{"id":598,"date":"2023-07-29T09:23:58","date_gmt":"2023-07-29T09:23:58","guid":{"rendered":"https:\/\/statorials.org\/id\/koreksi-kontinuitas\/"},"modified":"2023-07-29T09:23:58","modified_gmt":"2023-07-29T09:23:58","slug":"koreksi-kontinuitas","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/statorials.org\/id\/koreksi-kontinuitas\/","title":{"rendered":"Penjelasan sederhana tentang koreksi kontinuitas dalam statistik"},"content":{"rendered":"<p><\/p>\n<hr>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><strong>Koreksi kontinuitas<\/strong> diterapkan ketika Anda ingin menggunakan distribusi kontinu untuk memperkirakan distribusi diskrit.<\/span> <span style=\"color: #000000;\">Umumnya digunakan ketika Anda ingin menggunakan distribusi normal untuk memperkirakan <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/distribusi-binomial-1\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">distribusi binomial<\/a> .<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Ingatlah bahwa distribusi binomial memberi tahu kita probabilitas keberhasilan <em>x<\/em> dalam <em>n<\/em> percobaan, mengingat probabilitas keberhasilan dalam satu percobaan adalah <em>p<\/em> .<\/span> <span style=\"color: #000000;\">Untuk menjawab pertanyaan tentang probabilitas dengan distribusi binomial, kita cukup menggunakan <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/distribusi-binomial-1\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">kalkulator distribusi binomial<\/a> , tetapi kita juga dapat <em>memperkirakan<\/em> probabilitas menggunakan distribusi normal dengan koreksi kontinuitas.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Koreksi kontinuitas adalah nama yang diberikan untuk <strong>menambah atau mengurangi 0,5<\/strong> <strong>dari nilai x diskrit<\/strong> .<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Misalnya, kita ingin mencari peluang sebuah koin mendarat di kepala yang kurang dari atau sama dengan 45 kali dalam 100 kali pelemparan. Artinya, kita ingin mencari P(X \u2264 45). Untuk menggunakan distribusi normal untuk memperkirakan distribusi binomial, kita perlu mencari P(X \u2264 45,5).<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Tabel berikut menunjukkan kapan Anda harus menambah atau mengurangi 0,5, bergantung pada jenis probabilitas yang ingin Anda temukan:<\/span><\/p>\n<table>\n<tbody>\n<tr>\n<th> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Gunakan distribusi binomial<\/strong><\/span><\/th>\n<th> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Menggunakan distribusi normal dengan koreksi kontinuitas<\/strong><\/span><\/th>\n<\/tr>\n<tr>\n<td style=\"text-align: center;\"> <span style=\"color: #000000;\">X = 45<\/span><\/td>\n<td style=\"text-align: center;\"> <span style=\"color: #000000;\">44,5 &lt; X &lt; 45,5<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td style=\"text-align: center;\"> <span style=\"color: #000000;\">X \u2264 45<\/span><\/td>\n<td style=\"text-align: center;\"> <span style=\"color: #000000;\">X &lt; 45,5<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td style=\"text-align: center;\"> <span style=\"color: #000000;\">X &lt; 45<\/span><\/td>\n<td style=\"text-align: center;\"> <span style=\"color: #000000;\">X &lt; 44,5<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td style=\"text-align: center;\"> <span style=\"color: #000000;\">X \u2265 45<\/span><\/td>\n<td style=\"text-align: center;\"> <span style=\"color: #000000;\">X &gt; 44,5<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td style=\"text-align: center;\"> <span style=\"color: #000000;\">X &gt; 45<\/span><\/td>\n<td style=\"text-align: center;\"> <span style=\"color: #000000;\">X &gt; 45,5<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<blockquote>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Catatan:<\/strong><\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Koreksi kontinuitas hanya dapat diterapkan pada distribusi normal untuk mendekati distribusi binomial jika n*p dan n*(1-p) keduanya minimal 5.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Misalnya n = 15 dan p = 0,6. Pada kasus ini:<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">n*p = 15 * 0,6 = 9<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">n*(1-p) = 15 * (1 \u2013 0,6) = 15 * (0,4) = 6<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Karena kedua angka ini lebih besar atau sama dengan 5, maka penerapan koreksi kontinuitas dapat diterima dalam skenario ini.<\/span><\/p>\n<\/blockquote>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Contoh berikut mengilustrasikan bagaimana menerapkan koreksi kontinuitas pada distribusi normal untuk mendekati distribusi binomial.<\/span><\/p>\n<h2> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Contoh penerapan koreksi kontinuitas<\/strong><\/span><\/h2>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Misalkan kita ingin mengetahui probabilitas sebuah koin mendarat di kepala kurang dari atau sama dengan 43 kali dalam 100 kali pelemparan. Pada kasus ini:<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">n = jumlah percobaan = 100<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">X = jumlah keberhasilan = 43<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">p = probabilitas keberhasilan dalam suatu percobaan = 0,50<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Kita dapat memasukkan angka-angka ini ke dalam <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/distribusi-binomial-1\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">kalkulator distribusi binomial<\/a> untuk melihat bahwa probabilitas koin mendarat di kepala yang kurang dari atau sama dengan 43 kali adalah <strong>0,09667<\/strong> .<\/span> <\/p>\n<p><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\"aligncenter wp-image-5512 \" src=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/suitecorrection2.png\" alt=\"Contoh koreksi kontinuitas\" width=\"380\" height=\"496\" srcset=\"\" sizes=\"\"><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Untuk memperkirakan distribusi binomial dengan menerapkan koreksi kontinuitas pada distribusi normal, kita dapat menggunakan langkah-langkah berikut:<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Langkah 1: Verifikasi bahwa n*p dan n*(1-p) keduanya setidaknya 5<\/strong> .<\/span><\/p>\n<p> n*p = 100*0,5 = 50<\/p>\n<p> n*(1-p) = 100*(1 \u2013 0,5) = 100*0,5 = 50<\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Kedua angka tersebut lebih besar atau sama dengan 5, jadi kita bisa melanjutkan.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Langkah 2: Tentukan apakah akan menambah atau mengurangi 0,5<\/strong><\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Mengacu pada tabel di atas, kita melihat bahwa kita seharusnya <strong>menambahkan<\/strong> <strong>0,5<\/strong> ketika kita bekerja dengan probabilitas dalam bentuk X \u2264 43. Jadi, kita akan menemukan P(X&lt; 43.5).<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Langkah 3: Temukan mean (\u03bc) dan deviasi standar (\u03c3) dari distribusi binomial.<\/strong><\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>\u03bc<\/strong> = n*p = 100*0,5 = 50<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>\u03c3<\/strong> = \u221a <span style=\"text-decoration: overline;\">n*p*(1-p)<\/span> = \u221a <span style=\"text-decoration: overline;\">100*.5*(1-.5)<\/span> = \u221a <span style=\"text-decoration: overline;\">25<\/span> = 5<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Langkah 4: Temukan skor-z menggunakan mean dan deviasi standar yang ditemukan pada langkah sebelumnya.<\/strong><\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>z<\/strong> = (x \u2013 \u03bc) \/ \u03c3 = (43,5 \u2013 50) \/ 5 = -6,5 \/ 5 = -1,3.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Langkah 5: Gunakan tabel Z untuk mencari probabilitas yang terkait dengan skor z.<\/strong><\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Berdasarkan Tabel Z, probabilitas yang terkait dengan z = -1.3 adalah <strong>0.0968<\/strong> .<\/span> <\/p>\n<p><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\"aligncenter wp-image-5513 \" src=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/suitecorrection3.png\" alt=\"Temukan nilai z untuk koreksi kontinuitas\" width=\"388\" height=\"525\" srcset=\"\" sizes=\"\"><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Jadi probabilitas pasti yang kita temukan dengan menggunakan distribusi binomial adalah <strong>0,09667<\/strong> sedangkan probabilitas perkiraan yang kita temukan menggunakan koreksi kontinuitas dengan distribusi normal adalah <strong>0,0968<\/strong> . Kedua nilai ini cukup tertutup.<\/span><\/p>\n<h2> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Kapan menggunakan koreksi kontinuitas<\/strong><\/span><\/h2>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Sebelum perangkat lunak statistik modern ada dan perhitungan harus dilakukan secara manual, koreksi kontinuitas sering digunakan untuk mencari probabilitas yang melibatkan distribusi diskrit.<\/span> <span style=\"color: #000000;\">Saat ini, koreksi kontinuitas kurang berperan dalam menghitung probabilitas karena kita biasanya dapat mengandalkan perangkat lunak atau kalkulator untuk menghitung probabilitas.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Sebaliknya, ini hanyalah topik yang dibahas dalam kursus statistik untuk menggambarkan hubungan antara distribusi binomial dan distribusi normal dan untuk menunjukkan bahwa distribusi normal dapat mendekati distribusi binomial dengan menerapkan koreksi kontinuitas.<\/span><\/p>\n<h2> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Kalkulator koreksi kontinuitas<\/strong><\/span><\/h2>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Gunakan <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/kalkulator-koreksi-kontinuitas\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">kalkulator koreksi kontinuitas<\/a> untuk secara otomatis menerapkan koreksi kontinuitas pada distribusi normal untuk memperkirakan probabilitas binomial.<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Koreksi kontinuitas diterapkan ketika Anda ingin menggunakan distribusi kontinu untuk memperkirakan distribusi diskrit. Umumnya digunakan ketika Anda ingin menggunakan distribusi normal untuk memperkirakan distribusi binomial . Ingatlah bahwa distribusi binomial memberi tahu kita probabilitas keberhasilan x dalam n percobaan, mengingat probabilitas keberhasilan dalam satu percobaan adalah p . Untuk menjawab pertanyaan tentang probabilitas dengan distribusi [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[11],"tags":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v21.5 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Penjelasan sederhana tentang koreksi kontinuitas dalam statistik - Statologi<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Penjelasan sederhana tentang konsep koreksi kontinuitas dalam statistika beserta contohnya.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/koreksi-kontinuitas\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Penjelasan sederhana tentang koreksi kontinuitas dalam statistik - Statologi\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Penjelasan sederhana tentang konsep koreksi kontinuitas dalam statistika beserta contohnya.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/statorials.org\/id\/koreksi-kontinuitas\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Statorials\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2023-07-29T09:23:58+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/suitecorrection2.png\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Benjamin anderson\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Benjamin anderson\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/koreksi-kontinuitas\/\",\"url\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/koreksi-kontinuitas\/\",\"name\":\"Penjelasan sederhana tentang koreksi kontinuitas dalam statistik - Statologi\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#website\"},\"datePublished\":\"2023-07-29T09:23:58+00:00\",\"dateModified\":\"2023-07-29T09:23:58+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81\"},\"description\":\"Penjelasan sederhana tentang konsep koreksi kontinuitas dalam statistika beserta contohnya.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/koreksi-kontinuitas\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/statorials.org\/id\/koreksi-kontinuitas\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/koreksi-kontinuitas\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Penjelasan sederhana tentang koreksi kontinuitas dalam statistik\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/\",\"name\":\"Statorials\",\"description\":\"Panduan anda untuk kompetensi statistik!\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81\",\"name\":\"Benjamin anderson\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg\",\"contentUrl\":\"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg\",\"caption\":\"Benjamin anderson\"},\"description\":\"Halo, saya Benjamin, pensiunan profesor statistika yang menjadi guru Statorial yang berdedikasi. Dengan pengalaman dan keahlian yang luas di bidang statistika, saya ingin berbagi ilmu untuk memberdayakan mahasiswa melalui Statorials. Baca selengkapnya\",\"sameAs\":[\"http:\/\/statorials.org\/id\"]}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Penjelasan sederhana tentang koreksi kontinuitas dalam statistik - Statologi","description":"Penjelasan sederhana tentang konsep koreksi kontinuitas dalam statistika beserta contohnya.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/statorials.org\/id\/koreksi-kontinuitas\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Penjelasan sederhana tentang koreksi kontinuitas dalam statistik - Statologi","og_description":"Penjelasan sederhana tentang konsep koreksi kontinuitas dalam statistika beserta contohnya.","og_url":"https:\/\/statorials.org\/id\/koreksi-kontinuitas\/","og_site_name":"Statorials","article_published_time":"2023-07-29T09:23:58+00:00","og_image":[{"url":"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/suitecorrection2.png"}],"author":"Benjamin anderson","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Benjamin anderson","Estimasi waktu membaca":"3 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/koreksi-kontinuitas\/","url":"https:\/\/statorials.org\/id\/koreksi-kontinuitas\/","name":"Penjelasan sederhana tentang koreksi kontinuitas dalam statistik - Statologi","isPartOf":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#website"},"datePublished":"2023-07-29T09:23:58+00:00","dateModified":"2023-07-29T09:23:58+00:00","author":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81"},"description":"Penjelasan sederhana tentang konsep koreksi kontinuitas dalam statistika beserta contohnya.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/koreksi-kontinuitas\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/statorials.org\/id\/koreksi-kontinuitas\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/koreksi-kontinuitas\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/statorials.org\/id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Penjelasan sederhana tentang koreksi kontinuitas dalam statistik"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#website","url":"https:\/\/statorials.org\/id\/","name":"Statorials","description":"Panduan anda untuk kompetensi statistik!","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/statorials.org\/id\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81","name":"Benjamin anderson","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/image\/","url":"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg","contentUrl":"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg","caption":"Benjamin anderson"},"description":"Halo, saya Benjamin, pensiunan profesor statistika yang menjadi guru Statorial yang berdedikasi. Dengan pengalaman dan keahlian yang luas di bidang statistika, saya ingin berbagi ilmu untuk memberdayakan mahasiswa melalui Statorials. Baca selengkapnya","sameAs":["http:\/\/statorials.org\/id"]}]}},"yoast_meta":{"yoast_wpseo_title":"","yoast_wpseo_metadesc":"","yoast_wpseo_canonical":""},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/598"}],"collection":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=598"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/598\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=598"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=598"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=598"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}