{"id":641,"date":"2023-07-29T06:06:57","date_gmt":"2023-07-29T06:06:57","guid":{"rendered":"https:\/\/statorials.org\/id\/statistik-uji-normalitas\/"},"modified":"2023-07-29T06:06:57","modified_gmt":"2023-07-29T06:06:57","slug":"statistik-uji-normalitas","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/statorials.org\/id\/statistik-uji-normalitas\/","title":{"rendered":"Cara menguji normalitas di stata"},"content":{"rendered":"<p><\/p>\n<hr>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"color: #000000;\">Banyak uji statistik yang mengharuskan satu atau lebih variabel berdistribusi normal agar hasil pengujian dapat diandalkan.<\/span><\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Tutorial ini menjelaskan beberapa metode yang dapat Anda gunakan untuk menguji normalitas antar variabel di Stata.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Untuk masing-masing metode ini, kita akan menggunakan kumpulan data Stata bawaan yang disebut <em>auto<\/em> . Anda dapat memuat kumpulan data ini menggunakan perintah berikut:<\/span><\/p>\n<blockquote>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>penggunaan otomatis sistem<\/strong><\/span><\/p>\n<\/blockquote>\n<h3> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Metode 1: histogram<\/strong><\/span><\/h3>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Cara informal untuk melihat apakah suatu variabel terdistribusi normal adalah dengan membuat <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/histogram-status\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">histogram<\/a> untuk menampilkan distribusi variabel.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Jika variabel <em>terdistribusi<\/em> normal, histogram akan berbentuk &#8220;lonceng&#8221; dengan lebih banyak nilai terletak di dekat pusat dan lebih sedikit nilai terletak di bagian ekor.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Kita dapat menggunakan perintah <strong>hist<\/strong> untuk membuat histogram untuk variabel <em>perpindahan<\/em> :<\/span><\/p>\n<blockquote>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>sejarah yang bergerak<\/strong><\/span> <\/p>\n<\/blockquote>\n<p><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\"aligncenter wp-image-6067 \" src=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/normaliteteststata1.png\" alt=\"Contoh histogram di Stata\" width=\"494\" height=\"358\" srcset=\"\" sizes=\"\"><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Kita dapat menambahkan <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/kurva-kepadatan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">kurva kepadatan<\/a> normal ke histogram menggunakan perintah <strong>normal<\/strong> :<\/span><\/p>\n<blockquote>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>sejarah bergerak, normal<\/strong><\/span> <\/p>\n<\/blockquote>\n<p><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\"aligncenter wp-image-6068 \" src=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/normaliteteststata2.png\" alt=\"Histogram dengan kurva normal di Stata\" width=\"504\" height=\"363\" srcset=\"\" sizes=\"\"><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Sangat jelas terlihat bahwa <em>pergeseran<\/em> variabel condong ke kanan (misalnya sebagian besar nilai terkonsentrasi di kiri dan &#8220;ekor&#8221; nilai yang panjang memanjang ke kanan) dan tidak mengikuti distribusi normal.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Terkait:<\/strong><\/span> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/bias-kiri-vs-bias-kanan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Distribusi Miring Kiri dan Kanan<\/a><\/p>\n<h3> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Metode 2: Tes Shapiro-Wilk<\/strong><\/span><\/h3>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Cara formal untuk menguji normalitas adalah dengan menggunakan <strong>uji Shapiro-Wilk<\/strong> .<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Hipotesis nol untuk pengujian ini adalah variabel terdistribusi normal. Jika <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/p-menghargai-signifikansi-statistik\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">nilai p<\/a> pengujian berada di bawah tingkat signifikansi tertentu (pilihan umum mencakup 0,01, 0,05, dan 0,10), maka kita dapat menolak hipotesis nol dan menyimpulkan bahwa terdapat cukup bukti untuk menyatakan bahwa variabel tersebut tidak terdistribusi normal. .<\/span><\/p>\n<p> <em><span style=\"color: #000000;\">*Tes ini dapat digunakan ketika jumlah observasi antara 4 dan 2.000.<\/span><\/em><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Kita dapat menggunakan perintah <b>swilk<\/b> untuk melakukan tes Shapiro-Wilk pada variabel <em>perpindahan<\/em> :<\/span><\/p>\n<blockquote>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>gerakan halus<\/strong><\/span> <\/p>\n<\/blockquote>\n<p><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\"aligncenter wp-image-6071 \" src=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/normaliteteststata3.png\" alt=\"Pengujian keluaran Shapiro Wilk di Stata\" width=\"540\" height=\"134\" srcset=\"\" sizes=\"\"><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Berikut cara menafsirkan hasil tes:<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Obs: 74.<\/strong> Ini adalah jumlah observasi yang digunakan dalam tes.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>W: 0,92542.<\/strong> Ini adalah statistik pengujian untuk pengujian tersebut.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Masalah&gt;z: 0,00031.<\/strong> Ini adalah nilai p yang terkait dengan statistik uji.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Karena nilai p kurang dari 0,05, kita dapat menolak hipotesis nol dari pengujian tersebut. Kami mempunyai cukup bukti untuk mengatakan bahwa <em>perpindahan<\/em> variabel tidak terdistribusi normal.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Kita juga dapat melakukan uji Shapiro-Wilk pada beberapa variabel sekaligus dengan mencantumkan beberapa variabel setelah perintah <strong>swilk<\/strong> :<\/span><\/p>\n<blockquote>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>perpindahan swilk panjang mpg<\/strong><\/span> <\/p>\n<\/blockquote>\n<p><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\"aligncenter wp-image-6072 \" src=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/normaliteteststata4.png\" alt=\"Beberapa tes Shapiro-Wilk sekaligus di Stata\" width=\"501\" height=\"162\" srcset=\"\" sizes=\"\"><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Dengan menggunakan tingkat signifikansi 0,05, kita dapat menyimpulkan bahwa <em>perpindahan<\/em> dan <em>mpg<\/em> tidak terdistribusi secara normal, namun kita tidak memiliki cukup bukti untuk mengatakan bahwa <em>panjang<\/em> tidak terdistribusi secara normal.<\/span><\/p>\n<h3> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Metode 3: Tes Shapiro-Francia<\/strong><\/span><\/h3>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Cara formal lain untuk menguji normalitas adalah dengan menggunakan <strong>uji Shapiro-Francia<\/strong> .<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Hipotesis nol untuk pengujian ini adalah variabel terdistribusi normal. Jika nilai p pengujian berada di bawah tingkat signifikansi tertentu, maka kita dapat menolak hipotesis nol dan menyimpulkan bahwa terdapat cukup bukti untuk mengatakan bahwa variabel tersebut tidak terdistribusi normal.<\/span><\/p>\n<p> <em><span style=\"color: #000000;\">*Tes ini dapat digunakan ketika jumlah observasi antara 10 dan 5.000.<\/span><\/em><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Kita dapat menggunakan perintah <b>sfrancia<\/b> untuk melakukan Tes Shapiro-Wilk pada <em>perpindahan<\/em> variabel :<\/span><\/p>\n<blockquote>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>memindahkan sfrancia<\/strong><\/span> <\/p>\n<\/blockquote>\n<p><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\"aligncenter wp-image-6073 \" src=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/normaliteteststata5.png\" alt=\"Keluaran tes Shapiro-Francia di Stata\" width=\"522\" height=\"135\" srcset=\"\" sizes=\"\"><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Berikut cara menafsirkan hasil tes:<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Obs: 74.<\/strong> Ini adalah jumlah observasi yang digunakan dalam tes.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>W&#8217;: 0,93011.<\/strong> Ini adalah statistik pengujian untuk pengujian tersebut.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Masalah&gt;z: 0,00094.<\/strong> Ini adalah nilai p yang terkait dengan statistik uji.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Karena nilai p kurang dari 0,05, kita dapat menolak hipotesis nol dari pengujian tersebut. Kami mempunyai cukup bukti untuk mengatakan bahwa <em>perpindahan<\/em> variabel tidak terdistribusi normal.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Mirip dengan pengujian Shapiro-Wilk, Anda dapat melakukan pengujian Shapiro-Francia pada beberapa variabel sekaligus dengan mencantumkan beberapa variabel setelah perintah <strong>sfrancia<\/strong> .<\/span><\/p>\n<h3> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Metode 4: pengujian kemiringan dan kurtosis<\/strong><\/span><\/h3>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Cara lain untuk menguji normalitas adalah dengan menggunakan <strong>uji skewness dan kurtosis<\/strong> , yang menentukan apakah skewness dan kurtosis suatu variabel sesuai dengan distribusi normal atau tidak.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Hipotesis nol untuk pengujian ini adalah variabel terdistribusi normal. Jika nilai p pengujian berada di bawah tingkat signifikansi tertentu, maka kita dapat menolak hipotesis nol dan menyimpulkan bahwa terdapat cukup bukti untuk mengatakan bahwa variabel tersebut tidak terdistribusi normal.<\/span><\/p>\n<p> <em><span style=\"color: #000000;\">*Tes ini memerlukan minimal 8 observasi untuk dapat digunakan.<\/span><\/em><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Kita dapat menggunakan perintah <b>sktest<\/b> untuk melakukan uji skewness dan kurtosis pada variabel <em>perpindahan<\/em> :<\/span><\/p>\n<blockquote>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>memindahkan tes<\/strong><\/span> <\/p>\n<\/blockquote>\n<p><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\"aligncenter wp-image-6075 \" src=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/normaliteteststata6.png\" alt=\"Skewness dan Kurtosis untuk Normalitas di Stata\" width=\"556\" height=\"124\" srcset=\"\" sizes=\"\"><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Berikut cara menafsirkan hasil tes:<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Obs: 74.<\/strong> Ini adalah jumlah observasi yang digunakan dalam tes.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>adj chi(2): 5.81.<\/strong> Ini adalah statistik uji chi-kuadrat untuk pengujian tersebut.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Masalah&gt;chi2: 0,0547.<\/strong> Ini adalah nilai p yang terkait dengan statistik uji.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Karena nilai p tidak kurang dari 0,05, kami gagal menolak hipotesis nol dari pengujian tersebut. Kami tidak memiliki cukup bukti untuk mengatakan bahwa <em>pergerakan<\/em> tidak terdistribusi secara normal.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Mirip dengan uji normalitas lainnya, Anda dapat melakukan uji skewness dan kurtosis pada beberapa variabel sekaligus dengan mencantumkan beberapa variabel setelah perintah <strong>sktest<\/strong> .<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Banyak uji statistik yang mengharuskan satu atau lebih variabel berdistribusi normal agar hasil pengujian dapat diandalkan. Tutorial ini menjelaskan beberapa metode yang dapat Anda gunakan untuk menguji normalitas antar variabel di Stata. Untuk masing-masing metode ini, kita akan menggunakan kumpulan data Stata bawaan yang disebut auto . Anda dapat memuat kumpulan data ini menggunakan perintah [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[11],"tags":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v21.5 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Cara menguji normalitas di Stata - Statorials<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Penjelasan sederhana cara menguji normalitas di Stata, disertai beberapa contoh.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/statistik-uji-normalitas\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Cara menguji normalitas di Stata - Statorials\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Penjelasan sederhana cara menguji normalitas di Stata, disertai beberapa contoh.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/statorials.org\/id\/statistik-uji-normalitas\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Statorials\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2023-07-29T06:06:57+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/normaliteteststata1.png\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Benjamin anderson\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Benjamin anderson\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/statistik-uji-normalitas\/\",\"url\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/statistik-uji-normalitas\/\",\"name\":\"Cara menguji normalitas di Stata - Statorials\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#website\"},\"datePublished\":\"2023-07-29T06:06:57+00:00\",\"dateModified\":\"2023-07-29T06:06:57+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81\"},\"description\":\"Penjelasan sederhana cara menguji normalitas di Stata, disertai beberapa contoh.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/statistik-uji-normalitas\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/statorials.org\/id\/statistik-uji-normalitas\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/statistik-uji-normalitas\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Cara menguji normalitas di stata\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/\",\"name\":\"Statorials\",\"description\":\"Panduan anda untuk kompetensi statistik!\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81\",\"name\":\"Benjamin anderson\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg\",\"contentUrl\":\"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg\",\"caption\":\"Benjamin anderson\"},\"description\":\"Halo, saya Benjamin, pensiunan profesor statistika yang menjadi guru Statorial yang berdedikasi. Dengan pengalaman dan keahlian yang luas di bidang statistika, saya ingin berbagi ilmu untuk memberdayakan mahasiswa melalui Statorials. Baca selengkapnya\",\"sameAs\":[\"http:\/\/statorials.org\/id\"]}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Cara menguji normalitas di Stata - Statorials","description":"Penjelasan sederhana cara menguji normalitas di Stata, disertai beberapa contoh.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/statorials.org\/id\/statistik-uji-normalitas\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Cara menguji normalitas di Stata - Statorials","og_description":"Penjelasan sederhana cara menguji normalitas di Stata, disertai beberapa contoh.","og_url":"https:\/\/statorials.org\/id\/statistik-uji-normalitas\/","og_site_name":"Statorials","article_published_time":"2023-07-29T06:06:57+00:00","og_image":[{"url":"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/normaliteteststata1.png"}],"author":"Benjamin anderson","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Benjamin anderson","Estimasi waktu membaca":"3 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/statistik-uji-normalitas\/","url":"https:\/\/statorials.org\/id\/statistik-uji-normalitas\/","name":"Cara menguji normalitas di Stata - Statorials","isPartOf":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#website"},"datePublished":"2023-07-29T06:06:57+00:00","dateModified":"2023-07-29T06:06:57+00:00","author":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81"},"description":"Penjelasan sederhana cara menguji normalitas di Stata, disertai beberapa contoh.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/statistik-uji-normalitas\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/statorials.org\/id\/statistik-uji-normalitas\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/statistik-uji-normalitas\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/statorials.org\/id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Cara menguji normalitas di stata"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#website","url":"https:\/\/statorials.org\/id\/","name":"Statorials","description":"Panduan anda untuk kompetensi statistik!","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/statorials.org\/id\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81","name":"Benjamin anderson","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/image\/","url":"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg","contentUrl":"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg","caption":"Benjamin anderson"},"description":"Halo, saya Benjamin, pensiunan profesor statistika yang menjadi guru Statorial yang berdedikasi. Dengan pengalaman dan keahlian yang luas di bidang statistika, saya ingin berbagi ilmu untuk memberdayakan mahasiswa melalui Statorials. Baca selengkapnya","sameAs":["http:\/\/statorials.org\/id"]}]}},"yoast_meta":{"yoast_wpseo_title":"","yoast_wpseo_metadesc":"","yoast_wpseo_canonical":""},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/641"}],"collection":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=641"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/641\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=641"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=641"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=641"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}