{"id":488,"date":"2023-07-29T18:02:44","date_gmt":"2023-07-29T18:02:44","guid":{"rendered":"https:\/\/statorials.org\/id\/anova-ra-dua-arah\/"},"modified":"2023-07-29T18:02:44","modified_gmt":"2023-07-29T18:02:44","slug":"anova-ra-dua-arah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/statorials.org\/id\/anova-ra-dua-arah\/","title":{"rendered":"Cara melakukan anova dua arah di r"},"content":{"rendered":"<p><\/p>\n<hr>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/anova-dua-arah\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">ANOVA dua arah<\/a> (\u201canalisis varians\u201d) digunakan untuk menentukan apakah terdapat perbedaan yang signifikan secara statistik antara rata-rata tiga atau lebih kelompok independen yang dibagi menjadi dua faktor.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Tutorial ini menjelaskan cara melakukan ANOVA dua arah di R.<\/span><\/p>\n<h3> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Contoh: ANOVA dua arah di R<\/strong><\/span><\/h3>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Katakanlah kita ingin menentukan apakah intensitas olahraga dan jenis kelamin berdampak pada penurunan berat badan. Dalam hal ini, dua faktor yang kami perhatikan adalah <em>olahraga<\/em> dan <em>jenis kelamin<\/em> , dan variabel responsnya adalah <em>penurunan berat badan,<\/em> yang diukur dalam pon.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Kita dapat melakukan ANOVA dua arah untuk menentukan apakah olahraga dan gender berdampak pada penurunan berat badan dan untuk menentukan apakah terdapat interaksi antara olahraga dan gender terhadap penurunan berat badan.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Kami merekrut 30 pria dan 30 wanita untuk berpartisipasi dalam eksperimen di mana kami secara acak menugaskan 10 orang untuk mengikuti program tanpa olahraga, olahraga ringan, atau olahraga intens selama sebulan.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Kode berikut membuat bingkai data yang akan kita gunakan:<\/span><\/p>\n<pre style=\"background-color: #e5e5e5; font-size: 15px;\"> <strong><span style=\"color: #008080;\">#make this example reproducible\n<\/span>set.seed(10)\n\n<span style=\"color: #008080;\">#create data frame\n<\/span>data &lt;- data.frame(gender = rep(c(\"Male\", \"Female\"), each = 30),\n                   exercise = rep(c(\"None\", \"Light\", \"Intense\"), each = 10, times = 2),\n                   weight_loss = c(runif(10, -3, 3), runif(10, 0, 5), runif(10, 5, 9),\n                                   runif(10, -4, 2), runif(10, 0, 3), runif(10, 3, 8)))\n\n<span style=\"color: #008080;\">#view first six rows of data frame\n<\/span>head(data)\n\n# gender exercise weight_loss\n#1 Male None 0.04486922\n#2 Male None -1.15938896\n#3 Male None -0.43855400\n#4 Male None 1.15861249\n#5 Male None -2.48918419\n#6 Male None -1.64738030\n\n<span style=\"color: #008080;\">#see how many participants are in each group<\/span>\ntable(data$gender, data$exercise)\n\n# Intense Light None\n# Female 10 10 10\n# Male 10 10 10\n<\/strong><\/pre>\n<h3> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Jelajahi datanya<\/strong><\/span><\/h3>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Bahkan sebelum memasang model ANOVA dua arah, kita dapat lebih memahami data dengan mencari mean dan deviasi standar penurunan berat badan untuk masing-masing dari enam kelompok perlakuan menggunakan paket <strong>dplyr<\/strong> :<\/span><\/p>\n<pre style=\"background-color: #e5e5e5; font-size: 15px;\"> <strong><span style=\"color: #008080;\">#load <em>dplyr<\/em> package<\/span>\nlibrary(dplyr)\n\n<span style=\"color: #008080;\">#find mean and standard deviation of weight loss for each treatment group<\/span>\ndata %&gt;%\n  <span style=\"color: #800080;\">group_by<\/span> (gender, exercise) %&gt;%\n  <span style=\"color: #800080;\">summarize<\/span> (mean = mean(weight_loss),\n            sd = sd(weight_loss))\n\n# A tibble: 6 x 4\n# Groups: gender [2]\n# gender exercise means sd\n#          \n#1 Female Intense 5.31 1.02 \n#2 Female Light 0.920 0.835\n#3 Female None -0.501 1.77 \n#4 Male Intense 7.37 0.928\n#5 Male Light 2.13 1.22 \n#6 Male None -0.698 1.12 \n<\/strong><\/pre>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Kita juga dapat membuat diagram kotak untuk masing-masing dari enam kelompok perlakuan untuk memvisualisasikan distribusi penurunan berat badan untuk setiap kelompok:<\/span><\/p>\n<pre style=\"background-color: #e5e5e5; font-size: 15px;\"> <strong><span style=\"color: #008080;\">#set margins so that axis labels on boxplot don't get cut off<\/span>\nby(mar=c(8, 4.1, 4.1, 2.1))\n\n<span style=\"color: #008080;\">#create boxplots\n<\/span>boxplot(weight_loss ~ gender:exercise,\ndata = data,\nmain = \"Weight Loss Distribution by Group\",\nxlab = \"Group\",\nylab = \"Weight Loss\",\ncol = \"steelblue\",\nborder = \"black\", \nlas = 2 <span style=\"color: #008080;\">#make x-axis labels perpendicular<\/span>\n)<\/strong><\/pre>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Kita dapat langsung melihat bahwa kedua kelompok yang melakukan olahraga <em>intens<\/em> tampaknya memiliki nilai penurunan berat badan yang lebih tinggi. Kita juga dapat melihat bahwa pria cenderung memiliki nilai penurunan berat badan yang lebih tinggi dibandingkan wanita baik pada kelompok olahraga <em>intens<\/em> maupun <em>ringan<\/em> .<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Selanjutnya, kami akan menyesuaikan model ANOVA dua arah dengan data kami untuk melihat apakah perbedaan visual ini benar-benar signifikan secara statistik.<\/span><\/p>\n<h3> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Pemasangan model ANOVA dua arah<\/strong><\/span><\/h3>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Sintaks umum untuk memasang model ANOVA dua arah di R adalah:<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"> <strong><span style=\"color: #000000;\">aov(variabel respons ~predictor_variable1 *predictor_variable2, data = kumpulan data)<\/span><\/strong><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Perhatikan bahwa tanda <strong>*<\/strong> di antara kedua variabel prediktor menunjukkan bahwa kita juga ingin menguji pengaruh interaksi antara kedua variabel prediktor.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Dalam contoh kita, kita dapat menggunakan kode berikut agar sesuai dengan model ANOVA dua arah, menggunakan <em>penurunan berat badan<\/em> sebagai variabel respons dan <em>gender<\/em> serta <em>olahraga<\/em> sebagai dua variabel prediktor.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Kita kemudian dapat menggunakan fungsi <strong>ringkasan()<\/strong> untuk menampilkan hasil model kita:<\/span><\/p>\n<pre style=\"background-color: #e5e5e5; font-size: 15px;\"> <strong><span style=\"color: #008080;\">#fit the two-way ANOVA model<\/span>\nmodel &lt;- aov(weight_loss ~ gender * exercise, data = data)\n\n<span style=\"color: #008080;\">#view the model output<\/span>\nsummary(model)\n\n# Df Sum Sq Mean Sq F value Pr(&gt;F)    \n#gender 1 15.8 15.80 11.197 0.0015 ** \n#exercise 2 505.6 252.78 179.087 &lt;2e-16 ***\n#gender:exercise 2 13.0 6.51 4.615 0.0141 *  \n#Residuals 54 76.2 1.41                   \n#---\n#Significant. codes: 0 '***' 0.001 '**' 0.01 '*' 0.05 '.' 0.1 ' ' 1\n<\/strong><\/pre>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Dari hasil model terlihat bahwa <em>jenis kelamin<\/em> , <em>olahraga<\/em> , dan interaksi kedua variabel semuanya signifikan secara statistik pada tingkat signifikansi 0,05.<\/span><\/p>\n<h3> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Memeriksa asumsi model<\/strong><\/span><\/h3>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Sebelum melangkah lebih jauh, kita perlu memverifikasi bahwa asumsi model kita terpenuhi sehingga hasil model kita dapat diandalkan. Secara khusus, ANOVA dua arah mengasumsikan:<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>1. Independensi<\/strong> \u2013 pengamatan masing-masing kelompok harus independen satu sama lain. Karena kita menggunakan<\/span> rancangan acak <span style=\"color: #000000;\">, asumsi ini harus dipenuhi, jadi kita tidak perlu terlalu khawatir.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>2. Normalitas<\/strong> \u2013 variabel terikat harus mempunyai distribusi mendekati normal untuk setiap kombinasi kelompok kedua faktor.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Salah satu cara untuk menguji asumsi ini adalah dengan membuat histogram dari residu model. Jika residunya mendekati terdistribusi normal, asumsi ini harus dipenuhi.<\/span><\/p>\n<pre style=\"background-color: #e5e5e5; font-size: 15px;\"> <span style=\"color: #008080;\"><b>#define model residuals\n<\/b><\/span><strong>reside &lt;- model$residuals<\/strong>\n\n<span style=\"color: #008080;\"><strong>#create histogram of residuals<\/strong><\/span>\n<strong>hist(resid, main = \"Histogram of Residuals\", xlab = \"Residuals\", col = \"steelblue\")<\/strong><\/pre>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Residunya kira-kira terdistribusi normal, sehingga asumsi normalitas dapat dipenuhi.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>3. Varians yang sama<\/strong> \u2013 varians untuk setiap kelompok sama atau kurang lebih sama.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Salah satu cara untuk memeriksa asumsi ini adalah dengan melakukan uji Levene untuk persamaan varians menggunakan paket <strong>mobil<\/strong> :<\/span><\/p>\n<pre style=\"background-color: #e5e5e5; font-size: 15px;\"> <strong><span style=\"color: #008080;\">#load <em>car<\/em> package<\/span>\nlibrary(car)\n\n<span style=\"color: #008080;\">#conduct Levene's Test for equality of variances<\/span>\nleveneTest(weight_loss ~ gender * exercise, data = data)\n\n#Levene's Test for Homogeneity of Variance (center = median)\n# Df F value Pr(&gt;F)\n#group 5 1.8547 0.1177\n#54  \n<\/strong><\/pre>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Karena nilai p dari pengujian ini lebih besar dari tingkat signifikansi kami sebesar 0,05, kami dapat berasumsi bahwa asumsi kami tentang kesetaraan varians antar kelompok terpenuhi.<\/span><\/p>\n<h3> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Analisis perbedaan perlakuan<\/strong><\/span><\/h3>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Setelah kami memverifikasi bahwa asumsi model terpenuhi, kami kemudian dapat melakukan uji post hoc untuk menentukan dengan tepat kelompok perlakuan mana yang berbeda satu sama lain.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Untuk pengujian post hoc, kami akan menggunakan fungsi <strong>TukeyHSD()<\/strong> untuk melakukan pengujian Tukey untuk beberapa perbandingan:<\/span><\/p>\n<pre style=\"background-color: #e5e5e5; font-size: 15px;\"> <strong><span style=\"color: #008080;\">#perform Tukey's Test for multiple comparisons\n<\/span>TukeyHSD(model, conf.level=.95) \n\n#Tukey multiple comparisons of means\n# 95% family-wise confidence level\n#\n#Fit: aov(formula = weight_loss ~ gender * exercise, data = data)\n#\n#$gender\n# diff lwr upr p adj\n#Male-Female 1.026456 0.4114451 1.641467 0.0014967\n#\n#$exercise\n# diff lwr upr p adj\n#Light-Intense -4.813064 -5.718493 -3.907635 0.0e+00\n#None-Intense -6.938966 -7.844395 -6.033537 0.0e+00\n#None-Light -2.125902 -3.031331 -1.220473 1.8e-06\n#\n#$`gender:exercise`\n# diff lwr upr p adj\n#Male:Intense-Female:Intense 2.0628297 0.4930588 3.63260067 0.0036746\n#Female:Light-Female:Intense -4.3883563 -5.9581272 -2.81858535 0.0000000\n#Male:Light-Female:Intense -3.1749419 -4.7447128 -1.60517092 0.0000027\n#Female:None-Female:Intense -5.8091131 -7.3788841 -4.23934219 0.0000000\n#Male:None-Female:Intense -6.0059891 -7.5757600 -4.43621813 0.0000000\n#Female:Light-Male:Intense -6.4511860 -8.0209570 -4.88141508 0.0000000\n#Male:Light-Male:Intense -5.2377716 -6.8075425 -3.66800066 0.0000000\n#Female:None-Male:Intense -7.8719429 -9.4417138 -6.30217192 0.0000000\n#Male:None-Male:Intense -8.0688188 -9.6385897 -6.49904786 0.0000000\n#Male:Light-Female:Light 1.2134144 -0.3563565 2.78318536 0.2185439\n#Female:None-Female:Light -1.4207568 -2.9905278 0.14901410 0.0974193\n#Male:None-Female:Light -1.6176328 -3.1874037 -0.04786184 0.0398106\n#Female:None-Male:Light -2.6341713 -4.2039422 -1.06440032 0.0001050\n#Male:None-Male:Light -2.8310472 -4.4008181 -1.26127627 0.0000284\n#Male:None-Female:None -0.1968759 -1.7666469 1.37289500 0.9990364<\/strong><\/pre>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Nilai p menunjukkan ada atau tidaknya perbedaan yang signifikan secara statistik antara masing-masing kelompok.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Misalnya, pada baris terakhir di atas, kita melihat bahwa kelompok laki-laki yang tidak berolahraga tidak mengalami perbedaan penurunan berat badan yang signifikan secara statistik dibandingkan dengan kelompok perempuan yang tidak berolahraga (nilai p: 0,990364).<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Kita juga dapat memvisualisasikan interval kepercayaan 95% yang dihasilkan dari pengujian Tukey menggunakan fungsi <strong>plot()<\/strong> di R:<\/span><\/p>\n<pre style=\"background-color: #e5e5e5; font-size: 15px;\"> <strong><span style=\"color: #008080;\">#set axis margins so labels don't get cut off\n<\/span>by(mar=c(4.1, 13, 4.1, 2.1))\n\n<span style=\"color: #008080;\">#create confidence interval for each comparison\n<\/span>plot(TukeyHSD(model, conf.level=.95), las = 2)\n<\/strong><\/pre>\n<h3> <strong><span style=\"color: #000000;\">Melaporkan Hasil ANOVA Dua Arah<\/span><\/strong><\/h3>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Terakhir, kami dapat melaporkan hasil ANOVA dua arah dengan cara merangkum hasilnya:<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">ANOVA dua arah dilakukan untuk menguji pengaruh jenis kelamin ( <em>pria, wanita)<\/em> dan program olahraga <em>(tidak ada, ringan, intens)<\/em> terhadap penurunan berat badan <em>(diukur dalam pon).<\/em> Terdapat interaksi yang signifikan secara statistik antara pengaruh jenis kelamin dan olahraga terhadap penurunan berat badan (F(2, 54) = 4,615, p = 0,0141).<\/span> <span style=\"color: #000000;\">Tes HSD Post-hoc Tukey dilakukan.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Bagi pria, program olahraga <em>yang intens<\/em> menghasilkan penurunan berat badan yang jauh lebih besar dibandingkan program <em>ringan<\/em> (p &lt;0,0001) atau <em>tanpa program olahraga<\/em> (p &lt;0,0001). Selain itu, pada pria, diet <em>ringan<\/em> menghasilkan penurunan berat badan yang jauh lebih besar dibandingkan <em>tanpa olahraga<\/em> (p &lt;0,0001).<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Bagi wanita, program olahraga <em>yang intens<\/em> menghasilkan penurunan berat badan yang jauh lebih besar dibandingkan program <em>olahraga ringan<\/em> (p &lt;0,0001) atau <em>tanpa program olahraga<\/em> (p &lt;0,0001).<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Pemeriksaan normalitas dan uji Levene dilakukan untuk memverifikasi bahwa asumsi ANOVA terpenuhi.<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>ANOVA dua arah (\u201canalisis varians\u201d) digunakan untuk menentukan apakah terdapat perbedaan yang signifikan secara statistik antara rata-rata tiga atau lebih kelompok independen yang dibagi menjadi dua faktor. Tutorial ini menjelaskan cara melakukan ANOVA dua arah di R. Contoh: ANOVA dua arah di R Katakanlah kita ingin menentukan apakah intensitas olahraga dan jenis kelamin berdampak pada [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[11],"tags":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v21.5 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Cara melakukan ANOVA dua arah di R - Statorials<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Tutorial ini menjelaskan cara mudah melakukan ANOVA dua arah di R.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/anova-ra-dua-arah\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Cara melakukan ANOVA dua arah di R - Statorials\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Tutorial ini menjelaskan cara mudah melakukan ANOVA dua arah di R.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/statorials.org\/id\/anova-ra-dua-arah\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Statorials\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2023-07-29T18:02:44+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Benjamin anderson\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Benjamin anderson\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"6 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/anova-ra-dua-arah\/\",\"url\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/anova-ra-dua-arah\/\",\"name\":\"Cara melakukan ANOVA dua arah di R - Statorials\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#website\"},\"datePublished\":\"2023-07-29T18:02:44+00:00\",\"dateModified\":\"2023-07-29T18:02:44+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81\"},\"description\":\"Tutorial ini menjelaskan cara mudah melakukan ANOVA dua arah di R.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/anova-ra-dua-arah\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/statorials.org\/id\/anova-ra-dua-arah\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/anova-ra-dua-arah\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Cara melakukan anova dua arah di r\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/\",\"name\":\"Statorials\",\"description\":\"Panduan anda untuk kompetensi statistik!\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81\",\"name\":\"Benjamin anderson\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg\",\"contentUrl\":\"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg\",\"caption\":\"Benjamin anderson\"},\"description\":\"Halo, saya Benjamin, pensiunan profesor statistika yang menjadi guru Statorial yang berdedikasi. Dengan pengalaman dan keahlian yang luas di bidang statistika, saya ingin berbagi ilmu untuk memberdayakan mahasiswa melalui Statorials. Baca selengkapnya\",\"sameAs\":[\"http:\/\/statorials.org\/id\"]}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Cara melakukan ANOVA dua arah di R - Statorials","description":"Tutorial ini menjelaskan cara mudah melakukan ANOVA dua arah di R.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/statorials.org\/id\/anova-ra-dua-arah\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Cara melakukan ANOVA dua arah di R - Statorials","og_description":"Tutorial ini menjelaskan cara mudah melakukan ANOVA dua arah di R.","og_url":"https:\/\/statorials.org\/id\/anova-ra-dua-arah\/","og_site_name":"Statorials","article_published_time":"2023-07-29T18:02:44+00:00","author":"Benjamin anderson","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Benjamin anderson","Estimasi waktu membaca":"6 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/anova-ra-dua-arah\/","url":"https:\/\/statorials.org\/id\/anova-ra-dua-arah\/","name":"Cara melakukan ANOVA dua arah di R - Statorials","isPartOf":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#website"},"datePublished":"2023-07-29T18:02:44+00:00","dateModified":"2023-07-29T18:02:44+00:00","author":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81"},"description":"Tutorial ini menjelaskan cara mudah melakukan ANOVA dua arah di R.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/anova-ra-dua-arah\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/statorials.org\/id\/anova-ra-dua-arah\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/anova-ra-dua-arah\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/statorials.org\/id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Cara melakukan anova dua arah di r"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#website","url":"https:\/\/statorials.org\/id\/","name":"Statorials","description":"Panduan anda untuk kompetensi statistik!","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/statorials.org\/id\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81","name":"Benjamin anderson","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/image\/","url":"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg","contentUrl":"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg","caption":"Benjamin anderson"},"description":"Halo, saya Benjamin, pensiunan profesor statistika yang menjadi guru Statorial yang berdedikasi. Dengan pengalaman dan keahlian yang luas di bidang statistika, saya ingin berbagi ilmu untuk memberdayakan mahasiswa melalui Statorials. Baca selengkapnya","sameAs":["http:\/\/statorials.org\/id"]}]}},"yoast_meta":{"yoast_wpseo_title":"","yoast_wpseo_metadesc":"","yoast_wpseo_canonical":""},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/488"}],"collection":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=488"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/488\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=488"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=488"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=488"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}