{"id":4525,"date":"2023-07-10T09:38:42","date_gmt":"2023-07-10T09:38:42","guid":{"rendered":"https:\/\/statorials.org\/id\/hidup-di-airlock\/"},"modified":"2023-07-10T09:38:42","modified_gmt":"2023-07-10T09:38:42","slug":"hidup-di-airlock","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/statorials.org\/id\/hidup-di-airlock\/","title":{"rendered":"Cara menghitung variance inflation factor (vif) di sas"},"content":{"rendered":"<p><\/p>\n<hr>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Dalam analisis regresi, <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/regresi-multikolinearitas\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">multikolinearitas<\/a> terjadi ketika dua atau lebih variabel prediktor berkorelasi tinggi satu sama lain sehingga tidak memberikan informasi yang unik atau independen dalam model regresi.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Jika tingkat korelasi antar variabel cukup tinggi, hal ini dapat menimbulkan masalah saat menyesuaikan dan menafsirkan model regresi.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Salah satu cara untuk mendeteksi multikolinearitas adalah dengan menggunakan metrik yang dikenal sebagai <strong>variance inflasi faktor (VIF)<\/strong> , yang mengukur korelasi dan kekuatan korelasi antar variabel penjelas dalam <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/python-regresi-linier\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">model regresi<\/a> .<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Tutorial ini menjelaskan cara menghitung VIF di SAS.<\/span><\/p>\n<h2> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Contoh: menghitung VIF di SAS<\/strong><\/span><\/h2>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Untuk contoh ini, kita akan membuat dataset yang mendeskripsikan atribut 10 pemain bola basket:<\/span> <\/p>\n<pre style=\"background-color: #ececec; font-size: 15px;\"> <strong><span style=\"color: #008000;\">\/*create dataset*\/\n<\/span><span style=\"color: #800080;\">data<\/span> my_data;\n    <span style=\"color: #3366ff;\">input<\/span> rating points assists rebounds;\n    <span style=\"color: #3366ff;\">datalines<\/span> ;\n90 25 5 11\n85 20 7 8\n82 14 7 10\n88 16 8 6\n94 27 5 6\n90 20 7 9\n76 12 6 6\n75 15 9 10\n87 14 9 10\n86 19 5 7\n;\n<span style=\"color: #800080;\">run<\/span> ;\n\n<span style=\"color: #008000;\">\/*view dataset*\/\n<\/span><span style=\"color: #800080;\">proc print<\/span> <span style=\"color: #3366ff;\">data<\/span> =my_data;<\/strong> <\/pre>\n<p><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\" wp-image-35364 aligncenter\" src=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/vifs1.png\" alt=\"\" width=\"320\" height=\"290\" srcset=\"\" sizes=\"\"><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Katakanlah kita ingin menyesuaikan model regresi linier berganda dengan menggunakan <strong>scoring<\/strong> sebagai variabel respon dan <strong>points<\/strong> , <strong>assists<\/strong> , dan <strong>rebounds<\/strong> sebagai variabel prediktor.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Kita dapat menggunakan <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/sas-proc-reg\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">PROC REG<\/a> untuk menyesuaikan model regresi ini dengan opsi <strong>VIF<\/strong> untuk menghitung nilai VIF untuk setiap variabel prediktor dalam model:<\/span> <\/p>\n<pre style=\"background-color: #ececec; font-size: 15px;\"> <strong><span style=\"color: #008000;\">\/*fit regression model and calculate VIF values*\/\n<\/span><span style=\"color: #800080;\">proc reg<\/span> <span style=\"color: #3366ff;\">data<\/span> =my_data;\n    <span style=\"color: #3366ff;\">model<\/span> rating = points assists rebounds \/ <span style=\"color: #3366ff;\">lively<\/span> ;\n<span style=\"color: #800080;\">run<\/span> ;<\/strong> <\/pre>\n<p><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\"aligncenter wp-image-35365\" src=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/vifs2.png\" alt=\"VIF di SAS\" width=\"429\" height=\"547\" srcset=\"\" sizes=\"\"><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Dari tabel <strong>Estimasi Parameter<\/strong> , kita dapat melihat nilai VIF untuk masing-masing variabel prediktor:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>poin:<\/strong> 1,76398<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>membantu:<\/strong> 1,96591<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>rebound:<\/strong> 1,17503<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Catatan:<\/strong> Abaikan VIF untuk \u201cIntercept\u201d di template karena nilai ini tidak relevan.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Nilai VIF dimulai dari 1 dan tidak memiliki batas atas. Aturan umum untuk menafsirkan VIF adalah:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Nilai <strong>1<\/strong> menunjukkan bahwa tidak ada korelasi antara variabel prediktor tertentu dengan variabel prediktor lainnya dalam model.<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Nilai antara <strong>1<\/strong> dan <strong>5<\/strong> menunjukkan korelasi sedang antara variabel prediktor tertentu dan variabel prediktor lainnya dalam model, namun seringkali tidak cukup parah sehingga memerlukan perhatian khusus.<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Nilai yang lebih besar dari <strong>5<\/strong> menunjukkan kemungkinan adanya korelasi yang serius antara variabel prediktor tertentu dan variabel prediktor lainnya dalam model. Dalam hal ini, estimasi koefisien dan nilai p pada hasil regresi kemungkinan besar tidak dapat diandalkan.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Karena masing-masing nilai VIF variabel prediktor dalam model regresi kita mendekati 1, multikolinearitas tidak menjadi masalah dalam contoh kita.<\/span><\/p>\n<h2> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Cara mengatasi multikolinearitas<\/strong><\/span><\/h2>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Jika Anda menentukan bahwa multikolinearitas merupakan masalah dalam model regresi Anda, ada beberapa cara umum untuk mengatasinya:<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>1. Hapus satu atau lebih variabel yang berkorelasi tinggi.<\/strong><\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Ini adalah solusi tercepat dalam banyak kasus dan sering kali merupakan solusi yang dapat diterima karena variabel yang Anda hapus bersifat mubazir dan hanya menambahkan sedikit informasi unik atau independen ke dalam model.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>2. Menggabungkan variabel prediktor secara linier dalam beberapa cara, seperti menambahkan atau menguranginya dalam beberapa cara.<\/strong><\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Dengan demikian, Anda dapat membuat variabel baru yang mencakup informasi dari kedua variabel dan Anda tidak lagi mengalami masalah multikolinearitas.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>3. Melakukan analisis yang dirancang untuk memperhitungkan variabel-variabel yang berkorelasi tinggi seperti analisis komponen utama atau regresi kuadrat terkecil parsial (PLS).<\/strong><\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Teknik-teknik ini dirancang khusus untuk menangani variabel prediktor yang sangat berkorelasi.<\/span><\/p>\n<h2> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Sumber daya tambahan<\/strong><\/span><\/h2>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Tutorial berikut menjelaskan cara melakukan tugas umum lainnya di SAS:<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/regresi-linier-berganda-di-sas\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Cara melakukan regresi linier berganda di SAS<\/a><br \/> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/sisa-grafis-airlock\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Cara Membuat Plot Sisa di SAS<\/a><br \/> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/juru-masak-jarak-jauh-di-airlock\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Cara menghitung jarak masak di SAS<\/a><\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Dalam analisis regresi, multikolinearitas terjadi ketika dua atau lebih variabel prediktor berkorelasi tinggi satu sama lain sehingga tidak memberikan informasi yang unik atau independen dalam model regresi. Jika tingkat korelasi antar variabel cukup tinggi, hal ini dapat menimbulkan masalah saat menyesuaikan dan menafsirkan model regresi. Salah satu cara untuk mendeteksi multikolinearitas adalah dengan menggunakan metrik [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[11],"tags":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v21.5 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Cara menghitung Variance Inflation Factor (VIF) di SAS - Statorials<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Tutorial ini menjelaskan cara menghitung VIF (faktor inflasi varians) di SAS, dengan sebuah contoh.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/hidup-di-airlock\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Cara menghitung Variance Inflation Factor (VIF) di SAS - Statorials\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Tutorial ini menjelaskan cara menghitung VIF (faktor inflasi varians) di SAS, dengan sebuah contoh.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/statorials.org\/id\/hidup-di-airlock\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Statorials\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2023-07-10T09:38:42+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/vifs1.png\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Benjamin anderson\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Benjamin anderson\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"2 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/hidup-di-airlock\/\",\"url\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/hidup-di-airlock\/\",\"name\":\"Cara menghitung Variance Inflation Factor (VIF) di SAS - Statorials\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#website\"},\"datePublished\":\"2023-07-10T09:38:42+00:00\",\"dateModified\":\"2023-07-10T09:38:42+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81\"},\"description\":\"Tutorial ini menjelaskan cara menghitung VIF (faktor inflasi varians) di SAS, dengan sebuah contoh.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/hidup-di-airlock\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/statorials.org\/id\/hidup-di-airlock\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/hidup-di-airlock\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Cara menghitung variance inflation factor (vif) di sas\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/\",\"name\":\"Statorials\",\"description\":\"Panduan anda untuk kompetensi statistik!\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81\",\"name\":\"Benjamin anderson\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg\",\"contentUrl\":\"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg\",\"caption\":\"Benjamin anderson\"},\"description\":\"Halo, saya Benjamin, pensiunan profesor statistika yang menjadi guru Statorial yang berdedikasi. Dengan pengalaman dan keahlian yang luas di bidang statistika, saya ingin berbagi ilmu untuk memberdayakan mahasiswa melalui Statorials. Baca selengkapnya\",\"sameAs\":[\"http:\/\/statorials.org\/id\"]}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Cara menghitung Variance Inflation Factor (VIF) di SAS - Statorials","description":"Tutorial ini menjelaskan cara menghitung VIF (faktor inflasi varians) di SAS, dengan sebuah contoh.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/statorials.org\/id\/hidup-di-airlock\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Cara menghitung Variance Inflation Factor (VIF) di SAS - Statorials","og_description":"Tutorial ini menjelaskan cara menghitung VIF (faktor inflasi varians) di SAS, dengan sebuah contoh.","og_url":"https:\/\/statorials.org\/id\/hidup-di-airlock\/","og_site_name":"Statorials","article_published_time":"2023-07-10T09:38:42+00:00","og_image":[{"url":"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/vifs1.png"}],"author":"Benjamin anderson","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Benjamin anderson","Estimasi waktu membaca":"2 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/hidup-di-airlock\/","url":"https:\/\/statorials.org\/id\/hidup-di-airlock\/","name":"Cara menghitung Variance Inflation Factor (VIF) di SAS - Statorials","isPartOf":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#website"},"datePublished":"2023-07-10T09:38:42+00:00","dateModified":"2023-07-10T09:38:42+00:00","author":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81"},"description":"Tutorial ini menjelaskan cara menghitung VIF (faktor inflasi varians) di SAS, dengan sebuah contoh.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/hidup-di-airlock\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/statorials.org\/id\/hidup-di-airlock\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/hidup-di-airlock\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/statorials.org\/id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Cara menghitung variance inflation factor (vif) di sas"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#website","url":"https:\/\/statorials.org\/id\/","name":"Statorials","description":"Panduan anda untuk kompetensi statistik!","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/statorials.org\/id\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81","name":"Benjamin anderson","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/image\/","url":"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg","contentUrl":"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg","caption":"Benjamin anderson"},"description":"Halo, saya Benjamin, pensiunan profesor statistika yang menjadi guru Statorial yang berdedikasi. Dengan pengalaman dan keahlian yang luas di bidang statistika, saya ingin berbagi ilmu untuk memberdayakan mahasiswa melalui Statorials. Baca selengkapnya","sameAs":["http:\/\/statorials.org\/id"]}]}},"yoast_meta":{"yoast_wpseo_title":"","yoast_wpseo_metadesc":"","yoast_wpseo_canonical":""},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4525"}],"collection":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4525"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4525\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4525"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4525"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4525"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}