{"id":556,"date":"2023-07-29T12:37:44","date_gmt":"2023-07-29T12:37:44","guid":{"rendered":"https:\/\/statorials.org\/id\/pemilihan-acak-vs-penugasan-acak\/"},"modified":"2023-07-29T12:37:44","modified_gmt":"2023-07-29T12:37:44","slug":"pemilihan-acak-vs-penugasan-acak","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/statorials.org\/id\/pemilihan-acak-vs-penugasan-acak\/","title":{"rendered":"Pilihan acak atau tugas acak"},"content":{"rendered":"<p><\/p>\n<hr>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><strong>Pemilihan acak<\/strong> dan <strong>penetapan acak<\/strong> adalah dua teknik statistik yang umum digunakan, namun sering membingungkan.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Seleksi acak<\/strong> mengacu pada proses <em>pemilihan<\/em> individu secara acak dari suatu populasi untuk dilibatkan dalam penelitian.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Penugasan acak<\/strong> mengacu pada proses <em>menugaskan<\/em> individu yang berpartisipasi dalam penelitian secara acak ke dalam kelompok perlakuan atau kelompok kontrol.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Anda dapat menganggap pemilihan acak sebagai proses yang Anda gunakan untuk &#8220;memasukkan&#8221; individu ke dalam penelitian dan Anda dapat menganggap penugasan acak sebagai apa yang Anda &#8220;lakukan&#8221; dengan individu tersebut setelah mereka terpilih menjadi bagian dari penelitian.<\/span><\/p>\n<h2> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Pentingnya pemilihan acak dan penugasan acak<\/strong><\/span><\/h2>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Ketika sebuah penelitian menggunakan <strong>seleksi acak<\/strong> , penelitian tersebut memilih individu dari suatu populasi menggunakan proses acak. Misalnya, jika suatu populasi mempunyai 1.000 individu, kita dapat menggunakan komputer untuk memilih 100 individu tersebut secara acak dari database. Artinya setiap individu mempunyai peluang yang sama untuk dipilih menjadi bagian penelitian, sehingga meningkatkan peluang memperoleh <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/sampel-representatif-1\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">sampel yang representatif<\/a> \u2013 yaitu sampel yang memiliki karakteristik serupa dengan populasi umum.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Dengan menggunakan sampel yang representatif dalam penelitian kami, kami dapat menggeneralisasi hasil penelitian kami terhadap populasi. Dalam istilah statistik, hal ini disebut memiliki <strong>validitas eksternal<\/strong> \u2013 validitas ini berlaku untuk mengeksternalisasi hasil kami kepada masyarakat umum.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Ketika sebuah penelitian menggunakan <strong>penugasan acak<\/strong> , penelitian tersebut secara acak menugaskan individu ke dalam kelompok perlakuan atau kelompok kontrol. Misalnya, jika kita memiliki 100 individu dalam sebuah penelitian, kita dapat menggunakan generator angka acak untuk secara acak menetapkan 50 individu ke dalam kelompok kontrol dan 50 individu ke dalam kelompok perlakuan.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Dengan menggunakan penugasan acak, kami meningkatkan kemungkinan bahwa kedua kelompok akan memiliki karakteristik yang kurang lebih sama, yang berarti bahwa setiap perbedaan yang diamati antara kedua kelompok dapat dikaitkan dengan perlakuan yang diberikan. Artinya, penelitian tersebut mempunyai <strong>validitas internal<\/strong> : valid untuk mengaitkan perbedaan antar kelompok dengan perlakuan itu sendiri, dan bukan dengan perbedaan antar individu dalam kelompok.<\/span><\/p>\n<h2> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Contoh Seleksi Acak dan Penugasan Acak<\/strong><\/span><\/h2>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Ada kemungkinan suatu penelitian menggunakan pemilihan acak dan penugasan acak, atau hanya salah satu dari teknik ini, atau tidak satu pun dari teknik tersebut. Penelitian yang kuat adalah penelitian yang menggunakan kedua teknik tersebut.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Contoh berikut menunjukkan bagaimana suatu penelitian dapat menggunakan kedua, salah satu, atau tidak satu pun dari teknik tersebut, dan dampak yang dihasilkan.<\/span><\/p>\n<h3> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Contoh 1: Menggunakan pemilihan acak dan penetapan acak<\/strong><\/span><\/h3>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Studi:<\/strong> Para peneliti ingin mengetahui apakah pola makan baru menghasilkan penurunan berat badan yang lebih besar daripada pola makan standar pada komunitas tertentu yang terdiri dari 10.000 orang. Mereka merekrut 100 orang untuk berpartisipasi dalam penelitian ini dengan menggunakan komputer untuk memilih 100 nama secara acak dari database. Setelah mereka memiliki 100 individu, mereka kembali menggunakan komputer untuk secara acak menetapkan 50 individu ke dalam kelompok kontrol (misalnya tetap berpegang pada diet standar) dan 50 individu ke dalam kelompok perlakuan (misalnya mengikuti diet baru). Mereka mencatat total penurunan berat badan setiap individu setelah satu bulan.<\/span> <\/p>\n<p><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\"aligncenter wp-image-4961 size-full\" src=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/randomassign1.jpg\" alt=\"Pilihan acak vs. tugas acak\" width=\"565\" height=\"198\" srcset=\"\" sizes=\"\"><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Hasil:<\/strong> Para peneliti menggunakan pemilihan acak untuk mendapatkan sampel dan penetapan acak ketika menempatkan individu ke dalam kelompok perlakuan atau kontrol. Dengan melakukan hal ini, mereka dapat menggeneralisasi hasil penelitian terhadap keseluruhan populasi <em>dan<\/em> mengaitkan perbedaan rata-rata penurunan berat badan antara kedua kelompok dengan pola makan baru.<\/span><\/p>\n<h3> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Contoh 2: Gunakan hanya pilihan acak<\/strong><\/span><\/h3>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Studi:<\/strong> Para peneliti ingin mengetahui apakah pola makan baru menghasilkan penurunan berat badan yang lebih besar daripada pola makan standar pada komunitas tertentu yang terdiri dari 10.000 orang. Mereka merekrut 100 orang untuk berpartisipasi dalam penelitian ini dengan menggunakan komputer untuk memilih 100 nama secara acak dari database. Namun, mereka memutuskan untuk membagi individu ke dalam kelompok hanya berdasarkan jenis kelamin mereka. Perempuan dimasukkan ke dalam kelompok kontrol dan laki-laki dimasukkan ke dalam kelompok perlakuan. Mereka mencatat total penurunan berat badan setiap individu setelah satu bulan.<\/span> <\/p>\n<p><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\"aligncenter wp-image-4963 size-full\" src=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/randomassign2.jpg\" alt=\"Penugasan acak vs. pemilihan acak dalam statistik\" width=\"551\" height=\"194\" srcset=\"\" sizes=\"\"><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Hasil:<\/strong> Para peneliti menggunakan pemilihan acak untuk mendapatkan sampelnya, namun mereka tidak menggunakan penugasan acak ketika menempatkan individu ke dalam kelompok perlakuan atau kontrol. Sebaliknya, mereka menggunakan faktor tertentu \u2013 gender \u2013 untuk memutuskan kelompok mana yang akan memasukkan individu. Dengan melakukan hal ini, mereka dapat menggeneralisasi hasil penelitian terhadap populasi secara keseluruhan, namun mereka <em>tidak<\/em> dapat mengaitkan perbedaan rata-rata penurunan berat badan antara kedua kelompok dengan pola makan baru. Validitas internal penelitian ini dikompromikan karena perbedaan penurunan berat badan mungkin sebenarnya hanya disebabkan oleh jenis kelamin dan bukan pola makan baru.<\/span><\/p>\n<h3> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Contoh 3: Gunakan hanya tugas acak<\/strong><\/span><\/h3>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Studi:<\/strong> Para peneliti ingin mengetahui apakah pola makan baru menghasilkan penurunan berat badan yang lebih besar daripada pola makan standar pada komunitas tertentu yang terdiri dari 10.000 orang. Mereka merekrut 100 atlet pria untuk berpartisipasi dalam penelitian tersebut. Kemudian mereka menggunakan program komputer untuk secara acak menetapkan 50 atlet pria ke dalam kelompok kontrol dan 50 ke dalam kelompok perlakuan. Mereka mencatat total penurunan berat badan setiap individu setelah satu bulan.<\/span> <\/p>\n<p><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\"aligncenter wp-image-4964 size-full\" src=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/randomassign3.jpg\" alt=\"Contoh penugasan acak dan pemilihan acak\" width=\"553\" height=\"180\" srcset=\"\" sizes=\"\"><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Hasil:<\/strong> Peneliti tidak menggunakan seleksi acak untuk memperoleh sampel karena peneliti secara khusus memilih 100 atlet putra. Oleh karena itu, sampel mereka tidak mewakili keseluruhan populasi dan oleh karena itu validitas eksternalnya terganggu \u2013 mereka tidak akan dapat menggeneralisasi hasil penelitian terhadap populasi secara keseluruhan. Namun, mereka menggunakan alokasi acak, yang berarti mereka dapat menghubungkan perbedaan penurunan berat badan dengan pola makan baru.<\/span><\/p>\n<h3> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Contoh 4: Jangan gunakan teknik apa pun<\/strong><\/span><\/h3>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Studi:<\/strong> Para peneliti ingin mengetahui apakah pola makan baru menghasilkan penurunan berat badan yang lebih besar daripada pola makan standar pada komunitas tertentu yang terdiri dari 10.000 orang. Mereka merekrut 50 atlet putra dan 50 atlet putri untuk mengikuti penelitian tersebut. Kemudian mereka menugaskan seluruh atlet putri ke dalam kelompok kontrol dan seluruh atlet putra ke dalam kelompok perlakuan. Mereka mencatat total penurunan berat badan setiap individu setelah satu bulan.<\/span> <\/p>\n<p><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\"aligncenter wp-image-4965 size-full\" src=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/randomassign4.jpg\" alt=\"Pilihan acak vs. tugas acak\" width=\"557\" height=\"200\" srcset=\"\" sizes=\"\"><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Hasil:<\/strong> Para peneliti tidak menggunakan seleksi acak untuk mendapatkan sampel karena mereka secara khusus memilih 100 atlet. Oleh karena itu, sampel mereka tidak mewakili keseluruhan populasi dan oleh karena itu validitas eksternalnya terganggu \u2013 mereka tidak akan dapat menggeneralisasi hasil penelitian terhadap populasi secara keseluruhan. Selain itu, mereka membagi individu menjadi beberapa kelompok berdasarkan jenis kelamin dan bukan berdasarkan penugasan acak, yang berarti validitas internal mereka juga terganggu \u2013 perbedaan dalam penurunan berat badan mungkin disebabkan oleh jenis kelamin, bukan pola makan.<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pemilihan acak dan penetapan acak adalah dua teknik statistik yang umum digunakan, namun sering membingungkan. Seleksi acak mengacu pada proses pemilihan individu secara acak dari suatu populasi untuk dilibatkan dalam penelitian. Penugasan acak mengacu pada proses menugaskan individu yang berpartisipasi dalam penelitian secara acak ke dalam kelompok perlakuan atau kelompok kontrol. Anda dapat menganggap pemilihan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[11],"tags":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v21.5 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Seleksi acak atau penetapan acak \u2013 Statologi<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Penjelasan sederhana tentang perbedaan pemilihan acak dan penugasan acak beserta beberapa contohnya.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/pemilihan-acak-vs-penugasan-acak\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Seleksi acak atau penetapan acak \u2013 Statologi\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Penjelasan sederhana tentang perbedaan pemilihan acak dan penugasan acak beserta beberapa contohnya.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/statorials.org\/id\/pemilihan-acak-vs-penugasan-acak\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Statorials\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2023-07-29T12:37:44+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/randomassign1.jpg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Benjamin anderson\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Benjamin anderson\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/pemilihan-acak-vs-penugasan-acak\/\",\"url\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/pemilihan-acak-vs-penugasan-acak\/\",\"name\":\"Seleksi acak atau penetapan acak \u2013 Statologi\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#website\"},\"datePublished\":\"2023-07-29T12:37:44+00:00\",\"dateModified\":\"2023-07-29T12:37:44+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81\"},\"description\":\"Penjelasan sederhana tentang perbedaan pemilihan acak dan penugasan acak beserta beberapa contohnya.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/pemilihan-acak-vs-penugasan-acak\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/statorials.org\/id\/pemilihan-acak-vs-penugasan-acak\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/pemilihan-acak-vs-penugasan-acak\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Pilihan acak atau tugas acak\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/\",\"name\":\"Statorials\",\"description\":\"Panduan anda untuk kompetensi statistik!\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81\",\"name\":\"Benjamin anderson\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg\",\"contentUrl\":\"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg\",\"caption\":\"Benjamin anderson\"},\"description\":\"Halo, saya Benjamin, pensiunan profesor statistika yang menjadi guru Statorial yang berdedikasi. Dengan pengalaman dan keahlian yang luas di bidang statistika, saya ingin berbagi ilmu untuk memberdayakan mahasiswa melalui Statorials. Baca selengkapnya\",\"sameAs\":[\"http:\/\/statorials.org\/id\"]}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Seleksi acak atau penetapan acak \u2013 Statologi","description":"Penjelasan sederhana tentang perbedaan pemilihan acak dan penugasan acak beserta beberapa contohnya.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/statorials.org\/id\/pemilihan-acak-vs-penugasan-acak\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Seleksi acak atau penetapan acak \u2013 Statologi","og_description":"Penjelasan sederhana tentang perbedaan pemilihan acak dan penugasan acak beserta beberapa contohnya.","og_url":"https:\/\/statorials.org\/id\/pemilihan-acak-vs-penugasan-acak\/","og_site_name":"Statorials","article_published_time":"2023-07-29T12:37:44+00:00","og_image":[{"url":"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/randomassign1.jpg"}],"author":"Benjamin anderson","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Benjamin anderson","Estimasi waktu membaca":"5 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/pemilihan-acak-vs-penugasan-acak\/","url":"https:\/\/statorials.org\/id\/pemilihan-acak-vs-penugasan-acak\/","name":"Seleksi acak atau penetapan acak \u2013 Statologi","isPartOf":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#website"},"datePublished":"2023-07-29T12:37:44+00:00","dateModified":"2023-07-29T12:37:44+00:00","author":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81"},"description":"Penjelasan sederhana tentang perbedaan pemilihan acak dan penugasan acak beserta beberapa contohnya.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/pemilihan-acak-vs-penugasan-acak\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/statorials.org\/id\/pemilihan-acak-vs-penugasan-acak\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/pemilihan-acak-vs-penugasan-acak\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/statorials.org\/id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Pilihan acak atau tugas acak"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#website","url":"https:\/\/statorials.org\/id\/","name":"Statorials","description":"Panduan anda untuk kompetensi statistik!","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/statorials.org\/id\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81","name":"Benjamin anderson","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/image\/","url":"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg","contentUrl":"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg","caption":"Benjamin anderson"},"description":"Halo, saya Benjamin, pensiunan profesor statistika yang menjadi guru Statorial yang berdedikasi. Dengan pengalaman dan keahlian yang luas di bidang statistika, saya ingin berbagi ilmu untuk memberdayakan mahasiswa melalui Statorials. Baca selengkapnya","sameAs":["http:\/\/statorials.org\/id"]}]}},"yoast_meta":{"yoast_wpseo_title":"","yoast_wpseo_metadesc":"","yoast_wpseo_canonical":""},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/556"}],"collection":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=556"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/556\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=556"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=556"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=556"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}