{"id":470,"date":"2023-07-29T19:39:33","date_gmt":"2023-07-29T19:39:33","guid":{"rendered":"https:\/\/statorials.org\/id\/membaca-tabel-interpretasi-regresi\/"},"modified":"2023-07-29T19:39:33","modified_gmt":"2023-07-29T19:39:33","slug":"membaca-tabel-interpretasi-regresi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/statorials.org\/id\/membaca-tabel-interpretasi-regresi\/","title":{"rendered":"Cara membaca dan menafsirkan tabel regresi"},"content":{"rendered":"<p><\/p>\n<hr>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Dalam statistika, regresi merupakan suatu teknik yang dapat digunakan untuk menganalisis hubungan antara variabel prediktor dan variabel respon.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Saat Anda menggunakan perangkat lunak (seperti R, SAS, SPSS, dll.) untuk melakukan analisis regresi, Anda akan menerima tabel regresi yang merangkum hasil regresi sebagai output. Penting untuk mengetahui cara membaca tabel ini agar Anda dapat memahami hasil analisis regresi.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Tutorial ini menunjukkan contoh analisis regresi dan memberikan penjelasan rinci tentang cara membaca dan menginterpretasikan hasil tabel regresi.<\/span><\/p>\n<h2> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Contoh regresi<\/strong><\/span><\/h2>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Misalkan kita memiliki kumpulan data berikut yang menunjukkan jumlah jam belajar, jumlah ujian persiapan yang diambil, dan nilai ujian akhir untuk 12 siswa berbeda:<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Untuk menganalisis hubungan antara jam belajar dan persiapan ujian dengan nilai ujian akhir yang diperoleh siswa, kami melakukan regresi linier berganda dengan menggunakan <em>jam belajar<\/em> dan ujian <em>persiapan<\/em> <em>sebagai<\/em> variabel prediktor dan <em>nilai akhir ujian<\/em> sebagai variabel respon.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Kami menerima hasil berikut:<\/span><\/p>\n<h2> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Memeriksa kesesuaian model<\/strong><\/span><\/h2>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Bagian pertama menunjukkan beberapa angka berbeda yang mengukur kecocokan model regresi, yaitu seberapa baik model regresi mampu \u201cmenyesuaikan\u201d kumpulan data.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Berikut cara mengartikan masing-masing angka pada bagian ini:<\/span><\/p>\n<h3> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Beberapa Rs<\/strong><\/span><\/h3>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Ini adalah <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/koefisien-korelasi-pearson-1\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">koefisien korelasi<\/a> . Ini mengukur kekuatan hubungan linier antara variabel prediktor dan variabel respon. Kelipatan R sebesar 1 menunjukkan hubungan linier sempurna, sedangkan kelipatan R sebesar 0 menunjukkan tidak ada hubungan linier. Kelipatan R adalah akar kuadrat dari R kuadrat (lihat di bawah).<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Pada contoh ini, <strong>kelipatan R adalah 0,72855<\/strong> yang menunjukkan adanya hubungan linier yang cukup kuat antara <em>jam belajar<\/em> dan <em>ujian persiapan<\/em> prediktor serta <em>nilai ujian akhir<\/em> variabel respon.<\/span><\/p>\n<h3> <strong><span style=\"color: #000000;\">R-kuadrat<\/span><\/strong><\/h3>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Hal ini sering ditulis sebagai <sup>r2<\/sup> dan juga dikenal sebagai <em>koefisien <span style=\"color: #000000;\">determinasi<\/span><\/em> . Merupakan proporsi varians variabel respon yang dapat dijelaskan oleh variabel prediktor.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Nilai R-squared dapat berkisar antara 0 sampai 1. Nilai 0 menunjukkan bahwa variabel respon tidak dapat dijelaskan sama sekali oleh variabel prediktor. Nilai 1 menunjukkan bahwa variabel respon dapat dijelaskan dengan sempurna tanpa kesalahan oleh variabel prediktor.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Dalam contoh ini, <strong>R-kuadratnya adalah 0,5307<\/strong> , yang menunjukkan bahwa 53,07% varian nilai ujian akhir dapat dijelaskan oleh jumlah jam belajar dan jumlah ujian praktik yang lalu.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Terkait:<\/strong><\/span> Berapa nilai R-kuadrat yang bagus?<\/p>\n<h3> <span style=\"color: #000000;\"><strong>R-kuadrat yang disesuaikan<\/strong><\/span><\/h3>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Ini adalah versi modifikasi dari R-squared yang telah disesuaikan berdasarkan jumlah prediktor dalam model. Itu selalu kurang dari R kuadrat. R-squared yang disesuaikan dapat berguna untuk membandingkan kesesuaian model regresi yang berbeda satu sama lain.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Dalam contoh ini, <strong>R-kuadrat yang disesuaikan adalah 0,4265.<\/strong><\/span><\/p>\n<h3> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Kesalahan standar regresi<\/strong><\/span><\/h3>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Kesalahan standar regresi adalah jarak rata-rata antara nilai yang diamati dan garis regresi. Dalam contoh ini, <strong>nilai yang diamati rata-rata menyimpang sebesar 7,3267 unit dari garis regresi.<\/strong><\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Terkait:<\/strong><\/span> Memahami Kesalahan Standar Regresi<\/p>\n<h3> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Komentar<\/strong><\/span><\/h3>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Ini hanyalah jumlah <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/pengamatan-dalam-statistik\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">observasi<\/a> dalam kumpulan data kami. Dalam contoh ini, <strong>jumlah observasi adalah 12<\/strong> .<\/span><\/p>\n<h2> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Menguji signifikansi model regresi secara keseluruhan<\/strong><\/span><\/h2>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Bagian berikut menunjukkan derajat kebebasan, jumlah kuadrat, mean kuadrat, statistik F, dan signifikansi model regresi secara keseluruhan.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Berikut cara mengartikan masing-masing angka pada bagian ini:<\/span><\/p>\n<h3> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Derajat kebebasan regresi<\/strong><\/span><\/h3>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Angka ini sama dengan: banyaknya koefisien regresi \u2013 1.<\/span> <span style=\"color: #000000;\">Dalam contoh ini, kita mempunyai suku asli dan dua variabel prediktor, jadi kita mempunyai total tiga koefisien regresi, yang berarti <strong>derajat kebebasan regresi adalah 3 \u2013 1 = 2<\/strong> .<\/span><\/p>\n<h3> <strong><span style=\"color: #000000;\">Derajat kebebasan total<\/span><\/strong><\/h3>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Angka ini sama dengan: banyaknya observasi \u2013 1.<\/span> <span style=\"color: #000000;\">Dalam contoh ini, kita mempunyai 12 observasi, jadi <strong>jumlah derajat kebebasannya adalah 12 \u2013 1 = 11<\/strong> .<\/span><\/p>\n<h3> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Derajat kebebasan sisa<\/strong><\/span><\/h3>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Angka ini sama dengan: total df \u2013 regresi df. Dalam contoh ini, derajat kebebasan sisa adalah <strong>11 \u2013 2 = 9<\/strong> .<\/span><\/p>\n<h3> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Berarti kotak<\/strong><\/span><\/h3>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Kuadrat rata-rata regresi dihitung dengan regresi SS\/regresi df. Dalam contoh ini, <strong>regresi MS = 546.53308 \/ 2 = 273.2665<\/strong> .<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Kuadrat rata-rata sisa dihitung dengan SS sisa\/df sisa. Dalam contoh ini, <strong>sisa MS = 483.1335 \/ 9 = 53.68151<\/strong> .<\/span><\/p>\n<h3> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Statistik F<\/strong><\/span><\/h3>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Statistik f dihitung sebagai regresi MS\/sisa MS. Statistik ini menunjukkan apakah model regresi memberikan kesesuaian yang lebih baik terhadap data dibandingkan model yang tidak memuat variabel independen.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Pada dasarnya, ini menguji apakah model regresi secara keseluruhan bermanfaat. Secara umum, jika tidak ada variabel prediktor dalam model yang signifikan secara statistik, maka statistik F keseluruhan juga tidak signifikan secara statistik.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Dalam contoh ini, <strong>statistik F adalah 273.2665 \/ 53.68151 = 5.09<\/strong> .<\/span><\/p>\n<h3> <strong><span style=\"color: #000000;\">Pentingnya F (nilai P)<\/span><\/strong><\/h3>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Nilai terakhir dalam tabel adalah nilai p yang terkait dengan statistik F. Untuk melihat apakah model regresi secara keseluruhan signifikan, Anda dapat membandingkan nilai p dengan tingkat signifikansi; pilihan umum adalah .01, .05, dan .10.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Jika nilai p di bawah tingkat signifikansi, terdapat cukup bukti untuk menyimpulkan bahwa model regresi lebih cocok dengan data dibandingkan model tanpa variabel prediktor. Hasil ini positif karena berarti variabel prediktor model justru meningkatkan kecocokan model.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Dalam contoh ini, <strong>nilai p adalah 0,033<\/strong> , yang berada di bawah tingkat signifikansi umum yaitu 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa model regresi secara keseluruhan signifikan secara statistik, yaitu model lebih cocok dengan data dibandingkan model tanpa variabel prediktor.<\/span><\/p>\n<h2> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Menguji signifikansi model regresi secara keseluruhan<\/strong><\/span><\/h2>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Bagian terakhir menyajikan estimasi koefisien, kesalahan standar estimasi, statistik-t, nilai p, dan interval kepercayaan untuk setiap suku dalam model regresi.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Berikut cara mengartikan masing-masing angka pada bagian ini:<\/span><\/p>\n<h3> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Koefisien<\/strong><\/span><\/h3>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Koefisien memberi kita angka yang diperlukan untuk menulis estimasi persamaan regresi:<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"> <strong><span style=\"color: #000000;\">kamu <sub>topi<\/sub> = b <sub>0<\/sub> + b <sub>1<\/sub> x <sub>1<\/sub> + b <sub>2<\/sub> x <sub>2<\/sub> .<\/span><\/strong><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Dalam contoh ini, persamaan regresi yang diperkirakan adalah:<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"> <strong><span style=\"color: #000000;\">nilai ujian akhir = 66,99 + 1,299 (jam belajar) + 1,117 (persiapan ujian)<\/span><\/strong><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Setiap koefisien individu diartikan sebagai rata-rata kenaikan variabel respon untuk setiap kenaikan satu satuan pada variabel prediktor tertentu, dengan asumsi semua variabel prediktor lainnya tetap konstan. Misalnya, untuk setiap tambahan jam belajar, peningkatan rata-rata yang diharapkan dalam nilai ujian akhir adalah 1.299 poin, <em>dengan asumsi jumlah ujian persiapan yang diambil tetap konstan.<\/em><\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Intersep diartikan sebagai nilai rata-rata yang diharapkan pada ujian akhir untuk siswa yang belajar selama nol jam dan tidak mengikuti ujian persiapan. Dalam contoh ini, seorang siswa diharapkan mendapat skor 66,99 jika mereka belajar selama nol jam dan tidak mengikuti ujian persiapan. Berhati-hatilah saat menafsirkan intersep hasil regresi, karena hal ini tidak selalu masuk akal.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Misalnya, dalam beberapa kasus, intersepnya mungkin berupa angka negatif, yang seringkali tidak memiliki interpretasi yang jelas. Hal ini tidak berarti bahwa model tersebut salah, hanya saja intersepsi itu sendiri tidak boleh diartikan apa pun.<\/span><\/p>\n<h3> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Kesalahan standar, statistik t dan nilai p<\/strong><\/span><\/h3>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Kesalahan standar adalah ukuran ketidakpastian seputar estimasi koefisien untuk setiap variabel.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Statistik-t hanyalah koefisien dibagi dengan kesalahan standar. Misalnya t-stat <em>jam belajar<\/em> adalah 1,299 \/ 0,417 = 3,117.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Kolom berikutnya menunjukkan nilai p yang terkait dengan t-stat. Angka ini memberi tahu kita apakah suatu variabel respons tertentu signifikan dalam model. Dalam contoh ini, kita melihat bahwa nilai p untuk <em>jam belajar<\/em> adalah 0,012 dan nilai p untuk <em>persiapan ujian<\/em> adalah 0,304. Hal ini menunjukkan bahwa <em>jam belajar<\/em> merupakan prediktor signifikan terhadap nilai ujian akhir, tidak seperti <em>ujian praktik<\/em> .<\/span><\/p>\n<h3> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Interval kepercayaan untuk estimasi koefisien<\/strong><\/span><\/h3>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Dua kolom terakhir dari tabel memberikan batas bawah dan atas dari interval kepercayaan 95% untuk estimasi koefisien.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Misalnya, perkiraan koefisien <em>jam belajar<\/em> adalah 1,299, namun terdapat ketidakpastian mengenai perkiraan ini. Kita tidak pernah tahu pasti apakah ini adalah koefisien pastinya. Jadi interval kepercayaan 95% memberi kita kisaran nilai yang mungkin untuk koefisien sebenarnya.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Dalam hal ini interval kepercayaan 95% untuk <em>jam belajar<\/em> adalah (0,356, 2,24). Perlu diperhatikan bahwa selang kepercayaan ini tidak mengandung angka \u201c0\u201d, yang berarti kita yakin sepenuhnya bahwa nilai sebenarnya dari koefisien <em>jam belajar<\/em> adalah bukan nol, yaitu bilangan positif.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Sebaliknya, interval kepercayaan 95% untuk <em>ujian persiapan<\/em> adalah (-1,201, 3,436). Perhatikan bahwa selang kepercayaan ini <em>mengandung<\/em> angka \u201c0\u201d, yang berarti nilai sebenarnya dari koefisien <em>persiapan ujian<\/em> bisa jadi nol, yaitu tidak signifikan dalam memprediksi hasil ujian akhir.<\/span><\/p>\n<h3> <strong>Sumber daya tambahan<\/strong><\/h3>\n<p> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/hipotesis-nol-untuk-regresi-linier\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Memahami Hipotesis Null untuk Regresi Linier<\/a><br \/> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/panduan-sederhana-untuk-memahami-uji-f-untuk-signifikansi-keseluruhan-dalam-regresi\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Memahami Uji F untuk Signifikansi Keseluruhan dalam Regresi<\/a><br \/> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/cara-melaporkan-hasil-regresi\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Cara melaporkan hasil regresi<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Dalam statistika, regresi merupakan suatu teknik yang dapat digunakan untuk menganalisis hubungan antara variabel prediktor dan variabel respon. Saat Anda menggunakan perangkat lunak (seperti R, SAS, SPSS, dll.) untuk melakukan analisis regresi, Anda akan menerima tabel regresi yang merangkum hasil regresi sebagai output. Penting untuk mengetahui cara membaca tabel ini agar Anda dapat memahami hasil [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[11],"tags":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v21.5 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Cara Membaca dan Menafsirkan Tabel Regresi - Statorials<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Tutorial ini memberikan penjelasan detail tentang cara membaca dan menginterpretasikan hasil tabel regresi.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/membaca-tabel-interpretasi-regresi\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Cara Membaca dan Menafsirkan Tabel Regresi - Statorials\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Tutorial ini memberikan penjelasan detail tentang cara membaca dan menginterpretasikan hasil tabel regresi.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/statorials.org\/id\/membaca-tabel-interpretasi-regresi\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Statorials\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2023-07-29T19:39:33+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Benjamin anderson\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Benjamin anderson\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"6 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/membaca-tabel-interpretasi-regresi\/\",\"url\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/membaca-tabel-interpretasi-regresi\/\",\"name\":\"Cara Membaca dan Menafsirkan Tabel Regresi - Statorials\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#website\"},\"datePublished\":\"2023-07-29T19:39:33+00:00\",\"dateModified\":\"2023-07-29T19:39:33+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81\"},\"description\":\"Tutorial ini memberikan penjelasan detail tentang cara membaca dan menginterpretasikan hasil tabel regresi.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/membaca-tabel-interpretasi-regresi\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/statorials.org\/id\/membaca-tabel-interpretasi-regresi\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/membaca-tabel-interpretasi-regresi\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Cara membaca dan menafsirkan tabel regresi\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/\",\"name\":\"Statorials\",\"description\":\"Panduan anda untuk kompetensi statistik!\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81\",\"name\":\"Benjamin anderson\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg\",\"contentUrl\":\"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg\",\"caption\":\"Benjamin anderson\"},\"description\":\"Halo, saya Benjamin, pensiunan profesor statistika yang menjadi guru Statorial yang berdedikasi. Dengan pengalaman dan keahlian yang luas di bidang statistika, saya ingin berbagi ilmu untuk memberdayakan mahasiswa melalui Statorials. Baca selengkapnya\",\"sameAs\":[\"http:\/\/statorials.org\/id\"]}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Cara Membaca dan Menafsirkan Tabel Regresi - Statorials","description":"Tutorial ini memberikan penjelasan detail tentang cara membaca dan menginterpretasikan hasil tabel regresi.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/statorials.org\/id\/membaca-tabel-interpretasi-regresi\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Cara Membaca dan Menafsirkan Tabel Regresi - Statorials","og_description":"Tutorial ini memberikan penjelasan detail tentang cara membaca dan menginterpretasikan hasil tabel regresi.","og_url":"https:\/\/statorials.org\/id\/membaca-tabel-interpretasi-regresi\/","og_site_name":"Statorials","article_published_time":"2023-07-29T19:39:33+00:00","author":"Benjamin anderson","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Benjamin anderson","Estimasi waktu membaca":"6 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/membaca-tabel-interpretasi-regresi\/","url":"https:\/\/statorials.org\/id\/membaca-tabel-interpretasi-regresi\/","name":"Cara Membaca dan Menafsirkan Tabel Regresi - Statorials","isPartOf":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#website"},"datePublished":"2023-07-29T19:39:33+00:00","dateModified":"2023-07-29T19:39:33+00:00","author":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81"},"description":"Tutorial ini memberikan penjelasan detail tentang cara membaca dan menginterpretasikan hasil tabel regresi.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/membaca-tabel-interpretasi-regresi\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/statorials.org\/id\/membaca-tabel-interpretasi-regresi\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/membaca-tabel-interpretasi-regresi\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/statorials.org\/id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Cara membaca dan menafsirkan tabel regresi"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#website","url":"https:\/\/statorials.org\/id\/","name":"Statorials","description":"Panduan anda untuk kompetensi statistik!","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/statorials.org\/id\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81","name":"Benjamin anderson","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/image\/","url":"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg","contentUrl":"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg","caption":"Benjamin anderson"},"description":"Halo, saya Benjamin, pensiunan profesor statistika yang menjadi guru Statorial yang berdedikasi. Dengan pengalaman dan keahlian yang luas di bidang statistika, saya ingin berbagi ilmu untuk memberdayakan mahasiswa melalui Statorials. Baca selengkapnya","sameAs":["http:\/\/statorials.org\/id"]}]}},"yoast_meta":{"yoast_wpseo_title":"","yoast_wpseo_metadesc":"","yoast_wpseo_canonical":""},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/470"}],"collection":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=470"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/470\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=470"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=470"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=470"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}