{"id":429,"date":"2023-07-29T23:33:30","date_gmt":"2023-07-29T23:33:30","guid":{"rendered":"https:\/\/statorials.org\/id\/teorema-limit-pusat\/"},"modified":"2023-07-29T23:33:30","modified_gmt":"2023-07-29T23:33:30","slug":"teorema-limit-pusat","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/statorials.org\/id\/teorema-limit-pusat\/","title":{"rendered":"Teorema limit pusat: definisi + contoh"},"content":{"rendered":"<p><\/p>\n<hr>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><strong>Teorema limit pusat<\/strong> menyatakan bahwa <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/distribusi-pengambilan-sampel-1\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">distribusi sampling dari mean sampel<\/a> mendekati normal jika ukuran sampel cukup besar, <em>meskipun distribusi populasi tidak normal<\/em> .<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Teorema limit pusat juga menyatakan bahwa distribusi sampling akan mempunyai sifat-sifat sebagai berikut:<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>1.<\/strong> Rata-rata distribusi sampling akan sama dengan rata-rata distribusi populasi:<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"> <strong><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"text-decoration: overline;\">x<\/span> = \u03bc<\/span><\/strong><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>2.<\/strong> Varians distribusi sampling akan sama dengan varians distribusi populasi dibagi jumlah sampel:<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"> <strong><span style=\"color: #000000;\"><sup>s2<\/sup> = <sup>\u03c32<\/sup><\/span> <span style=\"color: #000000;\">\/n<\/span><\/strong><\/p>\n<h2> <strong><span style=\"color: #000000;\">Contoh Teorema Limit Pusat<\/span><\/strong><\/h2>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Berikut beberapa contoh untuk mengilustrasikan teorema limit pusat dalam praktiknya.<\/span><\/p>\n<h3> <strong><span style=\"color: #000000;\">Distribusi seragam<\/span><\/strong><\/h3>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Misalkan lebar cangkang penyu mengikuti distribusi seragam dengan lebar minimal 2 inci dan lebar maksimal 6 inci. Artinya, jika kita memilih kura-kura secara acak dan mengukur lebar cangkangnya, kemungkinan <em>lebar cangkangnya<\/em> juga antara 2 dan 6 inci .<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Jika kita membuat histogram untuk merepresentasikan sebaran lebar cangkang penyu, maka akan terlihat seperti ini:<\/span> <\/p>\n<p><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\"aligncenter wp-image-1472 size-full\" src=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/clt_uniforme1.jpg\" alt=\"Contoh Distribusi Seragam Teorema Limit Pusat\" width=\"430\" height=\"264\" srcset=\"\" sizes=\"\"><br \/> <span style=\"color: #000000;\">Rata-rata distribusi seragam adalah <strong>\u03bc<\/strong> = (b+a) \/ 2 dengan <em>b<\/em> adalah nilai terbesar yang mungkin dan <em>a<\/em> adalah nilai terkecil yang mungkin. Dalam hal ini adalah (6+2) \/ 2 = 4.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Varians dari distribusi seragam adalah <strong><sup>\u03c32<\/sup><\/strong> = (ba) <sup>2\/12<\/sup> . Dalam hal ini adalah (6-2) <sup>2\/12<\/sup> = <strong>1,33<\/strong><\/span><\/p>\n<h4> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Mengambil sampel secara acak sebanyak 2 buah dari distribusi seragam<\/strong><\/span><\/h4>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Sekarang bayangkan kita mengambil sampel acak 2 ekor penyu dari populasi ini dan mengukur lebar cangkang masing-masing penyu. Anggaplah cangkang kura-kura pertama lebarnya 3 inci dan lebar cangkang kura-kura kedua 6 inci. Lebar rata-rata sampel 2 ekor penyu ini adalah 4,5 inci.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Selanjutnya, bayangkan kita mengambil sampel acak lain yang terdiri dari 2 ekor penyu dari populasi ini dan mengukur kembali lebar cangkang masing-masing penyu. Misalkan cangkang kura-kura pertama lebarnya 2,5 inci dan cangkang kura-kura kedua juga lebarnya 2,5 inci. Lebar rata-rata sampel 2 ekor penyu ini adalah 2,5 inci.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Bayangkan kita terus-menerus mengambil sampel acak dari 2 ekor penyu dan terus mencari rata-rata lebar cangkang setiap kali.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Jika kita membuat histogram untuk mewakili rata-rata lebar cangkang seluruh sampel dari 2 ekor penyu, maka akan terlihat seperti ini:<\/span> <\/p>\n<p><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\"aligncenter wp-image-1485 size-full\" src=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/clt_uniforme2-2.jpg\" alt=\"Teorema batas pusat untuk ukuran sampel 2 untuk distribusi seragam\" width=\"431\" height=\"271\" srcset=\"\" sizes=\"\"><br \/> <span style=\"color: #000000;\">Hal ini disebut <strong>distribusi sampling untuk mean sampel<\/strong> karena menunjukkan distribusi mean sampel.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Rata-rata distribusi sampling ini adalah<\/span> <strong><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"text-decoration: overline;\">x<\/span> = \u03bc = 4<\/span><\/strong><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Varians dari distribusi sampling ini adalah <strong><sup>s2<\/sup> = <sup>\u03c32<\/sup> \/ n = 1,33 \/ 2 = 0,665<\/strong><\/span><\/p>\n<h4> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Pengambilan sampel secara acak sebanyak 5 buah dari distribusi seragam<\/strong><\/span><\/h4>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Sekarang bayangkan kita mengulangi percobaan yang sama, tapi kali ini kita mengambil sampel acak dari 5 ekor penyu berulang kali dan mencari rata-rata lebar cangkang setiap kali.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Jika kita membuat histogram untuk mewakili rata-rata lebar cangkang dari semua sampel 5 ekor penyu tersebut, maka akan terlihat seperti ini:<\/span> <\/p>\n<p><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\"aligncenter wp-image-1484 size-full\" src=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/clt_uniform4-2.jpg\" alt=\"Teorema limit pusat untuk distribusi ukuran sampel yang seragam 5\" width=\"431\" height=\"275\" srcset=\"\" sizes=\"\"><br \/> <span style=\"color: #000000;\">Perhatikan bahwa distribusi ini lebih berbentuk \u201clonceng\u201d yang menyerupai distribusi normal . Hal ini karena ketika kita mengambil sampel sebesar 5, variansi antara rata-rata sampel kita jauh lebih rendah, sehingga kecil kemungkinannya kita mendapatkan sampel dengan rata-rata mendekati 2 inci atau 6 inci dan lebih besar kemungkinannya untuk mendapatkan sampel dengan rata-rata mendekati 2 inci atau 6 inci. 6 inci. rata-ratanya lebih dekat dengan rata-rata populasi sebenarnya sebesar 4 inci.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Rata-rata distribusi sampling ini adalah<\/span> <strong><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"text-decoration: overline;\">x<\/span> = \u03bc = 4<\/span><\/strong><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Varians dari distribusi sampling ini adalah <strong><sup>s2<\/sup> = <sup>\u03c32<\/sup> \/ n = 1,33 \/ 5 = 0,266<\/strong><\/span><\/p>\n<h4> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Mengambil sampel secara acak sebanyak 30 dari distribusi seragam<\/strong><\/span><\/h4>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Sekarang bayangkan kita mengulangi percobaan yang sama, namun kali ini kita mengambil sampel acak dari 30 penyu berulang kali dan mencari rata-rata lebar cangkang setiap kali.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Jika kita membuat histogram untuk mewakili rata-rata lebar cangkang dari seluruh sampel 30 penyu tersebut, maka akan terlihat seperti ini:<\/span> <\/p>\n<p><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\"aligncenter wp-image-1483 size-full\" src=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/clt_uniforme5-2.jpg\" alt=\"Teorema limit pusat untuk ukuran sampel 30\" width=\"430\" height=\"269\" srcset=\"\" sizes=\"\"><br \/> <span style=\"color: #000000;\">Perhatikan bahwa distribusi pengambilan sampel ini bahkan lebih berbentuk lonceng dan lebih sempit dibandingkan dua distribusi sebelumnya.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Rata-rata distribusi sampling ini adalah<\/span> <strong><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"text-decoration: overline;\">x<\/span> = \u03bc = 4<\/span><\/strong><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Varians dari distribusi sampling ini adalah <strong><sup>s2<\/sup> = <sup>\u03c32<\/sup> \/ n = 1,33 \/ 30 = 0,044<\/strong><\/span><\/p>\n<h3> <strong><span style=\"color: #000000;\">Distribusi chi-kuadrat<\/span><\/strong><\/h3>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Misalkan jumlah hewan peliharaan per keluarga di suatu kota mengikuti distribusi chi-kuadrat dengan tiga derajat kebebasan. Jika kita membuat histogram untuk merepresentasikan sebaran hewan berdasarkan famili, maka akan terlihat seperti ini:<\/span> <\/p>\n<p><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\"aligncenter wp-image-1488 size-full\" src=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/clt_chi1.jpg\" alt=\"Teorema limit pusat untuk distribusi chi-kuadrat\" width=\"494\" height=\"272\" srcset=\"\" sizes=\"\"><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Rata-rata distribusi chi-kuadrat hanyalah jumlah derajat kebebasan (df). Dalam hal ini, <strong>\u03bc<\/strong> = <strong>3<\/strong> .<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Varians dari distribusi Chi-kuadrat adalah 2 * df. Dalam hal ini, <strong><sup>\u03c32<\/sup><\/strong> = 2 * 3 = <strong>6<\/strong> .<\/span><\/p>\n<h4> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Mengambil sampel secara acak sebanyak 2<\/strong><\/span><\/h4>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Bayangkan kita mengambil sampel acak 2 keluarga dari populasi ini dan menghitung jumlah hewan peliharaan di setiap keluarga. Misalkan keluarga pertama mempunyai 4 hewan peliharaan dan keluarga kedua memiliki 1 hewan peliharaan. Rata-rata jumlah hewan peliharaan untuk sampel 2 keluarga ini adalah 2,5.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Lalu bayangkan kita mengambil sampel acak lain yang terdiri dari 2 keluarga dari populasi ini dan menghitung lagi jumlah hewan peliharaan di setiap keluarga. Misalkan keluarga pertama mempunyai 6 hewan peliharaan dan keluarga kedua memiliki 4 hewan peliharaan. Rata-rata jumlah hewan peliharaan untuk sampel 2 keluarga ini adalah 5.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Bayangkan kita terus mengambil sampel acak dari 2 keluarga berulang kali dan terus menemukan jumlah rata-rata hewan peliharaan setiap saat.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Jika kita membuat histogram untuk mewakili jumlah rata-rata hewan peliharaan dari semua sampel dari 2 keluarga, maka akan terlihat seperti ini:<\/span> <\/p>\n<p><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\"aligncenter wp-image-1489 size-full\" src=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/clt_chi2.jpg\" alt=\"Teorema limit pusat dengan ukuran sampel sebaran chi-kuadrat 2\" width=\"442\" height=\"296\" srcset=\"\" sizes=\"\"><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Rata-rata distribusi sampling ini adalah<\/span> <strong><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"text-decoration: overline;\">x<\/span> = \u03bc = 3<\/span><\/strong><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Varians dari distribusi sampling ini adalah <strong>s <sup>2<\/sup> = \u03c3 <sup>2<\/sup> \/ n = 6 \/ 2 = 3<\/strong><\/span><\/p>\n<h4> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Pengambilan sampel secara acak sebanyak 10 orang<\/strong><\/span><\/h4>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Sekarang bayangkan kita mengulangi percobaan yang sama, namun kali ini kita mengambil sampel acak dari 10 famili berulang kali dan setiap kali mencari jumlah rata-rata hewan per famili.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Jika kita membuat histogram untuk mewakili jumlah rata-rata hewan per famili di seluruh sampel 10 famili tersebut, maka akan terlihat seperti ini:<\/span> <\/p>\n<p><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\"aligncenter wp-image-1490 size-full\" src=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/clt_chi3.jpg\" alt=\"Teorema limit pusat dengan distribusi chi-kuadrat\" width=\"442\" height=\"295\" srcset=\"\" sizes=\"\"><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Rata-rata distribusi sampling ini adalah<\/span> <strong><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"text-decoration: overline;\">x<\/span> = \u03bc = 3<\/span><\/strong><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Varians dari distribusi sampling ini adalah <strong><sup>s2<\/sup> = <sup>\u03c32<\/sup> \/ n = 6\/10 = 0,6<\/strong><\/span><\/p>\n<h4> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Mengambil sampel secara acak sebanyak 30<\/strong><\/span><\/h4>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Sekarang bayangkan kita mengulangi percobaan yang sama, namun kali ini kita mengambil sampel acak dari 30 keluarga berulang kali dan setiap kali mencari jumlah rata-rata hewan per keluarga.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Jika kita membuat histogram untuk mewakili jumlah rata-rata hewan per famili di seluruh sampel dari 30 famili tersebut, maka akan terlihat seperti ini:<\/span> <\/p>\n<p><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\"aligncenter wp-image-1491 size-full\" src=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/clt_chi4.jpg\" alt=\"Histogram teorema limit pusat dengan distribusi chi-kuadrat\" width=\"441\" height=\"294\" srcset=\"\" sizes=\"\"><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Rata-rata distribusi sampling ini adalah<\/span> <strong><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"text-decoration: overline;\">x<\/span> = \u03bc = 3<\/span><\/strong><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Varians dari distribusi sampling ini adalah <strong><sup>s2<\/sup> = <sup>\u03c32<\/sup> \/ n = 6\/30 = 0,2<\/strong><\/span><\/p>\n<h2> <strong><span style=\"color: #000000;\">Ringkasan<\/span><\/strong><\/h2>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Berikut adalah kesimpulan utama dari dua contoh ini:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Distribusi pengambilan sampel dari rata-rata sampel mendekati normal jika ukuran sampelnya cukup besar, <em>meskipun distribusi populasinya tidak normal<\/em> . Dalam dua contoh di atas, baik distribusi seragam maupun distribusi chi-kuadrat tidak normal (tidak berbentuk lonceng sama sekali), namun ketika kita mengambil sampel yang cukup besar, distribusi mean sampel berubah menjadi tampak bersikap biasa saja.<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Semakin besar ukuran sampel, semakin rendah varians mean sampelnya.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h2> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Definisikan &#8220;cukup besar&#8221;<\/strong><\/span><\/h2>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Ingatlah bahwa teorema limit pusat menyatakan bahwa distribusi sampling rata-rata sampel mendekati normal jika ukuran sampel <strong>&#8220;cukup besar&#8221;<\/strong> , meskipun distribusi populasi tidak normal.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Tidak ada definisi pasti tentang seberapa besar suatu sampel agar teorema limit pusat dapat diterapkan, namun secara umum hal ini bergantung pada kecondongan distribusi populasi tempat sampel tersebut berasal:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Jika distribusi populasi simetris, ukuran sampel sekecil 15 terkadang sudah cukup.<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Jika distribusi populasi tidak seimbang, biasanya diperlukan sampel minimal 30 orang.<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Jika distribusi populasi sangat tidak seimbang, mungkin diperlukan sampel sebanyak 40 orang atau lebih.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Lihat tutorial tentang<a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/kondisi-sampel-besar\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Mengondisikan Sampel Besar<\/a> untuk informasi lebih lanjut tentang topik ini.<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Teorema limit pusat menyatakan bahwa distribusi sampling dari mean sampel mendekati normal jika ukuran sampel cukup besar, meskipun distribusi populasi tidak normal . Teorema limit pusat juga menyatakan bahwa distribusi sampling akan mempunyai sifat-sifat sebagai berikut: 1. Rata-rata distribusi sampling akan sama dengan rata-rata distribusi populasi: x = \u03bc 2. Varians distribusi sampling akan sama [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[11],"tags":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v21.5 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Teorema limit pusat: definisi + contoh - Statorial<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Tutorial ini membagikan definisi teorema limit pusat beserta contoh yang menggambarkan cara kerjanya.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/teorema-limit-pusat\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Teorema limit pusat: definisi + contoh - Statorial\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Tutorial ini membagikan definisi teorema limit pusat beserta contoh yang menggambarkan cara kerjanya.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/statorials.org\/id\/teorema-limit-pusat\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Statorials\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2023-07-29T23:33:30+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/clt_uniforme1.jpg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Benjamin anderson\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Benjamin anderson\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/teorema-limit-pusat\/\",\"url\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/teorema-limit-pusat\/\",\"name\":\"Teorema limit pusat: definisi + contoh - Statorial\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#website\"},\"datePublished\":\"2023-07-29T23:33:30+00:00\",\"dateModified\":\"2023-07-29T23:33:30+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81\"},\"description\":\"Tutorial ini membagikan definisi teorema limit pusat beserta contoh yang menggambarkan cara kerjanya.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/teorema-limit-pusat\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/statorials.org\/id\/teorema-limit-pusat\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/teorema-limit-pusat\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Teorema limit pusat: definisi + contoh\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/\",\"name\":\"Statorials\",\"description\":\"Panduan anda untuk kompetensi statistik!\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81\",\"name\":\"Benjamin anderson\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg\",\"contentUrl\":\"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg\",\"caption\":\"Benjamin anderson\"},\"description\":\"Halo, saya Benjamin, pensiunan profesor statistika yang menjadi guru Statorial yang berdedikasi. Dengan pengalaman dan keahlian yang luas di bidang statistika, saya ingin berbagi ilmu untuk memberdayakan mahasiswa melalui Statorials. Baca selengkapnya\",\"sameAs\":[\"http:\/\/statorials.org\/id\"]}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Teorema limit pusat: definisi + contoh - Statorial","description":"Tutorial ini membagikan definisi teorema limit pusat beserta contoh yang menggambarkan cara kerjanya.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/statorials.org\/id\/teorema-limit-pusat\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Teorema limit pusat: definisi + contoh - Statorial","og_description":"Tutorial ini membagikan definisi teorema limit pusat beserta contoh yang menggambarkan cara kerjanya.","og_url":"https:\/\/statorials.org\/id\/teorema-limit-pusat\/","og_site_name":"Statorials","article_published_time":"2023-07-29T23:33:30+00:00","og_image":[{"url":"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/clt_uniforme1.jpg"}],"author":"Benjamin anderson","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Benjamin anderson","Estimasi waktu membaca":"5 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/teorema-limit-pusat\/","url":"https:\/\/statorials.org\/id\/teorema-limit-pusat\/","name":"Teorema limit pusat: definisi + contoh - Statorial","isPartOf":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#website"},"datePublished":"2023-07-29T23:33:30+00:00","dateModified":"2023-07-29T23:33:30+00:00","author":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81"},"description":"Tutorial ini membagikan definisi teorema limit pusat beserta contoh yang menggambarkan cara kerjanya.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/teorema-limit-pusat\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/statorials.org\/id\/teorema-limit-pusat\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/teorema-limit-pusat\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/statorials.org\/id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Teorema limit pusat: definisi + contoh"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#website","url":"https:\/\/statorials.org\/id\/","name":"Statorials","description":"Panduan anda untuk kompetensi statistik!","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/statorials.org\/id\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81","name":"Benjamin anderson","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/image\/","url":"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg","contentUrl":"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg","caption":"Benjamin anderson"},"description":"Halo, saya Benjamin, pensiunan profesor statistika yang menjadi guru Statorial yang berdedikasi. Dengan pengalaman dan keahlian yang luas di bidang statistika, saya ingin berbagi ilmu untuk memberdayakan mahasiswa melalui Statorials. Baca selengkapnya","sameAs":["http:\/\/statorials.org\/id"]}]}},"yoast_meta":{"yoast_wpseo_title":"","yoast_wpseo_metadesc":"","yoast_wpseo_canonical":""},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/429"}],"collection":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=429"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/429\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=429"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=429"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=429"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}