{"id":526,"date":"2023-07-29T15:06:02","date_gmt":"2023-07-29T15:06:02","guid":{"rendered":"https:\/\/statorials.org\/id\/cara-membaca-tabel-distribusi-f\/"},"modified":"2023-07-29T15:06:02","modified_gmt":"2023-07-29T15:06:02","slug":"cara-membaca-tabel-distribusi-f","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/statorials.org\/id\/cara-membaca-tabel-distribusi-f\/","title":{"rendered":"Cara membaca papan distribusi f"},"content":{"rendered":"<p><\/p>\n<hr>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Tutorial ini menjelaskan cara membaca dan menginterpretasikan <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/f-tabel-distribusi\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">tabel distribusi F.<\/a><\/span><\/p>\n<h3> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Apa yang dimaksud dengan tabel distribusi F?<\/strong><\/span><\/h3>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Tabel distribusi F<\/strong> merupakan tabel yang menunjukkan nilai kritis dari distribusi F. Untuk menggunakan tabel distribusi F, Anda hanya memerlukan tiga nilai:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Derajat kebebasan pembilangnya<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Derajat kebebasan penyebutnya<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Tingkat alfa (pilihan umum adalah 0,01, 0,05, dan 0,10)<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Tabel berikut menunjukkan tabel distribusi F untuk alpha = 0,10. Angka-angka di bagian atas tabel mewakili derajat kebebasan pembilang (berlabel <em>DF1<\/em> dalam tabel) dan angka-angka di sebelah kiri tabel mewakili derajat kebebasan penyebut (berlabel <em>DF2<\/em> dalam tabel).<\/span><\/p>\n<p> <em><span style=\"color: #000000;\">Silakan klik pada tabel untuk memperbesar.<\/span><\/em> <\/p>\n<p><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\"alignnone wp-image-493 size-full\" src=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/f1.png\" alt=\"Tabel distribusi F untuk alpha = 0,1\" width=\"1361\" height=\"829\" srcset=\"\" sizes=\"\"><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Nilai kritis dalam tabel sering dibandingkan dengan statistik F dari uji F. Jika statistik F lebih besar dari nilai kritis yang terdapat pada tabel, maka Anda dapat menolak hipotesis nol uji F dan menyimpulkan bahwa hasil pengujian tersebut signifikan secara statistik.<\/span><\/p>\n<h2> <strong>Contoh penggunaan tabel distribusi F<\/strong><\/h2>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Tabel distribusi F digunakan untuk mencari nilai kritis uji F. Tiga skenario paling umum di mana Anda akan melakukan uji F adalah:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Uji F dalam analisis regresi untuk menguji signifikansi keseluruhan suatu model regresi.<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Uji F dalam ANOVA (analisis varians) untuk menguji perbedaan keseluruhan antara rata-rata kelompok.<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Uji F untuk mengetahui apakah dua populasi mempunyai varian yang sama.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Mari kita lihat contoh penggunaan tabel distribusi F di setiap skenario.<\/span><\/p>\n<h3> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Uji F dalam Analisis Regresi<\/strong><\/span><\/h3>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Misalkan kita melakukan analisis regresi linier berganda dengan menggunakan <em>jam belajar<\/em> dan ujian <em>persiapan<\/em> <em>sebagai<\/em> variabel prediktor dan <em>nilai ujian akhir<\/em> sebagai variabel respon. Saat kami menjalankan analisis regresi, kami menerima hasil berikut:<\/span><\/p>\n<table>\n<thead>\n<tr>\n<th> <span style=\"color: #000000;\">Sumber<\/span><\/th>\n<th> <span style=\"color: #000000;\">SS<\/span><\/th>\n<th> <span style=\"color: #000000;\">df<\/span><\/th>\n<th> <span style=\"color: #000000;\">MS.<\/span><\/th>\n<th> <span style=\"color: #000000;\">F<\/span><\/th>\n<th> <span style=\"color: #000000;\">P.<\/span><\/th>\n<\/tr>\n<\/thead>\n<tbody>\n<tr>\n<td> <span style=\"color: #000000;\">Regresi<\/span><\/td>\n<td> <span style=\"color: #000000;\">546.53<\/span><\/td>\n<td> <span style=\"color: #000000;\">2<\/span><\/td>\n<td> <span style=\"color: #000000;\">273.26<\/span><\/td>\n<td> <span style=\"color: #000000;\">5.09<\/span><\/td>\n<td> <span style=\"color: #000000;\">0,033<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td> <span style=\"color: #000000;\">Sisa<\/span><\/td>\n<td> <span style=\"color: #000000;\">483.13<\/span><\/td>\n<td> <span style=\"color: #000000;\">9<\/span><\/td>\n<td> <span style=\"color: #000000;\">53.68<\/span><\/td>\n<td><\/td>\n<td><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td> <span style=\"color: #000000;\">Total<\/span><\/td>\n<td> <span style=\"color: #000000;\">1029.66<\/span><\/td>\n<td> <span style=\"color: #000000;\">11<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Dalam analisis regresi, statistik f dihitung sebagai regresi MS\/residual MS. Statistik ini menunjukkan apakah model regresi memberikan kesesuaian yang lebih baik terhadap data dibandingkan model yang tidak memuat variabel independen. Pada dasarnya, ini menguji apakah model regresi secara keseluruhan bermanfaat.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Dalam contoh ini, <strong>statistik F adalah 273.26 \/ 53.68 = 5.09<\/strong> .<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Misalkan kita ingin mengetahui apakah statistik F ini signifikan pada tingkat alpha = 0,05. Menggunakan tabel distribusi F untuk alpha = 0,05, dengan pembilang derajat kebebasan <strong>2<\/strong> ( <em>df untuk Regresi)<\/em> dan penyebut derajat kebebasan <strong>9<\/strong> ( <em>df untuk Residual)<\/em> , kita peroleh bahwa nilai kritis F adalah <strong>4, 2565<\/strong> .<\/span> <\/p>\n<p><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\"alignnone wp-image-494 size-full\" src=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/f.05.png\" alt=\"Tabel distribusi F untuk alpha = 0,05.\" width=\"1361\" height=\"829\" srcset=\"\" sizes=\"\"><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Karena statistik kami f( <strong>5.09<\/strong> ) lebih besar dari nilai kritis F( <strong>4.2565)<\/strong> , kami dapat menyimpulkan bahwa model regresi secara keseluruhan signifikan secara statistik.<\/span><\/p>\n<h3> <span style=\"color: #000000;\"><strong>uji F dalam ANOVA<\/strong><\/span><\/h3>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Misalkan kita ingin mengetahui apakah tiga teknik belajar yang berbeda menghasilkan hasil tes yang berbeda atau tidak. Untuk mengujinya, kami merekrut 60 siswa. Kami secara acak menugaskan masing-masing 20 siswa untuk menggunakan salah satu dari tiga teknik belajar selama satu bulan sebagai persiapan ujian. Setelah semua siswa mengikuti ujian, kami kemudian melakukan <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/anova-satu-arah\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">ANOVA satu arah<\/a> untuk menentukan apakah teknik belajar berdampak pada hasil ujian atau tidak. Tabel berikut menunjukkan hasil ANOVA satu arah:<\/span><\/p>\n<table>\n<thead>\n<tr>\n<th> <span style=\"color: #000000;\">Sumber<\/span><\/th>\n<th> <span style=\"color: #000000;\">SS<\/span><\/th>\n<th> <span style=\"color: #000000;\">df<\/span><\/th>\n<th> <span style=\"color: #000000;\">MS.<\/span><\/th>\n<th> <span style=\"color: #000000;\">F<\/span><\/th>\n<th> <span style=\"color: #000000;\">P.<\/span><\/th>\n<\/tr>\n<\/thead>\n<tbody>\n<tr>\n<td> <span style=\"color: #000000;\">Perlakuan<\/span><\/td>\n<td> <span style=\"color: #000000;\">58.8<\/span><\/td>\n<td> <span style=\"color: #000000;\">2<\/span><\/td>\n<td> <span style=\"color: #000000;\">29.4<\/span><\/td>\n<td> <span style=\"color: #000000;\">1.74<\/span><\/td>\n<td> <span style=\"color: #000000;\">0,217<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td> <span style=\"color: #000000;\">Kesalahan<\/span><\/td>\n<td> <span style=\"color: #000000;\">202.8<\/span><\/td>\n<td> <span style=\"color: #000000;\">12<\/span><\/td>\n<td> <span style=\"color: #000000;\">16.9<\/span><\/td>\n<td><\/td>\n<td><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td> <span style=\"color: #000000;\">Total<\/span><\/td>\n<td> <span style=\"color: #000000;\">261.6<\/span><\/td>\n<td> <span style=\"color: #000000;\">14<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Dalam ANOVA, statistik f dihitung sebagai pengobatan MS\/kesalahan MS. Statistik ini menunjukkan apakah skor rata-rata ketiga kelompok sama atau tidak.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Dalam contoh ini, <strong>statistik F adalah 29.4 \/ 16.9 = 1.74<\/strong> .<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Misalkan kita ingin mengetahui apakah statistik F ini signifikan pada tingkat alpha = 0,05. Dengan menggunakan tabel distribusi F untuk alpha = 0,05, dengan pembilang derajat kebebasan <strong>2<\/strong> ( <em>df untuk Treatment)<\/em> dan penyebut derajat kebebasan <strong>12<\/strong> ( <em>df untuk Error)<\/em> , diperoleh nilai kritis F adalah <strong>3,8853<\/strong> .<\/span> <\/p>\n<p><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\"alignnone wp-image-494 size-full\" src=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/f.05.png\" alt=\"Tabel distribusi F untuk alpha = 0,05.\" width=\"1361\" height=\"829\" srcset=\"\" sizes=\"\"><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Karena f statistik kami ( <strong>1,74<\/strong> ) tidak lebih besar dari nilai kritis F ( <strong>3,8853)<\/strong> , kami menyimpulkan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan secara statistik antara skor rata-rata ketiga kelompok.<\/span><\/p>\n<h3> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Uji F untuk persamaan varians dua populasi<\/strong><\/span><\/h3>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Misalkan kita ingin mengetahui apakah varian dua populasi sama atau tidak. Untuk mengujinya, kita dapat melakukan uji F untuk variansi yang sama di mana kita mengambil sampel acak sebanyak 25 observasi dari setiap populasi dan mencari varians sampel untuk setiap sampel.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Statistik uji untuk Uji-F ini didefinisikan sebagai berikut:<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Statistik F<\/strong> = s <sub>1<\/sub> <sup>2<\/sup> \/ s <sub>2<\/sub> <sup>2<\/sup><\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">dimana s <sub>1<\/sub> <sup>2<\/sup> dan s <sub>2<\/sub> <sup>2<\/sup> adalah varians sampel. Semakin jauh rasio ini dari satu, semakin kuat bukti adanya ketimpangan varians dalam populasi.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Nilai kritis uji F didefinisikan sebagai berikut:<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Nilai kritis F<\/strong> = nilai yang terdapat pada tabel distribusi F dengan n <sub>1<\/sub> -1 dan n <sub>2<\/sub> -1 derajat kebebasan dan tingkat signifikansi \u03b1.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Asumsikan varians sampel untuk sampel 1 adalah 30,5 dan varians sampel untuk sampel 2 adalah 20,5. Artinya statistik pengujian kita adalah 30,5 \/ 20,5 = <strong>1,487<\/strong> . Untuk mengetahui apakah statistik uji ini signifikan pada alpha = 0,10, kita dapat mencari nilai kritis pada tabel distribusi F yang berhubungan dengan alpha = 0,10, pembilang df = 24 dan penyebut df = 24. Ternyata angka tersebut adalah <strong>1,7019.<\/strong> .<\/span> <\/p>\n<p><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\"alignnone wp-image-493 size-full\" src=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/f1.png\" alt=\"Tabel distribusi F untuk alpha = 0,1\" width=\"1361\" height=\"829\" srcset=\"\" sizes=\"\"><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Karena statistik kami f( <strong>1.487<\/strong> ) tidak lebih besar dari nilai kritis F( <strong>1.7019)<\/strong> , kami menyimpulkan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan secara statistik antara varians kedua populasi ini.<\/span><\/p>\n<h3> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Sumber daya tambahan<\/strong><\/span><\/h3>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Untuk tabel distribusi F lengkap untuk nilai alpha 0,001, 0,01, 0,025, 0,05, dan 0,10, lihat <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/f-tabel-distribusi\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">halaman ini<\/a> .<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Tutorial ini menjelaskan cara membaca dan menginterpretasikan tabel distribusi F. Apa yang dimaksud dengan tabel distribusi F? Tabel distribusi F merupakan tabel yang menunjukkan nilai kritis dari distribusi F. Untuk menggunakan tabel distribusi F, Anda hanya memerlukan tiga nilai: Derajat kebebasan pembilangnya Derajat kebebasan penyebutnya Tingkat alfa (pilihan umum adalah 0,01, 0,05, dan 0,10) Tabel [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[11],"tags":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v21.5 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Cara Membaca Bagan Distribusi F - Statorials<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Tutorial sederhana tentang cara membaca dan menginterpretasikan tabel distribusi F.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/cara-membaca-tabel-distribusi-f\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Cara Membaca Bagan Distribusi F - Statorials\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Tutorial sederhana tentang cara membaca dan menginterpretasikan tabel distribusi F.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/statorials.org\/id\/cara-membaca-tabel-distribusi-f\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Statorials\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2023-07-29T15:06:02+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/f1.png\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Benjamin anderson\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Benjamin anderson\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/cara-membaca-tabel-distribusi-f\/\",\"url\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/cara-membaca-tabel-distribusi-f\/\",\"name\":\"Cara Membaca Bagan Distribusi F - Statorials\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#website\"},\"datePublished\":\"2023-07-29T15:06:02+00:00\",\"dateModified\":\"2023-07-29T15:06:02+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81\"},\"description\":\"Tutorial sederhana tentang cara membaca dan menginterpretasikan tabel distribusi F.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/cara-membaca-tabel-distribusi-f\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/statorials.org\/id\/cara-membaca-tabel-distribusi-f\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/cara-membaca-tabel-distribusi-f\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Cara membaca papan distribusi f\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/\",\"name\":\"Statorials\",\"description\":\"Panduan anda untuk kompetensi statistik!\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81\",\"name\":\"Benjamin anderson\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg\",\"contentUrl\":\"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg\",\"caption\":\"Benjamin anderson\"},\"description\":\"Halo, saya Benjamin, pensiunan profesor statistika yang menjadi guru Statorial yang berdedikasi. Dengan pengalaman dan keahlian yang luas di bidang statistika, saya ingin berbagi ilmu untuk memberdayakan mahasiswa melalui Statorials. Baca selengkapnya\",\"sameAs\":[\"http:\/\/statorials.org\/id\"]}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Cara Membaca Bagan Distribusi F - Statorials","description":"Tutorial sederhana tentang cara membaca dan menginterpretasikan tabel distribusi F.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/statorials.org\/id\/cara-membaca-tabel-distribusi-f\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Cara Membaca Bagan Distribusi F - Statorials","og_description":"Tutorial sederhana tentang cara membaca dan menginterpretasikan tabel distribusi F.","og_url":"https:\/\/statorials.org\/id\/cara-membaca-tabel-distribusi-f\/","og_site_name":"Statorials","article_published_time":"2023-07-29T15:06:02+00:00","og_image":[{"url":"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/f1.png"}],"author":"Benjamin anderson","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Benjamin anderson","Estimasi waktu membaca":"4 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/cara-membaca-tabel-distribusi-f\/","url":"https:\/\/statorials.org\/id\/cara-membaca-tabel-distribusi-f\/","name":"Cara Membaca Bagan Distribusi F - Statorials","isPartOf":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#website"},"datePublished":"2023-07-29T15:06:02+00:00","dateModified":"2023-07-29T15:06:02+00:00","author":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81"},"description":"Tutorial sederhana tentang cara membaca dan menginterpretasikan tabel distribusi F.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/cara-membaca-tabel-distribusi-f\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/statorials.org\/id\/cara-membaca-tabel-distribusi-f\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/cara-membaca-tabel-distribusi-f\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/statorials.org\/id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Cara membaca papan distribusi f"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#website","url":"https:\/\/statorials.org\/id\/","name":"Statorials","description":"Panduan anda untuk kompetensi statistik!","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/statorials.org\/id\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81","name":"Benjamin anderson","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/image\/","url":"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg","contentUrl":"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg","caption":"Benjamin anderson"},"description":"Halo, saya Benjamin, pensiunan profesor statistika yang menjadi guru Statorial yang berdedikasi. Dengan pengalaman dan keahlian yang luas di bidang statistika, saya ingin berbagi ilmu untuk memberdayakan mahasiswa melalui Statorials. Baca selengkapnya","sameAs":["http:\/\/statorials.org\/id"]}]}},"yoast_meta":{"yoast_wpseo_title":"","yoast_wpseo_metadesc":"","yoast_wpseo_canonical":""},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/526"}],"collection":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=526"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/526\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=526"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=526"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=526"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}