{"id":465,"date":"2023-07-29T20:01:08","date_gmt":"2023-07-29T20:01:08","guid":{"rendered":"https:\/\/statorials.org\/id\/regresi-kesalahan-standar\/"},"modified":"2023-07-29T20:01:08","modified_gmt":"2023-07-29T20:01:08","slug":"regresi-kesalahan-standar","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/statorials.org\/id\/regresi-kesalahan-standar\/","title":{"rendered":"Memahami kesalahan standar regresi"},"content":{"rendered":"<p><\/p>\n<hr>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Saat kita menyesuaikan model regresi dengan kumpulan data, kita sering kali tertarik pada seberapa cocok model regresi tersebut dengan kumpulan data. Dua metrik yang umum digunakan untuk mengukur goodness of fit meliputi R kuadrat ( <sup>R2<\/sup> ) dan <strong>kesalahan<\/strong> <strong>standar regresi<\/strong> , yang sering dinotasikan dengan <em>S.<\/em><\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Tutorial ini menjelaskan cara menafsirkan kesalahan standar regresi (S) serta mengapa hal ini dapat memberikan informasi yang lebih berguna daripada R <sup>2<\/sup> .<\/span><\/p>\n<h2> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Kesalahan standar versus R-kuadrat dalam regresi<\/strong><\/span><\/h2>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Misalkan kita memiliki kumpulan data sederhana yang menunjukkan berapa jam 12 siswa belajar per hari selama sebulan menjelang ujian penting, serta nilai ujian mereka:<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Jika kita memasukkan model regresi linier sederhana ke kumpulan data ini di Excel, kita menerima hasil berikut:<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>R squared<\/strong> merupakan proporsi varians variabel respon yang dapat dijelaskan oleh variabel prediktor. Dalam hal ini, <strong>65,76%<\/strong> varians nilai ujian dapat dijelaskan oleh jumlah jam belajar.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Kesalahan standar regresi<\/strong> adalah jarak rata-rata antara nilai yang diamati dan garis regresi. Dalam hal ini, nilai yang diamati rata-rata menyimpang sebesar 4,89 satuan dari garis regresi.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Jika kita memplot titik data sebenarnya dengan garis regresi, kita dapat melihatnya dengan lebih jelas:<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Perhatikan bahwa beberapa observasi terletak sangat dekat dengan garis regresi, sementara observasi lainnya tidak. Namun rata-rata nilai yang diamati menyimpang sebesar <strong>4,19 satuan<\/strong> dari garis regresi.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Kesalahan standar regresi sangat berguna karena dapat digunakan untuk mengevaluasi keakuratan prediksi. Sekitar 95% pengamatan harus berada dalam +\/- dua kesalahan standar regresi, yang merupakan perkiraan cepat dari interval prediksi 95%.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Jika kita ingin membuat prediksi menggunakan model regresi, kesalahan standar regresi mungkin merupakan ukuran yang lebih berguna untuk diketahui daripada R-kuadrat, karena ini memberi kita gambaran seberapa akurat prediksi kita dalam satuan.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Untuk mengilustrasikan mengapa kesalahan standar regresi mungkin merupakan ukuran yang lebih berguna untuk menilai &#8220;kesesuaian&#8221; suatu model, mari kita pertimbangkan contoh kumpulan data lain yang menunjukkan berapa jam 12 siswa belajar per hari selama satu bulan sebelum ujian penting serta hasil ujian mereka:<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Perhatikan bahwa ini adalah kumpulan data yang sama persis seperti sebelumnya, <strong>hanya saja semua nilai s<\/strong><\/span> <span style=\"color: #000000;\"><strong>dibelah dua<\/strong> . Oleh karena itu, siswa dalam kumpulan data ini belajar tepat separuh waktu belajarnya dibandingkan siswa pada kumpulan data sebelumnya dan menerima tepat separuh nilai ujian.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Jika kita memasukkan model regresi linier sederhana ke kumpulan data ini di Excel, kita menerima hasil berikut:<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Perhatikan bahwa R kuadrat <strong>65,76%<\/strong> sama persis dengan contoh sebelumnya.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Namun, kesalahan standar regresi adalah <strong>2.095<\/strong> , yang merupakan setengah dari kesalahan standar regresi pada contoh sebelumnya.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Jika kita memplot titik data sebenarnya dengan garis regresi, kita dapat melihatnya dengan lebih jelas:<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Perhatikan bagaimana observasi dikelompokkan lebih dekat di sekitar garis regresi. Rata-rata nilai yang diamati terletak <strong>2.095 unit<\/strong> dari garis regresi.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Jadi meskipun kedua model regresi memiliki R-kuadrat sebesar <strong>65,76%<\/strong> , kita tahu bahwa model kedua akan memberikan prediksi yang lebih akurat karena memiliki kesalahan standar regresi yang lebih rendah.<\/span><\/p>\n<h2> <strong><span style=\"color: #000000;\">Manfaat Menggunakan Kesalahan Standar<\/span><\/strong><\/h2>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Kesalahan standar regresi (S) seringkali lebih berguna untuk diketahui dibandingkan R kuadrat model karena memberikan kita unit sebenarnya. Jika kita ingin menggunakan model regresi untuk menghasilkan prediksi, S dapat dengan mudah memberi tahu kita apakah suatu model cukup akurat untuk digunakan dalam tujuan prediksi.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Misalnya, kita ingin menghasilkan interval prediksi 95% yang memungkinkan kita memprediksi skor ujian hingga 6 poin dari skor sebenarnya.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Model pertama kami memiliki R-kuadrat sebesar 65,76%, namun hal tersebut tidak memberi tahu kami apa pun tentang keakuratan interval prediksi kami. Untungnya, kita juga mengetahui bahwa model pertama memiliki S sebesar 4,19. Artinya, interval prediksi 95% akan memiliki lebar sekitar 2*4,19 = +\/- 8,38 unit, yang terlalu lebar untuk interval prediksi kita.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Model kedua kami juga memiliki R-kuadrat sebesar 65,76%, tetapi sekali lagi, ini tidak memberi tahu kami apa pun tentang keakuratan interval prediksi kami. Namun, kita mengetahui bahwa model kedua memiliki S sebesar 2,095. Artinya, interval prediksi 95% akan memiliki lebar sekitar 2*2,095 = +\/- 4,19 unit, yang kurang dari 6 sehingga cukup akurat untuk digunakan menghasilkan interval prediksi.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Bacaan lebih lanjut<\/strong><\/span><\/p>\n<p> Pengantar Regresi Linier Sederhana<br \/> Berapa nilai R-kuadrat yang bagus?<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Saat kita menyesuaikan model regresi dengan kumpulan data, kita sering kali tertarik pada seberapa cocok model regresi tersebut dengan kumpulan data. Dua metrik yang umum digunakan untuk mengukur goodness of fit meliputi R kuadrat ( R2 ) dan kesalahan standar regresi , yang sering dinotasikan dengan S. Tutorial ini menjelaskan cara menafsirkan kesalahan standar regresi [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[11],"tags":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v21.5 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Memahami kesalahan standar regresi - Statologi<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Panduan sederhana untuk memahami kesalahan standar regresi dan potensi keuntungannya dibandingkan R-squared.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/regresi-kesalahan-standar\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Memahami kesalahan standar regresi - Statologi\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Panduan sederhana untuk memahami kesalahan standar regresi dan potensi keuntungannya dibandingkan R-squared.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/statorials.org\/id\/regresi-kesalahan-standar\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Statorials\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2023-07-29T20:01:08+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Benjamin anderson\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Benjamin anderson\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/regresi-kesalahan-standar\/\",\"url\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/regresi-kesalahan-standar\/\",\"name\":\"Memahami kesalahan standar regresi - Statologi\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#website\"},\"datePublished\":\"2023-07-29T20:01:08+00:00\",\"dateModified\":\"2023-07-29T20:01:08+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81\"},\"description\":\"Panduan sederhana untuk memahami kesalahan standar regresi dan potensi keuntungannya dibandingkan R-squared.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/regresi-kesalahan-standar\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/statorials.org\/id\/regresi-kesalahan-standar\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/regresi-kesalahan-standar\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Memahami kesalahan standar regresi\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/\",\"name\":\"Statorials\",\"description\":\"Panduan anda untuk kompetensi statistik!\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81\",\"name\":\"Benjamin anderson\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg\",\"contentUrl\":\"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg\",\"caption\":\"Benjamin anderson\"},\"description\":\"Halo, saya Benjamin, pensiunan profesor statistika yang menjadi guru Statorial yang berdedikasi. Dengan pengalaman dan keahlian yang luas di bidang statistika, saya ingin berbagi ilmu untuk memberdayakan mahasiswa melalui Statorials. Baca selengkapnya\",\"sameAs\":[\"http:\/\/statorials.org\/id\"]}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Memahami kesalahan standar regresi - Statologi","description":"Panduan sederhana untuk memahami kesalahan standar regresi dan potensi keuntungannya dibandingkan R-squared.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/statorials.org\/id\/regresi-kesalahan-standar\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Memahami kesalahan standar regresi - Statologi","og_description":"Panduan sederhana untuk memahami kesalahan standar regresi dan potensi keuntungannya dibandingkan R-squared.","og_url":"https:\/\/statorials.org\/id\/regresi-kesalahan-standar\/","og_site_name":"Statorials","article_published_time":"2023-07-29T20:01:08+00:00","author":"Benjamin anderson","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Benjamin anderson","Estimasi waktu membaca":"3 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/regresi-kesalahan-standar\/","url":"https:\/\/statorials.org\/id\/regresi-kesalahan-standar\/","name":"Memahami kesalahan standar regresi - Statologi","isPartOf":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#website"},"datePublished":"2023-07-29T20:01:08+00:00","dateModified":"2023-07-29T20:01:08+00:00","author":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81"},"description":"Panduan sederhana untuk memahami kesalahan standar regresi dan potensi keuntungannya dibandingkan R-squared.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/regresi-kesalahan-standar\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/statorials.org\/id\/regresi-kesalahan-standar\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/regresi-kesalahan-standar\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/statorials.org\/id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Memahami kesalahan standar regresi"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#website","url":"https:\/\/statorials.org\/id\/","name":"Statorials","description":"Panduan anda untuk kompetensi statistik!","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/statorials.org\/id\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81","name":"Benjamin anderson","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/image\/","url":"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg","contentUrl":"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg","caption":"Benjamin anderson"},"description":"Halo, saya Benjamin, pensiunan profesor statistika yang menjadi guru Statorial yang berdedikasi. Dengan pengalaman dan keahlian yang luas di bidang statistika, saya ingin berbagi ilmu untuk memberdayakan mahasiswa melalui Statorials. Baca selengkapnya","sameAs":["http:\/\/statorials.org\/id"]}]}},"yoast_meta":{"yoast_wpseo_title":"","yoast_wpseo_metadesc":"","yoast_wpseo_canonical":""},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/465"}],"collection":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=465"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/465\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=465"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=465"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=465"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}