{"id":507,"date":"2023-07-29T16:34:41","date_gmt":"2023-07-29T16:34:41","guid":{"rendered":"https:\/\/statorials.org\/id\/regresi-linier-berganda-r\/"},"modified":"2023-07-29T16:34:41","modified_gmt":"2023-07-29T16:34:41","slug":"regresi-linier-berganda-r","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/statorials.org\/id\/regresi-linier-berganda-r\/","title":{"rendered":"Cara melakukan regresi linier berganda di r"},"content":{"rendered":"<p><\/p>\n<hr>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Panduan ini menunjukkan contoh cara melakukan <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/regresi-linier-berganda\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">regresi linier berganda<\/a> di R, termasuk:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Periksa data sebelum memasang model<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Penyesuaian model<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Memeriksa asumsi model<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Menafsirkan keluaran model<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Menilai kesesuaian model<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Gunakan model untuk membuat prediksi<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Ayo pergi!<\/span><\/p>\n<h3> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Fasilitas<\/strong><\/span><\/h3>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Untuk contoh ini, kita akan menggunakan kumpulan data R <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/kumpulan-data-mtcars-r\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><em>mtcars<\/em><\/a> bawaan, yang berisi informasi tentang berbagai atribut dari 32 mobil berbeda:<\/span><\/p>\n<pre style=\"background-color: #e5e5e5; font-size: 15px;\"> <strong><span style=\"color: #008080;\">#view first six lines of <em>mtcars<\/em><\/span>\nhead(mtcars)\n\n# mpg cyl disp hp drat wt qsec vs am gear carb\n#Mazda RX4 21.0 6 160 110 3.90 2.620 16.46 0 1 4 4\n#Mazda RX4 Wag 21.0 6 160 110 3.90 2.875 17.02 0 1 4 4\n#Datsun 710 22.8 4 108 93 3.85 2.320 18.61 1 1 4 1\n#Hornet 4 Drive 21.4 6 258 110 3.08 3.215 19.44 1 0 3 1\n#Hornet Sportabout 18.7 8 360 175 3.15 3.440 17.02 0 0 3 2\n#Valiant 18.1 6 225 105 2.76 3.460 20.22 1 0 3 1\n<\/strong><\/pre>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Dalam contoh ini, kita akan membangun model regresi linier berganda yang menggunakan <em>mpg<\/em> sebagai variabel respon dan <em>disp<\/em> , <em>hp<\/em> dan <em>drat<\/em> sebagai variabel prediktor.<\/span><\/p>\n<pre style=\"background-color: #e5e5e5; font-size: 15px;\"> <strong><span style=\"color: #008080;\">#create new data frame that contains only the variables we would like to use to\n<\/span>data &lt;- mtcars[, c(\"mpg\", \"disp\", \"hp\", \"drat\")]\n\n<span style=\"color: #008080;\">#view first six rows of new data frame\n<span style=\"color: #000000;\">head(data)\n\n# mpg disp hp drat\n#Mazda RX4 21.0 160 110 3.90\n#Mazda RX4 Wag 21.0 160 110 3.90\n#Datsun 710 22.8 108 93 3.85\n#Hornet 4 Drive 21.4 258 110 3.08\n#Hornet Sportabout 18.7 360 175 3.15\n#Valiant 18.1 225 105 2.76<\/span><\/span><\/strong><\/pre>\n<h3> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Tinjauan Data<\/strong><\/span><\/h3>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Sebelum memasang model, kita dapat melihat data untuk memahaminya dengan lebih baik dan juga mengevaluasi secara visual apakah regresi linier berganda bisa menjadi model yang baik untuk menyesuaikan data ini atau tidak.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Secara khusus, kita perlu memeriksa apakah variabel prediktor memiliki hubungan <em>linier<\/em> dengan variabel respons, yang menunjukkan bahwa model regresi linier berganda mungkin cocok.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Untuk melakukan ini, kita dapat menggunakan <strong>fungsipairs()<\/strong> untuk membuat plot sebar dari setiap kemungkinan pasangan variabel:<\/span><\/p>\n<pre style=\"background-color: #e5e5e5; font-size: 15px;\"> <strong>pairs(data, pch = 18, col = \"steelblue\")<\/strong><\/pre>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Dari grafik berpasangan ini kita dapat melihat hal berikut:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><em>mpg<\/em> dan <em>ketersediaan<\/em> tampaknya memiliki korelasi linier negatif yang kuat<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><em>mpg<\/em> dan <em>hp<\/em> tampaknya memiliki korelasi linier positif yang kuat<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><em>mpg<\/em> dan <em>drat<\/em> tampaknya memiliki korelasi linier negatif yang sederhana<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Perhatikan bahwa kita juga bisa menggunakan fungsi <strong>ggpairs()<\/strong> dari perpustakaan <strong>GGally<\/strong> untuk membuat plot serupa yang berisi <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/koefisien-korelasi-pearson-1\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">koefisien korelasi linier<\/a> sebenarnya untuk setiap pasangan variabel:<\/span><\/p>\n<pre style=\"background-color: #e5e5e5; font-size: 15px;\"> <strong><span style=\"color: #008080;\">#install and load the <em>GGally<\/em> library<\/span>\ninstall.packages(\"GGally\")\nlibrary(GGally)\n\n<span style=\"color: #008080;\">#generate the pairs plot\n<\/span>ggpairs(data)<\/strong><\/pre>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Masing-masing variabel prediktor tampaknya memiliki korelasi linier yang penting dengan variabel respons <em>mpg<\/em> , jadi kami akan melanjutkan untuk menyesuaikan model regresi linier dengan data.<\/span><\/p>\n<h3> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Penyesuaian model<\/strong><\/span><\/h3>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Sintaks dasar untuk memasang model regresi linier berganda di R adalah:<\/span><\/p>\n<pre style=\"background-color: #e5e5e5; font-size: 15px;\"> <strong>lm(response_variable ~ predictor_variable1 + predictor_variable2 + ..., data = data)<\/strong><\/pre>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Dengan menggunakan data kami, kami dapat menyesuaikan model menggunakan kode berikut:<\/span><\/p>\n<pre style=\"background-color: #e5e5e5; font-size: 15px;\"> <strong>model &lt;- lm(mpg ~ disp + hp + drat, data = data)<\/strong><\/pre>\n<h3> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Memeriksa asumsi model<\/strong><\/span><\/h3>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Sebelum melanjutkan untuk memverifikasi hasil model, terlebih dahulu kita harus memverifikasi bahwa asumsi model terpenuhi. Yaitu, kita perlu memeriksa hal-hal berikut:<\/span><\/p>\n<p> <strong><span style=\"color: #000000;\">1. Distribusi residu model harus mendekati normal.<\/span><\/strong><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Kita dapat memeriksa apakah asumsi ini terpenuhi dengan membuat histogram residu sederhana:<\/span><\/p>\n<pre style=\"background-color: #e5e5e5; font-size: 15px;\"> <strong>hist(residuals(model), col = \"steelblue\")\n<\/strong><\/pre>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Meskipun distribusinya sedikit <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/bias-kiri-vs-bias-kanan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">condong ke kanan<\/a> , hal ini tidak cukup abnormal untuk menimbulkan kekhawatiran besar.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>2. Varians dari residu harus konsisten untuk semua observasi.<\/strong><\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Kondisi yang disukai ini dikenal sebagai homoskedastisitas. Pelanggaran asumsi ini dikenal dengan istilah heteroskedastisitas .<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Untuk memeriksa apakah asumsi ini terpenuhi, kita dapat membuat <em>grafik nilai penyesuaian\/nilai sisa:<\/em><\/span><\/p>\n<pre style=\"background-color: #e5e5e5; font-size: 15px;\"> <strong><span style=\"color: #008080;\">#create fitted value vs residual plot<\/span>\nplot(fitted(model), residuals(model))\n\n<span style=\"color: #008080;\">#add horizontal line at 0\n<\/span>abline(h = 0, lty = 2)<\/strong><\/pre>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Idealnya, kita ingin residu tersebar secara merata pada setiap nilai yang sesuai. Kita dapat melihat dari grafik bahwa dispersi cenderung menjadi lebih besar untuk nilai yang lebih besar, namun tren ini tidak cukup ekstrim untuk menimbulkan terlalu banyak kekhawatiran.<\/span><\/p>\n<h3> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Menafsirkan keluaran model<\/strong><\/span><\/h3>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Setelah kami memverifikasi bahwa asumsi model cukup terpenuhi, kami dapat memeriksa keluaran model menggunakan fungsi <strong>ringkasan()<\/strong> :<\/span><\/p>\n<pre style=\"background-color: #e5e5e5; font-size: 15px;\"> <strong>summary(model)\n\n#Call:\n#lm(formula = mpg ~ disp + hp + drat, data = data)\n#\n#Residuals:\n# Min 1Q Median 3Q Max \n#-5.1225 -1.8454 -0.4456 1.1342 6.4958 \n#\n#Coefficients:\n#Estimate Std. Error t value Pr(&gt;|t|)   \n#(Intercept) 19.344293 6.370882 3.036 0.00513 **\n#disp -0.019232 0.009371 -2.052 0.04960 * \n#hp -0.031229 0.013345 -2.340 0.02663 * \n#drat 2.714975 1.487366 1.825 0.07863 . \n#---\n#Significant. codes: 0 '***' 0.001 '**' 0.01 '*' 0.05 '.' 0.1 ' ' 1\n#\n#Residual standard error: 3.008 on 28 degrees of freedom\n#Multiple R-squared: 0.775, Adjusted R-squared: 0.7509 \n#F-statistic: 32.15 on 3 and 28 DF, p-value: 3.28e-09\n<\/strong><\/pre>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Dari hasilnya kita dapat melihat hal berikut:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Statistik F keseluruhan model adalah <strong>32,15<\/strong> dan nilai p yang sesuai adalah <strong>3,28e-09<\/strong> . Hal ini menunjukkan bahwa model secara keseluruhan signifikan secara statistik. Dengan kata lain, model regresi secara keseluruhan bermanfaat.<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><em>disp<\/em> signifikan secara statistik pada tingkat signifikansi 0,10. Secara khusus, koefisien dari hasil model menunjukkan bahwa peningkatan <em>ketersediaan<\/em> sebesar satu unit dikaitkan dengan penurunan rata-rata sebesar -0,019 unit dalam <em>mpg<\/em> , dengan asumsi <em>tenaga kuda<\/em> dan <em>konsumsi bahan bakar<\/em> tetap konstan. .<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><em>hp<\/em> signifikan secara statistik pada tingkat signifikansi 0,10. Secara khusus, koefisien dari hasil model menunjukkan bahwa peningkatan satu unit <i>tenaga kuda<\/i> dikaitkan dengan penurunan rata-rata sebesar -0,031 unit dalam <em>mpg<\/em> , dengan asumsi bahwa <i>disp<\/i> dan <em>drat<\/em> tetap konstan.<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><em>drat<\/em> signifikan secara statistik pada tingkat signifikansi 0,10. Secara khusus, koefisien dari hasil model menunjukkan bahwa peningkatan <i>konsumsi bensin<\/i> sebesar satu unit dikaitkan dengan peningkatan rata-rata sebesar 2.715 unit <em>mpg<\/em> , dengan asumsi <i>laju aliran<\/i> dan <i>tenaga kuda<\/i> tetap konstan.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h3> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Menilai kesesuaian model<\/strong><\/span><\/h3>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Untuk menilai seberapa cocok model regresi dengan data, kita dapat melihat beberapa metrik berbeda:<\/span><\/p>\n<p> <strong><span style=\"color: #000000;\">1. Beberapa kotak R<\/span><\/strong><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Ini mengukur kekuatan hubungan linier antara variabel prediktor dan variabel respon. Kelipatan R-kuadrat dari 1 menunjukkan hubungan linier sempurna, sedangkan kelipatan R-kuadrat dari 0 menunjukkan tidak ada hubungan linier.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Kelipatan R juga merupakan akar kuadrat dari R kuadrat, yaitu proporsi varians variabel respon yang dapat dijelaskan oleh variabel prediktor. Dalam contoh ini, kelipatan R-kuadrat adalah <strong>0,775<\/strong> . Jadi R kuadratnya adalah 0,775 <sup>2<\/sup> = <strong>0,601<\/strong> . Hal ini menunjukkan bahwa <strong>60,1%<\/strong> varian dalam <i>mpg<\/i> dapat dijelaskan oleh prediktor model.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Terkait:<\/strong> Berapa nilai R-kuadrat yang bagus?<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>2. Kesalahan standar sisa<\/strong><\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Ini mengukur jarak rata-rata antara nilai yang diamati dan garis regresi. Dalam contoh ini, nilai yang diamati rata-rata menyimpang sebesar <strong>3,008 satuan<\/strong> dari garis regresi <strong>.<\/strong><\/span><\/p>\n<p> <strong><span style=\"color: #000000;\">Terkait:<\/span><\/strong> <span style=\"color: #000000;\">&nbsp;<\/span> Memahami Kesalahan Standar Regresi<\/p>\n<h3> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Gunakan model untuk membuat prediksi<\/strong><\/span><\/h3>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Dari hasil model diketahui persamaan regresi linier berganda yang cocok adalah:<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"> <span style=\"color: #000000;\"><sub>topi<\/sub> mpg = -19.343 \u2013 0.019*disp \u2013 0.031*hp + 2.715*drat<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Kita dapat menggunakan persamaan ini untuk membuat prediksi tentang <em>nilai mpg<\/em> untuk <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/pengamatan-dalam-statistik\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">observasi<\/a> baru. Misalnya, kita dapat mengetahui prediksi nilai <em>mpg<\/em> untuk mobil yang memiliki atribut berikut:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><em>tampilan<\/em> = 220<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><em>jam<\/em> = 150<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><em>omong kosong<\/em> = 3<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<pre style=\"background-color: #e5e5e5; font-size: 15px;\"> <strong><span style=\"color: #008080;\">#define the coefficients from the model output<\/span>\nintercept &lt;- coef(summary(model))[\"(Intercept)\", \"Estimate\"]\ndisp &lt;- coef(summary(model))[\"disp\", \"Estimate\"]\nhp &lt;- coef(summary(model))[\"hp\", \"Estimate\"]\ndrat &lt;- coef(summary(model))[\"drat\", \"Estimate\"]\n\n<span style=\"color: #008080;\">#use the model coefficients to predict the value for <em>mpg<\/em>\n<\/span>intercept + disp*220 + hp*150 + drat*3\n\n#[1] 18.57373<\/strong><\/pre>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Untuk mobil dengan <em>disp<\/em> = 220, <em>hp<\/em> = 150 dan <em>drat<\/em> = 3, model memperkirakan mobil tersebut akan memperoleh <strong>18.57373<\/strong> <em>mpg<\/em> .<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><em>Anda dapat menemukan kode R lengkap yang digunakan dalam tutorial ini <a href=\"https:\/\/github.com\/Statorials\/R-Guides\/blob\/main\/multiple_linear_regression.R\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">di sini<\/a> .<\/em><\/span><\/p>\n<h3> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Sumber daya tambahan<\/strong><\/span><\/h3>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Tutorial berikut menjelaskan cara menyesuaikan jenis model regresi lainnya di R:<\/span><\/p>\n<p> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/regresi-kuadrat-r\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Bagaimana melakukan regresi kuadrat di R<\/a><br \/> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/regresi-polinomial-r\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Bagaimana melakukan regresi polinomial di R<\/a><br \/> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/regresi-eksponensial-di-r\/\">Bagaimana melakukan regresi eksponensial di R<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Panduan ini menunjukkan contoh cara melakukan regresi linier berganda di R, termasuk: Periksa data sebelum memasang model Penyesuaian model Memeriksa asumsi model Menafsirkan keluaran model Menilai kesesuaian model Gunakan model untuk membuat prediksi Ayo pergi! Fasilitas Untuk contoh ini, kita akan menggunakan kumpulan data R mtcars bawaan, yang berisi informasi tentang berbagai atribut dari 32 [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[11],"tags":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v21.5 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Cara melakukan regresi linier berganda di R - Statorials<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Panduan ini menjelaskan cara melakukan regresi linier berganda di R serta cara memeriksa asumsi model dan mengevaluasi kesesuaian model.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/regresi-linier-berganda-r\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Cara melakukan regresi linier berganda di R - Statorials\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Panduan ini menjelaskan cara melakukan regresi linier berganda di R serta cara memeriksa asumsi model dan mengevaluasi kesesuaian model.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/statorials.org\/id\/regresi-linier-berganda-r\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Statorials\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2023-07-29T16:34:41+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Benjamin anderson\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Benjamin anderson\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/regresi-linier-berganda-r\/\",\"url\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/regresi-linier-berganda-r\/\",\"name\":\"Cara melakukan regresi linier berganda di R - Statorials\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#website\"},\"datePublished\":\"2023-07-29T16:34:41+00:00\",\"dateModified\":\"2023-07-29T16:34:41+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81\"},\"description\":\"Panduan ini menjelaskan cara melakukan regresi linier berganda di R serta cara memeriksa asumsi model dan mengevaluasi kesesuaian model.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/regresi-linier-berganda-r\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/statorials.org\/id\/regresi-linier-berganda-r\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/regresi-linier-berganda-r\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Cara melakukan regresi linier berganda di r\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/\",\"name\":\"Statorials\",\"description\":\"Panduan anda untuk kompetensi statistik!\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81\",\"name\":\"Benjamin anderson\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg\",\"contentUrl\":\"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg\",\"caption\":\"Benjamin anderson\"},\"description\":\"Halo, saya Benjamin, pensiunan profesor statistika yang menjadi guru Statorial yang berdedikasi. Dengan pengalaman dan keahlian yang luas di bidang statistika, saya ingin berbagi ilmu untuk memberdayakan mahasiswa melalui Statorials. Baca selengkapnya\",\"sameAs\":[\"http:\/\/statorials.org\/id\"]}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Cara melakukan regresi linier berganda di R - Statorials","description":"Panduan ini menjelaskan cara melakukan regresi linier berganda di R serta cara memeriksa asumsi model dan mengevaluasi kesesuaian model.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/statorials.org\/id\/regresi-linier-berganda-r\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Cara melakukan regresi linier berganda di R - Statorials","og_description":"Panduan ini menjelaskan cara melakukan regresi linier berganda di R serta cara memeriksa asumsi model dan mengevaluasi kesesuaian model.","og_url":"https:\/\/statorials.org\/id\/regresi-linier-berganda-r\/","og_site_name":"Statorials","article_published_time":"2023-07-29T16:34:41+00:00","author":"Benjamin anderson","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Benjamin anderson","Estimasi waktu membaca":"5 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/regresi-linier-berganda-r\/","url":"https:\/\/statorials.org\/id\/regresi-linier-berganda-r\/","name":"Cara melakukan regresi linier berganda di R - Statorials","isPartOf":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#website"},"datePublished":"2023-07-29T16:34:41+00:00","dateModified":"2023-07-29T16:34:41+00:00","author":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81"},"description":"Panduan ini menjelaskan cara melakukan regresi linier berganda di R serta cara memeriksa asumsi model dan mengevaluasi kesesuaian model.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/regresi-linier-berganda-r\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/statorials.org\/id\/regresi-linier-berganda-r\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/regresi-linier-berganda-r\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/statorials.org\/id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Cara melakukan regresi linier berganda di r"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#website","url":"https:\/\/statorials.org\/id\/","name":"Statorials","description":"Panduan anda untuk kompetensi statistik!","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/statorials.org\/id\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81","name":"Benjamin anderson","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/image\/","url":"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg","contentUrl":"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg","caption":"Benjamin anderson"},"description":"Halo, saya Benjamin, pensiunan profesor statistika yang menjadi guru Statorial yang berdedikasi. Dengan pengalaman dan keahlian yang luas di bidang statistika, saya ingin berbagi ilmu untuk memberdayakan mahasiswa melalui Statorials. Baca selengkapnya","sameAs":["http:\/\/statorials.org\/id"]}]}},"yoast_meta":{"yoast_wpseo_title":"","yoast_wpseo_metadesc":"","yoast_wpseo_canonical":""},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/507"}],"collection":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=507"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/507\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=507"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=507"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=507"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}