{"id":481,"date":"2023-07-29T18:45:16","date_gmt":"2023-07-29T18:45:16","guid":{"rendered":"https:\/\/statorials.org\/id\/strip-grafis-r\/"},"modified":"2023-07-29T18:45:16","modified_gmt":"2023-07-29T18:45:16","slug":"strip-grafis-r","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/statorials.org\/id\/strip-grafis-r\/","title":{"rendered":"Cara membuat diagram batang di r"},"content":{"rendered":"<p><\/p>\n<hr>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><strong>Bagan strip<\/strong> adalah jenis bagan yang menampilkan data numerik sepanjang satu pita. Mirip dengan <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/kumis-kotak\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">plot kotak<\/a> , diagram batang dapat membantu Anda memvisualisasikan distribusi data. Diagram batang dapat menjadi alternatif yang baik untuk plot kotak ketika ukuran sampelnya kecil, sehingga Anda dapat melihat titik data individual.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Tutorial ini menjelaskan cara membuat diagram strip di R menggunakan fungsi <strong>stripchart()<\/strong> bawaan.<\/span><\/p>\n<h2> <strong><span style=\"color: #000000;\">Fungsi stripchart()<\/span><\/strong><\/h2>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Sintaks dasar untuk membuat diagram batang di R adalah:<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"> <span style=\"color: #000000;\">stripchart(x, metode, jitter, main, xlab, ylab, col, pch, vertical, group.names)<\/span><\/p>\n<ul>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>x<\/strong> : vektor numerik atau daftar vektor numerik untuk diplot. Ini adalah satu-satunya argumen yang diperlukan untuk menghasilkan plot.<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>metode<\/strong> : metode yang digunakan untuk memisahkan titik-titik yang memiliki nilai identik. Metode default &#8220;overplot&#8221; menyebabkan titik-titik ini diplot secara berlebihan, namun dimungkinkan untuk menentukan &#8220;jitter&#8221; untuk jitter titik atau &#8220;stack&#8221; untuk menumpuk titik.<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>jitter<\/strong> : Ketika metode = \u201cjitter\u201d digunakan, ini memberikan jumlah jittering yang akan diterapkan.<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">utama: judul grafik<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>xlab<\/strong> : label sumbu x<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>ylab<\/strong> : label sumbu y<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>col<\/strong> : warna titik plot<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>pch<\/strong> : bentuk titik plot<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>vertical<\/strong> : bila vertikal adalah \u201cTRUE\u201d, jalur digambar secara vertikal, bukan horizontal secara default<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>group.names<\/strong> : label grup untuk dicetak di sebelah plot, jika beberapa vektor numerik diplot.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h2> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Bagan batang untuk vektor digital tunggal<\/strong><\/span><\/h2>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Contoh berikut menggunakan <strong>iris<\/strong> himpunan data R tertanam untuk membuat diagram batang untuk vektor numerik tunggal.<\/span><\/p>\n<pre style=\"background-color: #e5e5e5; font-size: 15px;\"> <strong><span style=\"color: #008080;\">#view first six rows of <em>iris<\/em> dataset<\/span>\nhead(iris)\n\n# Sepal.Length Sepal.Width Petal.Length Petal.Width Species\n#1 5.1 3.5 1.4 0.2 setosa\n#2 4.9 3.0 1.4 0.2 setosa\n#3 4.7 3.2 1.3 0.2 setosa\n#4 4.6 3.1 1.5 0.2 setosa\n#5 5.0 3.6 1.4 0.2 setosa\n#6 5.4 3.9 1.7 0.4 setosa\n<\/strong><\/pre>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Kode berikut membuat bagan pita dasar untuk variabel <strong>Sepal.Length<\/strong> :<\/span><\/p>\n<pre style=\"background-color: #e5e5e5; font-size: 15px;\"> <strong>stripchart(iris$Sepal.Length)<\/strong><\/pre>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Kita juga dapat menambahkan argumen tambahan untuk menambahkan judul dan label pada sumbu x, mengubah warna titik, mengubah bentuk titik, dan menggunakan metode &#8220;jitter&#8221; agar setiap titik tidak tumpang tindih:<\/span><\/p>\n<pre style=\"background-color: #e5e5e5; font-size: 15px;\"> <strong>stripchart(iris$Sepal.Length,\n           main = 'Sepal Length Distribution',\n           xlab = 'Sepal Length',\n           col = 'red',\n           pch = 1,\n           method = 'jitter')<\/strong><\/pre>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Daripada mencampurkan poin-poinnya, kita bisa \u201cmenumpuk\u201d poin-poin tersebut:<\/span><\/p>\n<pre style=\"background-color: #e5e5e5; font-size: 15px;\"> <strong>stripchart(iris$Sepal.Length,\n           main = 'Sepal Length Distribution',\n           xlab = 'Sepal Length',\n           col = 'red',\n           pch = 1,\n<span style=\"color: #800080;\">method = 'stack'<\/span> )<\/strong><\/pre>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Kita juga dapat menampilkan plot secara vertikal, bukan horizontal default, dan mengubah label sumbu menjadi sumbu y:<\/span><\/p>\n<pre style=\"background-color: #e5e5e5; font-size: 15px;\"> <strong>stripchart(iris$Sepal.Length,\n           main = 'Sepal Length Distribution',\n<span style=\"color: #800080;\">ylab = 'Sepal Length'<\/span> ,\n           col = 'red',\n           pch = 1,\n           method = 'jitter',\n<span style=\"color: #800080;\">vertical = TRUE<\/span> )<\/strong><\/pre>\n<h2> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Bagan batang untuk beberapa vektor numerik<\/strong><\/span><\/h2>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Kita juga dapat menggambar beberapa diagram garis dalam satu plot dengan meneruskan daftar vektor numerik.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Kode berikut membuat daftar yang berisi variabel <em>Panjang<\/em> dan Lebar <em>Sepal<\/em> dalam kumpulan data <strong>iris<\/strong> dan menghasilkan grafik batang untuk setiap variabel dalam satu plot:<\/span><\/p>\n<pre style=\"background-color: #e5e5e5; font-size: 15px;\"> <strong><span style=\"color: #008080;\">#create list of variables<\/span>\nx &lt;- list('Sepal Length' = iris$Sepal.Length, 'Sepal Width' = iris$Sepal.Width)\n\n<span style=\"color: #008080;\">#create plot that contains one strip chart per variable\n<\/span>stripchart(x,\n           main = 'Sepal Width &amp; Length Distributions',\n           xlab = 'Measurement', \n           ylab = 'Variable',\n           col = c('steelblue', 'coral2'),\n           pch = 16,\n           method = 'jitter')<\/strong><\/pre>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Sama seperti pada contoh sebelumnya, kita dapat memilih untuk memplot diagram batang secara vertikal, bukan horizontal default:<\/span><\/p>\n<pre style=\"background-color: #e5e5e5; font-size: 15px;\"> <strong>stripchart(x, main = 'Sepal Width &amp; Length Distributions',\n           xlab = 'Measurement', \n           ylab = 'Variable',\n           col = c('steelblue', 'coral2'),\n           pch = 16,\n           method = 'jitter',\n<span style=\"color: #800080;\">vertical = TRUE<\/span> )<\/strong><\/pre>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Selain itu, kita dapat meneruskan rumus bentuk y~x ke dalam fungsi stripchart(), dengan <em>y<\/em> adalah vektor numerik yang dikelompokkan berdasarkan nilai <em>x<\/em> .<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Misalnya, dalam kumpulan data <strong>iris<\/strong> , kita dapat mengelompokkan data berdasarkan <em>spesies<\/em> yang memiliki tiga nilai berbeda (&#8220;setosa&#8221;, &#8220;versicolor&#8221;, dan &#8220;virginica&#8221;) lalu memplot <em>panjang sepal<\/em> untuk setiap spesies dalam grafik batang:<\/span><\/p>\n<pre style=\"background-color: #e5e5e5; font-size: 15px;\"> <strong>stripchart(Sepal.Length ~ Species,\n           data = iris,\n           main = 'Sepal Length by Species',\n           xlab = 'Species', \n           ylab = 'Sepal Length',\n           col = c('steelblue', 'coral2', 'purple'),\n           pch = 16,\n           method = 'jitter',\n           vertical = TRUE)<\/strong><\/pre>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Untuk melihat dokumentasi lengkap fungsi stripchart() di R, cukup ketik:<\/span><\/p>\n<pre style=\"background-color: #e5e5e5; font-size: 15px;\"> <strong>?stripchart<\/strong><\/pre>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bagan strip adalah jenis bagan yang menampilkan data numerik sepanjang satu pita. Mirip dengan plot kotak , diagram batang dapat membantu Anda memvisualisasikan distribusi data. Diagram batang dapat menjadi alternatif yang baik untuk plot kotak ketika ukuran sampelnya kecil, sehingga Anda dapat melihat titik data individual. Tutorial ini menjelaskan cara membuat diagram strip di R [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[11],"tags":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v21.5 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Cara Membuat Bar Chart di R - Statorials<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Tutorial sederhana yang menjelaskan cara membuat diagram batang di R.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/strip-grafis-r\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Cara Membuat Bar Chart di R - Statorials\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Tutorial sederhana yang menjelaskan cara membuat diagram batang di R.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/statorials.org\/id\/strip-grafis-r\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Statorials\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2023-07-29T18:45:16+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Benjamin anderson\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Benjamin anderson\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/strip-grafis-r\/\",\"url\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/strip-grafis-r\/\",\"name\":\"Cara Membuat Bar Chart di R - Statorials\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#website\"},\"datePublished\":\"2023-07-29T18:45:16+00:00\",\"dateModified\":\"2023-07-29T18:45:16+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81\"},\"description\":\"Tutorial sederhana yang menjelaskan cara membuat diagram batang di R.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/strip-grafis-r\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/statorials.org\/id\/strip-grafis-r\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/strip-grafis-r\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Cara membuat diagram batang di r\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/\",\"name\":\"Statorials\",\"description\":\"Panduan anda untuk kompetensi statistik!\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81\",\"name\":\"Benjamin anderson\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg\",\"contentUrl\":\"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg\",\"caption\":\"Benjamin anderson\"},\"description\":\"Halo, saya Benjamin, pensiunan profesor statistika yang menjadi guru Statorial yang berdedikasi. Dengan pengalaman dan keahlian yang luas di bidang statistika, saya ingin berbagi ilmu untuk memberdayakan mahasiswa melalui Statorials. Baca selengkapnya\",\"sameAs\":[\"http:\/\/statorials.org\/id\"]}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Cara Membuat Bar Chart di R - Statorials","description":"Tutorial sederhana yang menjelaskan cara membuat diagram batang di R.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/statorials.org\/id\/strip-grafis-r\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Cara Membuat Bar Chart di R - Statorials","og_description":"Tutorial sederhana yang menjelaskan cara membuat diagram batang di R.","og_url":"https:\/\/statorials.org\/id\/strip-grafis-r\/","og_site_name":"Statorials","article_published_time":"2023-07-29T18:45:16+00:00","author":"Benjamin anderson","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Benjamin anderson","Estimasi waktu membaca":"3 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/strip-grafis-r\/","url":"https:\/\/statorials.org\/id\/strip-grafis-r\/","name":"Cara Membuat Bar Chart di R - Statorials","isPartOf":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#website"},"datePublished":"2023-07-29T18:45:16+00:00","dateModified":"2023-07-29T18:45:16+00:00","author":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81"},"description":"Tutorial sederhana yang menjelaskan cara membuat diagram batang di R.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/strip-grafis-r\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/statorials.org\/id\/strip-grafis-r\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/strip-grafis-r\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/statorials.org\/id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Cara membuat diagram batang di r"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#website","url":"https:\/\/statorials.org\/id\/","name":"Statorials","description":"Panduan anda untuk kompetensi statistik!","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/statorials.org\/id\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81","name":"Benjamin anderson","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/image\/","url":"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg","contentUrl":"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg","caption":"Benjamin anderson"},"description":"Halo, saya Benjamin, pensiunan profesor statistika yang menjadi guru Statorial yang berdedikasi. Dengan pengalaman dan keahlian yang luas di bidang statistika, saya ingin berbagi ilmu untuk memberdayakan mahasiswa melalui Statorials. Baca selengkapnya","sameAs":["http:\/\/statorials.org\/id"]}]}},"yoast_meta":{"yoast_wpseo_title":"","yoast_wpseo_metadesc":"","yoast_wpseo_canonical":""},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/481"}],"collection":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=481"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/481\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=481"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=481"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=481"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}