{"id":4505,"date":"2023-07-10T13:36:46","date_gmt":"2023-07-10T13:36:46","guid":{"rendered":"https:\/\/statorials.org\/id\/kontrol-kereta-r\/"},"modified":"2023-07-10T13:36:46","modified_gmt":"2023-07-10T13:36:46","slug":"kontrol-kereta-r","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/statorials.org\/id\/kontrol-kereta-r\/","title":{"rendered":"A: cara menggunakan traincontrol untuk mengontrol parameter pelatihan"},"content":{"rendered":"<p><\/p>\n<hr>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Untuk menilai seberapa baik suatu model dapat menyesuaikan dengan kumpulan data, kita perlu menganalisis kinerjanya berdasarkan observasi yang belum pernah dilihat sebelumnya.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Salah satu cara paling umum untuk mencapai hal ini adalah dengan menggunakan <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/k-lipat-validasi-silang\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">k-fold cross-validation<\/a> , yang menggunakan pendekatan berikut:<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>1.<\/strong> Bagi kumpulan data secara acak menjadi <em>k<\/em> kelompok, atau \u201clipatan\u201d, yang ukurannya kira-kira sama.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>2.<\/strong> Pilih salah satu lipatan sebagai set penahan. Sesuaikan template dengan sisa k-1 lipatan. Hitung uji MSE pada pengamatan pada lapisan yang dikencangkan.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>3.<\/strong> Ulangi proses ini sebanyak <em>k<\/em> kali, setiap kali menggunakan himpunan berbeda sebagai himpunan pengecualian.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>4.<\/strong> Hitung UMK uji keseluruhan sebagai rata-rata UMK uji <em>k<\/em> .<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Cara termudah untuk melakukan validasi silang k-fold di R adalah dengan menggunakan fungsi <strong>trainControl()<\/strong> dan <strong>train()<\/strong> dari perpustakaan <strong>caret<\/strong> di R.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Fungsi <strong>trainControl()<\/strong> digunakan untuk menentukan parameter pelatihan (misalnya jenis validasi silang yang akan digunakan, jumlah lipatan yang akan digunakan, dll.) dan fungsi <strong>train()<\/strong> digunakan untuk benar-benar menyesuaikan model dengan data. .<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Contoh berikut menunjukkan cara menggunakan fungsi <strong>trainControl()<\/strong> dan <strong>train()<\/strong> dalam praktiknya.<\/span><\/p>\n<h2> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Contoh: Cara menggunakan trainControl() di R<\/strong><\/span><\/h2>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Misalkan kita memiliki kumpulan data berikut di R:<\/span><\/p>\n<pre style=\"background-color: #ececec; font-size: 15px;\"> <strong><span style=\"color: #008080;\">#create data frame<\/span>\ndf &lt;- data.frame(y=c(6, 8, 12, 14, 14, 15, 17, 22, 24, 23),\n                 x1=c(2, 5, 4, 3, 4, 6, 7, 5, 8, 9),\n                 x2=c(14, 12, 12, 13, 7, 8, 7, 4, 6, 5))\n\n<span style=\"color: #008080;\">#view data frame\n<\/span>df\n\ny x1 x2\n6 2 14\n8 5 12\n12 4 12\n14 3 13\n14 4 7\n15 6 8\n17 7 7\n22 5 4\n24 8 6\n23 9 5\n<\/strong><\/pre>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Sekarang misalkan kita menggunakan fungsi <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/fungsi-lm-di-r\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">lm()<\/a> untuk menyesuaikan <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/regresi-linier-berganda\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">model regresi linier berganda<\/a> dengan kumpulan data ini, menggunakan <strong>x1<\/strong> dan <strong>x2<\/strong> sebagai variabel prediktor dan <strong>y<\/strong> sebagai variabel respons:<\/span><\/p>\n<pre style=\"background-color: #ececec; font-size: 15px;\"> <strong><span style=\"color: #008080;\">#fit multiple linear regression model to data<\/span>\nfit &lt;- lm(y ~ x1 + x2, data=df)\n\n<span style=\"color: #008080;\">#view model summary\n<\/span>summary(fit)\n\nCall:\nlm(formula = y ~ x1 + x2, data = df)\n\nResiduals:\n    Min 1Q Median 3Q Max \n-3.6650 -1.9228 -0.3684 1.2783 5.0208 \n\nCoefficients:\n            Estimate Std. Error t value Pr(&gt;|t|)  \n(Intercept) 21.2672 6.9927 3.041 0.0188 *\nx1 0.7803 0.6942 1.124 0.2981  \nx2 -1.1253 0.4251 -2.647 0.0331 *\n---\nSignificant. codes: 0 '***' 0.001 '**' 0.01 '*' 0.05 '.' 0.1 ' ' 1\n\nResidual standard error: 3.093 on 7 degrees of freedom\nMultiple R-squared: 0.801, Adjusted R-squared: 0.7441 \nF-statistic: 14.09 on 2 and 7 DF, p-value: 0.003516\n<\/strong><\/pre>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Dengan menggunakan koefisien pada keluaran model, kita dapat menulis model regresi yang sesuai:<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>kamu = 21,2672 + 0,7803*(x <sub>1<\/sub> ) \u2013 1,1253(x <sub>2<\/sub> )<\/strong><\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Untuk mendapatkan gambaran seberapa baik kinerja model ini pada <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/pengamatan-dalam-statistik\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">pengamatan<\/a> yang tidak terlihat, kita dapat menggunakan validasi silang k-fold.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Kode berikut menunjukkan cara menggunakan fungsi <strong>trainControl()<\/strong> paket <strong>tanda sisipan<\/strong> untuk menentukan validasi silang k-fold ( <strong>method=&#8221;cv&#8221;<\/strong> ) yang menggunakan 5 lipatan ( <strong>number=5<\/strong> ).<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Kami kemudian meneruskan fungsi <strong>trainControl()<\/strong> ini ke fungsi <strong>train()<\/strong> untuk benar-benar melakukan validasi silang k-fold:<\/span><\/p>\n<pre style=\"background-color: #ececec; font-size: 15px;\"> <strong><span style=\"color: #008080;\"><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"color: #008000;\">library<\/span> (caret)<\/span>\n\n#specify the cross-validation method<\/span>\nctrl &lt;- trainControl(method = \" <span style=\"color: #ff0000;\">cv<\/span> \", number = <span style=\"color: #008000;\">5<\/span> )\n\n<span style=\"color: #008080;\">#fit a regression model and use k-fold CV to evaluate performance\n<\/span>model &lt;- train(y ~ x1 + x2, data = df, method = \" <span style=\"color: #ff0000;\">lm<\/span> \", trControl = ctrl)\n\n<span style=\"color: #008080;\">#view summary of k-fold CV               \n<\/span><span style=\"color: #008000;\">print<\/span> (model)\n\nLinear Regression \n\n10 samples\n 2 predictors\n\nNo pre-processing\nResampling: Cross-Validated (5 fold) \nSummary of sample sizes: 8, 8, 8, 8, 8 \nResampling results:\n\n  RMSE Rsquared MAE     \n  3.612302 1 3.232153\n\nTuning parameter 'intercept' was held constant at a value of TRUE\n<\/strong><\/pre>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Dari hasil tersebut terlihat bahwa model dipasang <strong>sebanyak 5<\/strong> kali dengan menggunakan ukuran sampel sebanyak <strong>8<\/strong> observasi setiap kali pemasangan.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Setiap kali, model tersebut kemudian digunakan untuk memprediksi nilai dari <strong>2<\/strong> observasi yang dipertahankan dan metrik berikut dihitung setiap kali:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>RMSE:<\/strong> kesalahan akar rata-rata kuadrat. Ini mengukur perbedaan rata-rata antara prediksi yang dibuat oleh model dan observasi sebenarnya. Semakin rendah RMSE, semakin akurat suatu model dalam memprediksi observasi sebenarnya.<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>MAE:<\/strong> Rata-rata kesalahan absolut. Ini adalah perbedaan absolut rata-rata antara prediksi yang dibuat oleh model dan observasi sebenarnya. Semakin rendah MAE, semakin akurat suatu model dalam memprediksi observasi aktual.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Rata-rata nilai RMSE dan MAE untuk kelima komponen ditampilkan pada hasil:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">RMSE: <strong>3.612302<\/strong><\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">MAE: <strong>3.232153<\/strong><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Metrik ini memberi kita gambaran tentang performa model pada data baru.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Dalam praktiknya, kami biasanya menyesuaikan beberapa model berbeda dan membandingkan metrik ini untuk menentukan model mana yang memiliki performa terbaik pada data yang tidak terlihat.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Misalnya, kita dapat menyesuaikan <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/kapan-harus-menggunakan-regresi-polinomial\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">model regresi polinomial<\/a> dan melakukan validasi silang K-fold untuk melihat bagaimana metrik RMSE dan MAE dibandingkan dengan model regresi linier berganda.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Catatan #1:<\/strong> Dalam contoh ini, kami memilih untuk menggunakan k=5 lipatan, namun Anda dapat memilih jumlah lipatan berapa pun yang Anda inginkan. Dalam praktiknya, kami biasanya memilih antara 5 dan 10 lapis, karena ini terbukti merupakan jumlah lapis optimal yang menghasilkan tingkat kesalahan pengujian yang dapat diandalkan.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Catatan #2<\/strong> : Fungsi <strong>trainControl()<\/strong> menerima banyak argumen potensial. Anda dapat menemukan dokumentasi lengkap untuk fungsi ini <a href=\"https:\/\/search.r-project.org\/CRAN\/refmans\/caret\/html\/trainControl.html\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">di sini<\/a> .<\/span><\/p>\n<h2> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Sumber daya tambahan<\/strong><\/span><\/h2>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Tutorial berikut memberikan informasi tambahan tentang model pelatihan:<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/k-lipat-validasi-silang\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Pengantar Validasi Silang K-Fold<\/a><br \/><a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/tinggalkan-satu-validasi-silang\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Pengantar Validasi Silang Tinggalkan Satu Keluar<\/a><br \/> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/pembelajaran-mesin-yang-berlebihan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Apa yang dimaksud dengan overfitting dalam pembelajaran mesin?<\/a><\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Untuk menilai seberapa baik suatu model dapat menyesuaikan dengan kumpulan data, kita perlu menganalisis kinerjanya berdasarkan observasi yang belum pernah dilihat sebelumnya. Salah satu cara paling umum untuk mencapai hal ini adalah dengan menggunakan k-fold cross-validation , yang menggunakan pendekatan berikut: 1. Bagi kumpulan data secara acak menjadi k kelompok, atau \u201clipatan\u201d, yang ukurannya kira-kira [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[11],"tags":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v21.5 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>A: Cara menggunakan trainControl untuk mengontrol parameter pelatihan - Statorial<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Tutorial ini menjelaskan cara menggunakan fungsi traincontrol() di R untuk mengontrol parameter yang digunakan untuk model pelatihan, dengan sebuah contoh.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/kontrol-kereta-r\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"A: Cara menggunakan trainControl untuk mengontrol parameter pelatihan - Statorial\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Tutorial ini menjelaskan cara menggunakan fungsi traincontrol() di R untuk mengontrol parameter yang digunakan untuk model pelatihan, dengan sebuah contoh.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/statorials.org\/id\/kontrol-kereta-r\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Statorials\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2023-07-10T13:36:46+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Benjamin anderson\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Benjamin anderson\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/kontrol-kereta-r\/\",\"url\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/kontrol-kereta-r\/\",\"name\":\"A: Cara menggunakan trainControl untuk mengontrol parameter pelatihan - Statorial\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#website\"},\"datePublished\":\"2023-07-10T13:36:46+00:00\",\"dateModified\":\"2023-07-10T13:36:46+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81\"},\"description\":\"Tutorial ini menjelaskan cara menggunakan fungsi traincontrol() di R untuk mengontrol parameter yang digunakan untuk model pelatihan, dengan sebuah contoh.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/kontrol-kereta-r\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/statorials.org\/id\/kontrol-kereta-r\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/kontrol-kereta-r\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"A: cara menggunakan traincontrol untuk mengontrol parameter pelatihan\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/\",\"name\":\"Statorials\",\"description\":\"Panduan anda untuk kompetensi statistik!\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81\",\"name\":\"Benjamin anderson\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg\",\"contentUrl\":\"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg\",\"caption\":\"Benjamin anderson\"},\"description\":\"Halo, saya Benjamin, pensiunan profesor statistika yang menjadi guru Statorial yang berdedikasi. Dengan pengalaman dan keahlian yang luas di bidang statistika, saya ingin berbagi ilmu untuk memberdayakan mahasiswa melalui Statorials. Baca selengkapnya\",\"sameAs\":[\"http:\/\/statorials.org\/id\"]}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"A: Cara menggunakan trainControl untuk mengontrol parameter pelatihan - Statorial","description":"Tutorial ini menjelaskan cara menggunakan fungsi traincontrol() di R untuk mengontrol parameter yang digunakan untuk model pelatihan, dengan sebuah contoh.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/statorials.org\/id\/kontrol-kereta-r\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"A: Cara menggunakan trainControl untuk mengontrol parameter pelatihan - Statorial","og_description":"Tutorial ini menjelaskan cara menggunakan fungsi traincontrol() di R untuk mengontrol parameter yang digunakan untuk model pelatihan, dengan sebuah contoh.","og_url":"https:\/\/statorials.org\/id\/kontrol-kereta-r\/","og_site_name":"Statorials","article_published_time":"2023-07-10T13:36:46+00:00","author":"Benjamin anderson","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Benjamin anderson","Estimasi waktu membaca":"4 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/kontrol-kereta-r\/","url":"https:\/\/statorials.org\/id\/kontrol-kereta-r\/","name":"A: Cara menggunakan trainControl untuk mengontrol parameter pelatihan - Statorial","isPartOf":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#website"},"datePublished":"2023-07-10T13:36:46+00:00","dateModified":"2023-07-10T13:36:46+00:00","author":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81"},"description":"Tutorial ini menjelaskan cara menggunakan fungsi traincontrol() di R untuk mengontrol parameter yang digunakan untuk model pelatihan, dengan sebuah contoh.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/kontrol-kereta-r\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/statorials.org\/id\/kontrol-kereta-r\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/kontrol-kereta-r\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/statorials.org\/id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"A: cara menggunakan traincontrol untuk mengontrol parameter pelatihan"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#website","url":"https:\/\/statorials.org\/id\/","name":"Statorials","description":"Panduan anda untuk kompetensi statistik!","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/statorials.org\/id\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81","name":"Benjamin anderson","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/image\/","url":"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg","contentUrl":"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg","caption":"Benjamin anderson"},"description":"Halo, saya Benjamin, pensiunan profesor statistika yang menjadi guru Statorial yang berdedikasi. Dengan pengalaman dan keahlian yang luas di bidang statistika, saya ingin berbagi ilmu untuk memberdayakan mahasiswa melalui Statorials. Baca selengkapnya","sameAs":["http:\/\/statorials.org\/id"]}]}},"yoast_meta":{"yoast_wpseo_title":"","yoast_wpseo_metadesc":"","yoast_wpseo_canonical":""},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4505"}],"collection":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4505"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4505\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4505"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4505"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4505"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}