{"id":512,"date":"2023-07-29T16:11:24","date_gmt":"2023-07-29T16:11:24","guid":{"rendered":"https:\/\/statorials.org\/id\/bagaimana-menafsirkan-statistik-cd-sebagai-model-regresi-logistik\/"},"modified":"2023-07-29T16:11:24","modified_gmt":"2023-07-29T16:11:24","slug":"bagaimana-menafsirkan-statistik-cd-sebagai-model-regresi-logistik","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/statorials.org\/id\/bagaimana-menafsirkan-statistik-cd-sebagai-model-regresi-logistik\/","title":{"rendered":"Bagaimana menafsirkan statistik c dari model regresi logistik"},"content":{"rendered":"<p><\/p>\n<hr>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Tutorial ini memberikan penjelasan sederhana tentang cara menafsirkan <strong>statistik C<\/strong> model regresi logistik.<\/span><\/p>\n<h3> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Apa itu regresi logistik?<\/strong><\/span><\/h3>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Regresi logistik<\/strong> adalah metode statistik yang kami gunakan untuk menyesuaikan model regresi jika <em>variabel<\/em> <em>responsnya<\/em> biner. Berikut beberapa contoh penggunaan regresi logistik:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Kami ingin mengetahui bagaimana olahraga, pola makan, dan berat badan berdampak pada kemungkinan terkena serangan jantung. Variabel responnya adalah <em>serangan jantung<\/em> dan mempunyai dua kemungkinan hasil: serangan jantung terjadi atau tidak terjadi.<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Kami ingin mengetahui bagaimana IPK, skor ACT, dan jumlah mata kuliah AP yang diambil berdampak pada kemungkinan diterima di universitas tertentu. Variabel responnya adalah <em>penerimaan<\/em> dan mempunyai dua kemungkinan hasil: diterima atau tidak diterima.<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Kami ingin mengetahui apakah jumlah kata dan judul email memengaruhi kemungkinan email tersebut merupakan spam. Variabel responsnya adalah <em>spam<\/em> dan memiliki dua kemungkinan hasil: spam atau bukan spam.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Perhatikan bahwa variabel prediktor dapat berupa numerik atau kategorikal; yang penting variabel responnya biner. Jika demikian, regresi logistik merupakan model yang tepat digunakan untuk menjelaskan hubungan antara variabel prediktor dan variabel respon.<\/span><\/p>\n<h2> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Bagaimana menilai kecukupan model regresi logistik<\/strong><\/span><\/h2>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Setelah kita menyesuaikan model regresi logistik ke kumpulan data, kita sering kali tertarik pada <em>seberapa<\/em> cocok model tersebut dengan data. Secara khusus, kami tertarik pada kemampuan model untuk memprediksi hasil positif dan negatif secara akurat.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Sensitivitas<\/strong> mengacu pada probabilitas bahwa model memprediksi hasil positif untuk suatu observasi padahal hasilnya benar-benar positif.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Kekhususan<\/strong> mengacu pada probabilitas bahwa model memprediksi hasil negatif untuk suatu observasi padahal hasilnya sebenarnya negatif.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Model regresi logistik sempurna untuk mengklasifikasikan observasi jika memiliki sensitivitas dan spesifisitas 100%, namun dalam praktiknya hal ini hampir tidak pernah terjadi.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Setelah kita memasang model regresi logistik, model tersebut dapat digunakan untuk menghitung probabilitas bahwa suatu observasi tertentu akan memberikan hasil positif, berdasarkan nilai variabel prediktor.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Untuk menentukan apakah suatu observasi harus diklasifikasikan sebagai positif, kita dapat memilih ambang batas sehingga observasi dengan probabilitas yang disesuaikan di atas ambang batas diklasifikasikan sebagai positif dan semua observasi dengan probabilitas yang disesuaikan di bawah ambang batas diklasifikasikan sebagai negatif. .<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Misalnya kita memilih ambang batas 0,5. Artinya, setiap observasi dengan probabilitas penyesuaian lebih besar dari 0,5 akan memperoleh hasil positif, sedangkan observasi apa pun dengan probabilitas penyesuaian kurang dari atau sama dengan 0,5 akan memperoleh hasil negatif.<\/span><\/p>\n<h2> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Merencanakan kurva ROC<\/strong><\/span><\/h2>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Salah satu cara paling umum untuk memvisualisasikan sensitivitas versus spesifisitas suatu model adalah dengan memplot <strong>kurva<\/strong> Receiver Operating Characteristic ( <strong>ROC<\/strong> ), yaitu plot nilai sensitivitas versus spesifisitas 1 sebagai nilai ambang batas. intinya berubah dari 0 menjadi 1:<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Model dengan sensitivitas dan spesifisitas tinggi akan memiliki kurva ROC yang sesuai dengan sudut kiri atas plot. Model dengan sensitivitas dan spesifisitas rendah akan memiliki kurva mendekati diagonal 45 derajat.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>AUC<\/strong> <strong>(area under curve)<\/strong><\/span> <span style=\"color: #000000;\">memberi kita gambaran tentang kemampuan model dalam membedakan hasil positif dan negatif. AUC dapat berkisar dari 0 hingga 1. Semakin tinggi AUC, semakin baik model dalam mengklasifikasikan hasil dengan benar.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Artinya, model dengan kurva ROC yang berada di sudut kiri atas plot akan memiliki area yang tinggi di bawah kurva dan oleh karena itu akan menjadi model yang mampu mengklasifikasikan hasil dengan baik. Sebaliknya, model dengan kurva ROC yang memiliki diagonal 45 derajat akan memiliki area bawah kurva yang rendah dan oleh karena itu akan menjadi model yang tidak dapat mengklasifikasikan hasil dengan baik.<\/span><\/p>\n<h2> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Memahami statistik C<\/strong><\/span><\/h2>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Statistik c<\/strong> , juga dikenal sebagai <em>statistik konkordansi<\/em> , sama dengan AUC (area di bawah kurva) dan memiliki interpretasi sebagai berikut:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Nilai yang kurang dari 0,5 menunjukkan model yang buruk.<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Nilai 0,5 menunjukkan bahwa model tersebut tidak lebih baik dalam mengklasifikasikan hasil dibandingkan peluang.<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Semakin dekat nilainya dengan 1, semakin mampu model mengklasifikasikan hasil dengan benar.<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Nilai 1 berarti model tersebut sempurna untuk mengklasifikasikan hasil.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Jadi, statistik C memberi kita gambaran tentang seberapa efektif suatu model dalam mengklasifikasikan hasil dengan benar.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Dalam keadaan klinis, statistik C dapat dihitung dengan mengambil semua kemungkinan pasangan individu, yaitu individu yang mengalami hasil positif dan individu yang mengalami hasil negatif. Kemudian statistik c dapat dihitung sebagai proporsi pasangan yang mana individu yang mengalami hasil positif memiliki kemungkinan prediksi yang lebih tinggi untuk mengalami hasil dibandingkan individu yang tidak mengalami hasil positif.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Misalnya, kita menyesuaikan model regresi logistik menggunakan variabel prediktor seperti <em>usia<\/em> dan <em>tekanan darah<\/em> untuk memprediksi kemungkinan serangan jantung.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Untuk mencari c-statistik model, kami dapat mengidentifikasi semua kemungkinan pasangan individu, yang terdiri dari individu yang mengalami serangan jantung dan individu yang tidak mengalami serangan jantung. Kemudian statistik c dapat dihitung sebagai proporsi dari pasangan-pasangan tersebut di mana individu yang mengalami serangan jantung sebenarnya mempunyai prediksi probabilitas yang lebih tinggi untuk menderita serangan jantung dibandingkan dengan individu yang tidak menderita serangan jantung. serangan jantung.<\/span><\/p>\n<h2> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Kesimpulan<\/strong><\/span><\/h2>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Dalam artikel ini kita mempelajari hal berikut:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Regresi logistik<\/strong> adalah metode statistik yang kami gunakan untuk menyesuaikan model regresi jika <em>variabel<\/em> <em>responsnya<\/em> biner.<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Untuk menilai kesesuaian model regresi logistik, kita dapat melihat <strong>sensitivitas<\/strong> dan <strong>spesifisitas<\/strong> , yang menunjukkan seberapa baik model tersebut mampu mengklasifikasikan hasil dengan benar.<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Untuk memvisualisasikan sensitivitas dan spesifisitas, kita dapat membuat <strong>kurva ROC<\/strong> .<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>AUC (area di bawah kurva)<\/strong> menunjukkan seberapa baik model mampu mengklasifikasikan hasil dengan benar. Jika kurva ROC berada di sudut kiri atas plot, hal ini menunjukkan bahwa model berhasil mengklasifikasikan hasil.<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Statistik c<\/strong> sama dengan AUC (area di bawah kurva) dan juga dapat dihitung dengan mengambil semua kemungkinan pasangan individu, yaitu individu yang mengalami hasil positif dan individu yang mengalami hasil negatif. Kemudian, statistik c adalah proporsi pasangan yang mana individu yang mengalami hasil positif memiliki kemungkinan prediksi yang lebih tinggi untuk mengalami hasil dibandingkan individu yang tidak mengalami hasil positif.<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Semakin dekat <strong>statistik C<\/strong> ke 1, semakin tepat suatu model dapat mengklasifikasikan hasil.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Tutorial ini memberikan penjelasan sederhana tentang cara menafsirkan statistik C model regresi logistik. Apa itu regresi logistik? Regresi logistik adalah metode statistik yang kami gunakan untuk menyesuaikan model regresi jika variabel responsnya biner. Berikut beberapa contoh penggunaan regresi logistik: Kami ingin mengetahui bagaimana olahraga, pola makan, dan berat badan berdampak pada kemungkinan terkena serangan jantung. [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[11],"tags":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v21.5 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Bagaimana menafsirkan statistik C dari model regresi logistik - Statorials<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Tutorial ini memberikan penjelasan sederhana tentang cara menafsirkan statistik C model regresi logistik.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/bagaimana-menafsirkan-statistik-cd-sebagai-model-regresi-logistik\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Bagaimana menafsirkan statistik C dari model regresi logistik - Statorials\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Tutorial ini memberikan penjelasan sederhana tentang cara menafsirkan statistik C model regresi logistik.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/statorials.org\/id\/bagaimana-menafsirkan-statistik-cd-sebagai-model-regresi-logistik\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Statorials\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2023-07-29T16:11:24+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Benjamin anderson\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Benjamin anderson\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/bagaimana-menafsirkan-statistik-cd-sebagai-model-regresi-logistik\/\",\"url\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/bagaimana-menafsirkan-statistik-cd-sebagai-model-regresi-logistik\/\",\"name\":\"Bagaimana menafsirkan statistik C dari model regresi logistik - Statorials\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#website\"},\"datePublished\":\"2023-07-29T16:11:24+00:00\",\"dateModified\":\"2023-07-29T16:11:24+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81\"},\"description\":\"Tutorial ini memberikan penjelasan sederhana tentang cara menafsirkan statistik C model regresi logistik.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/bagaimana-menafsirkan-statistik-cd-sebagai-model-regresi-logistik\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/statorials.org\/id\/bagaimana-menafsirkan-statistik-cd-sebagai-model-regresi-logistik\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/bagaimana-menafsirkan-statistik-cd-sebagai-model-regresi-logistik\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Bagaimana menafsirkan statistik c dari model regresi logistik\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/\",\"name\":\"Statorials\",\"description\":\"Panduan anda untuk kompetensi statistik!\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81\",\"name\":\"Benjamin anderson\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg\",\"contentUrl\":\"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg\",\"caption\":\"Benjamin anderson\"},\"description\":\"Halo, saya Benjamin, pensiunan profesor statistika yang menjadi guru Statorial yang berdedikasi. Dengan pengalaman dan keahlian yang luas di bidang statistika, saya ingin berbagi ilmu untuk memberdayakan mahasiswa melalui Statorials. Baca selengkapnya\",\"sameAs\":[\"http:\/\/statorials.org\/id\"]}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Bagaimana menafsirkan statistik C dari model regresi logistik - Statorials","description":"Tutorial ini memberikan penjelasan sederhana tentang cara menafsirkan statistik C model regresi logistik.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/statorials.org\/id\/bagaimana-menafsirkan-statistik-cd-sebagai-model-regresi-logistik\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Bagaimana menafsirkan statistik C dari model regresi logistik - Statorials","og_description":"Tutorial ini memberikan penjelasan sederhana tentang cara menafsirkan statistik C model regresi logistik.","og_url":"https:\/\/statorials.org\/id\/bagaimana-menafsirkan-statistik-cd-sebagai-model-regresi-logistik\/","og_site_name":"Statorials","article_published_time":"2023-07-29T16:11:24+00:00","author":"Benjamin anderson","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Benjamin anderson","Estimasi waktu membaca":"4 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/bagaimana-menafsirkan-statistik-cd-sebagai-model-regresi-logistik\/","url":"https:\/\/statorials.org\/id\/bagaimana-menafsirkan-statistik-cd-sebagai-model-regresi-logistik\/","name":"Bagaimana menafsirkan statistik C dari model regresi logistik - Statorials","isPartOf":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#website"},"datePublished":"2023-07-29T16:11:24+00:00","dateModified":"2023-07-29T16:11:24+00:00","author":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81"},"description":"Tutorial ini memberikan penjelasan sederhana tentang cara menafsirkan statistik C model regresi logistik.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/bagaimana-menafsirkan-statistik-cd-sebagai-model-regresi-logistik\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/statorials.org\/id\/bagaimana-menafsirkan-statistik-cd-sebagai-model-regresi-logistik\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/bagaimana-menafsirkan-statistik-cd-sebagai-model-regresi-logistik\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/statorials.org\/id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Bagaimana menafsirkan statistik c dari model regresi logistik"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#website","url":"https:\/\/statorials.org\/id\/","name":"Statorials","description":"Panduan anda untuk kompetensi statistik!","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/statorials.org\/id\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81","name":"Benjamin anderson","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/image\/","url":"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg","contentUrl":"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg","caption":"Benjamin anderson"},"description":"Halo, saya Benjamin, pensiunan profesor statistika yang menjadi guru Statorial yang berdedikasi. Dengan pengalaman dan keahlian yang luas di bidang statistika, saya ingin berbagi ilmu untuk memberdayakan mahasiswa melalui Statorials. Baca selengkapnya","sameAs":["http:\/\/statorials.org\/id"]}]}},"yoast_meta":{"yoast_wpseo_title":"","yoast_wpseo_metadesc":"","yoast_wpseo_canonical":""},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/512"}],"collection":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=512"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/512\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=512"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=512"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=512"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}