{"id":4487,"date":"2023-07-10T17:15:06","date_gmt":"2023-07-10T17:15:06","guid":{"rendered":"https:\/\/statorials.org\/id\/r-rasio-odds-regresi-logistik\/"},"modified":"2023-07-10T17:15:06","modified_gmt":"2023-07-10T17:15:06","slug":"r-rasio-odds-regresi-logistik","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/statorials.org\/id\/r-rasio-odds-regresi-logistik\/","title":{"rendered":"A: cara menghitung rasio odds dalam model regresi logistik"},"content":{"rendered":"<p><\/p>\n<hr>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/regresi-logistik-1\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Regresi logistik<\/a> adalah metode yang dapat kita gunakan untuk menyesuaikan model regresi ketika variabel responnya adalah biner.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Saat Anda memasukkan model regresi logistik ke dalam R, koefisien dalam ringkasan model mewakili perubahan rata-rata <strong>dalam log odds<\/strong> dari variabel respons yang terkait dengan peningkatan satu unit di setiap variabel prediktor.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Namun, sering kali kita ingin menghitung <strong>rasio odds<\/strong> untuk variabel prediktor dalam model.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Untuk menghitung rasio odds dengan cepat untuk setiap variabel prediktor dalam model, Anda dapat menggunakan sintaks berikut:<\/span><\/p>\n<pre style=\"background-color: #ececec; font-size: 15px;\"> <strong>exp(coef(model))\n<\/strong><\/pre>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Anda juga dapat menghitung interval kepercayaan 95% untuk setiap rasio odds menggunakan sintaks berikut:<\/span><\/p>\n<pre style=\"background-color: #ececec; font-size: 15px;\"> <strong>exp(cbind(Odds_Ratio = coef(model), confint(model)))<\/strong><\/pre>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Contoh berikut menunjukkan cara menggunakan sintaks ini untuk menghitung dan menafsirkan rasio odds untuk model regresi logistik di R.<\/span><\/p>\n<h2> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Contoh: Menghitung Rasio Odds dalam Model Regresi Logistik di R<\/strong><\/span><\/h2>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Untuk contoh ini, kita akan menggunakan dataset <strong>default<\/strong> dari paket <strong>ISLR<\/strong> di R.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Kita dapat menggunakan kode berikut untuk memuat dan menampilkan ringkasan kumpulan data:<\/span><\/p>\n<pre style=\"background-color: #ececec; font-size: 15px;\"> <strong><span style=\"color: #008000;\">library<\/span> (ISLR)\n\n<span style=\"color: #008080;\">#view first five rows of Default dataset\n<\/span>head(Default)\n\n  default student balance income\n1 No No 729.5265 44361.625\n2 No Yes 817.1804 12106.135\n3 No No 1073.5492 31767.139\n4 No No 529.2506 35704.494\n5 No No 785.6559 38463.496\n6 No Yes 919.5885 7491.559<\/strong><\/pre>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Kumpulan data ini berisi informasi berikut tentang 10.000 individu:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>default:<\/strong> menunjukkan apakah seseorang mengalami default atau tidak.<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>pelajar:<\/strong> menunjukkan apakah seseorang adalah pelajar atau bukan.<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>saldo:<\/strong> Saldo rata-rata yang dibawa oleh seorang individu.<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>pendapatan:<\/strong> Pendapatan individu.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Kami akan menggunakan status pelajar, saldo bank, dan pendapatan untuk membangun model regresi logistik yang memprediksi kemungkinan seseorang mengalami gagal bayar.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Kita dapat menggunakan fungsi <strong>glm<\/strong> dan menentukan family=&#8217;binomial&#8217; sehingga R cocok dengan model regresi logistik ke kumpulan data:<\/span><\/p>\n<pre style=\"background-color: #ececec; font-size: 15px;\"> <strong><span style=\"color: #008080;\">#fit logistic regression model<\/span>\nmodel &lt;- glm(default~student+balance+income, family=' <span style=\"color: #ff0000;\">binomial<\/span> ', data=Default)\n\n<span style=\"color: #008080;\">#disable scientific notation for model summary<\/span>\noptions(scipen=999)\n\n<span style=\"color: #008080;\">#view model summary<\/span>\nsummary(model)\n\nCall:\nglm(formula = default ~ student + balance + income, family = \"binomial\", \n    data = train)\n\nDeviance Residuals: \n    Min 1Q Median 3Q Max  \n-2.5586 -0.1353 -0.0519 -0.0177 3.7973  \n\nCoefficients:\n                 Estimate Std. Error z value Pr(&gt;|z|)    \n(Intercept) -11.478101194 0.623409555 -18.412 &lt;0.0000000000000002 ***\nstudentYes -0.493292438 0.285735949 -1.726 0.0843 .  \nbalance 0.005988059 0.000293765 20.384 &lt;0.0000000000000002 ***\nincome 0.000007857 0.000009965 0.788 0.4304    \n---\nSignificant. codes: 0 '***' 0.001 '**' 0.01 '*' 0.05 '.' 0.1 ' ' 1\n\n(Dispersion parameter for binomial family taken to be 1)\n\n    Null deviance: 2021.1 on 6963 degrees of freedom\nResidual deviance: 1065.4 on 6960 degrees of freedom\nAIC: 1073.4\n\nNumber of Fisher Scoring iterations: 8\n<\/strong><\/pre>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Koefisien dalam hasil menunjukkan perubahan rata-rata dalam log odds of default.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Misalnya, peningkatan <strong>saldo<\/strong> sebesar satu unit dikaitkan dengan peningkatan rata-rata sebesar <strong>0,005988<\/strong> dalam log probabilitas gagal bayar.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Untuk menghitung rasio odds setiap variabel prediktor, kita dapat menggunakan sintaks berikut:<\/span><\/p>\n<pre style=\"background-color: #ececec; font-size: 15px;\"> <strong><span style=\"color: #008080;\">#calculate odds ratio for each predictor variable<\/span>\nexp(coef(model))\n\n  (Intercept) studentYes balance income \n0.00001903854 0.52373166965 1.00575299051 1.00000303345 \n<\/strong><\/pre>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Kami juga dapat menghitung setiap rasio odds serta interval kepercayaan 95% untuk setiap rasio odds:<\/span><\/p>\n<pre style=\"background-color: #ececec; font-size: 15px;\"> <strong><span style=\"color: #008080;\">#calculate odds ratio and 95% confidence interval for each predictor variable<\/span> \nexp(cbind(Odds_Ratio = coef(model), confint(model)))\n\n               Odds_Ratio 2.5% 97.5%\n(Intercept) 0.00001903854 0.000007074481 0.0000487808\nstudentYes 0.52373166965 0.329882707270 0.8334223982\nbalance 1.00575299051 1.005308940686 1.0062238757\nincome 1.00000303345 0.999986952969 1.0000191246\n<\/strong><\/pre>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Rasio odds untuk setiap koefisien mewakili peningkatan rata-rata dalam probabilitas default individu, dengan asumsi semua variabel prediktor lainnya tetap konstan.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Misalnya <strong>keseimbangan<\/strong> variabel prediktor memiliki rasio odds sebesar <strong>1,0057<\/strong> .<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Ini berarti bahwa untuk setiap tambahan dolar dalam saldo yang dimiliki seseorang, kemungkinan individu tersebut akan gagal membayar pinjamannya meningkat sebesar <strong>1,0057<\/strong> kali lipat, <em>dengan asumsi status pelajar dan pendapatan tetap konstan<\/em> .<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Kita dapat menafsirkan rasio odds untuk variabel prediktor lainnya dengan cara yang sama.<\/span><\/p>\n<h2> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Sumber daya tambahan<\/strong><\/span><\/h2>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Tutorial berikut menjelaskan cara melakukan tugas umum lainnya di R:<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/r-prediksi-regresi-logistik\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Cara menggunakan Predict() dengan model regresi logistik di R<\/a><br \/> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/menafsirkan-keluaran-regresi-logistik-prz-r\/\">Bagaimana menafsirkan Pr(&gt;|z|) dalam keluaran regresi logistik di R<\/a><br \/> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/plot-regresi-logistik-di-r\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Cara memplot kurva regresi logistik di R<\/a><\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Regresi logistik adalah metode yang dapat kita gunakan untuk menyesuaikan model regresi ketika variabel responnya adalah biner. Saat Anda memasukkan model regresi logistik ke dalam R, koefisien dalam ringkasan model mewakili perubahan rata-rata dalam log odds dari variabel respons yang terkait dengan peningkatan satu unit di setiap variabel prediktor. Namun, sering kali kita ingin menghitung [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[11],"tags":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v21.5 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>A: Cara menghitung rasio odds dalam model regresi logistik - Statologi<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Tutorial ini menjelaskan cara menghitung dan menginterpretasikan rasio odds dalam model regresi logistik di R, dengan sebuah contoh.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/r-rasio-odds-regresi-logistik\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"A: Cara menghitung rasio odds dalam model regresi logistik - Statologi\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Tutorial ini menjelaskan cara menghitung dan menginterpretasikan rasio odds dalam model regresi logistik di R, dengan sebuah contoh.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/statorials.org\/id\/r-rasio-odds-regresi-logistik\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Statorials\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2023-07-10T17:15:06+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Benjamin anderson\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Benjamin anderson\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/r-rasio-odds-regresi-logistik\/\",\"url\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/r-rasio-odds-regresi-logistik\/\",\"name\":\"A: Cara menghitung rasio odds dalam model regresi logistik - Statologi\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#website\"},\"datePublished\":\"2023-07-10T17:15:06+00:00\",\"dateModified\":\"2023-07-10T17:15:06+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81\"},\"description\":\"Tutorial ini menjelaskan cara menghitung dan menginterpretasikan rasio odds dalam model regresi logistik di R, dengan sebuah contoh.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/r-rasio-odds-regresi-logistik\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/statorials.org\/id\/r-rasio-odds-regresi-logistik\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/r-rasio-odds-regresi-logistik\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"A: cara menghitung rasio odds dalam model regresi logistik\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/\",\"name\":\"Statorials\",\"description\":\"Panduan anda untuk kompetensi statistik!\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81\",\"name\":\"Benjamin anderson\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg\",\"contentUrl\":\"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg\",\"caption\":\"Benjamin anderson\"},\"description\":\"Halo, saya Benjamin, pensiunan profesor statistika yang menjadi guru Statorial yang berdedikasi. Dengan pengalaman dan keahlian yang luas di bidang statistika, saya ingin berbagi ilmu untuk memberdayakan mahasiswa melalui Statorials. Baca selengkapnya\",\"sameAs\":[\"http:\/\/statorials.org\/id\"]}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"A: Cara menghitung rasio odds dalam model regresi logistik - Statologi","description":"Tutorial ini menjelaskan cara menghitung dan menginterpretasikan rasio odds dalam model regresi logistik di R, dengan sebuah contoh.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/statorials.org\/id\/r-rasio-odds-regresi-logistik\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"A: Cara menghitung rasio odds dalam model regresi logistik - Statologi","og_description":"Tutorial ini menjelaskan cara menghitung dan menginterpretasikan rasio odds dalam model regresi logistik di R, dengan sebuah contoh.","og_url":"https:\/\/statorials.org\/id\/r-rasio-odds-regresi-logistik\/","og_site_name":"Statorials","article_published_time":"2023-07-10T17:15:06+00:00","author":"Benjamin anderson","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Benjamin anderson","Estimasi waktu membaca":"3 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/r-rasio-odds-regresi-logistik\/","url":"https:\/\/statorials.org\/id\/r-rasio-odds-regresi-logistik\/","name":"A: Cara menghitung rasio odds dalam model regresi logistik - Statologi","isPartOf":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#website"},"datePublished":"2023-07-10T17:15:06+00:00","dateModified":"2023-07-10T17:15:06+00:00","author":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81"},"description":"Tutorial ini menjelaskan cara menghitung dan menginterpretasikan rasio odds dalam model regresi logistik di R, dengan sebuah contoh.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/r-rasio-odds-regresi-logistik\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/statorials.org\/id\/r-rasio-odds-regresi-logistik\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/r-rasio-odds-regresi-logistik\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/statorials.org\/id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"A: cara menghitung rasio odds dalam model regresi logistik"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#website","url":"https:\/\/statorials.org\/id\/","name":"Statorials","description":"Panduan anda untuk kompetensi statistik!","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/statorials.org\/id\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81","name":"Benjamin anderson","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/image\/","url":"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg","contentUrl":"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg","caption":"Benjamin anderson"},"description":"Halo, saya Benjamin, pensiunan profesor statistika yang menjadi guru Statorial yang berdedikasi. Dengan pengalaman dan keahlian yang luas di bidang statistika, saya ingin berbagi ilmu untuk memberdayakan mahasiswa melalui Statorials. Baca selengkapnya","sameAs":["http:\/\/statorials.org\/id"]}]}},"yoast_meta":{"yoast_wpseo_title":"","yoast_wpseo_metadesc":"","yoast_wpseo_canonical":""},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4487"}],"collection":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4487"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4487\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4487"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4487"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4487"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}