{"id":563,"date":"2023-07-29T12:04:41","date_gmt":"2023-07-29T12:04:41","guid":{"rendered":"https:\/\/statorials.org\/id\/penjelasan-sederhana-tentang-cara-menafsirkan-varians\/"},"modified":"2023-07-29T12:04:41","modified_gmt":"2023-07-29T12:04:41","slug":"penjelasan-sederhana-tentang-cara-menafsirkan-varians","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/statorials.org\/id\/penjelasan-sederhana-tentang-cara-menafsirkan-varians\/","title":{"rendered":"Penjelasan sederhana tentang cara menafsirkan varians"},"content":{"rendered":"<p><\/p>\n<hr>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Dalam statistik, kita sering kali ingin memahami bagaimana nilai-nilai \u201ctersebar\u201d dalam suatu kumpulan data. Untuk mengukurnya, kita sering menggunakan<\/span> <span style=\"color: #000000;\">ukuran dispersi berikut:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Range:<\/strong> selisih antara nilai terbesar dan terkecil dalam suatu kumpulan data.<\/span><\/li>\n<li> <strong><span style=\"color: #000000;\">Rentang interkuartil:<\/span><\/strong> <span style=\"color: #000000;\">selisih antara kuartil pertama dan kuartil ketiga suatu kumpulan data (kuartil hanyalah nilai yang membagi kumpulan data menjadi empat bagian yang sama).<\/span><\/li>\n<li> <strong><span style=\"color: #000000;\">Deviasi standar:<\/span><\/strong> <span style=\"color: #000000;\">cara mengukur jarak tipikal antara nilai dan mean.<\/span><\/li>\n<li> <strong><span style=\"color: #000000;\">Varians:<\/span><\/strong> <span style=\"color: #000000;\">deviasi standar kuadrat.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Dari keempat ukuran tersebut, <strong>varians<\/strong> cenderung menjadi yang paling sulit dipahami secara intuitif. Artikel ini bertujuan untuk memberikan penjelasan sederhana mengenai varians.<\/span><\/p>\n<h2> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Memahami Deviasi Standar<\/strong><\/span><\/h2>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Sebelum kita memahami varians, pertama-tama kita harus memahami <strong>simpangan baku<\/strong> , yang biasanya dilambangkan dengan <strong>\u03c3<\/strong> .<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Rumus untuk menghitung simpangan baku adalah:<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>\u03c3<\/strong> = \u221a(\u03a3 ( <sub>xi<\/sub> \u2013 \u03bc) <sup>2<\/sup> \/ N)<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">dimana \u03bc adalah rata-rata populasi, x <sub>i<\/sub> adalah elemen <i>ke-i<\/i> dari populasi, N adalah ukuran populasi, dan \u03a3 hanyalah sebuah simbol indah yang berarti &#8220;jumlah&#8221;.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Dalam praktiknya, Anda jarang perlu menghitung deviasi standar dengan tangan; sebagai gantinya, Anda dapat menggunakan perangkat lunak statistik atau kalkulator.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Pada tingkat paling dasar, deviasi standar memberi tahu kita distribusi nilai data dalam kumpulan data. Untuk mengilustrasikannya, pertimbangkan tiga kumpulan data berikut beserta standar deviasinya:<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">[5, 5, 5] standar deviasi = <strong>0<\/strong> (tidak ada spread sama sekali)<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">[3, 5, 7] standar deviasi = <strong>1,63<\/strong> (beberapa deviasi)<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">[1, 5, 99] standar deviasi = <strong>45,28<\/strong> (spread banyak)<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Istilah \u201cdeviasi standar\u201d dapat dipahami dengan melihat dua kata yang menyusunnya:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">\u201cdeviasi\u201d \u2013 ini mengacu pada jarak dari rata-rata.<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">\u201cstandar\u201d \u2013 ini mengacu pada jarak \u201cstandar\u201d atau \u201ctipikal\u201d antara nilai dan mean.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Setelah Anda memahami deviasi standar, akan lebih mudah untuk memahami varians.<\/span><\/p>\n<h2> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Memahami Kesenjangan<\/strong><\/span><\/h2>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Variansnya, biasanya dilambangkan dengan <strong><sup>\u03c32<\/sup><\/strong> , hanyalah deviasi standar yang dikuadratkan. Rumus untuk mencari varians suatu kumpulan data adalah:<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>\u03c3 <sup>2<\/sup><\/strong> = \u03a3 ( <sub>xi<\/sub> \u2013 \u03bc) <sup>2<\/sup> \/ N<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">dimana \u03bc adalah rata-rata populasi, x <sub>i<\/sub> adalah elemen <i>ke-i<\/i> dari populasi, N adalah ukuran populasi, dan \u03a3 hanyalah sebuah simbol indah yang berarti &#8220;jumlah&#8221;.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Jadi, jika simpangan baku suatu kumpulan data adalah 8, maka variasinya adalah 8 <sup>2<\/sup> = 64.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Atau, jika simpangan baku suatu kumpulan data adalah 10, maka variasinya adalah 10 <sup>2<\/sup> = 100.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Atau, jika simpangan baku suatu kumpulan data adalah 3,7, maka variasinya adalah 3,7 <sup>\u00b7 2<\/sup> = 13,69.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Semakin tersebar nilai-nilai dalam suatu kumpulan data, semakin tinggi variansnya. Untuk mengilustrasikannya, pertimbangkan tiga kumpulan data berikut beserta variansinya yang sesuai:<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">[5, 5, 5] varians = <strong>0<\/strong> (tidak ada spread sama sekali)<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">[3, 5, 7] varians = <b>2,67<\/b> (beberapa deviasi)<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">[1, 5, 99] varians = <b>2.050,67<\/b> (banyak spread)<\/span><\/p>\n<h2> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Kapan Anda akan menggunakan varians dan bukan deviasi standar?<\/strong><\/span><\/h2>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Setelah membaca penjelasan tentang deviasi standar dan varians di atas, Anda mungkin bertanya-tanya kapan Anda akan menggunakan varians alih-alih deviasi standar untuk mendeskripsikan kumpulan data.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Lagi pula, deviasi standar memberi tahu kita jarak rata-rata antara suatu nilai dan rata-rata, sedangkan varians memberi tahu kita kuadrat dari nilai tersebut. Tampaknya simpangan baku lebih mudah dipahami dan diinterpretasikan.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Pada kenyataannya, Anda hampir selalu menggunakan deviasi standar untuk menggambarkan distribusi nilai dalam kumpulan data.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Namun, varians dapat berguna ketika menggunakan teknik seperti <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/anova-satu-arah\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">ANOVA<\/a> atau <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/regresi-linier-1\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">regresi<\/a> dan mencoba menjelaskan varians total suatu model karena faktor-faktor tertentu.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Misalnya, Anda mungkin ingin memahami seberapa besar varians dalam nilai ujian yang dapat dijelaskan oleh IQ dan seberapa besar varians yang dapat dijelaskan oleh jam belajar.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Jika 36% variasi disebabkan oleh IQ dan 64% disebabkan oleh jam belajar, hal ini mudah dimengerti. Namun jika kita menggunakan standar deviasi 6 dan 8, hasilnya kurang intuitif dan tidak masuk akal dalam konteks masalahnya.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Kasus lain di mana lebih baik menggunakan varians daripada deviasi standar adalah ketika Anda melakukan pekerjaan statistik teoretis.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Dalam hal ini, akan lebih mudah menggunakan varians saat menghitung karena Anda tidak perlu menggunakan tanda akar kuadrat.<\/span><\/p>\n<h3> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Sumber daya tambahan<\/strong><\/span><\/h3>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Tutorial berikut memberikan informasi tambahan tentang varians:<\/span><\/p>\n<p> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/varians-sampel-relatif-terhadap-varians-populasi\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Varians sampel dan varians populasi: apa bedanya?<\/a><br \/> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/varians-populasi-sampel-unggul\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Cara Menghitung Varians Sampel dan Populasi di Excel<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Dalam statistik, kita sering kali ingin memahami bagaimana nilai-nilai \u201ctersebar\u201d dalam suatu kumpulan data. Untuk mengukurnya, kita sering menggunakan ukuran dispersi berikut: Range: selisih antara nilai terbesar dan terkecil dalam suatu kumpulan data. Rentang interkuartil: selisih antara kuartil pertama dan kuartil ketiga suatu kumpulan data (kuartil hanyalah nilai yang membagi kumpulan data menjadi empat bagian [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[11],"tags":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v21.5 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Penjelasan sederhana tentang cara menafsirkan varians - Statorials<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Berikut penjelasan sederhana cara menafsirkan varians, beserta beberapa contohnya.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/penjelasan-sederhana-tentang-cara-menafsirkan-varians\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Penjelasan sederhana tentang cara menafsirkan varians - Statorials\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Berikut penjelasan sederhana cara menafsirkan varians, beserta beberapa contohnya.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/statorials.org\/id\/penjelasan-sederhana-tentang-cara-menafsirkan-varians\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Statorials\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2023-07-29T12:04:41+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Benjamin anderson\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Benjamin anderson\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/penjelasan-sederhana-tentang-cara-menafsirkan-varians\/\",\"url\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/penjelasan-sederhana-tentang-cara-menafsirkan-varians\/\",\"name\":\"Penjelasan sederhana tentang cara menafsirkan varians - Statorials\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#website\"},\"datePublished\":\"2023-07-29T12:04:41+00:00\",\"dateModified\":\"2023-07-29T12:04:41+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81\"},\"description\":\"Berikut penjelasan sederhana cara menafsirkan varians, beserta beberapa contohnya.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/penjelasan-sederhana-tentang-cara-menafsirkan-varians\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/statorials.org\/id\/penjelasan-sederhana-tentang-cara-menafsirkan-varians\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/penjelasan-sederhana-tentang-cara-menafsirkan-varians\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Penjelasan sederhana tentang cara menafsirkan varians\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/\",\"name\":\"Statorials\",\"description\":\"Panduan anda untuk kompetensi statistik!\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81\",\"name\":\"Benjamin anderson\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg\",\"contentUrl\":\"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg\",\"caption\":\"Benjamin anderson\"},\"description\":\"Halo, saya Benjamin, pensiunan profesor statistika yang menjadi guru Statorial yang berdedikasi. Dengan pengalaman dan keahlian yang luas di bidang statistika, saya ingin berbagi ilmu untuk memberdayakan mahasiswa melalui Statorials. Baca selengkapnya\",\"sameAs\":[\"http:\/\/statorials.org\/id\"]}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Penjelasan sederhana tentang cara menafsirkan varians - Statorials","description":"Berikut penjelasan sederhana cara menafsirkan varians, beserta beberapa contohnya.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/statorials.org\/id\/penjelasan-sederhana-tentang-cara-menafsirkan-varians\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Penjelasan sederhana tentang cara menafsirkan varians - Statorials","og_description":"Berikut penjelasan sederhana cara menafsirkan varians, beserta beberapa contohnya.","og_url":"https:\/\/statorials.org\/id\/penjelasan-sederhana-tentang-cara-menafsirkan-varians\/","og_site_name":"Statorials","article_published_time":"2023-07-29T12:04:41+00:00","author":"Benjamin anderson","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Benjamin anderson","Estimasi waktu membaca":"3 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/penjelasan-sederhana-tentang-cara-menafsirkan-varians\/","url":"https:\/\/statorials.org\/id\/penjelasan-sederhana-tentang-cara-menafsirkan-varians\/","name":"Penjelasan sederhana tentang cara menafsirkan varians - Statorials","isPartOf":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#website"},"datePublished":"2023-07-29T12:04:41+00:00","dateModified":"2023-07-29T12:04:41+00:00","author":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81"},"description":"Berikut penjelasan sederhana cara menafsirkan varians, beserta beberapa contohnya.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/penjelasan-sederhana-tentang-cara-menafsirkan-varians\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/statorials.org\/id\/penjelasan-sederhana-tentang-cara-menafsirkan-varians\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/penjelasan-sederhana-tentang-cara-menafsirkan-varians\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/statorials.org\/id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Penjelasan sederhana tentang cara menafsirkan varians"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#website","url":"https:\/\/statorials.org\/id\/","name":"Statorials","description":"Panduan anda untuk kompetensi statistik!","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/statorials.org\/id\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81","name":"Benjamin anderson","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/image\/","url":"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg","contentUrl":"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg","caption":"Benjamin anderson"},"description":"Halo, saya Benjamin, pensiunan profesor statistika yang menjadi guru Statorial yang berdedikasi. Dengan pengalaman dan keahlian yang luas di bidang statistika, saya ingin berbagi ilmu untuk memberdayakan mahasiswa melalui Statorials. Baca selengkapnya","sameAs":["http:\/\/statorials.org\/id"]}]}},"yoast_meta":{"yoast_wpseo_title":"","yoast_wpseo_metadesc":"","yoast_wpseo_canonical":""},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/563"}],"collection":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=563"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/563\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=563"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=563"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=563"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}