{"id":490,"date":"2023-07-29T17:55:21","date_gmt":"2023-07-29T17:55:21","guid":{"rendered":"https:\/\/statorials.org\/id\/tes-anderson-cheri-r\/"},"modified":"2023-07-29T17:55:21","modified_gmt":"2023-07-29T17:55:21","slug":"tes-anderson-cheri-r","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/statorials.org\/id\/tes-anderson-cheri-r\/","title":{"rendered":"Cara melakukan tes anderson-darling di r"},"content":{"rendered":"<p><\/p>\n<hr>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><strong>Tes Anderson-Darling<\/strong> adalah tes kesesuaian yang mengukur seberapa cocok data Anda dengan distribusi tertentu. Tes ini paling sering digunakan untuk menentukan apakah data Anda mengikuti distribusi normal atau tidak.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Jenis uji ini berguna untuk menguji normalitas, yang merupakan asumsi yang umum digunakan dalam banyak uji statistik, termasuk regresi, ANOVA, uji-t, dan banyak lainnya.<\/span><\/p>\n<h3> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Contoh: Tes Anderson-Darling di R<\/strong><\/span><\/h3>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Untuk melakukan pengujian Anderson-Darling di R, kita dapat menggunakan fungsi <strong>ad.test()<\/strong> di perpustakaan <strong>nortest<\/strong> .<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Kode berikut mengilustrasikan cara melakukan pengujian AD untuk menguji apakah suatu vektor dengan nilai 100 mengikuti distribusi normal atau tidak:<\/span><\/p>\n<pre style=\"background-color: #e5e5e5; font-size: 15px;\"> <strong><span style=\"color: #008080;\">#install (if not already installed) and load <em>nortest<\/em> library<\/span>\ninstall.packages('nortest')\nlibrary(nortest)\n\n<span style=\"color: #008080;\">#make this example reproducible<\/span>\nset.seed(1)\n\n<span style=\"color: #008080;\">#defined vector of 100 values that are normally distributed\n<span style=\"color: #000000;\">x &lt;- rnorm(100, 0, 1)<\/span>\n\n#conduct Anderson-Darling Test to test for normality\n<span style=\"color: #000000;\">ad.test(x)\n\n<\/span><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"color: #000000;\">#<\/span> Anderson-Darling normality test\n#\n#data:x\n#A = 0.16021, p-value = 0.9471\n<\/span><\/span><\/strong><\/pre>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Tes ini mengembalikan dua nilai:<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>A<\/strong> : statistik pengujian.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>p-value<\/strong> : nilai p yang sesuai dari statistik uji.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Hipotesis nol dari uji AD adalah data <em>mengikuti<\/em> distribusi normal. Jadi, jika nilai p kita untuk pengujian tersebut kurang dari tingkat signifikansi kita (pilihan umum adalah 0,10, 0,05, dan 0,01), maka kita dapat menolak hipotesis nol dan menyimpulkan bahwa kita mempunyai cukup bukti untuk menyatakan bahwa data kita tidak sesuai dengan hipotesis nol. lintasan normal. distribusi.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Dalam hal ini, nilai p kita adalah 0,9471. Karena angka ini tidak berada di bawah tingkat signifikansi kami (katakanlah 0,05), kami tidak memiliki cukup bukti untuk menolak hipotesis nol. Dapat dikatakan bahwa data kami mengikuti distribusi normal, yang masuk akal mengingat kami menghasilkan 100 nilai yang mengikuti distribusi normal dengan mean 0 dan deviasi standar 1 menggunakan fungsi <strong>rnorm()<\/strong> di R.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Terkait:<\/strong><\/span> Panduan untuk dnorm, pnorm, qnorm dan rnorm di R<\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Sebagai gantinya, misalkan kita menghasilkan vektor dengan 100 nilai yang mengikuti distribusi seragam antara 0 dan 1. Kita dapat menjalankan tes AD lagi untuk melihat apakah data ini mengikuti distribusi normal:<\/span><\/p>\n<pre style=\"background-color: #e5e5e5; font-size: 15px;\"> <strong><span style=\"color: #008080;\">#make this example reproducible\n<\/span>set.seed(1)\n\n<span style=\"color: #008080;\">#defined vector of 100 values that are uniformly distributed\n<\/span>x &lt;- runif(100, 0, 1)\n\n<span style=\"color: #008080;\">#conduct Anderson-Darling Test to test for normality\n<\/span>ad.test(x)\n\n# Anderson-Darling normality test\n#\n#data:x\n#A = 1.1472, p-value = 0.005086\n<\/strong><\/pre>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Statistik uji <em>A<\/em> kami sama dengan 1,1472 dan nilai p yang sesuai sama dengan 0,005086. Karena nilai p kita kurang dari 0,05, kita dapat menolak hipotesis nol dan menyimpulkan bahwa kita mempunyai cukup bukti untuk mengatakan bahwa data ini tidak mengikuti distribusi normal. Ini adalah hasil yang kami harapkan karena kami mengetahui bahwa data kami sebenarnya mengikuti distribusi yang seragam.<\/span><\/p>\n<h2> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Melakukan tes Anderson-Darling pada kolom bingkai data di R<\/strong><\/span><\/h2>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Kita juga dapat melakukan pengujian AD untuk kolom tertentu pada bingkai data di R. Misalnya, pertimbangkan himpunan data <strong>iris<\/strong> yang tertanam:<\/span><\/p>\n<pre style=\"background-color: #e5e5e5; font-size: 15px;\"> <strong><span style=\"color: #008080;\">#view first six lines of <em>iris<\/em> dataset<\/span>\nhead(iris)\n\n# Sepal.Length Sepal.Width Petal.Length Petal.Width Species\n#1 5.1 3.5 1.4 0.2 setosa\n#2 4.9 3.0 1.4 0.2 setosa\n#3 4.7 3.2 1.3 0.2 setosa\n#4 4.6 3.1 1.5 0.2 setosa\n#5 5.0 3.6 1.4 0.2 setosa\n#6 5.4 3.9 1.7 0.4 setosa\n<\/strong><\/pre>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Misalkan kita ingin mengetahui apakah variabel <em>Petal.Width<\/em> terdistribusi normal. Pertama-tama kita dapat membuat histogram untuk memvisualisasikan distribusi nilai:<\/span><\/p>\n<pre style=\"background-color: #e5e5e5; font-size: 15px;\"> <strong>hist(iris$Petal.Width, col = 'steelblue', main = 'Distribution of Petal Widths',\n     xlab = 'Petal Width')\n<\/strong><\/pre>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Data tampaknya tidak terdistribusi secara normal. Untuk memastikannya, kita dapat melakukan pengujian AD untuk menguji secara formal apakah data terdistribusi normal atau tidak:<\/span><\/p>\n<pre style=\"background-color: #e5e5e5; font-size: 15px;\"> <strong><span style=\"color: #008080;\">#conduct Anderson-Darling Test to test for normality\n<\/span>ad.test(iris$Petal.Width)\n\n# Anderson-Darling normality test\n#\n#data: iris$Petal.Width\n#A = 5.1057, p-value = 1.125e-12\n<\/strong><\/pre>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Nilai p dari pengujian tersebut kurang dari 0,05, jadi kami memiliki cukup bukti untuk menolak hipotesis nol dan menyimpulkan bahwa <em>Petal.Width<\/em> tidak mengikuti distribusi normal.<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Tes Anderson-Darling adalah tes kesesuaian yang mengukur seberapa cocok data Anda dengan distribusi tertentu. Tes ini paling sering digunakan untuk menentukan apakah data Anda mengikuti distribusi normal atau tidak. Jenis uji ini berguna untuk menguji normalitas, yang merupakan asumsi yang umum digunakan dalam banyak uji statistik, termasuk regresi, ANOVA, uji-t, dan banyak lainnya. Contoh: Tes [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[11],"tags":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v21.5 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Cara melakukan tes Anderson-Darling di R - Statorials<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Tutorial ini menjelaskan cara mudah melakukan tes Anderson-Darling untuk normalitas di R.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/tes-anderson-cheri-r\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Cara melakukan tes Anderson-Darling di R - Statorials\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Tutorial ini menjelaskan cara mudah melakukan tes Anderson-Darling untuk normalitas di R.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/statorials.org\/id\/tes-anderson-cheri-r\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Statorials\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2023-07-29T17:55:21+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Benjamin anderson\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Benjamin anderson\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/tes-anderson-cheri-r\/\",\"url\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/tes-anderson-cheri-r\/\",\"name\":\"Cara melakukan tes Anderson-Darling di R - Statorials\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#website\"},\"datePublished\":\"2023-07-29T17:55:21+00:00\",\"dateModified\":\"2023-07-29T17:55:21+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81\"},\"description\":\"Tutorial ini menjelaskan cara mudah melakukan tes Anderson-Darling untuk normalitas di R.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/tes-anderson-cheri-r\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/statorials.org\/id\/tes-anderson-cheri-r\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/tes-anderson-cheri-r\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Cara melakukan tes anderson-darling di r\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/\",\"name\":\"Statorials\",\"description\":\"Panduan anda untuk kompetensi statistik!\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81\",\"name\":\"Benjamin anderson\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg\",\"contentUrl\":\"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg\",\"caption\":\"Benjamin anderson\"},\"description\":\"Halo, saya Benjamin, pensiunan profesor statistika yang menjadi guru Statorial yang berdedikasi. Dengan pengalaman dan keahlian yang luas di bidang statistika, saya ingin berbagi ilmu untuk memberdayakan mahasiswa melalui Statorials. Baca selengkapnya\",\"sameAs\":[\"http:\/\/statorials.org\/id\"]}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Cara melakukan tes Anderson-Darling di R - Statorials","description":"Tutorial ini menjelaskan cara mudah melakukan tes Anderson-Darling untuk normalitas di R.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/statorials.org\/id\/tes-anderson-cheri-r\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Cara melakukan tes Anderson-Darling di R - Statorials","og_description":"Tutorial ini menjelaskan cara mudah melakukan tes Anderson-Darling untuk normalitas di R.","og_url":"https:\/\/statorials.org\/id\/tes-anderson-cheri-r\/","og_site_name":"Statorials","article_published_time":"2023-07-29T17:55:21+00:00","author":"Benjamin anderson","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Benjamin anderson","Estimasi waktu membaca":"3 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/tes-anderson-cheri-r\/","url":"https:\/\/statorials.org\/id\/tes-anderson-cheri-r\/","name":"Cara melakukan tes Anderson-Darling di R - Statorials","isPartOf":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#website"},"datePublished":"2023-07-29T17:55:21+00:00","dateModified":"2023-07-29T17:55:21+00:00","author":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81"},"description":"Tutorial ini menjelaskan cara mudah melakukan tes Anderson-Darling untuk normalitas di R.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/tes-anderson-cheri-r\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/statorials.org\/id\/tes-anderson-cheri-r\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/tes-anderson-cheri-r\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/statorials.org\/id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Cara melakukan tes anderson-darling di r"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#website","url":"https:\/\/statorials.org\/id\/","name":"Statorials","description":"Panduan anda untuk kompetensi statistik!","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/statorials.org\/id\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81","name":"Benjamin anderson","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/image\/","url":"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg","contentUrl":"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg","caption":"Benjamin anderson"},"description":"Halo, saya Benjamin, pensiunan profesor statistika yang menjadi guru Statorial yang berdedikasi. Dengan pengalaman dan keahlian yang luas di bidang statistika, saya ingin berbagi ilmu untuk memberdayakan mahasiswa melalui Statorials. Baca selengkapnya","sameAs":["http:\/\/statorials.org\/id"]}]}},"yoast_meta":{"yoast_wpseo_title":"","yoast_wpseo_metadesc":"","yoast_wpseo_canonical":""},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/490"}],"collection":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=490"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/490\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=490"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=490"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=490"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}