{"id":590,"date":"2023-07-29T10:00:22","date_gmt":"2023-07-29T10:00:22","guid":{"rendered":"https:\/\/statorials.org\/id\/berbagi-setengah-keandalan\/"},"modified":"2023-07-29T10:00:22","modified_gmt":"2023-07-29T10:00:22","slug":"berbagi-setengah-keandalan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/statorials.org\/id\/berbagi-setengah-keandalan\/","title":{"rendered":"Keandalan terbagi dua: definisi + contoh"},"content":{"rendered":"<p><\/p>\n<hr>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><strong><a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/koherensi-internal\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Konsistensi internal<\/a><\/strong> mengacu pada sejauh mana survei, kuesioner, atau tes benar-benar mengukur apa yang ingin Anda ukur.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Semakin tinggi konsistensi internal, semakin yakin Anda bahwa survei atau tes Anda dapat diandalkan.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Metode umum untuk mengukur konsistensi internal adalah dengan menggunakan <strong>reliabilitas split-half<\/strong> , suatu teknik yang melibatkan langkah-langkah berikut:<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>1.<\/strong> Bagilah tes menjadi dua bagian. Misalnya, separuhnya mungkin berisi soal genap, sedangkan separuhnya lagi berisi soal ganjil.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>2.<\/strong> Berikan masing-masing setengahnya kepada individu yang sama.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>3.<\/strong> Ulangi untuk sekelompok besar individu.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>4.<\/strong> Temukan korelasi antara skor kedua bagian tersebut.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Semakin tinggi korelasi antara kedua bagian, semakin tinggi konsistensi internal tes atau survei tersebut. Idealnya, Anda ingin korelasi antar bagiannya tinggi, karena hal ini menunjukkan bahwa semua bagian tes memberikan kontribusi yang sama terhadap apa yang diukur.<\/span><\/p>\n<h2> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Kapan Menggunakan Keandalan yang Dibelah Dua<\/strong><\/span><\/h2>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Metode reliabilitas yang dibelah dua adalah metode yang mudah diterapkan jika seseorang ingin mengukur konsistensi internal, namun metode ini hanya boleh digunakan jika terdapat dua kondisi berikut:<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>1.<\/strong> Tes ini mempunyai jumlah soal yang banyak. Reliabilitas yang dibelah dua berfungsi paling baik untuk pengujian dengan jumlah pertanyaan yang banyak (misalnya, 100 pertanyaan), karena angka yang kita hitung untuk korelasinya akan lebih dapat diandalkan.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>2.<\/strong> Semua soal dalam tes atau survei mengukur konsep atau bidang pengetahuan yang sama. Jika tes tertentu mengukur beberapa konstruksi yang berbeda seperti keterampilan kepemimpinan, keterampilan komunikasi, keterampilan pemrograman, dan keterampilan profesional lainnya, maka reliabilitas yang dikurangi setengahnya tidak akan tepat, karena banyak tanggapan yang tidak boleh dikorelasikan.<\/span><\/p>\n<h2> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Contoh keandalan terbagi dua<\/strong><\/span><\/h2>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Misalkan peneliti ingin mengukur konsistensi internal tes tertentu dengan 100 pertanyaan, semuanya berkaitan dengan ciri-ciri kepribadian introvert. Mereka melakukan langkah-langkah berikut untuk mengukur setengah reliabilitas tes.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Langkah 1.<\/strong> Bagilah tes menjadi dua berdasarkan soal ganjil dan genap.<\/span> <\/p>\n<p><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\"aligncenter wp-image-5388 \" src=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/splitmoitie1-1.png\" alt=\"Contoh Reliabilitas Split-Half dengan Satu Tes\" width=\"360\" height=\"521\" srcset=\"\" sizes=\"\"><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Langkah 2.<\/strong> Berikan setiap setengah tes kepada orang yang sama.<\/span> <\/p>\n<p><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\"aligncenter wp-image-5391 \" src=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/splithalf2.png\" alt=\"Contoh reliabilitas dibagi dua\" width=\"186\" height=\"277\" srcset=\"\" sizes=\"\"><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Langkah 3.<\/strong> Ulangi untuk 50 orang.<\/span> <\/p>\n<p><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\"aligncenter wp-image-5392 \" src=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/splithalf3.png\" alt=\"Keandalan terbagi dua untuk konsistensi internal\" width=\"451\" height=\"217\" srcset=\"\" sizes=\"\"><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Langkah 4.<\/strong> Temukan korelasi antara skor kedua bagian.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Jika peneliti menemukan bahwa <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/koefisien-korelasi-pearson-1\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">korelasinya<\/a> cukup tinggi, mereka dapat yakin bahwa semua bagian tes berkontribusi sama dalam mengukur ciri-ciri kepribadian introvert yang diinginkan.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Sebaliknya, jika korelasinya rendah, hal ini dapat menunjukkan bahwa pertanyaan dengan korelasi buruk perlu ditulis ulang atau dihilangkan sama sekali untuk meningkatkan konsistensi internal dan reliabilitas tes secara keseluruhan.<\/span><\/p>\n<h2> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Sumber daya tambahan<\/strong><\/span><\/h2>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Tutorial berikut memberikan informasi tambahan tentang keandalan statistik:<\/span><\/p>\n<p> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/analisis-keandalan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Pengantar Singkat Analisis Keandalan<\/a><br \/> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/reliabilitas-tes-ulang\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Apa yang dimaksud dengan reliabilitas tes-tes ulang?<\/a><br \/> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/keandalan-antar-penilai\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Apa yang dimaksud dengan keandalan antar penilai?<\/a><br \/> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/keandalan-bentuk-paralel\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Apa yang dimaksud dengan keandalan bentuk paralel?<\/a><br \/> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/kesalahan-standar-pengukuran\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Berapa kesalahan standar pengukurannya?<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Konsistensi internal mengacu pada sejauh mana survei, kuesioner, atau tes benar-benar mengukur apa yang ingin Anda ukur. Semakin tinggi konsistensi internal, semakin yakin Anda bahwa survei atau tes Anda dapat diandalkan. Metode umum untuk mengukur konsistensi internal adalah dengan menggunakan reliabilitas split-half , suatu teknik yang melibatkan langkah-langkah berikut: 1. Bagilah tes menjadi dua bagian. [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[11],"tags":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v21.5 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Keandalan terbagi dua: definisi + contoh - Statorial<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Definisi sederhana tentang keandalan dibagi dua dengan beberapa contoh.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/berbagi-setengah-keandalan\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Keandalan terbagi dua: definisi + contoh - Statorial\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Definisi sederhana tentang keandalan dibagi dua dengan beberapa contoh.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/statorials.org\/id\/berbagi-setengah-keandalan\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Statorials\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2023-07-29T10:00:22+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/splitmoitie1-1.png\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Benjamin anderson\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Benjamin anderson\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"2 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/berbagi-setengah-keandalan\/\",\"url\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/berbagi-setengah-keandalan\/\",\"name\":\"Keandalan terbagi dua: definisi + contoh - Statorial\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#website\"},\"datePublished\":\"2023-07-29T10:00:22+00:00\",\"dateModified\":\"2023-07-29T10:00:22+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81\"},\"description\":\"Definisi sederhana tentang keandalan dibagi dua dengan beberapa contoh.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/berbagi-setengah-keandalan\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/statorials.org\/id\/berbagi-setengah-keandalan\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/berbagi-setengah-keandalan\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Keandalan terbagi dua: definisi + contoh\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/\",\"name\":\"Statorials\",\"description\":\"Panduan anda untuk kompetensi statistik!\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81\",\"name\":\"Benjamin anderson\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg\",\"contentUrl\":\"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg\",\"caption\":\"Benjamin anderson\"},\"description\":\"Halo, saya Benjamin, pensiunan profesor statistika yang menjadi guru Statorial yang berdedikasi. Dengan pengalaman dan keahlian yang luas di bidang statistika, saya ingin berbagi ilmu untuk memberdayakan mahasiswa melalui Statorials. Baca selengkapnya\",\"sameAs\":[\"http:\/\/statorials.org\/id\"]}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Keandalan terbagi dua: definisi + contoh - Statorial","description":"Definisi sederhana tentang keandalan dibagi dua dengan beberapa contoh.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/statorials.org\/id\/berbagi-setengah-keandalan\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Keandalan terbagi dua: definisi + contoh - Statorial","og_description":"Definisi sederhana tentang keandalan dibagi dua dengan beberapa contoh.","og_url":"https:\/\/statorials.org\/id\/berbagi-setengah-keandalan\/","og_site_name":"Statorials","article_published_time":"2023-07-29T10:00:22+00:00","og_image":[{"url":"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/splitmoitie1-1.png"}],"author":"Benjamin anderson","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Benjamin anderson","Estimasi waktu membaca":"2 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/berbagi-setengah-keandalan\/","url":"https:\/\/statorials.org\/id\/berbagi-setengah-keandalan\/","name":"Keandalan terbagi dua: definisi + contoh - Statorial","isPartOf":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#website"},"datePublished":"2023-07-29T10:00:22+00:00","dateModified":"2023-07-29T10:00:22+00:00","author":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81"},"description":"Definisi sederhana tentang keandalan dibagi dua dengan beberapa contoh.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/berbagi-setengah-keandalan\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/statorials.org\/id\/berbagi-setengah-keandalan\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/berbagi-setengah-keandalan\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/statorials.org\/id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Keandalan terbagi dua: definisi + contoh"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#website","url":"https:\/\/statorials.org\/id\/","name":"Statorials","description":"Panduan anda untuk kompetensi statistik!","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/statorials.org\/id\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81","name":"Benjamin anderson","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/image\/","url":"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg","contentUrl":"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg","caption":"Benjamin anderson"},"description":"Halo, saya Benjamin, pensiunan profesor statistika yang menjadi guru Statorial yang berdedikasi. Dengan pengalaman dan keahlian yang luas di bidang statistika, saya ingin berbagi ilmu untuk memberdayakan mahasiswa melalui Statorials. Baca selengkapnya","sameAs":["http:\/\/statorials.org\/id"]}]}},"yoast_meta":{"yoast_wpseo_title":"","yoast_wpseo_metadesc":"","yoast_wpseo_canonical":""},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/590"}],"collection":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=590"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/590\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=590"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=590"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=590"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}