{"id":645,"date":"2023-07-29T05:44:53","date_gmt":"2023-07-29T05:44:53","guid":{"rendered":"https:\/\/statorials.org\/id\/tes-excel-binomial\/"},"modified":"2023-07-29T05:44:53","modified_gmt":"2023-07-29T05:44:53","slug":"tes-excel-binomial","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/statorials.org\/id\/tes-excel-binomial\/","title":{"rendered":"Cara melakukan tes binomial di excel"},"content":{"rendered":"<p><\/p>\n<hr>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><strong>Uji binomial<\/strong> membandingkan proporsi sampel dengan proporsi hipotetis.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Misalnya, kita mempunyai dadu bersisi 6. Jika kita melemparnya sebanyak 24 kali, kita mengharapkan angka \u201c3\u201d muncul 1\/6 kali, misalnya 24 * (1\/6) = 4 kali.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Jika angka \u201c3\u201d muncul sebanyak 6 kali, apakah ini bukti bahwa dadu tersebut condong ke arah angka \u201c3\u201d? Kita bisa melakukan tes binomial untuk menjawab pertanyaan ini.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Di Excel, kita bisa menggunakan fungsi berikut untuk melakukan tes binomial:<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>BINOM.DIST(angka_s, percobaan, probabilitas_s, kumulatif)<\/strong><\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Emas:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>number_s:<\/strong> jumlah \u201ckeberhasilan\u201d<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>uji coba:<\/strong> jumlah total uji coba<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>probabilite_s:<\/strong> probabilitas keberhasilan setiap percobaan<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>kumulatif:<\/strong> jika BENAR, maka BINOM.DIST mengembalikan fungsi distribusi kumulatif, yang merupakan probabilitas paling banyak jumlah keberhasilan; jika FALSE, ia mengembalikan fungsi massa probabilitas, yang merupakan probabilitas bahwa terdapat sejumlah_s keberhasilan. Kami hampir selalu menggunakan TRUE.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Contoh berikut mengilustrasikan cara melakukan pengujian binomial di Excel.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Contoh 1: Sebuah dadu bersisi 6 dilempar sebanyak 24 kali dan mendarat di angka \u201c3\u201d tepat 6 kali. Lakukan uji binomial untuk menentukan apakah dadu tersebut bias terhadap angka &#8220;3&#8221;.<\/strong><\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Hipotesis nol dan alternatif dari pengujian kami adalah sebagai berikut:<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">H <sub>0<\/sub> : \u03c0 \u2264 1\/6 (mata dadu tidak condong ke angka \u201c3\u201d)<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><sub>HA<\/sub> : \u03c0 &gt; 1\/6<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><em>*\u03c0 adalah simbol proporsi penduduk.<\/em><\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Kami akan memasukkan rumus berikut ke dalam Excel:<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">P(x \u2265 6) = 1 \u2013 BINOM.DIST(5, 24, 1\/6, BENAR) = 1 \u2013 0,80047 = <strong>0,19953<\/strong> .<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Karena nilai p ini tidak kurang dari 0,05, kita gagal menolak hipotesis nol. Kami tidak memiliki cukup bukti untuk mengatakan bahwa dadu tersebut condong ke arah angka &#8220;3&#8221;.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Contoh 2: Kita melempar sebuah koin sebanyak 30 kali dan muncul gambar tepat sebanyak 19 kali. Lakukan uji binomial untuk menentukan apakah koin tersebut condong ke arah kepala.<\/strong><\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Hipotesis nol dan alternatif dari pengujian kami adalah sebagai berikut:<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">H <sub>0<\/sub> : \u03c0 \u2264 1\/2 (koin tidak condong ke arah kepala)<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><sub>HA<\/sub> : \u03c0 &gt; 1\/2<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Kami akan memasukkan rumus berikut ke dalam Excel:<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">P(x \u2265 19) = 1 \u2013 BINOM.DIST(18, 30, 1\/2, BENAR) = 1 \u2013 0,89976 = <strong>0,10024<\/strong> .<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Karena nilai p ini tidak kurang dari 0,05, kita gagal menolak hipotesis nol. Kami tidak memiliki cukup bukti untuk mengatakan bahwa koin tersebut bias dalam mendukung kepala.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Contoh 3:<\/strong> Sebuah toko memproduksi widget dengan efisiensi 80%. Mereka menerapkan sistem baru yang mereka harap akan meningkatkan tingkat efisiensi. Mereka secara acak memilih 50 widget dari produksi terbaru dan mencatat bahwa 46 di antaranya efektif. Lakukan uji binomial untuk menentukan apakah sistem baru menghasilkan efisiensi yang lebih besar.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Hipotesis nol dan alternatif dari pengujian kami adalah sebagai berikut:<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">H <sub>0<\/sub> : \u03c0 \u2264 0,80 (sistem baru tidak menyebabkan peningkatan efisiensi)<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><sub>HA<\/sub> : \u03c0 &gt; 0,80<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Kami akan memasukkan rumus berikut ke dalam Excel:<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">P(x \u2265 46) = 1 \u2013 BINOM.DIST(45, 50, 0,8, BENAR) = 1 \u2013 0,9815 = <strong>0,0185<\/strong> .<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Nilai p ini kurang dari 0,05, kami menolak hipotesis nol. Kami memiliki cukup bukti untuk mengatakan bahwa sistem baru ini menghasilkan peningkatan efisiensi.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Contoh 4:<\/strong> Sebuah toko memproduksi gadget dengan keandalan 60%. Mereka menerapkan proses baru yang mereka harap akan meningkatkan keandalan. Mereka secara acak memilih 40 gadget dari produksi terkini. Berapa jumlah minimum gadget yang harus dapat diandalkan agar toko dapat menyatakan, dengan keyakinan 95%, bahwa proses baru ini meningkatkan keandalan?<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Untuk contoh ini, kita perlu menggunakan fungsi berikut:<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>BINOM.INV(tes, probabilitas_s, alfa)<\/strong><\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Emas:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>uji coba:<\/strong> jumlah total uji coba<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>probabilite_s :<\/strong> probabilitas \u201csukses\u201d pada setiap percobaan<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>alpha:<\/strong> tingkat signifikansi<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Kami akan memasukkan rumus berikut ke dalam Excel:<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">BINOM.INV(40, 0,60, 0,95) = <strong>29<\/strong> .<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Oleh karena itu, setidaknya 29 gadget harus dapat diandalkan agar dapat mengatakan, dengan tingkat keyakinan 95%, bahwa proses baru ini meningkatkan keandalan.<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Uji binomial membandingkan proporsi sampel dengan proporsi hipotetis. Misalnya, kita mempunyai dadu bersisi 6. Jika kita melemparnya sebanyak 24 kali, kita mengharapkan angka \u201c3\u201d muncul 1\/6 kali, misalnya 24 * (1\/6) = 4 kali. Jika angka \u201c3\u201d muncul sebanyak 6 kali, apakah ini bukti bahwa dadu tersebut condong ke arah angka \u201c3\u201d? Kita bisa melakukan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[11],"tags":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v21.5 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Cara Melakukan Tes Binomial di Excel - Statorials<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Penjelasan sederhana tentang cara melakukan uji binomial di Excel, termasuk contoh langkah demi langkah.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/tes-excel-binomial\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Cara Melakukan Tes Binomial di Excel - Statorials\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Penjelasan sederhana tentang cara melakukan uji binomial di Excel, termasuk contoh langkah demi langkah.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/statorials.org\/id\/tes-excel-binomial\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Statorials\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2023-07-29T05:44:53+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Benjamin anderson\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Benjamin anderson\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/tes-excel-binomial\/\",\"url\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/tes-excel-binomial\/\",\"name\":\"Cara Melakukan Tes Binomial di Excel - Statorials\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#website\"},\"datePublished\":\"2023-07-29T05:44:53+00:00\",\"dateModified\":\"2023-07-29T05:44:53+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81\"},\"description\":\"Penjelasan sederhana tentang cara melakukan uji binomial di Excel, termasuk contoh langkah demi langkah.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/tes-excel-binomial\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/statorials.org\/id\/tes-excel-binomial\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/tes-excel-binomial\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Cara melakukan tes binomial di excel\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/\",\"name\":\"Statorials\",\"description\":\"Panduan anda untuk kompetensi statistik!\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81\",\"name\":\"Benjamin anderson\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg\",\"contentUrl\":\"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg\",\"caption\":\"Benjamin anderson\"},\"description\":\"Halo, saya Benjamin, pensiunan profesor statistika yang menjadi guru Statorial yang berdedikasi. Dengan pengalaman dan keahlian yang luas di bidang statistika, saya ingin berbagi ilmu untuk memberdayakan mahasiswa melalui Statorials. Baca selengkapnya\",\"sameAs\":[\"http:\/\/statorials.org\/id\"]}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Cara Melakukan Tes Binomial di Excel - Statorials","description":"Penjelasan sederhana tentang cara melakukan uji binomial di Excel, termasuk contoh langkah demi langkah.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/statorials.org\/id\/tes-excel-binomial\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Cara Melakukan Tes Binomial di Excel - Statorials","og_description":"Penjelasan sederhana tentang cara melakukan uji binomial di Excel, termasuk contoh langkah demi langkah.","og_url":"https:\/\/statorials.org\/id\/tes-excel-binomial\/","og_site_name":"Statorials","article_published_time":"2023-07-29T05:44:53+00:00","author":"Benjamin anderson","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Benjamin anderson","Estimasi waktu membaca":"3 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/tes-excel-binomial\/","url":"https:\/\/statorials.org\/id\/tes-excel-binomial\/","name":"Cara Melakukan Tes Binomial di Excel - Statorials","isPartOf":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#website"},"datePublished":"2023-07-29T05:44:53+00:00","dateModified":"2023-07-29T05:44:53+00:00","author":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81"},"description":"Penjelasan sederhana tentang cara melakukan uji binomial di Excel, termasuk contoh langkah demi langkah.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/tes-excel-binomial\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/statorials.org\/id\/tes-excel-binomial\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/tes-excel-binomial\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/statorials.org\/id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Cara melakukan tes binomial di excel"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#website","url":"https:\/\/statorials.org\/id\/","name":"Statorials","description":"Panduan anda untuk kompetensi statistik!","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/statorials.org\/id\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81","name":"Benjamin anderson","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/image\/","url":"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg","contentUrl":"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg","caption":"Benjamin anderson"},"description":"Halo, saya Benjamin, pensiunan profesor statistika yang menjadi guru Statorial yang berdedikasi. Dengan pengalaman dan keahlian yang luas di bidang statistika, saya ingin berbagi ilmu untuk memberdayakan mahasiswa melalui Statorials. Baca selengkapnya","sameAs":["http:\/\/statorials.org\/id"]}]}},"yoast_meta":{"yoast_wpseo_title":"","yoast_wpseo_metadesc":"","yoast_wpseo_canonical":""},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/645"}],"collection":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=645"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/645\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=645"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=645"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=645"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}