{"id":493,"date":"2023-07-29T17:42:56","date_gmt":"2023-07-29T17:42:56","guid":{"rendered":"https:\/\/statorials.org\/id\/anova-satu-arah-r\/"},"modified":"2023-07-29T17:42:56","modified_gmt":"2023-07-29T17:42:56","slug":"anova-satu-arah-r","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/statorials.org\/id\/anova-satu-arah-r\/","title":{"rendered":"Bagaimana melakukan anova satu arah di r"},"content":{"rendered":"<p><\/p>\n<hr>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/anova-satu-arah\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">ANOVA satu arah<\/a> digunakan untuk menentukan apakah terdapat perbedaan yang signifikan secara statistik antara rata-rata tiga atau lebih kelompok independen.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Jenis pengujian ini disebut ANOVA <em>satu arah<\/em> karena kami menganalisis dampak <em>variabel<\/em> prediktor terhadap variabel respon.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Catatan<\/strong> : Jika kita tertarik pada dampak dua variabel prediktor terhadap variabel respon, kita dapat melakukan <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/anova-ra-dua-arah\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">ANOVA dua arah<\/a> .<\/span><\/p>\n<h2> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Bagaimana melakukan ANOVA satu arah di R<\/strong><\/span><\/h2>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Contoh berikut mengilustrasikan cara melakukan ANOVA satu arah di R.<\/span><\/p>\n<h3> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Latar belakang<\/strong><\/span><\/h3>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Misalkan kita ingin menentukan apakah tiga program olahraga yang berbeda mempunyai dampak yang berbeda terhadap penurunan berat badan. Variabel prediktor yang kami pelajari adalah <em>program olahraga<\/em> dan <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/variabel-tanggapan-penjelas\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">variabel responnya<\/a> adalah <em>penurunan berat badan<\/em> yang diukur dalam pon.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Kita dapat melakukan ANOVA satu arah untuk menentukan apakah terdapat perbedaan yang signifikan secara statistik antara penurunan berat badan yang dihasilkan dari ketiga program.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Kami merekrut 90 orang untuk berpartisipasi dalam eksperimen di mana kami secara acak menugaskan 30 orang untuk mengikuti Program A, Program B, atau Program C selama sebulan.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Kode berikut membuat bingkai data yang akan kita gunakan:<\/span><\/p>\n<pre style=\"background-color: #e5e5e5; font-size: 15px;\"> <strong><span style=\"color: #008080;\">#make this example reproducible\n<span style=\"color: #000000;\">set.seed(0)\n<\/span>\n#create data frame\n<span style=\"color: #000000;\">data &lt;- data.frame(program = rep(c(\"A\", \"B\", \"C\"), each = 30),\n                   weight_loss = c(runif(30, 0, 3),\n                                   runif(30, 0, 5),\n                                   runif(30, 1, 7)))<\/span>\n\n#view first six rows of data frame\n<span style=\"color: #000000;\">head(data)\n<\/span>\n<span style=\"color: #000000;\"># program weight_loss\n#1 A 2.6900916\n#2 A 0.7965260\n#3 A 1.1163717\n#4 A 1.7185601\n#5 A 2.7246234\n#6 A 0.6050458<\/span>\n<\/span><\/strong><\/pre>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Kolom pertama dari bingkai data menunjukkan program yang diikuti orang tersebut selama sebulan dan kolom kedua menunjukkan total penurunan berat badan yang dialami orang tersebut di akhir program, diukur dalam pound.<\/span><\/p>\n<h3> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Jelajahi datanya<\/strong><\/span><\/h3>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Bahkan sebelum memasang model ANOVA satu arah, kita dapat lebih memahami data dengan mencari mean dan deviasi standar penurunan berat badan untuk masing-masing dari tiga program menggunakan paket <strong>dplyr<\/strong> :<\/span><\/p>\n<pre style=\"background-color: #e5e5e5; font-size: 15px;\"> <strong><span style=\"color: #008080;\">#load <em>dplyr<\/em> package<\/span>\n<span style=\"color: #008000;\">library<\/span> (dplyr)\n\n<span style=\"color: #008080;\">#find mean and standard deviation of weight loss for each treatment group<\/span>\ndata %&gt;%\n  <span style=\"color: #800080;\">group_by<\/span> (program) %&gt;%\n  <span style=\"color: #800080;\">summarize<\/span> (mean = mean(weight_loss),\n            sd = sd(weight_loss))\n\n# A tibble: 3 x 3\n# program mean sd\n#      \n#1 A 1.58 0.905\n#2 B 2.56 1.24 \n#3 C 4.13 1.57  \n<\/strong><\/pre>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Kita juga dapat membuat plot kotak untuk masing-masing dari ketiga program tersebut untuk memvisualisasikan distribusi penurunan berat badan untuk setiap program:<\/span><\/p>\n<pre style=\"background-color: #e5e5e5; font-size: 15px;\"> <strong><span style=\"color: #008080;\">#create boxplots\n<\/span>boxplot(weight_loss ~ program,\ndata = data,\nmain = \"Weight Loss Distribution by Program\",\nxlab = \"Program\",\nylab = \"Weight Loss\",\ncol = \"steelblue\",\nborder = \"black\")<\/strong><\/pre>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Dari box plot tersebut terlihat bahwa rata-rata penurunan berat badan tertinggi terjadi pada peserta Program C dan rata-rata penurunan berat badan terendah terjadi pada peserta Program A.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Kita juga dapat melihat bahwa standar deviasi (&#8220;panjang&#8221; plot kotak) untuk penurunan berat badan sedikit lebih tinggi di program C dibandingkan dengan dua program lainnya.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Selanjutnya, kami akan menyesuaikan model ANOVA satu arah dengan data kami untuk melihat apakah perbedaan visual ini benar-benar signifikan secara statistik.<\/span><\/p>\n<h3> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Pemasangan model ANOVA satu arah<\/strong><\/span><\/h3>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Sintaks umum untuk memasang model ANOVA satu arah di R adalah:<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"> <strong><span style=\"color: #000000;\">aov(variabel respons ~ variabel_prediktor, data = kumpulan data)<\/span><\/strong><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Dalam contoh kita, kita dapat menggunakan kode berikut untuk menyesuaikan model ANOVA satu arah, menggunakan <em>bobot_kerugian<\/em> sebagai variabel respon dan <em>program<\/em> sebagai variabel prediktor. Kita kemudian dapat menggunakan fungsi <strong>ringkasan()<\/strong> untuk menampilkan hasil model kita:<\/span><\/p>\n<pre style=\"background-color: #e5e5e5; font-size: 15px;\"> <strong><span style=\"color: #008080;\">#fit the one-way ANOVA model<\/span>\nmodel &lt;- aov(weight_loss ~ program, data = data)\n\n<span style=\"color: #008080;\">#view the model output<\/span>\nsummary(model)\n\n# Df Sum Sq Mean Sq F value Pr(&gt;F)    \n#program 2 98.93 49.46 30.83 7.55e-11 ***\n#Residuals 87 139.57 1.60                     \n#---\n#Significant. codes: 0 '***' 0.001 '**' 0.01 '*' 0.05 '.' 0.1 ' ' 1\n<\/strong><\/pre>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Dari hasil model terlihat bahwa <em>program<\/em> variabel prediktor signifikan secara statistik pada tingkat signifikansi 0,05.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Dengan kata lain, terdapat perbedaan yang signifikan secara statistik antara rata-rata penurunan berat badan yang dihasilkan dari ketiga program tersebut.<\/span><\/p>\n<h3> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Memeriksa asumsi model<\/strong><\/span><\/h3>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Sebelum melangkah lebih jauh, kita perlu memverifikasi bahwa <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/hipotesis-danova\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">asumsi<\/a> model kita terpenuhi sehingga hasil model kita dapat diandalkan. Secara khusus, ANOVA satu arah mengasumsikan:<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>1. Independensi<\/strong> \u2013 pengamatan masing-masing kelompok harus independen satu sama lain. Karena kami menggunakan<\/span> <span style=\"color: #000000;\">rancangan acak (yaitu, kami menugaskan peserta untuk mengikuti program latihan secara acak), asumsi ini harus dipenuhi sehingga kami tidak perlu terlalu khawatir.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>2. Normalitas<\/strong> \u2013 variabel terikat harus mempunyai distribusi mendekati normal untuk setiap tingkat variabel prediktor.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>3. Varians yang sama<\/strong> \u2013 varians untuk setiap kelompok sama atau kurang lebih sama.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Salah satu cara untuk memeriksa asumsi <strong>normalitas<\/strong> dan <strong>varians yang sama<\/strong> adalah dengan menggunakan fungsi <strong>plot()<\/strong> , yang menghasilkan empat plot pengecekan model. Secara khusus, kami sangat tertarik pada dua plot berikut:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Residu vs. dipasang<\/strong> \u2013 grafik ini menunjukkan hubungan antara residu dan nilai yang dipasang. Kita dapat menggunakan grafik ini untuk menilai secara kasar apakah varians antar kelompok kira-kira sama atau tidak.<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Plot QQ<\/strong> \u2013 plot ini menampilkan residu terstandar terhadap kuantil teoretis. Kita dapat menggunakan grafik ini untuk menilai secara kasar apakah asumsi normalitas terpenuhi atau tidak.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Kode berikut dapat digunakan untuk menghasilkan plot pemeriksaan model ini:<\/span><\/p>\n<pre style=\"background-color: #e5e5e5; font-size: 15px;\"> <span style=\"color: #000000;\"><strong><span style=\"color: #000000;\">plot(model)<\/span><\/strong><\/span><\/pre>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><em>Grafik QQ<\/em> di atas memungkinkan kita memverifikasi asumsi normalitas. Idealnya, residu terstandar terletak di sepanjang garis diagonal lurus plot. Namun pada grafik di atas kita dapat melihat bahwa residunya sedikit menyimpang dari garis menuju awal dan akhir. Hal ini menunjukkan bahwa asumsi normalitas kita mungkin dilanggar.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><em>Sisa vs. Grafik yang disesuaikan<\/em> di atas memungkinkan kami memverifikasi asumsi variansi yang sama. Idealnya, kita ingin residu didistribusikan secara merata untuk setiap tingkat nilai yang dipasang.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Kita dapat melihat bahwa residunya jauh lebih tersebar pada nilai yang lebih tinggi, yang menunjukkan bahwa <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/asumsi-varians-yang-sama\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">asumsi kita tentang kesetaraan varians<\/a> mungkin dilanggar.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Untuk menguji variansi yang sama secara formal, kita dapat melakukan uji Levene menggunakan paket <strong>car<\/strong> :<\/span><\/p>\n<pre style=\"background-color: #e5e5e5; font-size: 15px;\"> <strong><span style=\"color: #008080;\">#load car package\n<\/span><span style=\"color: #008000;\">library<\/span> (car)\n\n<span style=\"color: #008080;\">#conduct Levene's Test for equality of variances\n<\/span>leveneTest(weight_loss ~ program, data = data)\n\n#Levene's Test for Homogeneity of Variance (center = median)\n# Df F value Pr(&gt;F)  \n#group 2 4.1716 0.01862 *\n#87                  \n#---\n#Significant. codes: 0 '***' 0.001 '**' 0.01 '*' 0.05 '.' 0.1 ' ' 1\n<\/strong><\/pre>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Nilai p dari tes ini adalah <strong>0,01862<\/strong> . Jika kita menggunakan tingkat signifikansi 0,05, kita akan menolak hipotesis nol yang menyatakan bahwa variansnya sama di ketiga program. Namun, jika kita menggunakan tingkat signifikansi 0,01, kita tidak akan menolak hipotesis nol.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Meskipun kami dapat mencoba mentransformasikan data untuk memastikan asumsi normalitas dan kesetaraan varians terpenuhi, untuk saat ini kami tidak akan terlalu mengkhawatirkan hal tersebut.<\/span><\/p>\n<h3> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Analisis perbedaan perlakuan<\/strong><\/span><\/h3>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Setelah kami memverifikasi bahwa asumsi model terpenuhi (atau terpenuhi secara wajar), kami kemudian dapat melakukan uji post hoc untuk menentukan dengan tepat kelompok perlakuan mana yang berbeda satu sama lain.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Untuk pengujian post hoc, kami akan menggunakan fungsi <strong>TukeyHSD()<\/strong> untuk melakukan pengujian Tukey untuk beberapa perbandingan:<\/span><\/p>\n<pre style=\"background-color: #e5e5e5; font-size: 15px;\"> <strong><span style=\"color: #008080;\">#perform Tukey's Test for multiple comparisons\n<\/span>TukeyHSD(model, conf.level=.95) \n\n#Tukey multiple comparisons of means\n# 95% family-wise confidence level\n#\n#Fit: aov(formula = weight_loss ~ program, data = data)\n#\n#$program\n# diff lwr upr p adj\n#BA 0.9777414 0.1979466 1.757536 0.0100545\n#CA 2.5454024 1.7656076 3.325197 0.0000000\n#CB 1.5676610 0.7878662 2.347456 0.0000199\n<\/strong><\/pre>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Nilai p menunjukkan ada atau tidaknya perbedaan yang signifikan secara statistik antara masing-masing program. Hasilnya menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan secara statistik antara rata-rata penurunan berat badan setiap program pada tingkat signifikansi 0,05.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Kita juga dapat memvisualisasikan interval kepercayaan 95% yang dihasilkan dari pengujian Tukey menggunakan fungsi <strong>plot(TukeyHSD())<\/strong> di R:<\/span><\/p>\n<pre style=\"background-color: #e5e5e5; font-size: 15px;\"> <strong><span style=\"color: #008080;\">#create confidence interval for each comparison\n<\/span>plot(TukeyHSD(model, conf.level=.95), las = 2)\n<\/strong><\/pre>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Hasil interval kepercayaan konsisten dengan hasil uji hipotesis.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Secara khusus, kita dapat melihat bahwa tidak ada interval kepercayaan untuk rata-rata penurunan berat badan antar program yang mengandung nilai <em>nol<\/em> , yang menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan secara statistik dalam rata-rata penurunan berat badan antara ketiga program.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Hal ini konsisten dengan semua <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/p-menghargai-signifikansi-statistik\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">nilai p<\/a> untuk <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/pengujian-hipotesis-1\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">pengujian hipotesis<\/a> kami yang kurang dari 0,05.<\/span><\/p>\n<h3> <strong><span style=\"color: #000000;\">Melaporkan Hasil ANOVA Satu Arah<\/span><\/strong><\/h3>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Terakhir, kami dapat melaporkan hasil ANOVA satu arah dengan cara merangkum hasilnya:<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">ANOVA satu arah dilakukan untuk menguji efek dari program latihan <em>&nbsp;<\/em> pada penurunan berat badan <em>(diukur dalam pound).<\/em> Terdapat perbedaan yang signifikan secara statistik antara efek ketiga program terhadap penurunan berat badan (F(2, 87) = 30.83, p = 7.55e-11).<\/span> <span style=\"color: #000000;\">Tes HSD Post-hoc Tukey dilakukan.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Rata-rata penurunan berat badan peserta program C secara signifikan lebih besar dibandingkan rata-rata penurunan berat badan peserta program B (p &lt;0,0001).<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Rata-rata penurunan berat badan peserta program C secara signifikan lebih besar dibandingkan rata-rata penurunan berat badan peserta program A (p &lt;0,0001).<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Selain itu, rata-rata penurunan berat badan peserta program B secara signifikan lebih besar dibandingkan rata-rata penurunan berat badan peserta program A (p = 0,01).<\/span><\/p>\n<h3> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Sumber daya tambahan<\/strong><\/span><\/h3>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Tutorial berikut memberikan informasi tambahan tentang ANOVA satu arah:<\/span><\/p>\n<p> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/anova-satu-arah\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Pengantar ANOVA Satu Arah<\/a><br \/> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/tes-post-hoc-anova\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Panduan Menggunakan Pengujian Post-Hoc dengan ANOVA<\/a><br \/> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/cara-melaporkan-hasil-anova\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Panduan Lengkap: Cara Melaporkan Hasil ANOVA<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>ANOVA satu arah digunakan untuk menentukan apakah terdapat perbedaan yang signifikan secara statistik antara rata-rata tiga atau lebih kelompok independen. Jenis pengujian ini disebut ANOVA satu arah karena kami menganalisis dampak variabel prediktor terhadap variabel respon. Catatan : Jika kita tertarik pada dampak dua variabel prediktor terhadap variabel respon, kita dapat melakukan ANOVA dua arah [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[11],"tags":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v21.5 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Cara melakukan ANOVA satu arah di R - Statorials<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Tutorial ini menjelaskan cara melakukan ANOVA satu arah di R, termasuk contoh lengkapnya.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/anova-satu-arah-r\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Cara melakukan ANOVA satu arah di R - Statorials\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Tutorial ini menjelaskan cara melakukan ANOVA satu arah di R, termasuk contoh lengkapnya.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/statorials.org\/id\/anova-satu-arah-r\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Statorials\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2023-07-29T17:42:56+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Benjamin anderson\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Benjamin anderson\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"7 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/anova-satu-arah-r\/\",\"url\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/anova-satu-arah-r\/\",\"name\":\"Cara melakukan ANOVA satu arah di R - Statorials\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#website\"},\"datePublished\":\"2023-07-29T17:42:56+00:00\",\"dateModified\":\"2023-07-29T17:42:56+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81\"},\"description\":\"Tutorial ini menjelaskan cara melakukan ANOVA satu arah di R, termasuk contoh lengkapnya.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/anova-satu-arah-r\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/statorials.org\/id\/anova-satu-arah-r\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/anova-satu-arah-r\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Bagaimana melakukan anova satu arah di r\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/\",\"name\":\"Statorials\",\"description\":\"Panduan anda untuk kompetensi statistik!\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81\",\"name\":\"Benjamin anderson\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg\",\"contentUrl\":\"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg\",\"caption\":\"Benjamin anderson\"},\"description\":\"Halo, saya Benjamin, pensiunan profesor statistika yang menjadi guru Statorial yang berdedikasi. Dengan pengalaman dan keahlian yang luas di bidang statistika, saya ingin berbagi ilmu untuk memberdayakan mahasiswa melalui Statorials. Baca selengkapnya\",\"sameAs\":[\"http:\/\/statorials.org\/id\"]}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Cara melakukan ANOVA satu arah di R - Statorials","description":"Tutorial ini menjelaskan cara melakukan ANOVA satu arah di R, termasuk contoh lengkapnya.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/statorials.org\/id\/anova-satu-arah-r\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Cara melakukan ANOVA satu arah di R - Statorials","og_description":"Tutorial ini menjelaskan cara melakukan ANOVA satu arah di R, termasuk contoh lengkapnya.","og_url":"https:\/\/statorials.org\/id\/anova-satu-arah-r\/","og_site_name":"Statorials","article_published_time":"2023-07-29T17:42:56+00:00","author":"Benjamin anderson","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Benjamin anderson","Estimasi waktu membaca":"7 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/anova-satu-arah-r\/","url":"https:\/\/statorials.org\/id\/anova-satu-arah-r\/","name":"Cara melakukan ANOVA satu arah di R - Statorials","isPartOf":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#website"},"datePublished":"2023-07-29T17:42:56+00:00","dateModified":"2023-07-29T17:42:56+00:00","author":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81"},"description":"Tutorial ini menjelaskan cara melakukan ANOVA satu arah di R, termasuk contoh lengkapnya.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/anova-satu-arah-r\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/statorials.org\/id\/anova-satu-arah-r\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/anova-satu-arah-r\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/statorials.org\/id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Bagaimana melakukan anova satu arah di r"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#website","url":"https:\/\/statorials.org\/id\/","name":"Statorials","description":"Panduan anda untuk kompetensi statistik!","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/statorials.org\/id\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81","name":"Benjamin anderson","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/image\/","url":"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg","contentUrl":"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg","caption":"Benjamin anderson"},"description":"Halo, saya Benjamin, pensiunan profesor statistika yang menjadi guru Statorial yang berdedikasi. Dengan pengalaman dan keahlian yang luas di bidang statistika, saya ingin berbagi ilmu untuk memberdayakan mahasiswa melalui Statorials. Baca selengkapnya","sameAs":["http:\/\/statorials.org\/id"]}]}},"yoast_meta":{"yoast_wpseo_title":"","yoast_wpseo_metadesc":"","yoast_wpseo_canonical":""},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/493"}],"collection":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=493"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/493\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=493"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=493"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=493"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}