{"id":667,"date":"2023-07-29T04:03:38","date_gmt":"2023-07-29T04:03:38","guid":{"rendered":"https:\/\/statorials.org\/id\/statistik-regresi-hierarki\/"},"modified":"2023-07-29T04:03:38","modified_gmt":"2023-07-29T04:03:38","slug":"statistik-regresi-hierarki","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/statorials.org\/id\/statistik-regresi-hierarki\/","title":{"rendered":"Cara melakukan regresi hierarki di stata"},"content":{"rendered":"<p><\/p>\n<hr>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"color: #000000;\"><b>Regresi hierarki<\/b> adalah teknik yang dapat kita gunakan untuk membandingkan beberapa model linier yang berbeda.<\/span><\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><span style=\"color: #000000;\">Ide dasarnya adalah pertama-tama kita menyesuaikan model regresi linier dengan satu variabel penjelas. Selanjutnya, kami menyesuaikan model regresi lain dengan menggunakan variabel penjelas tambahan. Jika R-squared (proporsi varians variabel respon yang dapat dijelaskan oleh variabel penjelas) pada model kedua jauh lebih tinggi dibandingkan R-squared model sebelumnya, berarti model kedua lebih baik.<\/span><\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Kami kemudian mengulangi proses penyesuaian model regresi tambahan dengan variabel yang lebih menjelaskan dan melihat apakah model baru menawarkan peningkatan dibandingkan model sebelumnya.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Tutorial ini memberikan contoh cara melakukan regresi hierarki di Stata.<\/span><\/p>\n<h3> <strong><span style=\"color: #000000;\">Contoh: regresi hierarki di Stata<\/span><\/strong><\/h3>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Kami akan menggunakan kumpulan data bawaan yang disebut <em>auto<\/em> untuk mengilustrasikan cara melakukan regresi hierarki di Stata. Pertama, muat kumpulan data dengan mengetikkan perintah berikut di kotak perintah:<\/span><\/p>\n<blockquote>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>penggunaan otomatis sistem<\/strong><\/span><\/p>\n<\/blockquote>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Kita bisa mendapatkan ringkasan singkat data menggunakan perintah berikut:<\/span><\/p>\n<blockquote>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>untuk meringkas<\/strong><\/span> <\/p>\n<\/blockquote>\n<p><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\"aligncenter wp-image-6403 \" src=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/hierarchstata1.png\" alt=\"Ringkasan Kumpulan Data Otomatis di Stata\" width=\"477\" height=\"337\" srcset=\"\" sizes=\"\"><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Kita dapat melihat bahwa dataset tersebut berisi informasi tentang 12 variabel berbeda untuk total 74 mobil.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Kami akan menyesuaikan tiga model regresi linier berikut dan menggunakan regresi hierarki untuk melihat apakah setiap model berikutnya memberikan peningkatan yang signifikan dibandingkan model sebelumnya:<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Model 1:<\/strong> harga = intersep + mpg<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Model 2:<\/strong> harga = intersep + mpg + berat<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Model 3:<\/strong> harga = intersep + mpg + berat + rasio roda gigi<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Untuk melakukan regresi hierarki di Stata, pertama-tama kita perlu menginstal paket <strong>Hireg<\/strong> . Untuk melakukannya, ketikkan yang berikut ini di kotak Perintah:<\/span><\/p>\n<blockquote>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>temukan Hireg<\/strong><\/span><\/p>\n<\/blockquote>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Di jendela yang muncul, klik <strong>Hireg dari https:\/\/fmwww.bc.edu\/RePEc\/bocode\/h<\/strong><\/span> <\/p>\n<p><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\"aligncenter wp-image-6404 \" src=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/hierarchstata2.png\" alt=\"Instal paket Hireg di Stata\" width=\"511\" height=\"371\" srcset=\"\" sizes=\"\"><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Di jendela berikutnya, klik tautan yang bertuliskan <strong>klik di sini untuk menginstal<\/strong> .<\/span> <\/p>\n<p><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\"aligncenter wp-image-6405 \" src=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/hierarchstata3.png\" alt=\"\" width=\"522\" height=\"517\" srcset=\"\" sizes=\"\"><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Paket akan diinstal dalam hitungan detik. Kemudian, untuk melakukan regresi hierarki, kita akan menggunakan perintah berikut:<\/span><\/p>\n<blockquote>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>harga sewa (mpg) (berat) (gear_ratio)<\/strong><\/span><\/p>\n<\/blockquote>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Inilah yang diminta Stata untuk dilakukan:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Lakukan regresi hierarki menggunakan <strong>harga<\/strong> sebagai variabel respon di setiap model.<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Untuk model pertama, gunakan <strong>mpg<\/strong> sebagai variabel penjelas.<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Untuk model kedua, tambahkan <strong>bobot<\/strong> sebagai variabel penjelas tambahan.<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Untuk model ketiga, tambahkan <strong>gear_ratio<\/strong> sebagai variabel penjelas lainnya.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Berikut hasil model pertama:<\/span> <\/p>\n<p><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\"aligncenter wp-image-6406 \" src=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/hierarchstata4.png\" alt=\"Keluaran regresi hierarki di Stata\" width=\"607\" height=\"311\" srcset=\"\" sizes=\"\"><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Kita melihat bahwa R-kuadrat model adalah <strong>0,2196<\/strong> dan nilai p keseluruhan (Prob &gt; F) model adalah <strong>0,0000<\/strong> , yang signifikan secara statistik pada \u03b1 = 0,05.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Selanjutnya kita lihat hasil model kedua:<\/span> <\/p>\n<p><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\"aligncenter wp-image-6407 \" src=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/hierarchstata5.png\" alt=\"Keluaran regresi hierarki model kedua di Stata\" width=\"602\" height=\"355\" srcset=\"\" sizes=\"\"><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">R kuadrat model ini adalah <strong>0,2934<\/strong> , lebih besar dari model pertama. Untuk menentukan apakah perbedaan ini signifikan secara statistik, Stata melakukan uji F yang memberikan angka berikut di bagian bawah hasil:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Selisih R kuadrat antara kedua model = <strong>0,074<\/strong><\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">F statistik untuk selisih = <strong>7,416<\/strong><\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Nilai p yang sesuai dari statistik F = <strong>0,008<\/strong><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Karena nilai p kurang dari 0,05, kami menyimpulkan bahwa terdapat peningkatan yang signifikan secara statistik pada model kedua dibandingkan model pertama.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Terakhir, kita bisa melihat hasil dari model ketiga:<\/span> <\/p>\n<p><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\"aligncenter wp-image-6408 \" src=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/hierarchstata6.png\" alt=\"Regresi hierarki dalam interpretasi Stata\" width=\"601\" height=\"365\" srcset=\"\" sizes=\"\"><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">R kuadrat model ini adalah <strong>0,3150<\/strong> , lebih besar dari model kedua. Untuk menentukan apakah perbedaan ini signifikan secara statistik, Stata melakukan uji F yang memberikan angka berikut di bagian bawah hasil:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Selisih R kuadrat antara kedua model = <strong>0,022<\/strong><\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">F statistik untuk selisih = <strong>2,206<\/strong><\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Nilai p yang sesuai dari statistik F = <strong>0,142<\/strong><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Karena nilai p tidak kurang dari 0,05, kami tidak memiliki cukup bukti untuk mengatakan bahwa model ketiga memberikan peningkatan dibandingkan model kedua.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Di akhir hasil, kita dapat melihat bahwa Stata memberikan ringkasan hasil:<\/span> <\/p>\n<p><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\"aligncenter wp-image-6409 \" src=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/hierarchstata7.png\" alt=\"Regresi hierarki menghasilkan Stata\" width=\"601\" height=\"84\" srcset=\"\" sizes=\"\"><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Dalam contoh khusus ini, kita dapat menyimpulkan bahwa Model 2 menawarkan peningkatan yang signifikan dibandingkan Model 1, namun Model 3 tidak menawarkan peningkatan yang signifikan dibandingkan Model 2.<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Regresi hierarki adalah teknik yang dapat kita gunakan untuk membandingkan beberapa model linier yang berbeda. Ide dasarnya adalah pertama-tama kita menyesuaikan model regresi linier dengan satu variabel penjelas. Selanjutnya, kami menyesuaikan model regresi lain dengan menggunakan variabel penjelas tambahan. Jika R-squared (proporsi varians variabel respon yang dapat dijelaskan oleh variabel penjelas) pada model kedua jauh [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[11],"tags":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v21.5 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Cara melakukan regresi hierarki di Stata - Statorials<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Penjelasan sederhana tentang cara melakukan regresi hierarki di Stata.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/statistik-regresi-hierarki\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Cara melakukan regresi hierarki di Stata - Statorials\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Penjelasan sederhana tentang cara melakukan regresi hierarki di Stata.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/statorials.org\/id\/statistik-regresi-hierarki\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Statorials\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2023-07-29T04:03:38+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/hierarchstata1.png\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Benjamin anderson\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Benjamin anderson\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/statistik-regresi-hierarki\/\",\"url\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/statistik-regresi-hierarki\/\",\"name\":\"Cara melakukan regresi hierarki di Stata - Statorials\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#website\"},\"datePublished\":\"2023-07-29T04:03:38+00:00\",\"dateModified\":\"2023-07-29T04:03:38+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81\"},\"description\":\"Penjelasan sederhana tentang cara melakukan regresi hierarki di Stata.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/statistik-regresi-hierarki\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/statorials.org\/id\/statistik-regresi-hierarki\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/statistik-regresi-hierarki\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Cara melakukan regresi hierarki di stata\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/\",\"name\":\"Statorials\",\"description\":\"Panduan anda untuk kompetensi statistik!\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81\",\"name\":\"Benjamin anderson\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg\",\"contentUrl\":\"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg\",\"caption\":\"Benjamin anderson\"},\"description\":\"Halo, saya Benjamin, pensiunan profesor statistika yang menjadi guru Statorial yang berdedikasi. Dengan pengalaman dan keahlian yang luas di bidang statistika, saya ingin berbagi ilmu untuk memberdayakan mahasiswa melalui Statorials. Baca selengkapnya\",\"sameAs\":[\"http:\/\/statorials.org\/id\"]}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Cara melakukan regresi hierarki di Stata - Statorials","description":"Penjelasan sederhana tentang cara melakukan regresi hierarki di Stata.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/statorials.org\/id\/statistik-regresi-hierarki\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Cara melakukan regresi hierarki di Stata - Statorials","og_description":"Penjelasan sederhana tentang cara melakukan regresi hierarki di Stata.","og_url":"https:\/\/statorials.org\/id\/statistik-regresi-hierarki\/","og_site_name":"Statorials","article_published_time":"2023-07-29T04:03:38+00:00","og_image":[{"url":"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/hierarchstata1.png"}],"author":"Benjamin anderson","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Benjamin anderson","Estimasi waktu membaca":"3 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/statistik-regresi-hierarki\/","url":"https:\/\/statorials.org\/id\/statistik-regresi-hierarki\/","name":"Cara melakukan regresi hierarki di Stata - Statorials","isPartOf":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#website"},"datePublished":"2023-07-29T04:03:38+00:00","dateModified":"2023-07-29T04:03:38+00:00","author":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81"},"description":"Penjelasan sederhana tentang cara melakukan regresi hierarki di Stata.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/statistik-regresi-hierarki\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/statorials.org\/id\/statistik-regresi-hierarki\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/statistik-regresi-hierarki\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/statorials.org\/id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Cara melakukan regresi hierarki di stata"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#website","url":"https:\/\/statorials.org\/id\/","name":"Statorials","description":"Panduan anda untuk kompetensi statistik!","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/statorials.org\/id\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81","name":"Benjamin anderson","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/image\/","url":"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg","contentUrl":"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg","caption":"Benjamin anderson"},"description":"Halo, saya Benjamin, pensiunan profesor statistika yang menjadi guru Statorial yang berdedikasi. Dengan pengalaman dan keahlian yang luas di bidang statistika, saya ingin berbagi ilmu untuk memberdayakan mahasiswa melalui Statorials. Baca selengkapnya","sameAs":["http:\/\/statorials.org\/id"]}]}},"yoast_meta":{"yoast_wpseo_title":"","yoast_wpseo_metadesc":"","yoast_wpseo_canonical":""},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/667"}],"collection":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=667"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/667\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=667"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=667"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=667"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}