{"id":4175,"date":"2023-07-13T02:22:45","date_gmt":"2023-07-13T02:22:45","guid":{"rendered":"https:\/\/statorials.org\/id\/anova-dengan-atau-tanpa-replikasi\/"},"modified":"2023-07-13T02:22:45","modified_gmt":"2023-07-13T02:22:45","slug":"anova-dengan-atau-tanpa-replikasi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/statorials.org\/id\/anova-dengan-atau-tanpa-replikasi\/","title":{"rendered":"Anova dengan atau tanpa replikasi: apa bedanya?"},"content":{"rendered":"<p><\/p>\n<hr>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><strong>ANOVA dua arah<\/strong> digunakan untuk menentukan apakah dua variabel prediktor (atau \u201cfaktor\u201d) mempunyai pengaruh signifikan secara statistik terhadap variabel respon.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Ada dua jenis model ANOVA dua arah yang berbeda:<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>1. ANOVA dua arah tanpa replikasi<\/strong><\/span><\/p>\n<ul>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Untuk setiap kombinasi level variabel prediktor, <strong>hanya terdapat satu observasi<\/strong> .<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>2. ANOVA dua arah dengan replikasi<\/strong><\/span><\/p>\n<ul>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Untuk setiap kombinasi level variabel prediktor, <strong>terdapat beberapa observasi<\/strong> .<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Misalnya, seorang ahli botani mungkin ingin mengetahui apakah paparan sinar matahari (Tidak Ada, Rendah, Sedang, Tinggi) dan frekuensi penyiraman (Harian, Mingguan) memiliki pengaruh yang signifikan secara statistik terhadap pertumbuhan tanaman.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Dia dapat melakukan salah satu model ANOVA dua arah berikut:<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>1. ANOVA dua arah tanpa replikasi<\/strong><\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Dengan menggunakan pendekatan ini, ahli botani hanya akan mengukur pertumbuhan tanaman untuk setiap kombinasi tingkat sinar matahari dan frekuensi penyiraman.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Misalnya mengukur pertumbuhan tanaman yang tidak terkena sinar matahari dan disiram setiap hari.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Selanjutnya, dia mengukur pertumbuhan satu tanaman tanpa paparan sinar matahari dan penyiraman mingguan.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Dan seterusnya.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Tabel berikut menunjukkan seperti apa ANOVA dua arah tanpa replikasi:<\/span> <\/p>\n<p><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\"aligncenter wp-image-33081\" src=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/representant1.png\" alt=\"ANOVA dua arah tanpa replikasi\" width=\"443\" height=\"150\" srcset=\"\" sizes=\"\"><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Dari tabel kita dapat melihat:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Tanaman yang tidak terkena sinar matahari dan disiram setiap hari memiliki pertumbuhan <strong>4,8<\/strong> inci.<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Tanaman tanpa paparan sinar matahari dan tanpa penyiraman mingguan memiliki pertumbuhan <b>4,4<\/b> inci.<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Tanaman yang mendapat paparan sinar matahari rendah dan penyiraman setiap hari tumbuh <b>5<\/b> inci.<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Tanaman yang memiliki paparan sinar matahari rendah dan penyiraman mingguan tumbuh <strong>4,9<\/strong> inci.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Dan seterusnya.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>2. ANOVA dua arah dengan replikasi<\/strong><\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Dengan menggunakan pendekatan ini, ahli botani akan mengukur pertumbuhan beberapa tanaman untuk setiap kombinasi tingkat sinar matahari dan frekuensi penyiraman.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Misalnya, dapat mengukur pertumbuhan lima tanaman berbeda yang tidak terkena sinar matahari dan disiram setiap hari.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Selanjutnya, ia mengukur pertumbuhan lima tanaman lainnya tanpa paparan sinar matahari dan tanpa penyiraman mingguan.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Dan seterusnya.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Tabel berikut menunjukkan tampilan ANOVA dua arah dengan replikasi:<\/span> <\/p>\n<p><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\"aligncenter wp-image-33084\" src=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/representant2.png\" alt=\"ANOVA dua arah dengan replikasi\" width=\"439\" height=\"364\" srcset=\"\" sizes=\"\"><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Dari tabel kita dapat melihat:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Tanaman tanpa paparan sinar matahari dan penyiraman setiap hari memiliki pertumbuhan <strong>4,8<\/strong> inci.<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Tanaman lain yang tidak terkena sinar matahari dan disiram setiap hari memiliki pertumbuhan sebesar <strong>4,4<\/strong> inci.<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Tanaman lain yang tidak terkena sinar matahari dan disiram setiap hari memiliki pertumbuhan sebesar <strong>3,2<\/strong> inci.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Dan seterusnya.<\/span><\/p>\n<h2> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Perbedaan ANOVA dengan dan tanpa replikasi<\/strong><\/span><\/h2>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Perbedaan terbesar antara model ANOVA dengan replikasi dan model ANOVA tanpa replikasi adalah <strong>hanya dimungkinkan untuk mengukur pengaruh interaksi antara dua variabel prediktor dalam ANOVA dengan replikasi<\/strong> .<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Efek interaksi<\/strong> berarti terdapat beberapa jenis interaksi antara dua variabel prediktor, yang dapat mempengaruhi cara kita menafsirkan hubungan antara variabel prediktor dan variabel respon.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Misalnya, ahli botani mungkin ingin mengetahui apakah paparan sinar matahari dan frekuensi penyiraman mempengaruhi pertumbuhan tanaman.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Meskipun kedua variabel prediktor ini mungkin mempengaruhi pertumbuhan tanaman, namun tidak menutup kemungkinan keduanya saling berinteraksi.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Misalnya, paparan sinar matahari mungkin menyebabkan tanaman tumbuh dengan kecepatan berbeda tergantung pada apakah tanaman disiram setiap hari atau setiap minggu.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Dalam hal ini terdapat pengaruh interaksi antara paparan sinar matahari dan frekuensi penyiraman.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Namun, satu-satunya cara untuk mengukur efek interaksi adalah dengan memiliki beberapa ukuran untuk setiap kombinasi level variabel prediktor.<\/span><\/p>\n<h2> <span style=\"color: #000000;\"><strong>ANOVA dengan dan tanpa replikasi di Excel<\/strong><\/span><\/h2>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Jika kita melakukan <strong>ANOVA dua arah tanpa replikasi di Excel<\/strong> , maka hasilnya akan seperti berikut:<\/span> <\/p>\n<p><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\"aligncenter wp-image-33085\" src=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/representant3.png\" alt=\"ANOVA dua arah tanpa replikasi di Excel\" width=\"570\" height=\"149\" srcset=\"\" sizes=\"\"><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Karena nilai p pada tabel ANOVA untuk paparan sinar matahari dan frekuensi penyiraman kurang dari 0,05, kami menyimpulkan bahwa kedua variabel mempunyai pengaruh yang signifikan secara statistik terhadap pertumbuhan tanaman.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Namun perlu diperhatikan bahwa tidak ada istilah interaksi yang dimasukkan dalam tabel ANOVA, jadi kita tidak mengetahui apakah terdapat efek interaksi antara kedua variabel prediktor.<\/span><\/p>\n<p> Sebaliknya jika kita <span style=\"color: #000000;\">melakukan <strong>ANOVA dua arah dengan replikasi di Excel<\/strong> maka hasilnya akan terlihat seperti berikut:<\/span> <\/p>\n<p><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\"aligncenter wp-image-33086\" src=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/representant4.png\" alt=\"ANOVA dua arah dengan replikasi di Excel\" width=\"601\" height=\"187\" srcset=\"\" sizes=\"\"><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Perhatikan bahwa tabel ANOVA ini berisi nilai p untuk paparan sinar matahari, frekuensi penyiraman <em>, dan<\/em> efek interaksi antara kedua variabel prediktor tersebut.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Dari tabel tersebut terlihat bahwa frekuensi penyiraman tidak signifikan secara statistik, paparan sinar matahari <em>signifikan<\/em> secara statistik dan tidak terdapat efek interaksi antara kedua variabel prediktif yang tidak signifikan secara statistik.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Artinya, kita dapat menarik kesimpulan tentang pengaruh paparan sinar matahari terhadap pertumbuhan tanaman, <em>berapa pun frekuensi penyiramannya<\/em> .<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Terkait:<\/strong> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/anova-dua-arah-unggul\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Cara Melakukan ANOVA Dua Arah di Excel<\/a><\/span><\/p>\n<h2> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Sumber daya tambahan<\/strong><\/span><\/h2>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Tutorial berikut memberikan informasi tambahan tentang model ANOVA dua arah:<\/span><\/p>\n<p> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/anova-dua-arah-dengan-tangan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Cara Melakukan ANOVA Dua Arah Secara Manual<\/a><br \/> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/cara-melaporkan-hasil-anova-dua-arah\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Cara melaporkan hasil ANOVA dua arah<\/a><br \/> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/nilai-f-anova-dua-arah\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Cara menginterpretasikan nilai F dalam ANOVA dua arah<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>ANOVA dua arah digunakan untuk menentukan apakah dua variabel prediktor (atau \u201cfaktor\u201d) mempunyai pengaruh signifikan secara statistik terhadap variabel respon. Ada dua jenis model ANOVA dua arah yang berbeda: 1. ANOVA dua arah tanpa replikasi Untuk setiap kombinasi level variabel prediktor, hanya terdapat satu observasi . 2. ANOVA dua arah dengan replikasi Untuk setiap kombinasi [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[11],"tags":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v21.5 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>ANOVA dengan atau tanpa replikasi: apa bedanya? - Statologi<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Tutorial ini menjelaskan perbedaan ANOVA dua arah dengan atau tanpa replikasi, beserta contohnya.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/anova-dengan-atau-tanpa-replikasi\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"ANOVA dengan atau tanpa replikasi: apa bedanya? - Statologi\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Tutorial ini menjelaskan perbedaan ANOVA dua arah dengan atau tanpa replikasi, beserta contohnya.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/statorials.org\/id\/anova-dengan-atau-tanpa-replikasi\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Statorials\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2023-07-13T02:22:45+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/representant1.png\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Benjamin anderson\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Benjamin anderson\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/anova-dengan-atau-tanpa-replikasi\/\",\"url\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/anova-dengan-atau-tanpa-replikasi\/\",\"name\":\"ANOVA dengan atau tanpa replikasi: apa bedanya? - Statologi\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#website\"},\"datePublished\":\"2023-07-13T02:22:45+00:00\",\"dateModified\":\"2023-07-13T02:22:45+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81\"},\"description\":\"Tutorial ini menjelaskan perbedaan ANOVA dua arah dengan atau tanpa replikasi, beserta contohnya.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/anova-dengan-atau-tanpa-replikasi\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/statorials.org\/id\/anova-dengan-atau-tanpa-replikasi\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/anova-dengan-atau-tanpa-replikasi\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Anova dengan atau tanpa replikasi: apa bedanya?\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/\",\"name\":\"Statorials\",\"description\":\"Panduan anda untuk kompetensi statistik!\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81\",\"name\":\"Benjamin anderson\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg\",\"contentUrl\":\"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg\",\"caption\":\"Benjamin anderson\"},\"description\":\"Halo, saya Benjamin, pensiunan profesor statistika yang menjadi guru Statorial yang berdedikasi. Dengan pengalaman dan keahlian yang luas di bidang statistika, saya ingin berbagi ilmu untuk memberdayakan mahasiswa melalui Statorials. Baca selengkapnya\",\"sameAs\":[\"http:\/\/statorials.org\/id\"]}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"ANOVA dengan atau tanpa replikasi: apa bedanya? - Statologi","description":"Tutorial ini menjelaskan perbedaan ANOVA dua arah dengan atau tanpa replikasi, beserta contohnya.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/statorials.org\/id\/anova-dengan-atau-tanpa-replikasi\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"ANOVA dengan atau tanpa replikasi: apa bedanya? - Statologi","og_description":"Tutorial ini menjelaskan perbedaan ANOVA dua arah dengan atau tanpa replikasi, beserta contohnya.","og_url":"https:\/\/statorials.org\/id\/anova-dengan-atau-tanpa-replikasi\/","og_site_name":"Statorials","article_published_time":"2023-07-13T02:22:45+00:00","og_image":[{"url":"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/representant1.png"}],"author":"Benjamin anderson","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Benjamin anderson","Estimasi waktu membaca":"3 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/anova-dengan-atau-tanpa-replikasi\/","url":"https:\/\/statorials.org\/id\/anova-dengan-atau-tanpa-replikasi\/","name":"ANOVA dengan atau tanpa replikasi: apa bedanya? - Statologi","isPartOf":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#website"},"datePublished":"2023-07-13T02:22:45+00:00","dateModified":"2023-07-13T02:22:45+00:00","author":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81"},"description":"Tutorial ini menjelaskan perbedaan ANOVA dua arah dengan atau tanpa replikasi, beserta contohnya.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/anova-dengan-atau-tanpa-replikasi\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/statorials.org\/id\/anova-dengan-atau-tanpa-replikasi\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/anova-dengan-atau-tanpa-replikasi\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/statorials.org\/id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Anova dengan atau tanpa replikasi: apa bedanya?"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#website","url":"https:\/\/statorials.org\/id\/","name":"Statorials","description":"Panduan anda untuk kompetensi statistik!","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/statorials.org\/id\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81","name":"Benjamin anderson","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/image\/","url":"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg","contentUrl":"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg","caption":"Benjamin anderson"},"description":"Halo, saya Benjamin, pensiunan profesor statistika yang menjadi guru Statorial yang berdedikasi. Dengan pengalaman dan keahlian yang luas di bidang statistika, saya ingin berbagi ilmu untuk memberdayakan mahasiswa melalui Statorials. Baca selengkapnya","sameAs":["http:\/\/statorials.org\/id"]}]}},"yoast_meta":{"yoast_wpseo_title":"","yoast_wpseo_metadesc":"","yoast_wpseo_canonical":""},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4175"}],"collection":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4175"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4175\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4175"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4175"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4175"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}