{"id":511,"date":"2023-07-29T16:18:28","date_gmt":"2023-07-29T16:18:28","guid":{"rendered":"https:\/\/statorials.org\/id\/seseorang-membuat-penasaran-r\/"},"modified":"2023-07-29T16:18:28","modified_gmt":"2023-07-29T16:18:28","slug":"seseorang-membuat-penasaran-r","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/statorials.org\/id\/seseorang-membuat-penasaran-r\/","title":{"rendered":"Cara membuat &amp; menafsirkan plot qq di r"},"content":{"rendered":"<p><\/p>\n<hr>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><strong>Plot QQ<\/strong> , kependekan dari &#8220;quantile-quantile&#8221;, adalah jenis plot yang dapat kita gunakan untuk menentukan apakah suatu kumpulan data berpotensi berasal dari distribusi teoretis atau tidak.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Banyak uji statistik yang mengasumsikan bahwa kumpulan data mengikuti distribusi normal, dan plot QQ sering digunakan untuk menilai apakah asumsi ini terpenuhi atau tidak.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Meskipun plot QQ bukan uji statistik formal, plot ini memberikan cara sederhana untuk memeriksa secara visual apakah kumpulan data mengikuti distribusi normal dan, jika tidak, bagaimana asumsi ini dilanggar dan titik data mana yang berpotensi menjadi asal mula pelanggaran ini.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Kita dapat membuat plot QQ dengan memplot dua set kuantil satu sama lain. Jika kedua kumpulan kuantil berasal dari distribusi yang sama, maka titik-titik pada plot kira-kira membentuk garis diagonal lurus.<\/span><\/p>\n<figure style=\"width: 477px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><figcaption class=\"wp-caption-text\"><strong><span style=\"color: #000000;\">Contoh Plot QQ<\/span><\/strong><\/figcaption><\/figure>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Kuantil<\/strong> mewakili titik-titik dalam kumpulan data yang di bawahnya terdapat sebagian data. Misalnya, kuantil 0,9 mewakili titik di mana 90% data berada. Kuantil 0,5 mewakili titik di bawah 50% data, dan seterusnya.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Plot QQ mengidentifikasi kuantil sampel data Anda dan membandingkannya dengan kuantil distribusi teoretis. Dalam kebanyakan kasus, distribusi normal digunakan, namun plot QQ sebenarnya dapat dibuat untuk distribusi teoritis apa pun.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Jika titik-titik data terletak di sepanjang garis diagonal lurus pada plot QQ, maka kumpulan data tersebut kemungkinan besar mengikuti distribusi normal.<\/span><\/p>\n<h2> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Cara membuat plot QQ di R<\/strong><\/span><\/h2>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Kita dapat dengan mudah membuat plot QQ untuk memeriksa apakah kumpulan data mengikuti distribusi normal menggunakan fungsi <strong>qqnorm()<\/strong> bawaan.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Misalnya, kode berikut menghasilkan vektor 100 nilai acak yang mengikuti distribusi normal dan membuat plot QQ untuk kumpulan data tersebut untuk memverifikasi bahwa kumpulan data tersebut memang mengikuti distribusi normal:<\/span><\/p>\n<pre style=\"background-color: #e5e5e5; font-size: 15px;\"> <strong><span style=\"color: #008080;\">#make this example reproducible<\/span>\nset.seed(11)\n\n<span style=\"color: #008080;\">#generate vector of 100 values that follows a normal distribution<\/span>\ndata &lt;- rnorm(100)\n\n<span style=\"color: #008080;\">#create QQ plot to compare this dataset to a theoretical normal distribution\n<\/span>qqnorm(data)<\/strong><\/pre>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Untuk mempermudah melihat apakah data mengikuti garis lurus, kita dapat menggunakan fungsi <strong>qqline()<\/strong> :<\/span><\/p>\n<pre style=\"background-color: #e5e5e5; font-size: 15px;\"> <strong><span style=\"color: #008080;\">#create QQ plot<\/span>\nqqnorm(data)\n\n<span style=\"color: #008080;\">#add straight diagonal line to plot\n<\/span>qqline(data)<\/strong><\/pre>\n<h2><\/h2>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Kita dapat melihat bahwa titik-titik data di dekat ekor tidak persis mengikuti garis lurus, namun sebagian besar data sampel ini tampak terdistribusi normal (sebagaimana seharusnya karena kita meminta R untuk menghasilkan data dari distribusi normal ). ).<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Sebagai gantinya, pertimbangkan kode berikut yang menghasilkan vektor 100 nilai acak yang mengikuti distribusi gamma dan membuat plot QQ untuk data ini guna memeriksa apakah mengikuti distribusi normal:<\/span><\/p>\n<pre style=\"background-color: #e5e5e5; font-size: 15px;\"> <strong><span style=\"color: #008080;\">#make this example reproducible\n<\/span>set.seed(11)\n\n<span style=\"color: #008080;\">#generate vector of 100 values that follows a gamma distribution\n<\/span>data &lt;- rgamma(100, 1)\n\n<span style=\"color: #008080;\">#create QQ plot to compare this dataset to a theoretical normal distribution\n<\/span>qqnorm(data)\nqqline(data)<\/strong><\/pre>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Kita dapat melihat penyimpangan yang jelas dari garis lurus pada plot QQ ini, yang menunjukkan bahwa kumpulan data ini kemungkinan besar tidak mengikuti distribusi normal.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Pertimbangkan potongan kode lain yang menghasilkan vektor 100 nilai acak yang mengikuti distribusi Chi-kuadrat dengan 5 derajat kebebasan dan membuat plot QQ untuk data ini guna memeriksa apakah mengikuti distribusi normal:<\/span><\/p>\n<pre style=\"background-color: #e5e5e5; font-size: 15px;\"> <strong><span style=\"color: #008080;\">#make this example reproducible\n<\/span>set.seed(11)\n\n<span style=\"color: #008080;\">#generate vector of 100 values that follows a Chi-Square distribution\n<\/span>data &lt;- rchisq(100, 5)\n\n<span style=\"color: #008080;\">#create QQ plot to compare this dataset to a theoretical normal distribution\n<\/span>qqnorm(data)\nqqline(data)<\/strong><\/pre>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Sekali lagi kita dapat melihat bahwa kumpulan data ini tampaknya tidak mengikuti distribusi normal, terutama di dekat bagian ekor.<\/span><\/p>\n<h2> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Mengubah estetika plot QQ di R<\/strong><\/span><\/h2>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Kita dapat mengubah beberapa estetika plot QQ di R, termasuk judul, label sumbu, warna titik data, warna garis, dan lebar garis.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Kode berikut mengubah judul, label sumbu, dan warna titik plot:<\/span><\/p>\n<pre style=\"background-color: #e5e5e5; font-size: 15px;\"> <strong><span style=\"color: #008080;\">#make this example reproducible\n<\/span>set.seed(11)\n\n<span style=\"color: #008080;\">#generate vector of 100 values that follows a normal distribution\n<\/span>data &lt;- rnorm(100)\n\n<span style=\"color: #008080;\">#create QQ plot\n<\/span>qqnorm(data, main = 'QQ Plot for Normality', xlab = 'Theoretical Dist',\n       ylab = 'Sample dist', col = 'steelblue')<\/strong><\/pre>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Kemudian kode berikut menambahkan garis lurus diagonal pada plot dengan warna merah, lebar garis 2 (lwd = 2, default 1), dan garis putus-putus (lty = 2, default 1):<\/span><\/p>\n<pre style=\"background-color: #e5e5e5; font-size: 15px;\"> <strong>qqline(data, col = 'red', lwd = 2, lty = 2)<\/strong><\/pre>\n<h2> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Catatan teknis<\/strong><\/span><\/h2>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Ingatlah bahwa plot QQ hanyalah cara untuk memeriksa <em>secara visual<\/em> apakah kumpulan data mengikuti distribusi teoretis. Untuk menguji secara formal apakah suatu kumpulan data mengikuti distribusi tertentu atau tidak, pengujian berikut dapat dilakukan (dengan asumsi Anda membandingkan kumpulan data Anda dengan distribusi normal):<\/span><\/p>\n<p> <strong><a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/tes-anderson-cheri-r\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Tes Anderson \u2013 Sayang<\/a><br \/> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/tes-shapiro-wilk-r\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Tes Shapiro \u2013 Wilk<\/a><br \/> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/tes-kolmogorov-smirnov-sungai\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Tes Kolmogorov-Smirnov<\/a><br \/><\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Plot QQ , kependekan dari &#8220;quantile-quantile&#8221;, adalah jenis plot yang dapat kita gunakan untuk menentukan apakah suatu kumpulan data berpotensi berasal dari distribusi teoretis atau tidak. Banyak uji statistik yang mengasumsikan bahwa kumpulan data mengikuti distribusi normal, dan plot QQ sering digunakan untuk menilai apakah asumsi ini terpenuhi atau tidak. Meskipun plot QQ bukan uji [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[11],"tags":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v21.5 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Cara membuat dan menafsirkan plot QQ di R - Statorials<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Tutorial ini menjelaskan cara mudah membuat dan menafsirkan plot QQ di R.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/seseorang-membuat-penasaran-r\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Cara membuat dan menafsirkan plot QQ di R - Statorials\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Tutorial ini menjelaskan cara mudah membuat dan menafsirkan plot QQ di R.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/statorials.org\/id\/seseorang-membuat-penasaran-r\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Statorials\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2023-07-29T16:18:28+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Benjamin anderson\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Benjamin anderson\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/seseorang-membuat-penasaran-r\/\",\"url\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/seseorang-membuat-penasaran-r\/\",\"name\":\"Cara membuat dan menafsirkan plot QQ di R - Statorials\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#website\"},\"datePublished\":\"2023-07-29T16:18:28+00:00\",\"dateModified\":\"2023-07-29T16:18:28+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81\"},\"description\":\"Tutorial ini menjelaskan cara mudah membuat dan menafsirkan plot QQ di R.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/seseorang-membuat-penasaran-r\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/statorials.org\/id\/seseorang-membuat-penasaran-r\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/seseorang-membuat-penasaran-r\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Cara membuat &amp; menafsirkan plot qq di r\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/\",\"name\":\"Statorials\",\"description\":\"Panduan anda untuk kompetensi statistik!\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81\",\"name\":\"Benjamin anderson\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg\",\"contentUrl\":\"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg\",\"caption\":\"Benjamin anderson\"},\"description\":\"Halo, saya Benjamin, pensiunan profesor statistika yang menjadi guru Statorial yang berdedikasi. Dengan pengalaman dan keahlian yang luas di bidang statistika, saya ingin berbagi ilmu untuk memberdayakan mahasiswa melalui Statorials. Baca selengkapnya\",\"sameAs\":[\"http:\/\/statorials.org\/id\"]}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Cara membuat dan menafsirkan plot QQ di R - Statorials","description":"Tutorial ini menjelaskan cara mudah membuat dan menafsirkan plot QQ di R.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/statorials.org\/id\/seseorang-membuat-penasaran-r\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Cara membuat dan menafsirkan plot QQ di R - Statorials","og_description":"Tutorial ini menjelaskan cara mudah membuat dan menafsirkan plot QQ di R.","og_url":"https:\/\/statorials.org\/id\/seseorang-membuat-penasaran-r\/","og_site_name":"Statorials","article_published_time":"2023-07-29T16:18:28+00:00","author":"Benjamin anderson","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Benjamin anderson","Estimasi waktu membaca":"3 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/seseorang-membuat-penasaran-r\/","url":"https:\/\/statorials.org\/id\/seseorang-membuat-penasaran-r\/","name":"Cara membuat dan menafsirkan plot QQ di R - Statorials","isPartOf":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#website"},"datePublished":"2023-07-29T16:18:28+00:00","dateModified":"2023-07-29T16:18:28+00:00","author":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81"},"description":"Tutorial ini menjelaskan cara mudah membuat dan menafsirkan plot QQ di R.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/seseorang-membuat-penasaran-r\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/statorials.org\/id\/seseorang-membuat-penasaran-r\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/seseorang-membuat-penasaran-r\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/statorials.org\/id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Cara membuat &amp; menafsirkan plot qq di r"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#website","url":"https:\/\/statorials.org\/id\/","name":"Statorials","description":"Panduan anda untuk kompetensi statistik!","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/statorials.org\/id\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81","name":"Benjamin anderson","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/image\/","url":"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg","contentUrl":"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg","caption":"Benjamin anderson"},"description":"Halo, saya Benjamin, pensiunan profesor statistika yang menjadi guru Statorial yang berdedikasi. Dengan pengalaman dan keahlian yang luas di bidang statistika, saya ingin berbagi ilmu untuk memberdayakan mahasiswa melalui Statorials. Baca selengkapnya","sameAs":["http:\/\/statorials.org\/id"]}]}},"yoast_meta":{"yoast_wpseo_title":"","yoast_wpseo_metadesc":"","yoast_wpseo_canonical":""},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/511"}],"collection":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=511"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/511\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=511"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=511"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=511"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}