{"id":3909,"date":"2023-07-14T20:04:35","date_gmt":"2023-07-14T20:04:35","guid":{"rendered":"https:\/\/statorials.org\/id\/kesalahan-standar-yang-kuat-di-r\/"},"modified":"2023-07-14T20:04:35","modified_gmt":"2023-07-14T20:04:35","slug":"kesalahan-standar-yang-kuat-di-r","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/statorials.org\/id\/kesalahan-standar-yang-kuat-di-r\/","title":{"rendered":"Cara menghitung kesalahan standar yang kuat di r"},"content":{"rendered":"<p><\/p>\n<hr>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Salah satu <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/asumsi-regresi-linier\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">asumsi regresi linier<\/a> adalah bahwa <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/residu\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">residu<\/a> model tersebar secara merata di setiap level variabel prediktor.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Jika asumsi ini tidak terpenuhi maka dikatakan terjadi <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/regresi-heteroskedastisitas\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">heteroskedastisitas<\/a> dalam model regresi.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Jika hal ini terjadi, kesalahan standar koefisien regresi model menjadi tidak dapat diandalkan.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Untuk memperhitungkan hal ini, kita dapat menghitung <strong>kesalahan standar yang kuat<\/strong> , yang &#8220;kuat&#8221; terhadap heteroskedastisitas dan dapat memberi kita gambaran yang lebih baik tentang nilai kesalahan standar yang sebenarnya untuk koefisien regresi.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Contoh berikut menunjukkan cara menghitung kesalahan standar yang kuat untuk model regresi di R.<\/span><\/p>\n<h2> <strong>Contoh: menghitung kesalahan standar yang kuat di R<\/strong><\/h2>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Misalkan kita memiliki kerangka data berikut di R yang berisi informasi tentang jam belajar dan nilai ujian yang diperoleh 20 siswa dalam satu kelas:<\/span><\/p>\n<pre style=\"background-color: #e5e5e5; font-size: 15px;\"> <strong><span style=\"color: #008080;\">#create data frame\n<\/span>df &lt;- data. <span style=\"color: #3366ff;\">frame<\/span> (hours=c(1, 1, 1, 1, 2, 2, 2, 3, 3, 3, 4,\n                         4, 5, 5, 5, 6, 6, 7, 7, 8),\n                 score=c(67, 68, 74, 70, 71, 75, 80, 70, 84, 72,\n                         88, 75, 95, 75, 99, 78, 99, 65, 96, 70))\n\n<span style=\"color: #008080;\">#view head of data frame\n<\/span>head(df)\n\n  hours score\n1 1 67\n2 1 68\n3 1 74\n4 1 70\n5 2 71\n6 2 75\n<\/strong><\/pre>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Kita dapat menggunakan fungsi <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/fungsi-lm-di-r\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">lm()<\/a> untuk menyesuaikan model regresi di R yang menggunakan <strong>jam<\/strong> sebagai variabel prediktor dan <strong>skor<\/strong> sebagai variabel respons:<\/span><\/p>\n<pre style=\"background-color: #e5e5e5; font-size: 15px;\"> <strong><span style=\"color: #008080;\">#fit regression model\n<\/span>fit &lt;- lm(score ~ hours, data=df)\n\n<span style=\"color: #008080;\">#view summary of model\n<\/span>summary(fit)\n\nCall:\nlm(formula = score ~ hours, data = df)\n\nResiduals:\n    Min 1Q Median 3Q Max \n-19,775 -5,298 -3,521 7,520 18,116 \n\nCoefficients:\n            Estimate Std. Error t value Pr(&gt;|t|)    \n(Intercept) 71.158 4.708 15.11 1.14e-11 ***\nhours 1.945 1.075 1.81 0.087 .  \n---\nSignificant. codes: 0 '***' 0.001 '**' 0.01 '*' 0.05 '.' 0.1 ' ' 1\n\nResidual standard error: 10.48 on 18 degrees of freedom\nMultiple R-squared: 0.154, Adjusted R-squared: 0.107 \nF-statistic: 3.278 on 1 and 18 DF, p-value: 0.08696<\/strong><\/pre>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Cara termudah untuk memeriksa secara visual apakah heteroskedastisitas merupakan masalah dalam model regresi adalah dengan membuat plot sisa:<\/span> <\/p>\n<pre style=\"background-color: #e5e5e5; font-size: 15px;\"> <strong><span style=\"color: #008080;\">#create residual vs. fitted plot\n<\/span>plot(fitted(fit), reside(fit))\n\n<span style=\"color: #008080;\">#add a horizontal line at y=0 \n<\/span>abline(0,0)<\/strong> <\/pre>\n<p><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\" wp-image-31443 aligncenter\" src=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/voler1.jpg\" alt=\"\" width=\"440\" height=\"403\" srcset=\"\" sizes=\"\"><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Sumbu x menunjukkan nilai yang sesuai dari variabel respons dan sumbu y menunjukkan residu yang sesuai.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Dari grafik kita dapat melihat bahwa varians dari residu meningkat seiring dengan meningkatnya nilai yang dipasang.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Hal ini menunjukkan bahwa heteroskedastisitas kemungkinan besar menjadi masalah dalam model regresi dan kesalahan standar ringkasan model tidak dapat diandalkan.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Untuk menghitung kesalahan standar yang kuat, kita dapat menggunakan fungsi <strong>coeftest()<\/strong> dari paket <strong>lmtest<\/strong> dan fungsi <strong>vcovHC()<\/strong> dari paket <strong>sandwich<\/strong> sebagai berikut:<\/span><\/p>\n<pre style=\"background-color: #e5e5e5; font-size: 15px;\"> <strong><span style=\"color: #008000;\">library<\/span> (lmtest)\n<span style=\"color: #008000;\">library<\/span> (sandwich)\n\n<span style=\"color: #008080;\">#calculate robust standard errors for model coefficients\n<\/span>coeftest(fit, vcov = vcovHC(fit, type = ' <span style=\"color: #ff0000;\">HC0<\/span> '))\n\nt test of coefficients:\n\n            Estimate Std. Error t value Pr(&gt;|t|)    \n(Intercept) 71.1576 3.3072 21.5160 2.719e-14 ***\nhours 1.9454 1.2072 1.6115 0.1245    \n---\nSignificant. codes: 0 '***' 0.001 '**' 0.01 '*' 0.05 '.' 0.1 ' ' 1\n<\/strong><\/pre>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Perhatikan bahwa kesalahan standar untuk variabel prediktor <strong>jam kerja<\/strong> meningkat dari 1,075 pada ringkasan model sebelumnya menjadi 1,2072 dalam ringkasan model ini.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Karena terdapat heteroskedastisitas dalam model regresi asli, estimasi kesalahan standar ini lebih dapat diandalkan dan sebaiknya digunakan saat menghitung interval kepercayaan untuk variabel prediktor <strong>jam<\/strong> .<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Catatan<\/strong> : Jenis perkiraan yang paling umum untuk dihitung dalam fungsi <strong>vcovHC()<\/strong> adalah &#8216;HC0&#8217;, namun Anda dapat merujuk ke <a href=\"https:\/\/www.rdocumentation.org\/packages\/sandwich\/versions\/3.0-2\/topics\/vcovHC\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">dokumentasi<\/a> untuk menemukan jenis perkiraan lainnya.<\/span><\/p>\n<h2> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Sumber daya tambahan<\/strong><\/span><\/h2>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Tutorial berikut menjelaskan cara melakukan tugas umum lainnya di R:<\/span><\/p>\n<p> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/tes-putih-di-sungai\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Bagaimana melakukan uji White untuk heteroskedastisitas di R<\/a><br \/> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/menafsirkan-keluaran-regresi-di-r\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Bagaimana menginterpretasikan keluaran regresi linier di R<\/a><br \/> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/sisa-jejak-r\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Cara membuat plot sisa di R<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Salah satu asumsi regresi linier adalah bahwa residu model tersebar secara merata di setiap level variabel prediktor. Jika asumsi ini tidak terpenuhi maka dikatakan terjadi heteroskedastisitas dalam model regresi. Jika hal ini terjadi, kesalahan standar koefisien regresi model menjadi tidak dapat diandalkan. Untuk memperhitungkan hal ini, kita dapat menghitung kesalahan standar yang kuat , yang [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[11],"tags":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v21.5 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Cara menghitung kesalahan standar yang kuat di R - Statorials<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Tutorial ini menjelaskan cara menghitung kesalahan standar yang kuat di R, dengan sebuah contoh.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/kesalahan-standar-yang-kuat-di-r\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Cara menghitung kesalahan standar yang kuat di R - Statorials\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Tutorial ini menjelaskan cara menghitung kesalahan standar yang kuat di R, dengan sebuah contoh.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/statorials.org\/id\/kesalahan-standar-yang-kuat-di-r\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Statorials\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2023-07-14T20:04:35+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/voler1.jpg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Benjamin anderson\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Benjamin anderson\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"2 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/kesalahan-standar-yang-kuat-di-r\/\",\"url\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/kesalahan-standar-yang-kuat-di-r\/\",\"name\":\"Cara menghitung kesalahan standar yang kuat di R - Statorials\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#website\"},\"datePublished\":\"2023-07-14T20:04:35+00:00\",\"dateModified\":\"2023-07-14T20:04:35+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81\"},\"description\":\"Tutorial ini menjelaskan cara menghitung kesalahan standar yang kuat di R, dengan sebuah contoh.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/kesalahan-standar-yang-kuat-di-r\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/statorials.org\/id\/kesalahan-standar-yang-kuat-di-r\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/kesalahan-standar-yang-kuat-di-r\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Cara menghitung kesalahan standar yang kuat di r\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/\",\"name\":\"Statorials\",\"description\":\"Panduan anda untuk kompetensi statistik!\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81\",\"name\":\"Benjamin anderson\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg\",\"contentUrl\":\"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg\",\"caption\":\"Benjamin anderson\"},\"description\":\"Halo, saya Benjamin, pensiunan profesor statistika yang menjadi guru Statorial yang berdedikasi. Dengan pengalaman dan keahlian yang luas di bidang statistika, saya ingin berbagi ilmu untuk memberdayakan mahasiswa melalui Statorials. Baca selengkapnya\",\"sameAs\":[\"http:\/\/statorials.org\/id\"]}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Cara menghitung kesalahan standar yang kuat di R - Statorials","description":"Tutorial ini menjelaskan cara menghitung kesalahan standar yang kuat di R, dengan sebuah contoh.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/statorials.org\/id\/kesalahan-standar-yang-kuat-di-r\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Cara menghitung kesalahan standar yang kuat di R - Statorials","og_description":"Tutorial ini menjelaskan cara menghitung kesalahan standar yang kuat di R, dengan sebuah contoh.","og_url":"https:\/\/statorials.org\/id\/kesalahan-standar-yang-kuat-di-r\/","og_site_name":"Statorials","article_published_time":"2023-07-14T20:04:35+00:00","og_image":[{"url":"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/voler1.jpg"}],"author":"Benjamin anderson","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Benjamin anderson","Estimasi waktu membaca":"2 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/kesalahan-standar-yang-kuat-di-r\/","url":"https:\/\/statorials.org\/id\/kesalahan-standar-yang-kuat-di-r\/","name":"Cara menghitung kesalahan standar yang kuat di R - Statorials","isPartOf":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#website"},"datePublished":"2023-07-14T20:04:35+00:00","dateModified":"2023-07-14T20:04:35+00:00","author":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81"},"description":"Tutorial ini menjelaskan cara menghitung kesalahan standar yang kuat di R, dengan sebuah contoh.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/kesalahan-standar-yang-kuat-di-r\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/statorials.org\/id\/kesalahan-standar-yang-kuat-di-r\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/kesalahan-standar-yang-kuat-di-r\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/statorials.org\/id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Cara menghitung kesalahan standar yang kuat di r"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#website","url":"https:\/\/statorials.org\/id\/","name":"Statorials","description":"Panduan anda untuk kompetensi statistik!","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/statorials.org\/id\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81","name":"Benjamin anderson","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/image\/","url":"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg","contentUrl":"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg","caption":"Benjamin anderson"},"description":"Halo, saya Benjamin, pensiunan profesor statistika yang menjadi guru Statorial yang berdedikasi. Dengan pengalaman dan keahlian yang luas di bidang statistika, saya ingin berbagi ilmu untuk memberdayakan mahasiswa melalui Statorials. Baca selengkapnya","sameAs":["http:\/\/statorials.org\/id"]}]}},"yoast_meta":{"yoast_wpseo_title":"","yoast_wpseo_metadesc":"","yoast_wpseo_canonical":""},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3909"}],"collection":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3909"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3909\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3909"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3909"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3909"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}