{"id":4267,"date":"2023-07-12T10:05:09","date_gmt":"2023-07-12T10:05:09","guid":{"rendered":"https:\/\/statorials.org\/id\/bagian-lm-di-r\/"},"modified":"2023-07-12T10:05:09","modified_gmt":"2023-07-12T10:05:09","slug":"bagian-lm-di-r","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/statorials.org\/id\/bagian-lm-di-r\/","title":{"rendered":"Cara menggunakan subset bingkai data dengan fungsi lm() di r"},"content":{"rendered":"<p><\/p>\n<hr>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Anda dapat menggunakan argumen <strong>subset<\/strong> untuk hanya menggunakan subset bingkai data saat menggunakan fungsi <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/fungsi-lm-di-r\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">lm()<\/a> agar sesuai dengan model regresi di R:<\/span><\/p>\n<pre style=\"background-color: #ececec; font-size: 15px;\"> <strong><span style=\"color: #000000;\">fit &lt;- lm(points ~ fouls + minutes, data=df, subset=(minutes&gt;<\/span> <span style=\"color: #008000;\">10<\/span> <span style=\"color: #000000;\">))<\/span><\/strong><\/pre>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Contoh khusus ini sesuai dengan model regresi yang menggunakan <strong>poin<\/strong> sebagai variabel respons dan <strong>jumlah orang<\/strong> serta <strong>menit<\/strong> sebagai variabel prediktor.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Argumen <strong>subset<\/strong> menetapkan bahwa hanya baris dalam bingkai data yang variabel <strong>menitnya<\/strong> lebih besar dari 10 yang boleh digunakan saat menyesuaikan model regresi.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Contoh berikut menunjukkan cara menggunakan sintaksis ini dalam praktiknya.<\/span><\/p>\n<h2> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Contoh: Cara menggunakan subset bingkai data dengan lm() di R<\/strong><\/span><\/h2>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Misalkan kita memiliki kerangka data berikut di R yang berisi informasi tentang menit bermain, total pelanggaran, dan total poin yang dicetak oleh 10 pemain bola basket:<\/span><\/p>\n<pre style=\"background-color: #ececec; font-size: 15px;\"> <strong><span style=\"color: #008080;\">#create data frame\n<\/span>df &lt;- data. <span style=\"color: #3366ff;\">frame<\/span> (minutes=c(5, 10, 13, 14, 20, 22, 26, 34, 38, 40),\n                 fouls=c(5, 5, 3, 4, 2, 1, 3, 2, 1, 1),\n                 points=c(6, 8, 8, 7, 14, 10, 22, 24, 28, 30))\n\n<span style=\"color: #008080;\">#view data frame\n<\/span>df\n\n   minutes fouls points\n1 5 5 6\n2 10 5 8\n3 13 3 8\n4 14 4 7\n5 20 2 14\n6 22 1 10\n7 26 3 22\n8 34 2 24\n9 38 1 28\n10 40 1 30<\/strong><\/pre>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Misalkan kita ingin menyesuaikan model regresi linier berganda berikut:<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>poin = \u03b2 <sub>0<\/sub> + \u03b2 <sub>1<\/sub> (menit) + \u03b2 <sub>2<\/sub> (pelanggaran)<\/strong><\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Namun, misalkan kita hanya ingin menggunakan baris dalam bingkai data yang variabel <strong>menitnya<\/strong> lebih besar dari 10.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Kita dapat menggunakan fungsi <strong>lm()<\/strong> dengan argumen <strong>subset<\/strong> agar sesuai dengan model regresi ini:<\/span><\/p>\n<pre style=\"background-color: #ececec; font-size: 15px;\"> <strong><span style=\"color: #008080;\">#fit multiple linear regression model (only for rows where minutes&gt;10)\n<\/span><\/strong><strong><span style=\"color: #000000;\">fit &lt;- lm(points ~ fouls + minutes, data=df, subset=(minutes&gt;<\/span> <span style=\"color: #008000;\">10<\/span> <span style=\"color: #000000;\">))\n\n<span style=\"color: #008080;\">#view model summary<\/span>\nsummary(fit)\n\nCall:\nlm(formula = points ~ fouls + minutes, data = df, subset = (minutes &gt; \n    10))\n\nResiduals:\n      3 4 5 6 7 8 9 10 \n 1.2824 -2.5882 2.2000 -1.9118 2.3588 -1.7176 0.1824 0.1941 \n\nCoefficients:\n            Estimate Std. Error t value Pr(&gt;|t|)    \n(Intercept) -11.8353 4.9696 -2.382 0.063046 .  \nfouls 1.8765 1.0791 1.739 0.142536    \nminutes 0.9941 0.1159 8.575 0.000356 ***\n---\nSignificant. codes: 0 '***' 0.001 '**' 0.01 '*' 0.05 '.' 0.1 ' ' 1\n\nResidual standard error: 2.255 on 5 degrees of freedom\nMultiple R-squared: 0.9574, Adjusted R-squared: 0.9404 \nF-statistic: 56.19 on 2 and 5 DF, p-value: 0.0003744\n<\/span><\/strong><\/pre>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Kita dapat menggunakan fungsi <strong>nobs()<\/strong> untuk melihat berapa banyak observasi dari bingkai data yang sebenarnya digunakan agar sesuai dengan model regresi:<\/span><\/p>\n<pre style=\"background-color: #ececec; font-size: 15px;\"> <strong><span style=\"color: #008080;\"><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"color: #008080;\">#view number of observations used to fit model\n<\/span>nobs(fit)\n\n[1] 8\n<\/span><\/span><\/strong><\/pre>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Kita dapat melihat bahwa <strong>8<\/strong> baris bingkai data digunakan agar sesuai dengan model.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Jika kita melihat pada kerangka data aslinya, kita dapat melihat bahwa tepat <strong>8<\/strong> baris memiliki nilai lebih besar dari 10 untuk variabel <strong>menit<\/strong> , artinya hanya baris tersebut yang digunakan saat menyesuaikan model regresi.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Kita juga dapat menggunakan operator <strong>&amp;<\/strong> dalam argumen <strong>subset<\/strong> untuk membuat subset bingkai data berdasarkan beberapa kondisi.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Misalnya, kita dapat menggunakan sintaks berikut untuk menyesuaikan model regresi hanya dengan menggunakan baris dalam bingkai data yang <strong>menitnya<\/strong> lebih besar dari 10 dan <strong>kesalahannya<\/strong> kurang dari 4:<\/span><\/p>\n<pre style=\"background-color: #ececec; font-size: 15px;\"> <strong><span style=\"color: #008080;\">#fit multiple linear regression model (only where minutes&gt;10 &amp; fouls&lt;4)\n<\/span><\/strong><strong><span style=\"color: #000000;\">fit &lt;- lm(points ~ fouls + minutes, data=df, subset=(minutes&gt;<\/span> <span style=\"color: #008000;\">10 <span style=\"color: #000000;\"><span style=\"color: #800080;\">&amp;<\/span> fouls&lt; <span style=\"color: #008000;\">4<\/span><\/span><\/span> <span style=\"color: #000000;\">))\n\n<span style=\"color: #008080;\">#view number of observations used to fit model<\/span>\nnobs(fit)\n\n[1] 7\n<\/span><\/strong><\/pre>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Dari hasilnya kita dapat melihat bahwa <strong>7<\/strong> baris bingkai data digunakan untuk menyesuaikan model khusus ini.<\/span><\/p>\n<h2> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Sumber daya tambahan<\/strong><\/span><\/h2>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Tutorial berikut menjelaskan cara melakukan tugas umum lainnya di R:<\/span><\/p>\n<p> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/regresi-linier-sederhana-di-r\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Cara melakukan regresi linier sederhana di R<\/a><br \/> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/regresi-linier-berganda-r\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Cara melakukan regresi linier berganda di R<\/a><br \/> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/sisa-jejak-r\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Cara membuat plot sisa di R<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Anda dapat menggunakan argumen subset untuk hanya menggunakan subset bingkai data saat menggunakan fungsi lm() agar sesuai dengan model regresi di R: fit &lt;- lm(points ~ fouls + minutes, data=df, subset=(minutes&gt; 10 )) Contoh khusus ini sesuai dengan model regresi yang menggunakan poin sebagai variabel respons dan jumlah orang serta menit sebagai variabel prediktor. Argumen [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[11],"tags":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v21.5 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Cara menggunakan subset bingkai data dengan fungsi lm() di R - Statorials<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Tutorial ini menjelaskan cara menggunakan subset bingkai data dengan fungsi lm() di R, dengan sebuah contoh.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/bagian-lm-di-r\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Cara menggunakan subset bingkai data dengan fungsi lm() di R - Statorials\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Tutorial ini menjelaskan cara menggunakan subset bingkai data dengan fungsi lm() di R, dengan sebuah contoh.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/statorials.org\/id\/bagian-lm-di-r\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Statorials\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2023-07-12T10:05:09+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Benjamin anderson\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Benjamin anderson\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"2 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/bagian-lm-di-r\/\",\"url\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/bagian-lm-di-r\/\",\"name\":\"Cara menggunakan subset bingkai data dengan fungsi lm() di R - Statorials\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#website\"},\"datePublished\":\"2023-07-12T10:05:09+00:00\",\"dateModified\":\"2023-07-12T10:05:09+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81\"},\"description\":\"Tutorial ini menjelaskan cara menggunakan subset bingkai data dengan fungsi lm() di R, dengan sebuah contoh.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/bagian-lm-di-r\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/statorials.org\/id\/bagian-lm-di-r\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/bagian-lm-di-r\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Cara menggunakan subset bingkai data dengan fungsi lm() di r\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/\",\"name\":\"Statorials\",\"description\":\"Panduan anda untuk kompetensi statistik!\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81\",\"name\":\"Benjamin anderson\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg\",\"contentUrl\":\"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg\",\"caption\":\"Benjamin anderson\"},\"description\":\"Halo, saya Benjamin, pensiunan profesor statistika yang menjadi guru Statorial yang berdedikasi. Dengan pengalaman dan keahlian yang luas di bidang statistika, saya ingin berbagi ilmu untuk memberdayakan mahasiswa melalui Statorials. Baca selengkapnya\",\"sameAs\":[\"http:\/\/statorials.org\/id\"]}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Cara menggunakan subset bingkai data dengan fungsi lm() di R - Statorials","description":"Tutorial ini menjelaskan cara menggunakan subset bingkai data dengan fungsi lm() di R, dengan sebuah contoh.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/statorials.org\/id\/bagian-lm-di-r\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Cara menggunakan subset bingkai data dengan fungsi lm() di R - Statorials","og_description":"Tutorial ini menjelaskan cara menggunakan subset bingkai data dengan fungsi lm() di R, dengan sebuah contoh.","og_url":"https:\/\/statorials.org\/id\/bagian-lm-di-r\/","og_site_name":"Statorials","article_published_time":"2023-07-12T10:05:09+00:00","author":"Benjamin anderson","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Benjamin anderson","Estimasi waktu membaca":"2 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/bagian-lm-di-r\/","url":"https:\/\/statorials.org\/id\/bagian-lm-di-r\/","name":"Cara menggunakan subset bingkai data dengan fungsi lm() di R - Statorials","isPartOf":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#website"},"datePublished":"2023-07-12T10:05:09+00:00","dateModified":"2023-07-12T10:05:09+00:00","author":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81"},"description":"Tutorial ini menjelaskan cara menggunakan subset bingkai data dengan fungsi lm() di R, dengan sebuah contoh.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/bagian-lm-di-r\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/statorials.org\/id\/bagian-lm-di-r\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/bagian-lm-di-r\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/statorials.org\/id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Cara menggunakan subset bingkai data dengan fungsi lm() di r"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#website","url":"https:\/\/statorials.org\/id\/","name":"Statorials","description":"Panduan anda untuk kompetensi statistik!","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/statorials.org\/id\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81","name":"Benjamin anderson","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/image\/","url":"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg","contentUrl":"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg","caption":"Benjamin anderson"},"description":"Halo, saya Benjamin, pensiunan profesor statistika yang menjadi guru Statorial yang berdedikasi. Dengan pengalaman dan keahlian yang luas di bidang statistika, saya ingin berbagi ilmu untuk memberdayakan mahasiswa melalui Statorials. Baca selengkapnya","sameAs":["http:\/\/statorials.org\/id"]}]}},"yoast_meta":{"yoast_wpseo_title":"","yoast_wpseo_metadesc":"","yoast_wpseo_canonical":""},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4267"}],"collection":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4267"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4267\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4267"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4267"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4267"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}