plot sisa melengkung, dengan sebuah contoh.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/jejak-sisa-melengkung\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Bagaimana menafsirkan plot sisa yang melengkung (dengan contoh) - Statologi\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Tutorial ini menjelaskan cara menafsirkan plot sisa melengkung, dengan sebuah contoh.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/statorials.org\/id\/jejak-sisa-melengkung\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Statorials\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2023-07-15T10:08:32+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/quadti1.png\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Benjamin anderson\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Benjamin anderson\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"2 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/jejak-sisa-melengkung\/\",\"url\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/jejak-sisa-melengkung\/\",\"name\":\"Bagaimana menafsirkan plot sisa yang melengkung (dengan contoh) - Statologi\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#website\"},\"datePublished\":\"2023-07-15T10:08:32+00:00\",\"dateModified\":\"2023-07-15T10:08:32+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81\"},\"description\":\"Tutorial ini menjelaskan cara menafsirkan plot sisa melengkung, dengan sebuah contoh.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/jejak-sisa-melengkung\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/statorials.org\/id\/jejak-sisa-melengkung\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/jejak-sisa-melengkung\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Cara menafsirkan plot sisa melengkung (dengan contoh)\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/\",\"name\":\"Statorials\",\"description\":\"Panduan anda untuk kompetensi statistik!\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81\",\"name\":\"Benjamin anderson\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg\",\"contentUrl\":\"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg\",\"caption\":\"Benjamin anderson\"},\"description\":\"Halo, saya Benjamin, pensiunan profesor statistika yang menjadi guru Statorial yang berdedikasi. Dengan pengalaman dan keahlian yang luas di bidang statistika, saya ingin berbagi ilmu untuk memberdayakan mahasiswa melalui Statorials. Baca selengkapnya\",\"sameAs\":[\"http:\/\/statorials.org\/id\"]}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Bagaimana menafsirkan plot sisa yang melengkung (dengan contoh) - Statologi","description":"Tutorial ini menjelaskan cara menafsirkan plot sisa melengkung, dengan sebuah contoh.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/statorials.org\/id\/jejak-sisa-melengkung\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Bagaimana menafsirkan plot sisa yang melengkung (dengan contoh) - Statologi","og_description":"Tutorial ini menjelaskan cara menafsirkan plot sisa melengkung, dengan sebuah contoh.","og_url":"https:\/\/statorials.org\/id\/jejak-sisa-melengkung\/","og_site_name":"Statorials","article_published_time":"2023-07-15T10:08:32+00:00","og_image":[{"url":"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/quadti1.png"}],"author":"Benjamin anderson","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Benjamin anderson","Estimasi waktu membaca":"2 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/jejak-sisa-melengkung\/","url":"https:\/\/statorials.org\/id\/jejak-sisa-melengkung\/","name":"Bagaimana menafsirkan plot sisa yang melengkung (dengan contoh) - Statologi","isPartOf":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#website"},"datePublished":"2023-07-15T10:08:32+00:00","dateModified":"2023-07-15T10:08:32+00:00","author":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81"},"description":"Tutorial ini menjelaskan cara menafsirkan plot sisa melengkung, dengan sebuah contoh.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/jejak-sisa-melengkung\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/statorials.org\/id\/jejak-sisa-melengkung\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/jejak-sisa-melengkung\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/statorials.org\/id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Cara menafsirkan plot sisa melengkung (dengan contoh)"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#website","url":"https:\/\/statorials.org\/id\/","name":"Statorials","description":"Panduan anda untuk kompetensi statistik!","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/statorials.org\/id\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81","name":"Benjamin anderson","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/image\/","url":"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg","contentUrl":"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg","caption":"Benjamin anderson"},"description":"Halo, saya Benjamin, pensiunan profesor statistika yang menjadi guru Statorial yang berdedikasi. Dengan pengalaman dan keahlian yang luas di bidang statistika, saya ingin berbagi ilmu untuk memberdayakan mahasiswa melalui Statorials. Baca selengkapnya","sameAs":["http:\/\/statorials.org\/id"]}]}},"yoast_meta":{"yoast_wpseo_title":"","yoast_wpseo_metadesc":"","yoast_wpseo_canonical":""},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3811"}],"collection":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3811"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3811\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3811"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3811"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3811"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}