{"id":4616,"date":"2023-07-09T14:43:59","date_gmt":"2023-07-09T14:43:59","guid":{"rendered":"https:\/\/statorials.org\/id\/koefisien-regresi-standar-di-r\/"},"modified":"2023-07-09T14:43:59","modified_gmt":"2023-07-09T14:43:59","slug":"koefisien-regresi-standar-di-r","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/statorials.org\/id\/koefisien-regresi-standar-di-r\/","title":{"rendered":"Cara menghitung koefisien regresi standar di r"},"content":{"rendered":"<p><\/p>\n<hr>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Biasanya, saat kita melakukan <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/regresi-linier-berganda-r\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">regresi linier berganda<\/a> , koefisien regresi yang dihasilkan dalam keluaran model <strong>tidak terstandarisasi<\/strong> , artinya koefisien regresi tersebut menggunakan data mentah untuk menemukan garis yang paling sesuai.<\/span><\/p>\n<pre style=\"background-color: #ececec; font-size: 15px;\"> <strong>model &lt;- lm(price ~ age + sqfeet, data=df)\n<\/strong><\/pre>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Namun, dimungkinkan untuk <strong>membakukan<\/strong> setiap variabel prediktor dan variabel respon (dengan mengurangkan nilai rata-rata setiap variabel dari nilai aslinya dan kemudian membaginya dengan standar deviasi variabel) dan kemudian menjalankan regresi, yang menghasilkan <strong>koefisien regresi standar<\/strong> .<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Cara paling sederhana untuk menghitung koefisien regresi standar di R adalah dengan menggunakan fungsi <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/fungsi-skala-di-r\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">scale()<\/a> untuk membakukan setiap variabel dalam model:<\/span><\/p>\n<pre style=\"background-color: #ececec; font-size: 15px;\"> <strong>model &lt;- lm(scale(price) ~ scale(age) + scale(sqfeet), data=df)<\/strong><\/pre>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Contoh berikut menunjukkan cara menghitung koefisien regresi standar dalam praktiknya.<\/span><\/p>\n<h2> <strong>Contoh: Cara menghitung koefisien regresi standar di R<\/strong><\/h2>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Misalkan kita memiliki kumpulan data berikut yang berisi informasi tentang umur, ukuran luas, dan harga jual 12 rumah:<\/span><\/p>\n<pre style=\"background-color: #ececec; font-size: 15px;\"> <strong><span style=\"color: #008080;\">#create data frame\n<\/span>df &lt;- data. <span style=\"color: #3366ff;\">frame<\/span> (age=c(4, 7, 10, 15, 16, 18, 24, 28, 30, 35, 40, 44),\n                 sqfeet=c(2600, 2800, 1700, 1300, 1500, 1800,\n                          1200, 2200, 1800, 1900, 2100, 1300),\n                 price=c(280000, 340000, 195000, 180000, 150000, 200000,\n                         180000, 240000, 200000, 180000, 260000, 140000))\n\n<span style=\"color: #008080;\">#view data frame\n<\/span>df\n\n   age square feet price\n1 4 2600 280000\n2 7 2800 340000\n3 10 1700 195000\n4 15 1300 180000\n5 16 1500 150000\n6 18 1800 200000\n7 24 1200 180000\n8 28 2200 240000\n9 30 1800 200000\n10 35 1900 180000\n11 40 2100 260000\n12 44 1300 140000\n<\/strong><\/pre>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Misalkan kita melakukan regresi linier berganda dengan menggunakan <strong>umur<\/strong> dan <strong>luas persegi<\/strong> sebagai variabel prediktor dan <strong>harga<\/strong> sebagai variabel respon:<\/span><\/p>\n<pre style=\"background-color: #ececec; font-size: 15px;\"> <strong><span style=\"color: #008080;\">#fit regression model\n<\/span>model &lt;- lm(price ~ age + sqfeet, data=df)\n\n<span style=\"color: #008080;\">#view model summary\n<\/span>summary(model)\n\nCall:\nlm(formula = price ~ age + sqfeet, data = df)\n\nResiduals:\n   Min 1Q Median 3Q Max \n-32038 -10526 -6139 21641 34060 \n\nCoefficients:\n            Estimate Std. Error t value Pr(&gt;|t|)    \n(Intercept) 34736.54 37184.32 0.934 0.374599    \nage -409.83 612.46 -0.669 0.520187    \nsqfeet 100.87 15.75 6.405 0.000125 ***\n---\nSignificant. codes: 0 '***' 0.001 '**' 0.01 '*' 0.05 '.' 0.1 ' ' 1\n\nResidual standard error: 24690 on 9 degrees of freedom\nMultiple R-squared: 0.8508, Adjusted R-squared: 0.8176 \nF-statistic: 25.65 on 2 and 9 DF, p-value: 0.0001916\n<\/strong><\/pre>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Dari hasil model terlihat <strong>koefisien regresi tidak terstandar<\/strong> :<\/span><\/p>\n<ul>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Intersepsi: <strong>34736.54<\/strong><\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Usia: <strong>-409.83<\/strong><\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Kaki persegi: <strong>100,87<\/strong><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Pada pandangan pertama, tampak bahwa usia memiliki pengaruh yang jauh lebih besar terhadap harga real estat karena koefisiennya dalam tabel regresi adalah <strong>-409.833<\/strong> , dibandingkan dengan hanya <strong>100.866<\/strong> untuk variabel prediktor luas persegi.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Namun, kesalahan standarnya jauh lebih besar untuk usia dibandingkan untuk luas persegi, itulah sebabnya nilai p yang sesuai sebenarnya besar untuk usia (p = 0,520) dan kecil untuk luas persegi (p = 0,000).<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Penyebab perbedaan koefisien regresi yang ekstrim adalah karena perbedaan ekstrim skala kedua variabel:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Nilai untuk <strong>usia<\/strong> berkisar antara 4 hingga 44 tahun.<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Nilai <strong>luas persegi<\/strong> berkisar antara 1.200 hingga 2.800.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Misalkan kita <strong>menormalkan<\/strong> data mentah dan menyesuaikan model regresi baru:<\/span><\/p>\n<pre style=\"background-color: #ececec; font-size: 15px;\"> <strong><span style=\"color: #008080;\">#standardize each variable and fit regression model\n<\/span>model_std &lt;- lm(scale(price) ~ scale(age) + scale(sqfeet), data=df)\n\n<span style=\"color: #008080;\">#turn off scientific notation<\/span>\noptions(scipen= <span style=\"color: #008000;\">999<\/span> )\n\n<span style=\"color: #008080;\">#view model summary\n<\/span>summary(model_std)\n\nCall:\nlm(formula = scale(price) ~ scale(age) + scale(sqfeet), data = df)\n\nResiduals:\n    Min 1Q Median 3Q Max \n-0.5541 -0.1820 -0.1062 0.3743 0.5891 \n\nCoefficients:\n                            Estimate Std. Error t value Pr(&gt;|t|)\n(Intercept) -0.0000000000000002253 0.1232881457926768426 0.000 1.000000\nscale(age) -0.0924421263946849786 0.1381464029075653854 -0.669 0.520187\nscale(sqfeet) 0.8848591938302141635 0.1381464029075653577 6.405 0.000125\n                 \n(Intercept)      \nscale(age)       \nscale(sqfeet)***\n---\nSignificant. codes: 0 '***' 0.001 '**' 0.01 '*' 0.05 '.' 0.1 ' ' 1\n\nResidual standard error: 0.4271 on 9 degrees of freedom\nMultiple R-squared: 0.8508, Adjusted R-squared: 0.8176 \nF-statistic: 25.65 on 2 and 9 DF, p-value: 0.0001916\n<\/strong><\/pre>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Koefisien regresi dalam tabel ini <strong>terstandarisasi<\/strong> , artinya mereka menggunakan data terstandar agar sesuai dengan model regresi ini.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Cara menafsirkan koefisien pada tabel adalah sebagai berikut:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Peningkatan satu deviasi standar pada <strong>usia<\/strong> dikaitkan dengan penurunan deviasi standar pada harga rumah <strong>sebesar 0,092<\/strong> , dengan asumsi luas persegi tetap konstan.<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Peningkatan satu deviasi standar <strong>dalam luas persegi<\/strong> dikaitkan dengan kenaikan deviasi standar pada harga rumah <strong>sebesar 0,885<\/strong> , dengan asumsi usia tetap konstan.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Sekarang kita dapat melihat bahwa ukuran luas mempunyai pengaruh yang jauh lebih besar terhadap harga rumah dibandingkan usia.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Catatan<\/strong> : Nilai p untuk setiap variabel prediktor sama persis dengan model regresi sebelumnya.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Saat memutuskan model akhir mana yang akan digunakan, kini kita tahu bahwa <strong>luas persegi<\/strong> jauh lebih penting dalam memprediksi harga sebuah rumah dibandingkan <strong>usianya<\/strong> .<\/span><\/p>\n<h2> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Sumber daya tambahan<\/strong><\/span><\/h2>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Tutorial berikut memberikan informasi tambahan tentang model regresi:<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/membaca-tabel-interpretasi-regresi\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Cara membaca dan menafsirkan tabel regresi<\/a><br \/> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/bagaimana-menafsirkan-koefisien-regresi\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Bagaimana menafsirkan koefisien regresi<\/a><br \/> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/nilai-p-regresi-linier\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Cara menginterpretasikan nilai P dalam regresi linier<\/a><\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Biasanya, saat kita melakukan regresi linier berganda , koefisien regresi yang dihasilkan dalam keluaran model tidak terstandarisasi , artinya koefisien regresi tersebut menggunakan data mentah untuk menemukan garis yang paling sesuai. model &lt;- lm(price ~ age + sqfeet, data=df) Namun, dimungkinkan untuk membakukan setiap variabel prediktor dan variabel respon (dengan mengurangkan nilai rata-rata setiap variabel [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[11],"tags":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v21.5 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Cara menghitung koefisien regresi standar di R - Statorials<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Tutorial ini menjelaskan cara menghitung koefisien regresi standar di R, dengan sebuah contoh.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/koefisien-regresi-standar-di-r\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Cara menghitung koefisien regresi standar di R - Statorials\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Tutorial ini menjelaskan cara menghitung koefisien regresi standar di R, dengan sebuah contoh.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/statorials.org\/id\/koefisien-regresi-standar-di-r\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Statorials\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2023-07-09T14:43:59+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Benjamin anderson\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Benjamin anderson\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/koefisien-regresi-standar-di-r\/\",\"url\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/koefisien-regresi-standar-di-r\/\",\"name\":\"Cara menghitung koefisien regresi standar di R - Statorials\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#website\"},\"datePublished\":\"2023-07-09T14:43:59+00:00\",\"dateModified\":\"2023-07-09T14:43:59+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81\"},\"description\":\"Tutorial ini menjelaskan cara menghitung koefisien regresi standar di R, dengan sebuah contoh.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/koefisien-regresi-standar-di-r\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/statorials.org\/id\/koefisien-regresi-standar-di-r\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/koefisien-regresi-standar-di-r\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Cara menghitung koefisien regresi standar di r\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/\",\"name\":\"Statorials\",\"description\":\"Panduan anda untuk kompetensi statistik!\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81\",\"name\":\"Benjamin anderson\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg\",\"contentUrl\":\"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg\",\"caption\":\"Benjamin anderson\"},\"description\":\"Halo, saya Benjamin, pensiunan profesor statistika yang menjadi guru Statorial yang berdedikasi. Dengan pengalaman dan keahlian yang luas di bidang statistika, saya ingin berbagi ilmu untuk memberdayakan mahasiswa melalui Statorials. Baca selengkapnya\",\"sameAs\":[\"http:\/\/statorials.org\/id\"]}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Cara menghitung koefisien regresi standar di R - Statorials","description":"Tutorial ini menjelaskan cara menghitung koefisien regresi standar di R, dengan sebuah contoh.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/statorials.org\/id\/koefisien-regresi-standar-di-r\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Cara menghitung koefisien regresi standar di R - Statorials","og_description":"Tutorial ini menjelaskan cara menghitung koefisien regresi standar di R, dengan sebuah contoh.","og_url":"https:\/\/statorials.org\/id\/koefisien-regresi-standar-di-r\/","og_site_name":"Statorials","article_published_time":"2023-07-09T14:43:59+00:00","author":"Benjamin anderson","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Benjamin anderson","Estimasi waktu membaca":"3 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/koefisien-regresi-standar-di-r\/","url":"https:\/\/statorials.org\/id\/koefisien-regresi-standar-di-r\/","name":"Cara menghitung koefisien regresi standar di R - Statorials","isPartOf":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#website"},"datePublished":"2023-07-09T14:43:59+00:00","dateModified":"2023-07-09T14:43:59+00:00","author":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81"},"description":"Tutorial ini menjelaskan cara menghitung koefisien regresi standar di R, dengan sebuah contoh.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/koefisien-regresi-standar-di-r\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/statorials.org\/id\/koefisien-regresi-standar-di-r\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/koefisien-regresi-standar-di-r\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/statorials.org\/id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Cara menghitung koefisien regresi standar di r"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#website","url":"https:\/\/statorials.org\/id\/","name":"Statorials","description":"Panduan anda untuk kompetensi statistik!","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/statorials.org\/id\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81","name":"Benjamin anderson","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/image\/","url":"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg","contentUrl":"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg","caption":"Benjamin anderson"},"description":"Halo, saya Benjamin, pensiunan profesor statistika yang menjadi guru Statorial yang berdedikasi. Dengan pengalaman dan keahlian yang luas di bidang statistika, saya ingin berbagi ilmu untuk memberdayakan mahasiswa melalui Statorials. Baca selengkapnya","sameAs":["http:\/\/statorials.org\/id"]}]}},"yoast_meta":{"yoast_wpseo_title":"","yoast_wpseo_metadesc":"","yoast_wpseo_canonical":""},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4616"}],"collection":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4616"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4616\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4616"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4616"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4616"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}