{"id":4535,"date":"2023-07-10T07:36:27","date_gmt":"2023-07-10T07:36:27","guid":{"rendered":"https:\/\/statorials.org\/id\/menafsirkan-hasil-anova-dalam-sas\/"},"modified":"2023-07-10T07:36:27","modified_gmt":"2023-07-10T07:36:27","slug":"menafsirkan-hasil-anova-dalam-sas","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/statorials.org\/id\/menafsirkan-hasil-anova-dalam-sas\/","title":{"rendered":"Panduan lengkap: cara menafsirkan hasil anova di sas"},"content":{"rendered":"<p><\/p>\n<hr>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/anova-satu-arah\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">ANOVA satu arah<\/a> digunakan untuk menentukan apakah terdapat perbedaan yang signifikan secara statistik antara rata-rata tiga atau lebih kelompok independen.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Contoh berikut menunjukkan bagaimana menginterpretasikan hasil ANOVA satu arah di SAS.<\/span><\/p>\n<h2> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Contoh: Menafsirkan hasil ANOVA dalam SAS<\/strong><\/span><\/h2>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Misalkan seorang peneliti merekrut 30 siswa untuk berpartisipasi dalam suatu penelitian. Siswa <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/pemilihan-acak-vs.-penugasan-acak\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">ditugaskan secara acak<\/a> untuk menggunakan salah satu dari tiga metode belajar untuk mempersiapkan ujian.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Hasil ujian untuk setiap siswa ditunjukkan di bawah ini:<\/span> <\/p>\n<p><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\" wp-image-22551 aligncenter\" src=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/anovasas1.jpg\" alt=\"\" width=\"219\" height=\"237\" srcset=\"\" sizes=\"\"><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Kita dapat menggunakan kode berikut untuk membuat dataset ini di SAS:<\/span><\/p>\n<pre style=\"background-color: #ececec; font-size: 15px;\"> <span style=\"color: #000000;\"><strong><span style=\"color: #008000;\">\/*create dataset*\/\n<\/span><span style=\"color: #800080;\">data<\/span> my_data;\n    <span style=\"color: #3366ff;\">input<\/span> Method $Score;\n    <span style=\"color: #3366ff;\">datalines<\/span> ;\nAt 78\nAt 81\nAt 82\nAt 82\nAt 85\nAt 88\nAt 88\nAt 90\nB 81\nB 83\nB 83\nB85\nB 86\nB 88\nB90\nB91\nC 84\nC 88\nC 88\nC 89\nC 90\nC 93\nC 95\nC 98\n;\n<span style=\"color: #800080;\">run<\/span> ;\n<\/strong><\/span><\/pre>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Selanjutnya, kita akan menggunakan <strong>proc ANOVA<\/strong> untuk melakukan ANOVA satu arah:<\/span><\/p>\n<pre style=\"background-color: #ececec; font-size: 15px;\"> <span style=\"color: #000000;\"><strong><span style=\"color: #800080;\"><span style=\"color: #008000;\">\/*perform one-way ANOVA*\/\n<\/span><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"color: #800080;\">proc ANOVA<\/span> <span style=\"color: #3366ff;\">data<\/span> =my_data;\n    <span style=\"color: #3366ff;\">classMethod<\/span> ;\n    <span style=\"color: #3366ff;\">modelScore<\/span> = Method;\n    <span style=\"color: #3366ff;\">means<\/span> Method \/ <span style=\"color: #3366ff;\">tukey cldiff<\/span> ;\n<span style=\"color: #800080;\">run<\/span> ;<\/span><\/span><\/strong><\/span><\/pre>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Catatan<\/strong> : Kami menggunakan pernyataan <strong>mean<\/strong> bersama dengan opsi <strong>tukey<\/strong> dan <strong>cldiff<\/strong> untuk menentukan bahwa uji post-hoc Tukey harus dilakukan (dengan interval kepercayaan) jika nilai p keseluruhan dari ANOVA satu arah signifikan secara statistik.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Pertama, kita akan melihat tabel ANOVA pada hasilnya:<\/span> <\/p>\n<p><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\"aligncenter wp-image-22552\" src=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/anovasas2.jpg\" alt=\"ANOVA satu arah di SAS\" width=\"441\" height=\"294\" srcset=\"\" sizes=\"\"><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Berikut cara menafsirkan setiap nilai dalam output:<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Model DF:<\/strong> Derajat kebebasan untuk <em>metode<\/em> variabel. Ini dihitung sebagai #grup -1. Dalam hal ini terdapat 3 metode belajar yang berbeda, sehingga nilainya adalah: 3-1 = <strong>2<\/strong> .<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Kesalahan DF:<\/strong> derajat kebebasan residu. Ini dihitung sebagai #total observasi \u2013 #kelompok. Dalam hal ini terdapat 24 observasi dan 3 kelompok, sehingga nilainya adalah: 24-3 = <strong>21<\/strong> .<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Total yang dikoreksi<\/strong> : jumlah model DF dan kesalahan DF. Nilai ini adalah 2 + 21 = <strong>23<\/strong> .<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Model Sum of Squares:<\/strong> Jumlah kuadrat yang terkait dengan <em>metode<\/em> variabel. Nilai ini adalah <strong>175.583<\/strong> .<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Kesalahan Jumlah Kuadrat:<\/strong> Jumlah kuadrat yang terkait dengan sisa atau \u201ckesalahan\u201d. Nilai ini adalah <strong>350,25<\/strong> .<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Total Jumlah Kuadrat yang Dikoreksi<\/strong> : Jumlah model SS dan kesalahan SS. Nilai ini adalah <strong>525.833<\/strong> .<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Model kuadrat rata-rata:<\/strong> jumlah rata-rata kuadrat yang terkait dengan <em>metode ini<\/em> . Ini dihitung sebagai model SS \/ model DF, atau 175.583 \/ 2 = <strong>87.79<\/strong> .<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Kesalahan kuadrat rata-rata:<\/strong> jumlah rata-rata kuadrat yang terkait dengan residu. Ini dihitung sebagai SS Error \/ DF Error, yaitu 350.25 \/ 21 = <strong>16.68<\/strong> .<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Nilai F :<\/strong> Statistik F keseluruhan model ANOVA. Ini dihitung sebagai model mean square\/mean square error, atau 87.79\/16.68 = <strong>5.26<\/strong> .<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Pr &gt;F:<\/strong> Nilai p yang dikaitkan dengan statistik F dengan pembilang df = 2 dan penyebut df = 21. Dalam hal ini, nilai p adalah <strong>0,0140<\/strong> .<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Nilai yang paling penting dalam kumpulan hasil adalah nilai p, karena nilai ini memberi tahu kita jika terdapat perbedaan yang signifikan dalam nilai rata-rata antara ketiga kelompok.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Ingatlah bahwa ANOVA satu arah menggunakan hipotesis nol dan hipotesis alternatif berikut:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>H <sub>0<\/sub> (hipotesis nol):<\/strong> semua mean kelompok adalah sama.<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>H <sub>A<\/sub> (hipotesis alternatif):<\/strong> Setidaknya rata-rata satu kelompok berbeda dari yang lain.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Karena nilai p dalam tabel ANOVA kami (0,0140) kurang dari 0,05, kami menolak hipotesis nol.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Artinya, kami memiliki cukup bukti untuk mengatakan bahwa rata-rata nilai ujian di ketiga metode belajar tidak sama.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Untuk menentukan dengan pasti mean grup mana yang berbeda, kita perlu mengacu pada tabel hasil akhir yang menunjukkan hasil tes post-hoc Tukey:<\/span> <\/p>\n<p><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\"aligncenter wp-image-22554\" src=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/anovasas4.jpg\" alt=\"Tes Tukey di SAS\" width=\"442\" height=\"477\" srcset=\"\" sizes=\"\"><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Untuk mengetahui mean grup mana yang berbeda, kita perlu melihat perbandingan berpasangan mana yang memiliki bintang ( <strong>***<\/strong> ) di sebelahnya.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Tabel tersebut menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan secara statistik pada rata-rata nilai ujian antara Grup A dan Grup C.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Secara spesifik, rata-rata selisih nilai ujian antara Kelompok C dan Kelompok A adalah <strong>6,375<\/strong> .<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Interval kepercayaan 95% untuk perbedaan rata-rata adalah <strong>[1.228, 11.522]<\/strong> .<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Tidak ada perbedaan yang signifikan secara statistik antara rata-rata kelompok lainnya.<\/span><\/p>\n<h2> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Sumber daya tambahan<\/strong><\/span><\/h2>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Tutorial berikut memberikan informasi tambahan tentang model ANOVA:<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/tes-post-hoc-anova\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Panduan Menggunakan Pengujian Post-Hoc dengan ANOVA<\/a><br \/> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/anova-satu-arah-dan-sas\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Cara melakukan ANOVA satu arah di SAS<\/a><br \/> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/anova-dua-jalur-di-airlock\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Cara melakukan ANOVA dua arah di SAS<\/a><\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>ANOVA satu arah digunakan untuk menentukan apakah terdapat perbedaan yang signifikan secara statistik antara rata-rata tiga atau lebih kelompok independen. Contoh berikut menunjukkan bagaimana menginterpretasikan hasil ANOVA satu arah di SAS. Contoh: Menafsirkan hasil ANOVA dalam SAS Misalkan seorang peneliti merekrut 30 siswa untuk berpartisipasi dalam suatu penelitian. Siswa ditugaskan secara acak untuk menggunakan salah [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[11],"tags":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v21.5 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Panduan Lengkap: Cara Menafsirkan Hasil ANOVA di SAS - Statologi<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Tutorial ini menjelaskan cara menginterpretasikan hasil ANOVA di SAS, dengan contoh lengkap.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/menafsirkan-hasil-anova-dalam-sas\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Panduan Lengkap: Cara Menafsirkan Hasil ANOVA di SAS - Statologi\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Tutorial ini menjelaskan cara menginterpretasikan hasil ANOVA di SAS, dengan contoh lengkap.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/statorials.org\/id\/menafsirkan-hasil-anova-dalam-sas\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Statorials\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2023-07-10T07:36:27+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/anovasas1.jpg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Benjamin anderson\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Benjamin anderson\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/menafsirkan-hasil-anova-dalam-sas\/\",\"url\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/menafsirkan-hasil-anova-dalam-sas\/\",\"name\":\"Panduan Lengkap: Cara Menafsirkan Hasil ANOVA di SAS - Statologi\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#website\"},\"datePublished\":\"2023-07-10T07:36:27+00:00\",\"dateModified\":\"2023-07-10T07:36:27+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81\"},\"description\":\"Tutorial ini menjelaskan cara menginterpretasikan hasil ANOVA di SAS, dengan contoh lengkap.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/menafsirkan-hasil-anova-dalam-sas\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/statorials.org\/id\/menafsirkan-hasil-anova-dalam-sas\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/menafsirkan-hasil-anova-dalam-sas\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Panduan lengkap: cara menafsirkan hasil anova di sas\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/\",\"name\":\"Statorials\",\"description\":\"Panduan anda untuk kompetensi statistik!\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81\",\"name\":\"Benjamin anderson\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg\",\"contentUrl\":\"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg\",\"caption\":\"Benjamin anderson\"},\"description\":\"Halo, saya Benjamin, pensiunan profesor statistika yang menjadi guru Statorial yang berdedikasi. Dengan pengalaman dan keahlian yang luas di bidang statistika, saya ingin berbagi ilmu untuk memberdayakan mahasiswa melalui Statorials. Baca selengkapnya\",\"sameAs\":[\"http:\/\/statorials.org\/id\"]}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Panduan Lengkap: Cara Menafsirkan Hasil ANOVA di SAS - Statologi","description":"Tutorial ini menjelaskan cara menginterpretasikan hasil ANOVA di SAS, dengan contoh lengkap.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/statorials.org\/id\/menafsirkan-hasil-anova-dalam-sas\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Panduan Lengkap: Cara Menafsirkan Hasil ANOVA di SAS - Statologi","og_description":"Tutorial ini menjelaskan cara menginterpretasikan hasil ANOVA di SAS, dengan contoh lengkap.","og_url":"https:\/\/statorials.org\/id\/menafsirkan-hasil-anova-dalam-sas\/","og_site_name":"Statorials","article_published_time":"2023-07-10T07:36:27+00:00","og_image":[{"url":"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/anovasas1.jpg"}],"author":"Benjamin anderson","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Benjamin anderson","Estimasi waktu membaca":"3 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/menafsirkan-hasil-anova-dalam-sas\/","url":"https:\/\/statorials.org\/id\/menafsirkan-hasil-anova-dalam-sas\/","name":"Panduan Lengkap: Cara Menafsirkan Hasil ANOVA di SAS - Statologi","isPartOf":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#website"},"datePublished":"2023-07-10T07:36:27+00:00","dateModified":"2023-07-10T07:36:27+00:00","author":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81"},"description":"Tutorial ini menjelaskan cara menginterpretasikan hasil ANOVA di SAS, dengan contoh lengkap.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/menafsirkan-hasil-anova-dalam-sas\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/statorials.org\/id\/menafsirkan-hasil-anova-dalam-sas\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/menafsirkan-hasil-anova-dalam-sas\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/statorials.org\/id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Panduan lengkap: cara menafsirkan hasil anova di sas"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#website","url":"https:\/\/statorials.org\/id\/","name":"Statorials","description":"Panduan anda untuk kompetensi statistik!","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/statorials.org\/id\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81","name":"Benjamin anderson","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/image\/","url":"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg","contentUrl":"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg","caption":"Benjamin anderson"},"description":"Halo, saya Benjamin, pensiunan profesor statistika yang menjadi guru Statorial yang berdedikasi. Dengan pengalaman dan keahlian yang luas di bidang statistika, saya ingin berbagi ilmu untuk memberdayakan mahasiswa melalui Statorials. Baca selengkapnya","sameAs":["http:\/\/statorials.org\/id"]}]}},"yoast_meta":{"yoast_wpseo_title":"","yoast_wpseo_metadesc":"","yoast_wpseo_canonical":""},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4535"}],"collection":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4535"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4535\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4535"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4535"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4535"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}