{"id":543,"date":"2023-07-29T13:49:52","date_gmt":"2023-07-29T13:49:52","guid":{"rendered":"https:\/\/statorials.org\/id\/bagaimana-menafsirkan-koefisien-regresi\/"},"modified":"2023-07-29T13:49:52","modified_gmt":"2023-07-29T13:49:52","slug":"bagaimana-menafsirkan-koefisien-regresi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/statorials.org\/id\/bagaimana-menafsirkan-koefisien-regresi\/","title":{"rendered":"Bagaimana menafsirkan koefisien regresi"},"content":{"rendered":"<p><\/p>\n<hr>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Dalam statistika,<\/span> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/regresi-linier-1\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\"><span style=\"color: #000000;\">analisis regresi<\/span><\/a> <span style=\"color: #000000;\">merupakan suatu teknik yang dapat digunakan untuk menganalisis hubungan antara variabel prediktor dan variabel respon.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Saat Anda menggunakan perangkat lunak (seperti R , Stata , SPSS , dll.) untuk melakukan analisis regresi, Anda akan menerima tabel regresi yang merangkum hasil regresi sebagai keluaran.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Angka yang paling penting dalam hasil tabel regresi adalah <strong>koefisien regresi<\/strong> . Meskipun angka-angka ini penting, banyak orang kesulitan menafsirkan angka-angka ini dengan benar.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Tutorial ini menyajikan contoh analisis regresi dan memberikan penjelasan rinci tentang cara menginterpretasikan koefisien regresi yang dihasilkan dari regresi.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Terkait:<\/strong> Cara Membaca dan Menafsirkan Seluruh Tabel Regresi<\/span><\/p>\n<h2> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Contoh analisis regresi<\/strong><\/span><\/h2>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Misalkan kita ingin melakukan<\/span> <span style=\"color: #000000;\">analisis regresi dengan menggunakan variabel berikut:<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Variabel prediktor<\/strong><\/span><\/p>\n<ul>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Jumlah total jam belajar ( <em>variabel kontinu \u2013 antara 0 dan 20<\/em> )<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Apakah siswa tersebut menggunakan tutor atau tidak ( <em>variabel kategori \u2013 \u201cya\u201d atau \u201ctidak\u201d<\/em> )<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Variabel respon<\/strong><\/span><\/p>\n<ul>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Skor ujian (variabel <em>kontinu<\/em> <em>\u2013 antara 1 dan 100<\/em> )<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Kami ingin menguji hubungan antara variabel prediktor dan variabel respon untuk melihat apakah jam belajar dan apakah seorang siswa menggunakan tutor benar-benar mempunyai dampak yang signifikan terhadap nilai ujian mereka.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Misalkan kita melakukan analisis regresi dan memperoleh hasil sebagai berikut:<\/span><\/p>\n<table>\n<tbody>\n<tr>\n<th style=\"text-align: left;\"> <span style=\"color: #000000;\">Ketentuan<\/span><\/th>\n<th style=\"text-align: left;\"> <span style=\"color: #000000;\">Koefisien<\/span><\/th>\n<th style=\"text-align: left;\"> <span style=\"color: #000000;\">Kesalahan standar<\/span><\/th>\n<th style=\"text-align: left;\"> <span style=\"color: #000000;\">t Statistik<\/span><\/th>\n<th style=\"text-align: left;\"> <span style=\"color: #000000;\">Nilai-P<\/span><\/th>\n<\/tr>\n<tr>\n<td> <strong><span style=\"color: #000000;\">Mencegat<\/span><\/strong><\/td>\n<td> <span style=\"color: #000000;\">48.56<\/span><\/td>\n<td> <span style=\"color: #000000;\">14:32<\/span><\/td>\n<td> <span style=\"color: #000000;\">3.39<\/span><\/td>\n<td> <span style=\"color: #000000;\">0,002<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Berjam-jam belajar<\/strong><\/span><\/td>\n<td> <span style=\"color: #000000;\">2.03<\/span><\/td>\n<td> <span style=\"color: #000000;\">0,67<\/span><\/td>\n<td> <span style=\"color: #000000;\">3.03<\/span><\/td>\n<td> <span style=\"color: #000000;\">0,009<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td> <strong><span style=\"color: #000000;\">guru<\/span><\/strong><\/td>\n<td> <span style=\"color: #000000;\">8.34<\/span><\/td>\n<td> <span style=\"color: #000000;\">5.68<\/span><\/td>\n<td> <span style=\"color: #000000;\">1.47<\/span><\/td>\n<td> <span style=\"color: #000000;\">0,138<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Mari kita lihat bagaimana menafsirkan setiap koefisien regresi.<\/span><\/p>\n<h2> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Interpretasi dari intersepsi<\/strong><\/span><\/h2>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Istilah <strong>asli<\/strong> dalam tabel regresi memberi tahu kita nilai rata-rata yang diharapkan untuk variabel respons ketika semua variabel prediktor sama dengan nol.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Dalam contoh ini, koefisien regresi titik asal sama dengan <strong>48.56<\/strong> . Artinya bagi siswa yang belajar tanpa jam ( <em>Jam belajar = 0)<\/em> dan tidak menggunakan tutor ( <em>Tutor = 0),<\/em> rata-rata nilai ujian yang diharapkan adalah 48,56.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Penting untuk dicatat bahwa koefisien regresi intersep hanya signifikan jika masuk akal bahwa semua variabel prediktor dalam model sebenarnya bisa sama dengan nol. Dalam contoh ini tentu saja ada kemungkinan seorang siswa belajar tanpa jam ( <em>Jam belajar = 0)<\/em> dan juga tidak menggunakan tutor ( <em>Tutor = 0).<\/em><\/span> <span style=\"color: #000000;\">Dengan demikian, penafsiran koefisien regresi intersep mempunyai arti dalam contoh ini.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Namun dalam beberapa kasus, koefisien regresi intersep tidak signifikan. Misalnya, kita melakukan analisis regresi menggunakan <em>luas persegi<\/em> sebagai variabel prediktor dan <em>nilai rumah<\/em> sebagai variabel respon.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Dalam tabel regresi keluaran, koefisien regresi suku aslinya tidak akan memiliki interpretasi yang berarti karena <em>luas persegi<\/em> sebuah rumah tidak akan pernah sama dengan nol. Dalam hal ini, koefisien regresi untuk suku asli hanya menjangkarkan garis regresi pada tempat yang tepat.<\/span><\/p>\n<h2> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Menafsirkan koefisien variabel prediktor kontinu<\/strong><\/span><\/h2>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Untuk variabel prediktor kontinu, koefisien regresi mewakili selisih antara nilai prediksi variabel respon untuk setiap satu unit perubahan variabel prediktor, dengan asumsi semua variabel prediktor lainnya tetap konstan.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Dalam contoh ini, <em>jam belajar<\/em> merupakan variabel prediktor kontinu yang berkisar antara 0 hingga 20 jam. Dalam beberapa kasus, seorang siswa belajar hanya selama nol jam dan dalam kasus lain, seorang siswa belajar hingga 20 jam.<\/span><\/p>\n<p class=\"main\"> <span style=\"color: #000000;\">Dari hasil regresi terlihat bahwa koefisien regresi <em>jam belajar<\/em> adalah <strong>2,03<\/strong> . Artinya, rata-rata, setiap tambahan jam belajar dikaitkan dengan peningkatan sebesar 2,03 poin pada ujian akhir, dengan asumsi variabel prediktor <em>Tutor<\/em> dijaga konstan.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Misalnya saja siswa A yang belajar selama 10 jam dan menggunakan tutor. Pertimbangkan juga Siswa B yang belajar selama 11 jam dan juga menggunakan tutor. Berdasarkan hasil regresi kami, Siswa B diperkirakan mendapat nilai ujian 2,03 poin lebih tinggi daripada Siswa A.<\/span><\/p>\n<p class=\"main\"> <span style=\"color: #000000;\">Nilai p dari tabel regresi memberi tahu kita apakah koefisien regresi ini signifikan secara statistik atau tidak. Kita dapat melihat bahwa nilai p untuk <em>jam belajar<\/em> adalah <strong>0,009<\/strong> , yang signifikan secara statistik pada tingkat alfa 0,05.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Catatan:<\/strong> Tingkat alfa harus dipilih sebelum melakukan analisis regresi \u2013 pilihan umum untuk tingkat alfa adalah 0,01, 0,05, dan 0,10.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Artikel terkait:<\/strong> Penjelasan nilai P dan signifikansi statistiknya<\/span><\/p>\n<h2> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Menafsirkan koefisien variabel prediktor kategoris<\/strong><\/span><\/h2>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Untuk variabel prediktor kategoris, koefisien regresi merupakan selisih nilai prediksi variabel respon antara kategori yang variabel prediktornya = 0 dan kategori yang variabel prediktornya = 1.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Dalam contoh ini, <em>Tutor<\/em> adalah variabel prediktor kategoris yang dapat mengambil dua nilai berbeda:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">1 = siswa menggunakan tutor untuk mempersiapkan ujian<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">0 = siswa tidak menggunakan tutor untuk mempersiapkan ujian<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p class=\"main\"> <span style=\"color: #000000;\">Dari hasil regresi terlihat bahwa koefisien regresi untuk <em>Tutor<\/em> adalah <strong>8,34<\/strong> . Artinya, rata-rata, siswa yang menggunakan tutor mendapat nilai ujian 8,34 poin lebih tinggi dibandingkan siswa yang tidak menggunakan tutor, dengan asumsi variabel prediktor <em>Jam belajar<\/em> tetap konstan.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Misalnya saja siswa A yang belajar selama 10 jam dan menggunakan tutor. Pertimbangkan juga Siswa B yang belajar selama 10 jam dan tidak menggunakan tutor. Berdasarkan hasil regresi kami, Siswa A diharapkan mendapat nilai ujian 8,34 poin lebih tinggi daripada Siswa B.<\/span><\/p>\n<p class=\"main\"> <span style=\"color: #000000;\">Nilai p dari tabel regresi memberi tahu kita apakah koefisien regresi ini signifikan secara statistik atau tidak. Kita dapat melihat bahwa nilai p untuk <em>Tutor<\/em> adalah <strong>0,138<\/strong> , yang tidak signifikan secara statistik pada tingkat alfa 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun siswa yang menggunakan tutor mendapat nilai lebih baik dalam ujian, perbedaan ini mungkin disebabkan oleh faktor kebetulan.<\/span><\/p>\n<h2> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Interpretasikan semua koefisien sekaligus<\/strong><\/span><\/h2>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Kita dapat menggunakan semua koefisien dalam tabel regresi untuk membuat estimasi persamaan regresi berikut:<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Nilai ujian yang diharapkan = 48,56 + 2,03*(Jam belajar) + 8,34*(Tutor)<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Catatan<\/strong> <em><strong>:<\/strong> Ingatlah bahwa variabel prediktor \u201cTutor\u201d tidak signifikan secara statistik pada tingkat alfa 0,05, jadi Anda dapat memilih untuk menghapus prediktor ini dari model dan tidak menggunakannya dalam estimasi akhir persamaan regresi.<\/em><\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Dengan menggunakan perkiraan persamaan regresi ini, kita dapat memprediksi nilai ujian akhir siswa berdasarkan jumlah jam belajarnya dan apakah mereka menggunakan tutor atau tidak.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Misalnya, seorang siswa yang belajar selama 10 jam dan menggunakan tutor harus memperoleh nilai ujian sebesar:<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Nilai ujian yang diharapkan = 48,56 + 2,03*(10) + 8,34*(1) = <strong>77,2<\/strong><\/span><\/p>\n<h2> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Mempertimbangkan korelasi ketika menafsirkan koefisien regresi<\/strong><\/span><\/h2>\n<p class=\"main\"> <span style=\"color: #000000;\">Penting untuk diingat bahwa variabel prediktor dapat saling mempengaruhi dalam model regresi. Misalnya, sebagian besar variabel prediktor setidaknya akan berhubungan satu sama lain (misalnya, siswa yang belajar lebih banyak juga cenderung menggunakan tutor).<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Artinya koefisien regresi akan berubah ketika variabel prediktor yang berbeda ditambahkan atau dikeluarkan dari model.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Cara yang baik untuk melihat apakah korelasi antar variabel prediktor cukup kuat untuk mempengaruhi model regresi secara serius adalah dengan memeriksa VIF antar variabel prediktor .<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Ini akan memberi tahu Anda apakah korelasi antara variabel prediktor merupakan masalah yang perlu diselesaikan sebelum memutuskan untuk menafsirkan koefisien regresi.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Jika Anda menjalankan model regresi linier sederhana dengan satu prediktor, variabel prediktor yang berkorelasi tidak akan menjadi masalah.<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Dalam statistika, analisis regresi merupakan suatu teknik yang dapat digunakan untuk menganalisis hubungan antara variabel prediktor dan variabel respon. Saat Anda menggunakan perangkat lunak (seperti R , Stata , SPSS , dll.) untuk melakukan analisis regresi, Anda akan menerima tabel regresi yang merangkum hasil regresi sebagai keluaran. Angka yang paling penting dalam hasil tabel regresi [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[11],"tags":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v21.5 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Bagaimana menafsirkan koefisien regresi - Statologi<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Penjelasan sederhana tentang bagaimana menginterpretasikan koefisien regresi dalam analisis regresi.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/bagaimana-menafsirkan-koefisien-regresi\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Bagaimana menafsirkan koefisien regresi - Statologi\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Penjelasan sederhana tentang bagaimana menginterpretasikan koefisien regresi dalam analisis regresi.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/statorials.org\/id\/bagaimana-menafsirkan-koefisien-regresi\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Statorials\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2023-07-29T13:49:52+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Benjamin anderson\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Benjamin anderson\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/bagaimana-menafsirkan-koefisien-regresi\/\",\"url\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/bagaimana-menafsirkan-koefisien-regresi\/\",\"name\":\"Bagaimana menafsirkan koefisien regresi - Statologi\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#website\"},\"datePublished\":\"2023-07-29T13:49:52+00:00\",\"dateModified\":\"2023-07-29T13:49:52+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81\"},\"description\":\"Penjelasan sederhana tentang bagaimana menginterpretasikan koefisien regresi dalam analisis regresi.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/bagaimana-menafsirkan-koefisien-regresi\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/statorials.org\/id\/bagaimana-menafsirkan-koefisien-regresi\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/bagaimana-menafsirkan-koefisien-regresi\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Bagaimana menafsirkan koefisien regresi\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/\",\"name\":\"Statorials\",\"description\":\"Panduan anda untuk kompetensi statistik!\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81\",\"name\":\"Benjamin anderson\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg\",\"contentUrl\":\"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg\",\"caption\":\"Benjamin anderson\"},\"description\":\"Halo, saya Benjamin, pensiunan profesor statistika yang menjadi guru Statorial yang berdedikasi. Dengan pengalaman dan keahlian yang luas di bidang statistika, saya ingin berbagi ilmu untuk memberdayakan mahasiswa melalui Statorials. Baca selengkapnya\",\"sameAs\":[\"http:\/\/statorials.org\/id\"]}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Bagaimana menafsirkan koefisien regresi - Statologi","description":"Penjelasan sederhana tentang bagaimana menginterpretasikan koefisien regresi dalam analisis regresi.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/statorials.org\/id\/bagaimana-menafsirkan-koefisien-regresi\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Bagaimana menafsirkan koefisien regresi - Statologi","og_description":"Penjelasan sederhana tentang bagaimana menginterpretasikan koefisien regresi dalam analisis regresi.","og_url":"https:\/\/statorials.org\/id\/bagaimana-menafsirkan-koefisien-regresi\/","og_site_name":"Statorials","article_published_time":"2023-07-29T13:49:52+00:00","author":"Benjamin anderson","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Benjamin anderson","Estimasi waktu membaca":"5 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/bagaimana-menafsirkan-koefisien-regresi\/","url":"https:\/\/statorials.org\/id\/bagaimana-menafsirkan-koefisien-regresi\/","name":"Bagaimana menafsirkan koefisien regresi - Statologi","isPartOf":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#website"},"datePublished":"2023-07-29T13:49:52+00:00","dateModified":"2023-07-29T13:49:52+00:00","author":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81"},"description":"Penjelasan sederhana tentang bagaimana menginterpretasikan koefisien regresi dalam analisis regresi.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/bagaimana-menafsirkan-koefisien-regresi\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/statorials.org\/id\/bagaimana-menafsirkan-koefisien-regresi\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/bagaimana-menafsirkan-koefisien-regresi\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/statorials.org\/id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Bagaimana menafsirkan koefisien regresi"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#website","url":"https:\/\/statorials.org\/id\/","name":"Statorials","description":"Panduan anda untuk kompetensi statistik!","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/statorials.org\/id\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81","name":"Benjamin anderson","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/image\/","url":"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg","contentUrl":"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg","caption":"Benjamin anderson"},"description":"Halo, saya Benjamin, pensiunan profesor statistika yang menjadi guru Statorial yang berdedikasi. Dengan pengalaman dan keahlian yang luas di bidang statistika, saya ingin berbagi ilmu untuk memberdayakan mahasiswa melalui Statorials. Baca selengkapnya","sameAs":["http:\/\/statorials.org\/id"]}]}},"yoast_meta":{"yoast_wpseo_title":"","yoast_wpseo_metadesc":"","yoast_wpseo_canonical":""},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/543"}],"collection":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=543"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/543\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=543"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=543"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=543"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}