{"id":560,"date":"2023-07-29T12:21:33","date_gmt":"2023-07-29T12:21:33","guid":{"rendered":"https:\/\/statorials.org\/id\/cara-menghitung-nilai-pa-dari-tes-tangan\/"},"modified":"2023-07-29T12:21:33","modified_gmt":"2023-07-29T12:21:33","slug":"cara-menghitung-nilai-pa-dari-tes-tangan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/statorials.org\/id\/cara-menghitung-nilai-pa-dari-tes-tangan\/","title":{"rendered":"Cara menghitung nilai p secara manual dari uji t"},"content":{"rendered":"<p><\/p>\n<hr>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Salah satu uji yang paling umum digunakan dalam statistik adalah <strong>uji-t<\/strong> , yang sering digunakan untuk menentukan apakah rata-rata suatu populasi sama dengan nilai tertentu.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Misalnya, kita ingin mengetahui apakah tinggi rata-rata spesies tanaman tertentu sama dengan 15 inci. Untuk mengujinya, kita dapat <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/metode-pengambilan-sampel\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">mengumpulkan sampel acak<\/a> sebanyak 20 tanaman, mencari mean sampel dan deviasi standar sampel, dan melakukan uji-t untuk menentukan apakah tinggi rata-rata sebenarnya adalah 15 inci.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Hipotesis nol dan alternatif dari pengujian tersebut adalah sebagai berikut:<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>H <sub>0<\/sub> :<\/strong> \u00b5 = 15<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>H <sub>a<\/sub> :<\/strong> \u00b5 \u2260 15<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Rumus statistik uji adalah:<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong><em>t<\/em><\/strong> = ( <span style=\"text-decoration: overline;\">X<\/span> -\u03bc) \/ (s\/ <span style=\"text-decoration: overline;\">\u221an<\/span> )<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">dimana <em><span style=\"text-decoration: overline;\">x<\/span><\/em> adalah mean sampel, <em>\u03bc<\/em> adalah mean hipotetis (dalam contoh kita adalah 15), <em>s<\/em> adalah deviasi standar sampel, dan <em>n<\/em> adalah ukuran sampel.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Setelah kita mengetahui nilai <em>t<\/em> , kita dapat menggunakan perangkat lunak statistik atau kalkulator online untuk mencari nilai p yang sesuai. Jika nilai p berada di bawah tingkat alfa tertentu (pilihan umum adalah 0,01, 0,05, dan 0,10), maka kita dapat menolak hipotesis nol dan menyimpulkan bahwa rata-rata tinggi tanaman <em>tidak<\/em> sama dengan 15 inci.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Namun, <strong>dimungkinkan juga untuk memperkirakan nilai p pengujian secara manual menggunakan tabel distribusi t<\/strong> . Pada artikel ini kami akan menjelaskan cara melakukan ini.<\/span><\/p>\n<h2> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Contoh: Perhitungan nilai p secara manual dari uji-t<\/strong><\/span><\/h2>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Soal<\/strong> : Bob ingin mengetahui apakah tinggi rata-rata suatu spesies tumbuhan tertentu sama dengan 15 inci. Untuk mengujinya, ia mengumpulkan sampel acak dari 20 tanaman dan menemukan bahwa rata-rata sampel adalah 14 inci dan simpangan baku sampel adalah 3 inci. Lakukan uji-t menggunakan tingkat alfa 0,05 untuk menentukan apakah rata-rata tinggi populasi sebenarnya adalah 15 inci.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Larutan:<\/strong><\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Langkah 1: Nyatakan hipotesis nol dan hipotesis alternatif.<\/strong><\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>H <sub>0<\/sub> :<\/strong> \u00b5 = 15<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>H <sub>a<\/sub> :<\/strong> \u00b5 \u2260 15<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Langkah 2: Temukan statistik pengujian.<\/strong><\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong><em>t<\/em><\/strong> = ( <span style=\"text-decoration: overline;\">x<\/span> -\u03bc) \/ (s\/ <span style=\"text-decoration: overline;\">\u221an<\/span> ) = (14-15) \/ (3\/ <span style=\"text-decoration: overline;\">\u221a20<\/span> ) = <strong>-1,49<\/strong><\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Langkah 3: Temukan nilai p untuk statistik uji.<\/strong><\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Untuk mencari nilai p secara manual, kita perlu menggunakan tabel distribusi t dengan derajat kebebasan n-1. Dalam contoh kita, ukuran sampel kita adalah n = 20, jadi n-1 = 19.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Pada tabel distribusi t di bawah, kita perlu melihat baris yang berhubungan dengan &#8220;19&#8221; di sisi kiri dan mencoba mencari nilai absolut dari statistik pengujian kita <strong>1.49<\/strong> .<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Perhatikan bahwa 1.49 tidak muncul dalam tabel, tetapi berada di antara dua nilai <strong>1.328<\/strong> dan <strong>1.729<\/strong> .<\/span> <\/p>\n<p><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\"aligncenter wp-image-5001 size-full\" src=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/t_table3.jpg\" alt=\"\" width=\"435\" height=\"540\" srcset=\"\" sizes=\"\"><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Kemudian kita dapat melihat dua level alfa di bagian atas tabel yang sesuai dengan kedua angka tersebut. Kita melihat bahwa keduanya adalah <strong>0.1<\/strong> dan <strong>0.05<\/strong> .<\/span> <\/p>\n<p><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\"aligncenter wp-image-5002 size-full\" src=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/t_table4.jpg\" alt=\"\" width=\"434\" height=\"541\" srcset=\"\" sizes=\"\"><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Artinya nilai p untuk uji satu sisi adalah antara 0,1 dan 0,05. Sebut saja 0,075. Karena uji-t kita adalah dua sisi, kita perlu mengalikan nilai ini dengan 2. Jadi, perkiraan nilai p kita adalah 0,075 * 2 = <strong>0,15<\/strong> .<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Langkah 4: Buatlah kesimpulan.<\/strong><\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Karena nilai p ini <em>tidak<\/em> lebih rendah dari tingkat alfa yang dipilih sebesar 0,05, kami tidak dapat menolak hipotesis nol. Oleh karena itu, kami tidak memiliki cukup bukti untuk mengatakan bahwa tinggi rata-rata sebenarnya dari spesies tanaman ini selain 15 inci.<\/span><\/p>\n<h3> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Periksa hasilnya dengan kalkulator<\/strong><\/span><\/h3>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Kita dapat memasukkan statistik <em>uji<\/em> -t dan derajat kebebasan ke dalam kalkulator nilai p online untuk melihat seberapa dekat perkiraan nilai p kita dengan nilai p sebenarnya:<\/span> <\/p>\n<p><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\"aligncenter wp-image-5003 size-full\" src=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/t_calc.jpg\" alt=\"\" width=\"294\" height=\"619\" srcset=\"\" sizes=\"\"><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Nilai p sebenarnya adalah <strong>0.15264<\/strong> , yang cukup dekat dengan perkiraan nilai p kami sebesar <strong>0.15<\/strong> .<\/span><\/p>\n<h2> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Kesimpulan<\/strong><\/span><\/h2>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Kita melihat di artikel ini bahwa dimungkinkan untuk memperkirakan nilai p dari uji-t secara manual menggunakan tabel distribusi-t. Namun, dalam sebagian besar skenario, Anda tidak perlu menghitung nilai p secara manual dan Anda dapat menggunakan perangkat lunak statistik seperti R dan Excel atau kalkulator online untuk menemukan nilai p yang tepat dari pengujian tersebut.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Dalam kebanyakan kasus, terutama dalam studi statistik dan eksperimen yang ketat, Anda akan ingin menggunakan kalkulator untuk menemukan nilai p yang tepat dari uji-t agar setepat mungkin, namun ada baiknya untuk mengetahui bahwa Anda selalu dapat memperkirakan secara manual. nilai p dari uji-t jika Anda benar-benar membutuhkannya.<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Salah satu uji yang paling umum digunakan dalam statistik adalah uji-t , yang sering digunakan untuk menentukan apakah rata-rata suatu populasi sama dengan nilai tertentu. Misalnya, kita ingin mengetahui apakah tinggi rata-rata spesies tanaman tertentu sama dengan 15 inci. Untuk mengujinya, kita dapat mengumpulkan sampel acak sebanyak 20 tanaman, mencari mean sampel dan deviasi standar [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[11],"tags":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v21.5 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Cara Menghitung Nilai P Secara Manual dari Uji-T - Statorials<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Tutorial ini menjelaskan cara menghitung nilai p secara manual dari uji-t menggunakan tabel distribusi t.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/cara-menghitung-nilai-pa-dari-tes-tangan\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Cara Menghitung Nilai P Secara Manual dari Uji-T - Statorials\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Tutorial ini menjelaskan cara menghitung nilai p secara manual dari uji-t menggunakan tabel distribusi t.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/statorials.org\/id\/cara-menghitung-nilai-pa-dari-tes-tangan\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Statorials\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2023-07-29T12:21:33+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/t_table3.jpg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Benjamin anderson\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Benjamin anderson\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/cara-menghitung-nilai-pa-dari-tes-tangan\/\",\"url\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/cara-menghitung-nilai-pa-dari-tes-tangan\/\",\"name\":\"Cara Menghitung Nilai P Secara Manual dari Uji-T - Statorials\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#website\"},\"datePublished\":\"2023-07-29T12:21:33+00:00\",\"dateModified\":\"2023-07-29T12:21:33+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81\"},\"description\":\"Tutorial ini menjelaskan cara menghitung nilai p secara manual dari uji-t menggunakan tabel distribusi t.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/cara-menghitung-nilai-pa-dari-tes-tangan\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/statorials.org\/id\/cara-menghitung-nilai-pa-dari-tes-tangan\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/cara-menghitung-nilai-pa-dari-tes-tangan\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Cara menghitung nilai p secara manual dari uji t\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/\",\"name\":\"Statorials\",\"description\":\"Panduan anda untuk kompetensi statistik!\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81\",\"name\":\"Benjamin anderson\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg\",\"contentUrl\":\"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg\",\"caption\":\"Benjamin anderson\"},\"description\":\"Halo, saya Benjamin, pensiunan profesor statistika yang menjadi guru Statorial yang berdedikasi. Dengan pengalaman dan keahlian yang luas di bidang statistika, saya ingin berbagi ilmu untuk memberdayakan mahasiswa melalui Statorials. Baca selengkapnya\",\"sameAs\":[\"http:\/\/statorials.org\/id\"]}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Cara Menghitung Nilai P Secara Manual dari Uji-T - Statorials","description":"Tutorial ini menjelaskan cara menghitung nilai p secara manual dari uji-t menggunakan tabel distribusi t.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/statorials.org\/id\/cara-menghitung-nilai-pa-dari-tes-tangan\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Cara Menghitung Nilai P Secara Manual dari Uji-T - Statorials","og_description":"Tutorial ini menjelaskan cara menghitung nilai p secara manual dari uji-t menggunakan tabel distribusi t.","og_url":"https:\/\/statorials.org\/id\/cara-menghitung-nilai-pa-dari-tes-tangan\/","og_site_name":"Statorials","article_published_time":"2023-07-29T12:21:33+00:00","og_image":[{"url":"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/t_table3.jpg"}],"author":"Benjamin anderson","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Benjamin anderson","Estimasi waktu membaca":"3 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/cara-menghitung-nilai-pa-dari-tes-tangan\/","url":"https:\/\/statorials.org\/id\/cara-menghitung-nilai-pa-dari-tes-tangan\/","name":"Cara Menghitung Nilai P Secara Manual dari Uji-T - Statorials","isPartOf":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#website"},"datePublished":"2023-07-29T12:21:33+00:00","dateModified":"2023-07-29T12:21:33+00:00","author":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81"},"description":"Tutorial ini menjelaskan cara menghitung nilai p secara manual dari uji-t menggunakan tabel distribusi t.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/cara-menghitung-nilai-pa-dari-tes-tangan\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/statorials.org\/id\/cara-menghitung-nilai-pa-dari-tes-tangan\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/cara-menghitung-nilai-pa-dari-tes-tangan\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/statorials.org\/id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Cara menghitung nilai p secara manual dari uji t"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#website","url":"https:\/\/statorials.org\/id\/","name":"Statorials","description":"Panduan anda untuk kompetensi statistik!","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/statorials.org\/id\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81","name":"Benjamin anderson","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/image\/","url":"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg","contentUrl":"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg","caption":"Benjamin anderson"},"description":"Halo, saya Benjamin, pensiunan profesor statistika yang menjadi guru Statorial yang berdedikasi. Dengan pengalaman dan keahlian yang luas di bidang statistika, saya ingin berbagi ilmu untuk memberdayakan mahasiswa melalui Statorials. Baca selengkapnya","sameAs":["http:\/\/statorials.org\/id"]}]}},"yoast_meta":{"yoast_wpseo_title":"","yoast_wpseo_metadesc":"","yoast_wpseo_canonical":""},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/560"}],"collection":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=560"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/560\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=560"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=560"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=560"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}