{"id":4268,"date":"2023-07-12T09:54:22","date_gmt":"2023-07-12T09:54:22","guid":{"rendered":"https:\/\/statorials.org\/id\/jejak-sisa-yang-baik-vs-yang-buruk\/"},"modified":"2023-07-12T09:54:22","modified_gmt":"2023-07-12T09:54:22","slug":"jejak-sisa-yang-baik-vs-yang-buruk","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/statorials.org\/id\/jejak-sisa-yang-baik-vs-yang-buruk\/","title":{"rendered":"Apa yang dianggap sebagai plot sisa yang baik atau buruk?"},"content":{"rendered":"<p><\/p>\n<hr>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Dalam analisis regresi, <strong>plot residu<\/strong> adalah jenis plot yang menampilkan nilai-nilai yang dipasang dari model regresi pada sumbu x dan residu model di sepanjang sumbu y.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Saat memeriksa tata letak sisa secara visual, kami biasanya mencari dua hal untuk menentukan apakah tata letak tersebut &#8220;baik&#8221; atau &#8220;buruk&#8221;:<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>1. Apakah residu menunjukkan tren yang jelas?<\/strong><\/span><\/p>\n<ul>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Dalam plot sisa yang \u201cbaik\u201d, sisa-sisanya tidak menunjukkan tren yang jelas.<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Dalam plot sisa yang \u201cburuk\u201d, sisa memiliki beberapa jenis pola seperti kurva atau gelombang. Hal ini menunjukkan bahwa model regresi yang kami gunakan tidak memberikan kesesuaian yang sesuai dengan data.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>2. Apakah variansnya bertambah atau berkurang secara sistematis?<\/strong><\/span><\/p>\n<ul>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Dalam plot residu yang \u201cbaik\u201d, residu tersebar secara acak di sekitar nol tanpa peningkatan atau penurunan varians secara sistematis.<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Dalam plot residu yang \u201cburuk\u201d, varians dari residu bertambah atau berkurang secara sistematis.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Jika plot sisa dinilai &#8220;baik&#8221;, artinya kita dapat mempercayai hasil model regresi dan interpretasi koefisien model dapat dilakukan dengan aman.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Namun, jika plot sisa dinilai &#8220;buruk&#8221;, artinya hasil model tidak dapat diandalkan dan kita perlu menyesuaikan model regresi yang berbeda dengan data.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Contoh berikut menjelaskan cara menafsirkan plot sisa yang \u201cbaik\u201d dan \u201cburuk\u201d dalam praktiknya.<\/span><\/p>\n<h2> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Contoh 1: jejak sisa yang \u201cbaik\u201d.<\/strong><\/span><\/h2>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Misalkan kita memasang model regresi dan memperoleh plot sisa berikut:<\/span> <\/p>\n<p><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\"aligncenter wp-image-33679\" src=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/bonresid1.jpg\" alt=\"contoh tata letak sisa yang baik\" width=\"548\" height=\"340\" srcset=\"\" sizes=\"\"><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Kita dapat menjawab dua pertanyaan berikut untuk menentukan apakah ini merupakan plot sisa yang &#8220;baik&#8221;:<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>1. Apakah residu menunjukkan tren yang jelas?<\/strong><\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Tidak.<\/strong> Sisanya tersebar secara acak di sekitar nol, tanpa pola yang jelas.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>2. Apakah variansnya bertambah atau berkurang secara sistematis?<\/strong><\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Tidak.<\/strong> Residual mempunyai varians yang cukup konstan (yaitu jarak antara residu dan nilai nol) pada setiap tingkat nilai yang dipasang.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Karena kami menjawab &#8220;Tidak&#8221; untuk kedua pertanyaan ini, kami menganggap ini sebagai plot sisa yang &#8220;baik&#8221;.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Oleh karena itu, kita dapat mempercayai hasil model regresi dan menginterpretasikan koefisien model dengan aman.<\/span><\/p>\n<h2> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Contoh 2: plot sisa yang \u201cburuk\u201d dengan model yang jelas<\/strong><\/span><\/h2>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Misalkan kita memasang model regresi dan memperoleh plot sisa berikut:<\/span> <\/p>\n<p><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\"aligncenter wp-image-33680\" src=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/resid3.jpg\" alt=\"contoh sisa penelusuran buruk dengan pola melengkung\" width=\"515\" height=\"354\" srcset=\"\" sizes=\"\"><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Kita dapat menjawab dua pertanyaan berikut untuk menentukan apakah ini merupakan plot sisa yang &#8220;baik&#8221;:<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>1. Apakah residu menunjukkan tren yang jelas?<\/strong><\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Iya<\/strong> . Residunya menunjukkan pola melengkung.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>2. Apakah variansnya bertambah atau berkurang secara sistematis?<\/strong><\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Iya<\/strong> . Residu memiliki tingkat varian yang berbeda pada tingkat nilai yang berbeda.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Karena kami menjawab &#8220;Ya&#8221; untuk setidaknya satu dari pertanyaan-pertanyaan ini, kami akan menganggap ini sebagai plot sisa yang &#8220;buruk&#8221;.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Artinya model regresi tidak memberikan kecocokan yang baik terhadap data.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Secara khusus, <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/jejak-sisa-melengkung\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">pola melengkung<\/a> pada plot residu menunjukkan bahwa model regresi linier gagal menyesuaikan data dan model regresi kuadratik kemungkinan akan berfungsi lebih baik.<\/span><\/p>\n<h2> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Contoh 3: plot sisa yang \u201cburuk\u201d dengan varians yang semakin meningkat<\/strong><\/span><\/h2>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Misalkan kita memasang model regresi dan memperoleh plot sisa berikut:<\/span> <\/p>\n<p><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\"aligncenter wp-image-33681\" src=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/bonresid2.jpg\" alt=\"contoh plot sisa buruk yang heteroskedastisitas\" width=\"543\" height=\"354\" srcset=\"\" sizes=\"\"><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Kita dapat menjawab dua pertanyaan berikut untuk menentukan apakah ini merupakan plot sisa yang &#8220;baik&#8221;:<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>1. Apakah residu menunjukkan tren yang jelas?<\/strong><\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Tidak.<\/strong> Tidak ada tren yang jelas pada residunya.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>2. Apakah variansnya bertambah atau berkurang secara sistematis?<\/strong><\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Iya<\/strong> . Varians dari residu meningkat seiring dengan meningkatnya nilai yang dipasang.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Karena kami menjawab &#8220;Ya&#8221; untuk setidaknya satu dari pertanyaan-pertanyaan ini, kami akan menganggap ini sebagai plot sisa yang &#8220;buruk&#8221;.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Dalam contoh khusus ini, residu mengalami <strong>heteroskedastisitas<\/strong> , yang mengacu pada varians yang tidak sama dari residu pada tingkat nilai yang berbeda.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Artinya, hasil model regresi mungkin tidak dapat diandalkan.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Lihat <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/regresi-heteroskedastisitas\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">artikel ini<\/a> untuk mempelajari berbagai cara menyelesaikan masalah heteroskedastisitas dalam model regresi.<\/span><\/p>\n<h2> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Sumber daya tambahan<\/strong><\/span><\/h2>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Tutorial berikut menjelaskan cara membuat plot sisa menggunakan perangkat lunak statistik yang berbeda:<\/span><\/p>\n<p> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/sisa-jejak-r\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Cara membuat plot sisa di R<\/a><br \/> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/grafik-sisa-python\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Cara Membuat Plot Sisa dengan Python<\/a><br \/> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/cara-membuat-sisa-jejak-di-excel\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Cara Membuat Plot Sisa di Excel<\/a><br \/> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/sisa-grafis-airlock\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Cara Membuat Plot Sisa di SAS<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Dalam analisis regresi, plot residu adalah jenis plot yang menampilkan nilai-nilai yang dipasang dari model regresi pada sumbu x dan residu model di sepanjang sumbu y. Saat memeriksa tata letak sisa secara visual, kami biasanya mencari dua hal untuk menentukan apakah tata letak tersebut &#8220;baik&#8221; atau &#8220;buruk&#8221;: 1. Apakah residu menunjukkan tren yang jelas? Dalam [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[11],"tags":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v21.5 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Apa yang dianggap sebagai plot sisa yang baik atau buruk? - Statorial<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Tutorial ini menjelaskan perbedaan antara plot sisa yang baik dan buruk dalam analisis regresi, beserta contohnya.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/jejak-sisa-yang-baik-vs-yang-buruk\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Apa yang dianggap sebagai plot sisa yang baik atau buruk? - Statorial\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Tutorial ini menjelaskan perbedaan antara plot sisa yang baik dan buruk dalam analisis regresi, beserta contohnya.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/statorials.org\/id\/jejak-sisa-yang-baik-vs-yang-buruk\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Statorials\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2023-07-12T09:54:22+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/bonresid1.jpg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Benjamin anderson\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Benjamin anderson\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/jejak-sisa-yang-baik-vs-yang-buruk\/\",\"url\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/jejak-sisa-yang-baik-vs-yang-buruk\/\",\"name\":\"Apa yang dianggap sebagai plot sisa yang baik atau buruk? - Statorial\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#website\"},\"datePublished\":\"2023-07-12T09:54:22+00:00\",\"dateModified\":\"2023-07-12T09:54:22+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81\"},\"description\":\"Tutorial ini menjelaskan perbedaan antara plot sisa yang baik dan buruk dalam analisis regresi, beserta contohnya.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/jejak-sisa-yang-baik-vs-yang-buruk\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/statorials.org\/id\/jejak-sisa-yang-baik-vs-yang-buruk\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/jejak-sisa-yang-baik-vs-yang-buruk\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Apa yang dianggap sebagai plot sisa yang baik atau buruk?\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/\",\"name\":\"Statorials\",\"description\":\"Panduan anda untuk kompetensi statistik!\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81\",\"name\":\"Benjamin anderson\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg\",\"contentUrl\":\"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg\",\"caption\":\"Benjamin anderson\"},\"description\":\"Halo, saya Benjamin, pensiunan profesor statistika yang menjadi guru Statorial yang berdedikasi. Dengan pengalaman dan keahlian yang luas di bidang statistika, saya ingin berbagi ilmu untuk memberdayakan mahasiswa melalui Statorials. Baca selengkapnya\",\"sameAs\":[\"http:\/\/statorials.org\/id\"]}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Apa yang dianggap sebagai plot sisa yang baik atau buruk? - Statorial","description":"Tutorial ini menjelaskan perbedaan antara plot sisa yang baik dan buruk dalam analisis regresi, beserta contohnya.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/statorials.org\/id\/jejak-sisa-yang-baik-vs-yang-buruk\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Apa yang dianggap sebagai plot sisa yang baik atau buruk? - Statorial","og_description":"Tutorial ini menjelaskan perbedaan antara plot sisa yang baik dan buruk dalam analisis regresi, beserta contohnya.","og_url":"https:\/\/statorials.org\/id\/jejak-sisa-yang-baik-vs-yang-buruk\/","og_site_name":"Statorials","article_published_time":"2023-07-12T09:54:22+00:00","og_image":[{"url":"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/bonresid1.jpg"}],"author":"Benjamin anderson","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Benjamin anderson","Estimasi waktu membaca":"3 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/jejak-sisa-yang-baik-vs-yang-buruk\/","url":"https:\/\/statorials.org\/id\/jejak-sisa-yang-baik-vs-yang-buruk\/","name":"Apa yang dianggap sebagai plot sisa yang baik atau buruk? - Statorial","isPartOf":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#website"},"datePublished":"2023-07-12T09:54:22+00:00","dateModified":"2023-07-12T09:54:22+00:00","author":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81"},"description":"Tutorial ini menjelaskan perbedaan antara plot sisa yang baik dan buruk dalam analisis regresi, beserta contohnya.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/jejak-sisa-yang-baik-vs-yang-buruk\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/statorials.org\/id\/jejak-sisa-yang-baik-vs-yang-buruk\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/jejak-sisa-yang-baik-vs-yang-buruk\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/statorials.org\/id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Apa yang dianggap sebagai plot sisa yang baik atau buruk?"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#website","url":"https:\/\/statorials.org\/id\/","name":"Statorials","description":"Panduan anda untuk kompetensi statistik!","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/statorials.org\/id\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81","name":"Benjamin anderson","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/image\/","url":"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg","contentUrl":"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg","caption":"Benjamin anderson"},"description":"Halo, saya Benjamin, pensiunan profesor statistika yang menjadi guru Statorial yang berdedikasi. Dengan pengalaman dan keahlian yang luas di bidang statistika, saya ingin berbagi ilmu untuk memberdayakan mahasiswa melalui Statorials. Baca selengkapnya","sameAs":["http:\/\/statorials.org\/id"]}]}},"yoast_meta":{"yoast_wpseo_title":"","yoast_wpseo_metadesc":"","yoast_wpseo_canonical":""},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4268"}],"collection":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4268"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4268\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4268"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4268"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4268"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}