{"id":539,"date":"2023-07-29T14:06:35","date_gmt":"2023-07-29T14:06:35","guid":{"rendered":"https:\/\/statorials.org\/id\/tes-z-dua-proporsi-excel\/"},"modified":"2023-07-29T14:06:35","modified_gmt":"2023-07-29T14:06:35","slug":"tes-z-dua-proporsi-excel","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/statorials.org\/id\/tes-z-dua-proporsi-excel\/","title":{"rendered":"Cara melakukan tes z dua proporsi di excel"},"content":{"rendered":"<p><\/p>\n<hr>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><strong><a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/za-menguji-dua-proporsi\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Uji z dua proporsi<\/a><\/strong> digunakan untuk menguji perbedaan antara dua proporsi populasi.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Misalnya, seorang kepala sekolah menyatakan bahwa persentase siswa yang lebih memilih susu coklat daripada susu biasa di kantin sekolah adalah sama untuk Sekolah 1 dan Sekolah 2.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Untuk menguji klaim ini, seorang peneliti independen memperoleh <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/metode-pengambilan-sampel\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">sampel acak sederhana<\/a> yang terdiri dari 100 siswa dari setiap sekolah dan menanyakan preferensi mereka. Ia mencatat, 70% siswa lebih menyukai susu coklat di sekolah 1 dan 68% siswa lebih menyukai susu coklat di sekolah 2.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Kita dapat menggunakan uji z dua proporsi untuk menguji apakah persentase siswa yang lebih menyukai susu coklat dibandingkan susu biasa adalah sama di kedua sekolah.<\/span><\/p>\n<h2> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Langkah-Langkah Melakukan Uji Z Dua Sampel<\/strong><\/span><\/h2>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Kita dapat menggunakan langkah-langkah berikut untuk melakukan uji z dua proporsi:<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Langkah 1. Nyatakan hipotesisnya.<\/strong><\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Hipotesis nol (H0): P <sub>1<\/sub> = P <sub>2<\/sub><\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Hipotesis alternatif: (Ha): P <sub>1<\/sub> \u2260 P <sub>2<\/sub><\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Langkah 2. Temukan statistik uji dan nilai p yang sesuai.<\/strong><\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Pertama, temukan proporsi sampel gabungan p:<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">p = (p <sub>1<\/sub> * n <sub>1<\/sub> + p <sub>2<\/sub> * n <sub>2<\/sub> ) \/ (n <sub>1<\/sub> + n <sub>2<\/sub> )<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">hal = (0,70*100 + 0,68*100) \/ (100 + 100) = 0,69<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Kemudian gunakan p dalam rumus berikut untuk mencari statistik uji z:<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">z = (p <sub>1<\/sub> -p <sub>2<\/sub> ) \/ \u221ap * (1-p) * [ (1\/n <sub>1<\/sub> ) + (1\/n <sub>2<\/sub> )]<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">z = (.70-.68) \/ \u221a.69 * (1-.69) * [(1\/100) + (1\/100)] = .02 \/ .0654 = <strong>.306<\/strong><\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Gunakan<\/span> kalkulator skor-Z nilai-P <span style=\"color: #000000;\">dengan skor-az 0,306 dan uji dua sisi untuk menemukan bahwa nilai-p = <strong>0,759<\/strong> .<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Langkah 3. Tolak atau jangan tolak hipotesis nol.<\/strong><\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Pertama, kita perlu memilih tingkat signifikansi yang akan digunakan dalam pengujian. Pilihan umum adalah 0,01, 0,05 dan 0,10. Untuk contoh ini, mari kita gunakan 0,05. Karena nilai p tidak kurang dari tingkat signifikansi kami sebesar 0,05, kami gagal menolak hipotesis nol.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Oleh karena itu, kami tidak memiliki cukup bukti untuk mengatakan bahwa persentase siswa yang lebih menyukai susu dibandingkan coklat berbeda di Sekolah 1 dan Sekolah 2.<\/span><\/p>\n<h2> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Cara Melakukan Tes Z Dua Sampel di Excel<\/strong><\/span><\/h2>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Contoh berikut mengilustrasikan cara melakukan tes z dua sampel di Excel.<\/span><\/p>\n<h3> <strong><span style=\"color: #000000;\">Uji Z dua sampel (dua sisi)<\/span><\/strong><\/h3>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Seorang kepala sekolah mengatakan persentase siswa yang lebih memilih susu coklat daripada susu biasa di kantin sekolah adalah sama untuk Sekolah 1 dan Sekolah 2.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Untuk menguji klaim ini, seorang peneliti independen memperoleh sampel acak sederhana yang terdiri dari 100 siswa dari setiap sekolah dan menanyakan preferensi mereka. Ia mencatat, 70% siswa lebih menyukai susu coklat di sekolah 1 dan 68% siswa lebih menyukai susu coklat di sekolah 2.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><em><strong>Berdasarkan hasil tersebut, apakah kita dapat menolak pernyataan pengawas bahwa persentase siswa yang lebih memilih susu dibandingkan coklat adalah sama di Sekolah 1 dan Sekolah 2? Gunakan tingkat signifikansi 0,05.<\/strong><\/em><\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Tangkapan layar berikut memperlihatkan cara melakukan uji z dua sampel dua sisi di Excel, beserta rumus yang digunakan:<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Anda harus mengisi nilai di sel <strong>B1:B4<\/strong> . Kemudian, nilai di sel <strong>B6:B8<\/strong> dihitung secara otomatis menggunakan rumus yang ditampilkan di sel <strong>C6:C8<\/strong> .<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Perhatikan bahwa rumus yang ditampilkan melakukan hal berikut:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Rumus di sel <strong>C6<\/strong> : Ini menghitung proporsi sampel yang dikumpulkan menggunakan rumus <strong>p =<\/strong> <strong>(p <sub>1<\/sub> * n <sub>1<\/sub> + p <sub>2<\/sub> * n <sub>2<\/sub> ) \/ (n <sub>1<\/sub> + n <sub>2<\/sub> )<\/strong><\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><span style=\"color: #000000;\">Rumus di sel <strong>C7<\/strong> : Ini menghitung statistik uji <em>z<\/em> menggunakan rumus<\/span> <strong>z = (p <sub>1<\/sub> -p <sub>2<\/sub> ) \/ \u221ap * (1-p) * [ (1\/n <sub>1<\/sub> ) + (1\/n <sub>2<\/sub> ) ] di mana<\/strong> <em>p<\/em> adalah proporsi sampel yang dikumpulkan.<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Rumus di sel <strong>C8<\/strong> : Ini menghitung nilai p yang terkait dengan statistik uji yang dihitung di sel <strong>B7<\/strong> menggunakan fungsi Excel <strong>NORM.S.DIST<\/strong> , yang mengembalikan probabilitas kumulatif untuk distribusi normal dengan mean = 0 dan standar deviasi = 1. Kita kalikan nilai ini dengan dua karena ini adalah pengujian dua sisi.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Karena nilai p ( <strong>0,759<\/strong> ) tidak kurang dari tingkat signifikansi yang dipilih yaitu <strong>0,05<\/strong> , kita gagal menolak hipotesis nol. Oleh karena itu, kami tidak memiliki cukup bukti untuk mengatakan bahwa persentase siswa yang lebih menyukai susu dibandingkan coklat berbeda di Sekolah 1 dan Sekolah 2.<\/span><\/p>\n<h3> <strong><span style=\"color: #000000;\">Uji Z dua sampel (satu sisi)<\/span><\/strong><\/h3>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Seorang kepala sekolah mengatakan bahwa persentase siswa yang lebih memilih susu coklat daripada susu biasa di sekolah 1 <strong>kurang dari atau sama<\/strong> dengan persentase di sekolah 2.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Untuk menguji klaim ini, seorang peneliti independen memperoleh sampel acak sederhana yang terdiri dari 100 siswa dari setiap sekolah dan menanyakan preferensi mereka. Ia mencatat, 70% siswa lebih menyukai susu coklat di sekolah 1 dan 68% siswa lebih menyukai susu coklat di sekolah 2.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><em><strong>Berdasarkan hasil tersebut, dapatkah kita menolak pernyataan pengawas bahwa persentase siswa yang menyukai susu coklat di Sekolah 1 lebih kecil atau sama dengan persentase siswa yang menyukai susu coklat di Sekolah 2? Gunakan tingkat signifikansi 0,05.<\/strong><\/em><\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Tangkapan layar berikut memperlihatkan cara melakukan uji z dua sampel satu sisi di Excel, beserta rumus yang digunakan:<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Anda harus mengisi nilai di sel <strong>B1:B4<\/strong> . Kemudian, nilai di sel <strong>B6:B8<\/strong> dihitung secara otomatis menggunakan rumus yang ditampilkan di sel <strong>C6:C8<\/strong> .<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Perhatikan bahwa rumus yang ditampilkan melakukan hal berikut:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Rumus di sel <strong>C6<\/strong> : Ini menghitung proporsi sampel yang dikumpulkan menggunakan rumus <strong>p =<\/strong> <strong>(p <sub>1<\/sub> * n <sub>1<\/sub> + p <sub>2<\/sub> * n <sub>2<\/sub> ) \/ (n <sub>1<\/sub> + n <sub>2<\/sub> )<\/strong><\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Rumus di sel <strong>C7<\/strong> : Ini menghitung statistik uji <em>z<\/em> <strong>menggunakan rumus z = (p <sub>1<\/sub> -p <sub>2<\/sub> ) \/ \u221ap * (1-p) * [ (1\/n <sub>1<\/sub> ) + (1\/n <sub>2<\/sub> ) ] di mana<\/strong> <em>p<\/em> adalah proporsi sampel yang dikumpulkan.<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Rumus di sel <strong>C8<\/strong> : Ini menghitung nilai p yang terkait dengan statistik uji yang dihitung di sel <strong>B7<\/strong> menggunakan fungsi Excel <strong>NORM.S.DIST<\/strong> , yang mengembalikan probabilitas kumulatif dari distribusi normal dengan mean = 0 dan standar deviasi = 1.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Karena nilai p ( <strong>0,379<\/strong> ) tidak kurang dari tingkat signifikansi yang dipilih sebesar <strong>0,05<\/strong> , kami gagal menolak hipotesis nol. Oleh karena itu, kami tidak memiliki cukup bukti untuk mengatakan bahwa persentase siswa yang menyukai susu coklat di Sekolah 2 lebih tinggi dibandingkan di Sekolah 1.<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Uji z dua proporsi digunakan untuk menguji perbedaan antara dua proporsi populasi. Misalnya, seorang kepala sekolah menyatakan bahwa persentase siswa yang lebih memilih susu coklat daripada susu biasa di kantin sekolah adalah sama untuk Sekolah 1 dan Sekolah 2. Untuk menguji klaim ini, seorang peneliti independen memperoleh sampel acak sederhana yang terdiri dari 100 siswa [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[11],"tags":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v21.5 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Cara melakukan tes Z dua proporsi di Excel - Statorials<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Tutorial ini menjelaskan cara melakukan tes Z proporsi dua sampel dengan mudah di Excel.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/tes-z-dua-proporsi-excel\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Cara melakukan tes Z dua proporsi di Excel - Statorials\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Tutorial ini menjelaskan cara melakukan tes Z proporsi dua sampel dengan mudah di Excel.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/statorials.org\/id\/tes-z-dua-proporsi-excel\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Statorials\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2023-07-29T14:06:35+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Benjamin anderson\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Benjamin anderson\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/tes-z-dua-proporsi-excel\/\",\"url\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/tes-z-dua-proporsi-excel\/\",\"name\":\"Cara melakukan tes Z dua proporsi di Excel - Statorials\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#website\"},\"datePublished\":\"2023-07-29T14:06:35+00:00\",\"dateModified\":\"2023-07-29T14:06:35+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81\"},\"description\":\"Tutorial ini menjelaskan cara melakukan tes Z proporsi dua sampel dengan mudah di Excel.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/tes-z-dua-proporsi-excel\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/statorials.org\/id\/tes-z-dua-proporsi-excel\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/tes-z-dua-proporsi-excel\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Cara melakukan tes z dua proporsi di excel\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/\",\"name\":\"Statorials\",\"description\":\"Panduan anda untuk kompetensi statistik!\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81\",\"name\":\"Benjamin anderson\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg\",\"contentUrl\":\"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg\",\"caption\":\"Benjamin anderson\"},\"description\":\"Halo, saya Benjamin, pensiunan profesor statistika yang menjadi guru Statorial yang berdedikasi. Dengan pengalaman dan keahlian yang luas di bidang statistika, saya ingin berbagi ilmu untuk memberdayakan mahasiswa melalui Statorials. Baca selengkapnya\",\"sameAs\":[\"http:\/\/statorials.org\/id\"]}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Cara melakukan tes Z dua proporsi di Excel - Statorials","description":"Tutorial ini menjelaskan cara melakukan tes Z proporsi dua sampel dengan mudah di Excel.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/statorials.org\/id\/tes-z-dua-proporsi-excel\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Cara melakukan tes Z dua proporsi di Excel - Statorials","og_description":"Tutorial ini menjelaskan cara melakukan tes Z proporsi dua sampel dengan mudah di Excel.","og_url":"https:\/\/statorials.org\/id\/tes-z-dua-proporsi-excel\/","og_site_name":"Statorials","article_published_time":"2023-07-29T14:06:35+00:00","author":"Benjamin anderson","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Benjamin anderson","Estimasi waktu membaca":"4 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/tes-z-dua-proporsi-excel\/","url":"https:\/\/statorials.org\/id\/tes-z-dua-proporsi-excel\/","name":"Cara melakukan tes Z dua proporsi di Excel - Statorials","isPartOf":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#website"},"datePublished":"2023-07-29T14:06:35+00:00","dateModified":"2023-07-29T14:06:35+00:00","author":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81"},"description":"Tutorial ini menjelaskan cara melakukan tes Z proporsi dua sampel dengan mudah di Excel.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/tes-z-dua-proporsi-excel\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/statorials.org\/id\/tes-z-dua-proporsi-excel\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/tes-z-dua-proporsi-excel\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/statorials.org\/id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Cara melakukan tes z dua proporsi di excel"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#website","url":"https:\/\/statorials.org\/id\/","name":"Statorials","description":"Panduan anda untuk kompetensi statistik!","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/statorials.org\/id\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81","name":"Benjamin anderson","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/image\/","url":"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg","contentUrl":"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg","caption":"Benjamin anderson"},"description":"Halo, saya Benjamin, pensiunan profesor statistika yang menjadi guru Statorial yang berdedikasi. Dengan pengalaman dan keahlian yang luas di bidang statistika, saya ingin berbagi ilmu untuk memberdayakan mahasiswa melalui Statorials. Baca selengkapnya","sameAs":["http:\/\/statorials.org\/id"]}]}},"yoast_meta":{"yoast_wpseo_title":"","yoast_wpseo_metadesc":"","yoast_wpseo_canonical":""},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/539"}],"collection":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=539"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/539\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=539"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=539"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=539"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}