{"id":496,"date":"2023-07-29T17:26:06","date_gmt":"2023-07-29T17:26:06","guid":{"rendered":"https:\/\/statorials.org\/id\/regresi-ikan\/"},"modified":"2023-07-29T17:26:06","modified_gmt":"2023-07-29T17:26:06","slug":"regresi-ikan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/statorials.org\/id\/regresi-ikan\/","title":{"rendered":"Pengenalan singkat tentang regresi poisson untuk data jumlah"},"content":{"rendered":"<p><\/p>\n<hr>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><strong>Regresi<\/strong> merupakan suatu metode statistik yang dapat digunakan untuk mengetahui hubungan antara satu atau lebih variabel prediktor dan suatu <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/variabel-tanggapan-penjelas\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">variabel respon<\/a> .<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Regresi Poisson<\/strong> adalah jenis regresi khusus yang variabel responsnya adalah &#8220;jumlah data&#8221;. Contoh berikut menggambarkan kasus dimana regresi Poisson dapat digunakan:<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Contoh 1:<\/strong> Regresi Poisson dapat digunakan untuk mengetahui jumlah mahasiswa yang lulus dari suatu program perguruan tinggi tertentu berdasarkan IPK saat mengikuti program tersebut dan jenis kelaminnya. Dalam hal ini, \u201cjumlah mahasiswa yang lulus\u201d adalah variabel respon, \u201cIPK saat masuk program\u201d adalah variabel prediktor kontinu, dan \u201cgender\u201d adalah variabel prediktor kategoris.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Contoh 2:<\/strong> Regresi Poisson dapat digunakan untuk menguji jumlah kecelakaan lalu lintas pada suatu persimpangan tertentu berdasarkan kondisi cuaca (\u201ccerah\u201d, \u201cberawan\u201d, \u201chujan\u201d) dan apakah terjadi peristiwa khusus atau tidak di kota tersebut (\u201cYa atau tidak&#8221;). Dalam hal ini, \u201cjumlah kecelakaan di jalan raya\u201d merupakan variabel respon, sedangkan \u201ckondisi cuaca\u201d dan \u201cperistiwa khusus\u201d keduanya merupakan variabel prediktor kategoris.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Contoh 3:<\/strong> Regresi Poisson dapat digunakan untuk memeriksa jumlah orang di depan Anda yang mengantri di sebuah toko berdasarkan waktu, hari dalam seminggu, dan apakah penjualan sedang berlangsung atau tidak (&#8220;Ya atau tidak) . &#8220;). Dalam hal ini, \u201cjumlah orang yang mengantre di depan Anda\u201d adalah variabel respons, \u201cwaktu dalam sehari\u201d dan \u201chari dalam seminggu\u201d merupakan variabel prediktor kontinu, dan \u201cpenjualan sedang berlangsung\u201d adalah variabel prediktor kategoris.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Contoh 4:<\/strong> Regresi Poisson dapat digunakan untuk menguji jumlah orang yang menyelesaikan triatlon berdasarkan kondisi cuaca (\u201ccerah\u201d, \u201cberawan\u201d, \u201chujan\u201d) dan tingkat kesulitan lintasan (\u201cmudah\u201d, \u201chujan\u201d). sedang\u201d, \u201csulit\u201d). Dalam hal ini, \u201cjumlah orang yang menyelesaikan\u201d adalah variabel respons, sedangkan \u201ckondisi cuaca\u201d dan \u201ckesulitan lintasan\u201d keduanya merupakan variabel prediktor kategoris.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Melakukan regresi Poisson akan memungkinkan Anda melihat variabel prediktor mana (jika ada) yang memiliki pengaruh signifikan secara statistik terhadap variabel respons.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Untuk variabel prediktor kontinu, Anda akan dapat menafsirkan bagaimana kenaikan atau penurunan satu unit pada variabel tersebut dikaitkan dengan persentase perubahan angka variabel respons (misalnya, &#8220;setiap kenaikan satu unit, poin tambahan IPK dikaitkan dengan peningkatan sebesar 12,5% pada variabel respon).<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Untuk variabel prediktor kategoris, Anda akan dapat menafsirkan perubahan persentase dalam hitungan satu kelompok (misalnya, jumlah orang yang menyelesaikan triatlon pada hari cerah) dibandingkan dengan kelompok lain (misalnya, jumlah orang yang menyelesaikan triatlon pada hari cerah) triathlon dalam cuaca hujan).<\/span><\/p>\n<h2> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Asumsi regresi Poisson<\/strong><\/span><\/h2>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Sebelum kita dapat melakukan regresi Poisson, kita harus memastikan bahwa asumsi berikut terpenuhi agar hasil regresi Poisson kita valid:<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Asumsi 1:<\/strong> <strong>Variabel respon adalah data jumlah.<\/strong> Dalam regresi linier tradisional, variabel respon adalah data kontinu. Namun, untuk menggunakan regresi Poisson, variabel respons kita harus terdiri dari data jumlah yang mencakup bilangan bulat 0 atau lebih besar (misalnya 0, 1, 2, 14, 34, 49, 200, dst.). Variabel respons kami tidak boleh berisi nilai negatif.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Hipotesis 2: observasi bersifat independen.<\/strong> Setiap <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/pengamatan-dalam-statistik\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">observasi<\/a> dalam kumpulan data harus independen satu sama lain. Artinya observasi yang satu tidak boleh memberikan informasi mengenai observasi yang lain.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Hipotesis 3: Distribusi akun mengikuti distribusi Poisson.<\/strong> Akibatnya, jumlah yang diamati dan yang diharapkan harus sama. Cara sederhana untuk mengujinya adalah dengan memplot jumlah yang diharapkan dan yang diamati dan melihat apakah keduanya serupa.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Asumsi 4: Rata-rata dan varians model adalah sama.<\/strong> Hal ini dihasilkan dari asumsi bahwa distribusi hitungan mengikuti distribusi Poisson. Untuk distribusi Poisson, variansnya mempunyai nilai yang sama dengan mean. Jika asumsi ini terpenuhi, maka terjadi <strong>ekidispersion<\/strong> . Namun asumsi ini sering kali dilanggar karena penyebaran yang berlebihan merupakan permasalahan yang umum terjadi.<\/span><\/p>\n<h2> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Contoh: Regresi Poisson di R<\/strong><\/span><\/h2>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Kami sekarang akan meninjau contoh bagaimana melakukan regresi Poisson di R.<\/span><\/p>\n<h3> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Latar belakang<\/strong><\/span><\/h3>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Misalkan kita ingin mengetahui berapa banyak beasiswa yang diterima pemain bisbol sekolah menengah atas di suatu daerah berdasarkan divisi sekolahnya (&#8220;A&#8221;, &#8220;B&#8221; atau &#8220;C&#8221;) dan nilai sekolahnya. ujian masuk universitas (diukur dari 0 hingga 100). ).<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Kode berikut membuat kumpulan data yang akan kita kerjakan, yang mencakup data 100 pemain bisbol:<\/span><\/p>\n<pre style=\"background-color: #e5e5e5; font-size: 15px;\"> <strong><span style=\"color: #008080;\">#make this example reproducible\n<\/span>set.seed(1)\n\n<span style=\"color: #008080;\">#create dataset\n<\/span>data &lt;- data.frame(offers = c(rep(0, 50), rep(1, 30), rep(2, 10), rep(3, 7), rep(4, 3)),\n                   division = sample(c(\"A\", \"B\", \"C\"), 100, replace = TRUE),\n                   exam = c(runif(50, 60, 80), runif(30, 65, 95), runif(20, 75, 95)))<\/strong><\/pre>\n<h3> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Memahami datanya<\/strong><\/span><\/h3>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Sebelum benar-benar menyesuaikan model regresi Poisson ke kumpulan data ini, kita dapat lebih memahami data dengan memvisualisasikan beberapa baris pertama kumpulan data dan menggunakan pustaka <strong><a href=\"https:\/\/dplyr.tidyverse.org\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">dplyr<\/a><\/strong> untuk menjalankan statistik ringkasan:<\/span><\/p>\n<pre style=\"background-color: #e5e5e5; font-size: 15px;\"> <strong><span style=\"color: #008080;\">#view dimensions of dataset<\/span>\ndim(data)\n\n#[1] 100 3\n\n<span style=\"color: #008080;\">#view first six lines of dataset<\/span>\nhead(data)\n\n# offers division exam\n#1 0 A 73.09448\n#2 0 B 67.06395\n#3 0 B 65.40520\n#4 0 C 79.85368\n#5 0 A 72.66987\n#6 0 C 64.26416\n\n<span style=\"color: #008080;\">#view summary of each variable in dataset<\/span>\nsummary(data)\n\n# offers division exam      \n# Min. :0.00 To:27 Min. :60.26  \n# 1st Qu.:0.00 B:38 1st Qu.:69.86  \n# Median: 0.50 C:35 Median: 75.08  \n# Mean:0.83 Mean:76.43  \n# 3rd Qu.:1.00 3rd Qu.:82.87  \n# Max. :4.00 Max. :93.87  \n\n<span style=\"color: #008080;\">#view mean exam score by number of offers<\/span>\nlibrary(dplyr)\ndata %&gt;%\n  <span style=\"color: #800080;\">group_by<\/span> (offers) %&gt;%\n  <span style=\"color: #800080;\">summarize<\/span> (mean_exam = mean(exam))\n\n# A tibble: 5 x 2\n# offers mean_exam\n#        \n#1 0 70.0\n#2 1 80.8\n#3 2 86.8\n#4 3 83.9\n#5 4 87.9<\/strong><\/pre>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Dari hasil di atas, kita dapat mengamati hal berikut:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Ada 100 baris dan 3 kolom dalam kumpulan data<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Jumlah minimal penawaran yang diterima pemain adalah nol, maksimal empat, dan rata-rata 0,83.<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Pada dataset ini terdapat 27 pemain dari divisi \u201cA\u201d, 38 pemain dari divisi \u201cB\u201d, dan 35 pemain dari divisi \u201cC\u201d.<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Nilai ujian minimal 60,26, nilai maksimal 93,87, dan rata-rata 76,43.<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Secara umum, pemain yang menerima lebih banyak tawaran beasiswa cenderung memiliki nilai ujian yang lebih tinggi (misalnya, rata-rata nilai ujian untuk pemain yang tidak menerima tawaran adalah 70,0 dan rata-rata skor ulasan untuk pemain yang menerima 4 tawaran adalah 87,9).<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Kita juga dapat membuat histogram untuk memvisualisasikan jumlah penawaran yang diterima pemain berdasarkan divisi:<\/span><\/p>\n<pre style=\"background-color: #e5e5e5; font-size: 15px;\"> <strong><span style=\"color: #008080;\">#load <em>ggplot2<\/em> package<\/span>\nlibrary(ggplot2)\n\n<span style=\"color: #008080;\">#create histogram\n<\/span>ggplot(data, aes(offers, fill = division)) +\n  geom_histogram(binwidth=.5, position=\"dodge\")<\/strong><\/pre>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Kita dapat melihat bahwa sebagian besar pemain tidak menerima atau hanya menerima satu tawaran. Ini adalah tipikal kumpulan data yang mengikuti <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/distribusi-ikan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">distribusi Poisson<\/a> : sebagian besar nilai responsnya adalah nol.<\/span><\/p>\n<h3> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Menyesuaikan model regresi Poisson<\/strong><\/span><\/h3>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Selanjutnya, kita dapat menyesuaikan model menggunakan fungsi <strong>glm()<\/strong> dan menentukan bahwa kita ingin menggunakan <strong>family=&#8221;fish&#8221;<\/strong> untuk model tersebut:<\/span><\/p>\n<pre style=\"background-color: #e5e5e5; font-size: 15px;\"> <strong><span style=\"color: #008080;\">#fit the model\n<\/span>model &lt;- glm(offers ~ division + exam, <span style=\"color: #800080;\">family = \"fish\"<\/span> , data = data)\n\n<span style=\"color: #000000;\">#view model output\n<\/span>summary(model)\n\n#Call:\n#glm(formula = offers ~ division + exam, family = \"fish\", data = data)\n#\n#Deviance Residuals: \n# Min 1Q Median 3Q Max  \n#-1.2562 -0.8467 -0.5657 0.3846 2.5033  \n#\n#Coefficients:\n#Estimate Std. Error z value Pr(&gt;|z|)    \n#(Intercept) -7.90602 1.13597 -6.960 3.41e-12 ***\n#divisionB 0.17566 0.27257 0.644 0.519    \n#divisionC -0.05251 0.27819 -0.189 0.850    \n#exam 0.09548 0.01322 7.221 5.15e-13 ***\n#---\n#Significant. codes: 0 '***' 0.001 '**' 0.01 '*' 0.05 '.' 0.1 ' ' 1\n#\n#(Dispersion parameter for fish family taken to be 1)\n#\n# Null deviance: 138,069 on 99 degrees of freedom\n#Residual deviance: 79,247 on 96 degrees of freedom\n#AIC: 204.12\n#\n#Number of Fisher Scoring iterations: 5\n<\/strong><\/pre>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Dari hasilnya kita dapat mengamati hal-hal berikut:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Koefisien regresi Poisson, kesalahan estimasi standar, skor-z, dan nilai-p yang sesuai semuanya disediakan.<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Koefisien <em>tinjauan<\/em> adalah <strong>0,09548<\/strong> , yang menunjukkan bahwa jumlah log yang diharapkan untuk jumlah penawaran untuk peningkatan satu unit dalam <em>tinjauan<\/em> adalah <strong>0,09548<\/strong> . Cara yang lebih sederhana untuk menafsirkannya adalah dengan mengambil nilai eksponensial, yaitu <strong>e <sup>0.09548<\/sup><\/strong> = <strong>1.10<\/strong> . Artinya, terdapat peningkatan sebesar 10% dalam jumlah penawaran yang diterima untuk setiap poin tambahan yang diperoleh pada ujian masuk.<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Koefisien untuk <em>Divisi B<\/em> adalah <strong>0,1756<\/strong> , yang menunjukkan bahwa jumlah penawaran yang diharapkan untuk seorang pemain di Divisi B adalah <strong>0,1756<\/strong> lebih tinggi dibandingkan pemain di Divisi A. Cara yang lebih sederhana untuk menafsirkan hal ini adalah dengan mengambil nilai eksponensial, yaitu <strong>e <sup>0,1756<\/sup><\/strong> = <strong>1.19<\/strong> . Artinya pemain di divisi B menerima tawaran 19% lebih banyak dibandingkan pemain di divisi A. Perhatikan bahwa perbedaan ini tidak signifikan secara statistik (p = 0,519).<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Koefisien untuk <em>Divisi C<\/em> adalah <strong>-0,05251<\/strong> , yang menunjukkan bahwa jumlah log yang diharapkan untuk jumlah penawaran untuk pemain di Divisi C adalah <strong>0,05251<\/strong> <i>lebih rendah<\/i> dibandingkan pemain di Divisi A. Cara yang lebih sederhana untuk menafsirkan hal ini adalah dengan mengambil nilai eksponensial , yaitu <strong>e <sup>0,05251<\/sup><\/strong> = <strong>0,94<\/strong> . Artinya pemain di divisi C menerima tawaran 6% lebih sedikit dibandingkan pemain di divisi A. Perhatikan bahwa perbedaan ini tidak signifikan secara statistik (p = 850).<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Informasi tentang penyimpangan model juga disediakan. Kami terutama tertarik pada <em>penyimpangan sisa<\/em> , yang mempunyai nilai <strong>79.247<\/strong> dari <strong>96<\/strong> derajat kebebasan. Dengan menggunakan angka-angka ini, kita dapat melakukan uji kesesuaian chi-kuadrat untuk melihat apakah model cocok dengan data. Kode berikut mengilustrasikan cara melakukan pengujian ini:<\/span><\/p>\n<pre style=\"background-color: #e5e5e5; font-size: 15px;\"> <strong>pchisq(79.24679, 96, lower.tail = FALSE)\n\n#[1] 0.8922676\n<\/strong><\/pre>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Nilai p untuk pengujian ini adalah <strong>0,89<\/strong> , jauh di atas tingkat signifikansi 0,05. Kita dapat menyimpulkan bahwa data tersebut cukup sesuai dengan model.<\/span><\/p>\n<h3> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Lihat hasil<\/strong><\/span><\/h3>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Kita juga dapat membuat bagan yang menunjukkan perkiraan jumlah tawaran beasiswa yang diterima berdasarkan hasil divisi dan ujian masuk dengan menggunakan kode berikut:<\/span><\/p>\n<pre style=\"background-color: #e5e5e5; font-size: 15px;\"> <strong><span style=\"color: #008080;\">#find predicted number of offers using the fitted Poisson regression model\n<\/span>data$phat &lt;- predict(model, type=\"response\")\n\n<span style=\"color: #008080;\">#create plot that shows number of offers based on division and exam score\n<\/span>ggplot(data, aes(x = exam, y = phat, color = division)) +\n  geom_point(aes(y = offers), alpha = .7, position = position_jitter(h = .2)) +\n  geom_line() +\n  labs(x = \"Entrance Exam Score\", y = \"Expected number of scholarship offers\")<\/strong><\/pre>\n<h3><\/h3>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Bagan tersebut menunjukkan jumlah tertinggi tawaran beasiswa yang diharapkan untuk pemain yang mendapat nilai tinggi pada ujian masuk. Selain itu, kita dapat melihat bahwa pemain di Divisi B (garis hijau) seharusnya menerima lebih banyak tawaran secara umum dibandingkan pemain di Divisi A atau Divisi C.<\/span><\/p>\n<h3> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Laporkan hasil<\/strong><\/span><\/h3>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Terakhir, kami dapat melaporkan hasil regresi dengan cara yang merangkum temuan kami:<\/span><\/p>\n<blockquote>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Regresi Poisson dijalankan untuk memprediksi jumlah tawaran beasiswa yang diterima pemain bisbol berdasarkan nilai ujian divisi dan masuk. Untuk setiap poin tambahan yang diperoleh pada ujian masuk, jumlah penawaran yang diterima meningkat sebesar 10% ( <em>p &lt; 0,0001)<\/em> . Pembagian tersebut ternyata tidak signifikan secara statistik.<\/span><\/p>\n<\/blockquote>\n<h3> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Sumber daya tambahan<\/strong><\/span><\/h3>\n<p> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/regresi-linier-1\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Pengantar Regresi Linier Sederhana<\/a><br \/> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/regresi-linier-berganda\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Pengantar Regresi Linier Berganda<\/a><br \/> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/regresi-polinomial-1\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Pengantar Regresi Polinomial<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Regresi merupakan suatu metode statistik yang dapat digunakan untuk mengetahui hubungan antara satu atau lebih variabel prediktor dan suatu variabel respon . Regresi Poisson adalah jenis regresi khusus yang variabel responsnya adalah &#8220;jumlah data&#8221;. Contoh berikut menggambarkan kasus dimana regresi Poisson dapat digunakan: Contoh 1: Regresi Poisson dapat digunakan untuk mengetahui jumlah mahasiswa yang lulus [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[11],"tags":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v21.5 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Pengenalan singkat tentang regresi Poisson untuk data penghitungan - Statologi<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Tutorial ini memberikan pengenalan singkat tentang regresi Poisson untuk data penghitungan, termasuk contoh langkah demi langkah di R.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/regresi-ikan\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Pengenalan singkat tentang regresi Poisson untuk data penghitungan - Statologi\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Tutorial ini memberikan pengenalan singkat tentang regresi Poisson untuk data penghitungan, termasuk contoh langkah demi langkah di R.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/statorials.org\/id\/regresi-ikan\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Statorials\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2023-07-29T17:26:06+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Benjamin anderson\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Benjamin anderson\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"7 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/regresi-ikan\/\",\"url\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/regresi-ikan\/\",\"name\":\"Pengenalan singkat tentang regresi Poisson untuk data penghitungan - Statologi\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#website\"},\"datePublished\":\"2023-07-29T17:26:06+00:00\",\"dateModified\":\"2023-07-29T17:26:06+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81\"},\"description\":\"Tutorial ini memberikan pengenalan singkat tentang regresi Poisson untuk data penghitungan, termasuk contoh langkah demi langkah di R.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/regresi-ikan\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/statorials.org\/id\/regresi-ikan\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/regresi-ikan\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Pengenalan singkat tentang regresi poisson untuk data jumlah\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/\",\"name\":\"Statorials\",\"description\":\"Panduan anda untuk kompetensi statistik!\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81\",\"name\":\"Benjamin anderson\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg\",\"contentUrl\":\"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg\",\"caption\":\"Benjamin anderson\"},\"description\":\"Halo, saya Benjamin, pensiunan profesor statistika yang menjadi guru Statorial yang berdedikasi. Dengan pengalaman dan keahlian yang luas di bidang statistika, saya ingin berbagi ilmu untuk memberdayakan mahasiswa melalui Statorials. Baca selengkapnya\",\"sameAs\":[\"http:\/\/statorials.org\/id\"]}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Pengenalan singkat tentang regresi Poisson untuk data penghitungan - Statologi","description":"Tutorial ini memberikan pengenalan singkat tentang regresi Poisson untuk data penghitungan, termasuk contoh langkah demi langkah di R.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/statorials.org\/id\/regresi-ikan\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Pengenalan singkat tentang regresi Poisson untuk data penghitungan - Statologi","og_description":"Tutorial ini memberikan pengenalan singkat tentang regresi Poisson untuk data penghitungan, termasuk contoh langkah demi langkah di R.","og_url":"https:\/\/statorials.org\/id\/regresi-ikan\/","og_site_name":"Statorials","article_published_time":"2023-07-29T17:26:06+00:00","author":"Benjamin anderson","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Benjamin anderson","Estimasi waktu membaca":"7 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/regresi-ikan\/","url":"https:\/\/statorials.org\/id\/regresi-ikan\/","name":"Pengenalan singkat tentang regresi Poisson untuk data penghitungan - Statologi","isPartOf":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#website"},"datePublished":"2023-07-29T17:26:06+00:00","dateModified":"2023-07-29T17:26:06+00:00","author":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81"},"description":"Tutorial ini memberikan pengenalan singkat tentang regresi Poisson untuk data penghitungan, termasuk contoh langkah demi langkah di R.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/regresi-ikan\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/statorials.org\/id\/regresi-ikan\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/regresi-ikan\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/statorials.org\/id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Pengenalan singkat tentang regresi poisson untuk data jumlah"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#website","url":"https:\/\/statorials.org\/id\/","name":"Statorials","description":"Panduan anda untuk kompetensi statistik!","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/statorials.org\/id\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81","name":"Benjamin anderson","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/image\/","url":"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg","contentUrl":"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg","caption":"Benjamin anderson"},"description":"Halo, saya Benjamin, pensiunan profesor statistika yang menjadi guru Statorial yang berdedikasi. Dengan pengalaman dan keahlian yang luas di bidang statistika, saya ingin berbagi ilmu untuk memberdayakan mahasiswa melalui Statorials. Baca selengkapnya","sameAs":["http:\/\/statorials.org\/id"]}]}},"yoast_meta":{"yoast_wpseo_title":"","yoast_wpseo_metadesc":"","yoast_wpseo_canonical":""},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/496"}],"collection":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=496"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/496\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=496"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=496"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=496"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}