{"id":4028,"date":"2023-07-14T02:03:32","date_gmt":"2023-07-14T02:03:32","guid":{"rendered":"https:\/\/statorials.org\/id\/r-mikrobenchmark\/"},"modified":"2023-07-14T02:03:32","modified_gmt":"2023-07-14T02:03:32","slug":"r-mikrobenchmark","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/statorials.org\/id\/r-mikrobenchmark\/","title":{"rendered":"A: cara menggunakan paket microbenchmark untuk mengukur waktu eksekusi"},"content":{"rendered":"<p><\/p>\n<hr>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Anda dapat menggunakan paket <strong>microbenchmark<\/strong> di R untuk membandingkan waktu eksekusi ekspresi yang berbeda.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Anda dapat menggunakan sintaks berikut untuk melakukan ini:<\/span><\/p>\n<pre style=\"background-color: #ececec; font-size: 15px;\"> <strong><span style=\"color: #008000;\">library<\/span> (microbenchmark)\n\n<span style=\"color: #008080;\">#compare execution time of two different expressions\n<\/span>microbenchmark(\n  expression1,\n  expression2)\n)\n<\/strong><\/pre>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Contoh berikut menunjukkan cara menggunakan sintaksis ini dalam praktiknya.<\/span><\/p>\n<h2> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Contoh: Menggunakan microbenchmark() di R<\/strong><\/span><\/h2>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Misalkan kita memiliki kerangka data berikut di R yang berisi informasi tentang poin yang dicetak oleh pemain di berbagai tim bola basket:<\/span><\/p>\n<pre style=\"background-color: #ececec; font-size: 15px;\"> <strong><span style=\"color: #008000;\"><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"color: #008080;\">#make this example reproducible\n<\/span>set. <span style=\"color: #3366ff;\">seed<\/span> ( <span style=\"color: #008000;\">1<\/span> )\n\n<span style=\"color: #008080;\">#create data frame\n<\/span>df &lt;- data. <span style=\"color: #3366ff;\">frame<\/span> (team=rep(c(' <span style=\"color: #ff0000;\">A<\/span> ', ' <span style=\"color: #ff0000;\">B<\/span> '), each= <span style=\"color: #008000;\">500<\/span> ),\n                 points=rnorm( <span style=\"color: #008000;\">1000<\/span> , mean= <span style=\"color: #008000;\">20<\/span> ))\n\n<span style=\"color: #008080;\">#view data frame\n<\/span>head(df)\n\n  team points\n1 A 19.37355\n2 A 20.18364\n3 A 19.16437\n4 A 21.59528\n5 A 20.32951\n6 A 19.17953\n<\/span><\/span><\/strong><\/pre>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Sekarang misalkan kita ingin menghitung rata-rata poin yang dicetak oleh pemain di setiap tim menggunakan dua metode berbeda:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Metode 1<\/strong> : Gunakan <strong>Agregat()<\/strong> dari Basis R<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Metode 2<\/strong> : Gunakan <strong>group_by()<\/strong> dan <strong>summarise_at()<\/strong> dari dplyr<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Kita dapat menggunakan fungsi <strong>microbenchmark()<\/strong> untuk mengukur waktu yang diperlukan untuk mengeksekusi setiap ekspresi berikut:<\/span><\/p>\n<pre style=\"background-color: #ececec; font-size: 15px;\"> <strong><span style=\"color: #008000;\">library<\/span> (microbenchmark)\n<span style=\"color: #008000;\">library<\/span> (dplyr)\n\n<span style=\"color: #008080;\">#time how long it takes to calculate mean value of points by team\n<\/span>microbenchmark(\n  aggregate(df$points, list(df$team), FUN=mean),\n  df %&gt;% group_by(team) %&gt;% summarise_at(vars(points), list(name = mean))\n)\n\nUnit: milliseconds\n                                                                    express\n                         aggregate(df$points, list(df$team), FUN = mean)\n df %&gt;% group_by(team) %&gt;% summarise_at(vars(points), list(name = mean))\n      min lq mean median uq max neval cld\n 1.307908 1.524078 1.852167 1.743568 2.093813 4.67408 100 a \n 6.788584 7.810932 9.946286 8.914692 10.239904 56.20928 100 b\n<\/strong><\/pre>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Fungsi <strong>microbenchmark()<\/strong> menjalankan setiap ekspresi 100 kali dan mengukur metrik berikut:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>min<\/strong> : Waktu minimum yang diperlukan untuk eksekusi<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>lq<\/strong> : kuartil terbawah (persentil ke-25) waktu yang diperlukan untuk menyelesaikannya<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Mean<\/strong> : Rata-rata waktu yang dibutuhkan untuk eksekusi<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>median<\/strong> : Median waktu eksekusi<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>uq<\/strong> : kuartil atas (persentil ke-75) dari waktu yang dibutuhkan untuk mengeksekusi<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>max<\/strong> : Waktu maksimum yang diperlukan untuk eksekusi<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>neval<\/strong> : Berapa kali setiap ekspresi dievaluasi<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Biasanya, kami hanya melihat waktu rata-rata atau median yang diperlukan untuk mengeksekusi setiap ekspresi.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Dari hasilnya kita dapat melihat:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Dibutuhkan waktu rata-rata <strong>1,852 milidetik<\/strong> untuk menghitung rata-rata poin tim menggunakan metode berbasis R.<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Dibutuhkan waktu rata-rata <strong>9,946 milidetik<\/strong> untuk menghitung rata-rata poin per tim menggunakan metode dplyr.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Berdasarkan hasil ini, kami menyimpulkan bahwa metode basis R jauh lebih cepat.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Kita juga dapat menggunakan fungsi <strong>boxplot()<\/strong> untuk memvisualisasikan distribusi waktu yang diperlukan untuk mengeksekusi setiap ekspresi:<\/span> <\/p>\n<pre style=\"background-color: #ececec; font-size: 15px;\"> <strong><span style=\"color: #008000;\">library<\/span> (microbenchmark)\n<span style=\"color: #008000;\">library<\/span> (dplyr)\n\n<span style=\"color: #008080;\">#time how long it takes to calculate mean value of points by team\n<\/span>results &lt;- microbenchmark(\n  aggregate(df$points, list(df$team), FUN=mean),\n  df %&gt;% group_by(team) %&gt;% summarise_at(vars(points), list(name = mean))\n)\n\n<span style=\"color: #008080;\">#create boxplot to visualize results\n<\/span>boxplot(results, names=c(' <span style=\"color: #ff0000;\">Base R<\/span> ', ' <span style=\"color: #ff0000;\">dplyr<\/span> '))\n<\/strong><\/pre>\n<p><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\"aligncenter wp-image-32184\" src=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/micro1.jpg\" alt=\"Plot kotak paket microbenchmark menghasilkan R\" width=\"492\" height=\"448\" srcset=\"\" sizes=\"\"><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Dari box plot terlihat bahwa metode dplyr rata-rata membutuhkan waktu yang lebih lama untuk menghitung nilai rata-rata poin per tim.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Catatan<\/strong> : Dalam contoh ini, kami menggunakan fungsi <strong>microbenchmark()<\/strong> untuk membandingkan waktu eksekusi dua ekspresi berbeda, namun Anda dapat membandingkan ekspresi sebanyak yang Anda inginkan dalam praktiknya.<\/span><\/p>\n<h2> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Sumber daya tambahan<\/strong><\/span><\/h2>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Tutorial berikut menjelaskan cara melakukan tugas umum lainnya di R:<\/span><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/lingkungan-yang-jelas-di-sungai\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Cara membersihkan lingkungan di R<\/a><br \/> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/hapus-jejak-di-r\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Cara menghapus semua plot di RStudio<\/a><br \/> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/memuat-beberapa-paket-ke-r\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Cara memuat banyak paket di R<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Anda dapat menggunakan paket microbenchmark di R untuk membandingkan waktu eksekusi ekspresi yang berbeda. Anda dapat menggunakan sintaks berikut untuk melakukan ini: library (microbenchmark) #compare execution time of two different expressions microbenchmark( expression1, expression2) ) Contoh berikut menunjukkan cara menggunakan sintaksis ini dalam praktiknya. Contoh: Menggunakan microbenchmark() di R Misalkan kita memiliki kerangka data berikut [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[11],"tags":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v21.5 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>A: Cara menggunakan paket microbenchmark untuk mengukur waktu eksekusi - Statologi<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Tutorial ini menjelaskan cara menggunakan paket microbenchmark di R untuk menghitung waktu yang diperlukan untuk menjalankan berbagai fungsi, termasuk contohnya.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/r-mikrobenchmark\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"A: Cara menggunakan paket microbenchmark untuk mengukur waktu eksekusi - Statologi\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Tutorial ini menjelaskan cara menggunakan paket microbenchmark di R untuk menghitung waktu yang diperlukan untuk menjalankan berbagai fungsi, termasuk contohnya.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/statorials.org\/id\/r-mikrobenchmark\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Statorials\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2023-07-14T02:03:32+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/micro1.jpg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Benjamin anderson\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Benjamin anderson\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/r-mikrobenchmark\/\",\"url\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/r-mikrobenchmark\/\",\"name\":\"A: Cara menggunakan paket microbenchmark untuk mengukur waktu eksekusi - Statologi\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#website\"},\"datePublished\":\"2023-07-14T02:03:32+00:00\",\"dateModified\":\"2023-07-14T02:03:32+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81\"},\"description\":\"Tutorial ini menjelaskan cara menggunakan paket microbenchmark di R untuk menghitung waktu yang diperlukan untuk menjalankan berbagai fungsi, termasuk contohnya.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/r-mikrobenchmark\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/statorials.org\/id\/r-mikrobenchmark\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/r-mikrobenchmark\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"A: cara menggunakan paket microbenchmark untuk mengukur waktu eksekusi\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/\",\"name\":\"Statorials\",\"description\":\"Panduan anda untuk kompetensi statistik!\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81\",\"name\":\"Benjamin anderson\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg\",\"contentUrl\":\"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg\",\"caption\":\"Benjamin anderson\"},\"description\":\"Halo, saya Benjamin, pensiunan profesor statistika yang menjadi guru Statorial yang berdedikasi. Dengan pengalaman dan keahlian yang luas di bidang statistika, saya ingin berbagi ilmu untuk memberdayakan mahasiswa melalui Statorials. Baca selengkapnya\",\"sameAs\":[\"http:\/\/statorials.org\/id\"]}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"A: Cara menggunakan paket microbenchmark untuk mengukur waktu eksekusi - Statologi","description":"Tutorial ini menjelaskan cara menggunakan paket microbenchmark di R untuk menghitung waktu yang diperlukan untuk menjalankan berbagai fungsi, termasuk contohnya.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/statorials.org\/id\/r-mikrobenchmark\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"A: Cara menggunakan paket microbenchmark untuk mengukur waktu eksekusi - Statologi","og_description":"Tutorial ini menjelaskan cara menggunakan paket microbenchmark di R untuk menghitung waktu yang diperlukan untuk menjalankan berbagai fungsi, termasuk contohnya.","og_url":"https:\/\/statorials.org\/id\/r-mikrobenchmark\/","og_site_name":"Statorials","article_published_time":"2023-07-14T02:03:32+00:00","og_image":[{"url":"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/micro1.jpg"}],"author":"Benjamin anderson","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Benjamin anderson","Estimasi waktu membaca":"3 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/r-mikrobenchmark\/","url":"https:\/\/statorials.org\/id\/r-mikrobenchmark\/","name":"A: Cara menggunakan paket microbenchmark untuk mengukur waktu eksekusi - Statologi","isPartOf":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#website"},"datePublished":"2023-07-14T02:03:32+00:00","dateModified":"2023-07-14T02:03:32+00:00","author":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81"},"description":"Tutorial ini menjelaskan cara menggunakan paket microbenchmark di R untuk menghitung waktu yang diperlukan untuk menjalankan berbagai fungsi, termasuk contohnya.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/r-mikrobenchmark\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/statorials.org\/id\/r-mikrobenchmark\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/r-mikrobenchmark\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/statorials.org\/id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"A: cara menggunakan paket microbenchmark untuk mengukur waktu eksekusi"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#website","url":"https:\/\/statorials.org\/id\/","name":"Statorials","description":"Panduan anda untuk kompetensi statistik!","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/statorials.org\/id\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81","name":"Benjamin anderson","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/image\/","url":"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg","contentUrl":"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg","caption":"Benjamin anderson"},"description":"Halo, saya Benjamin, pensiunan profesor statistika yang menjadi guru Statorial yang berdedikasi. Dengan pengalaman dan keahlian yang luas di bidang statistika, saya ingin berbagi ilmu untuk memberdayakan mahasiswa melalui Statorials. Baca selengkapnya","sameAs":["http:\/\/statorials.org\/id"]}]}},"yoast_meta":{"yoast_wpseo_title":"","yoast_wpseo_metadesc":"","yoast_wpseo_canonical":""},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4028"}],"collection":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4028"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4028\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4028"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4028"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4028"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}