{"id":703,"date":"2023-07-29T01:15:17","date_gmt":"2023-07-29T01:15:17","guid":{"rendered":"https:\/\/statorials.org\/id\/uji-sampel-berpasangan-kalkulator-t-ti-84\/"},"modified":"2023-07-29T01:15:17","modified_gmt":"2023-07-29T01:15:17","slug":"uji-sampel-berpasangan-kalkulator-t-ti-84","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/statorials.org\/id\/uji-sampel-berpasangan-kalkulator-t-ti-84\/","title":{"rendered":"Cara melakukan uji-t sampel berpasangan pada kalkulator ti-84"},"content":{"rendered":"<p><\/p>\n<hr>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/uji-sampel-berpasangan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><strong>Uji-t sampel berpasangan<\/strong><\/a> digunakan untuk membandingkan rata-rata dua sampel ketika setiap observasi pada satu sampel dapat dikaitkan dengan observasi pada sampel lainnya.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Tutorial ini menjelaskan cara melakukan uji-t berpasangan pada kalkulator TI-84.<\/span><\/p>\n<h3> <strong>Contoh: Uji-t sampel berpasangan pada kalkulator TI-84<\/strong><\/h3>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Peneliti ingin mengetahui apakah perlakuan bahan bakar baru menyebabkan perubahan rata-rata mpg mobil tertentu. Untuk mengujinya, mereka melakukan percobaan di mana mereka mengukur mpg 11 mobil dengan dan tanpa pengolahan bahan bakar.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Karena setiap mobil menerima perlakuan, kita dapat melakukan uji-t berpasangan di mana setiap mobil dipasangkan dengan dirinya sendiri untuk menentukan apakah ada perbedaan rata-rata mpg dengan dan tanpa perlakuan bahan bakar.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Selesaikan langkah-langkah berikut untuk melakukan uji-t berpasangan pada kalkulator TI-84.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Langkah 1: Masukkan datanya.<\/strong><\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Pertama, kita akan memasukkan nilai data untuk kedua sampel. Tekan <span style=\"border: 1px solid black;\">Stat<\/span> lalu tekan <span style=\"border: 1px solid black;\">EDIT<\/span> . Masukkan nilai kelompok kontrol (tanpa perlakuan bahan bakar) berikut pada kolom L1 dan nilai variabel kelompok perlakuan (perlakuan bahan bakar yang diterima) pada kolom L2, diikuti selisih kedua nilai tersebut pada kolom L3.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Catatan:<\/strong> Di bagian atas kolom ketiga, sorot L3. Lalu tekan <span style=\"border: 1px solid black;\">angka 2<\/span> dan <span style=\"border: 1px solid black;\">1<\/span> untuk membuat L1, diikuti dengan tanda minus, lalu tekan <span style=\"border: 1px solid black;\">angka 2<\/span> dan <span style=\"border: 1px solid black;\">2<\/span> untuk membuat L2. Lalu tekan <span style=\"border: 1px solid black;\">Enter<\/span> . Setiap nilai pada kolom L3 akan otomatis terisi menggunakan rumus L1-L2.<\/span> <\/p>\n<p><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\"aligncenter wp-image-6967 \" src=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/apparietestti1.png\" alt=\"Data uji t berpasangan dimasukkan ke dalam kalkulator TI-84\" width=\"379\" height=\"238\" srcset=\"\" sizes=\"\"><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Langkah 2: Lakukan uji-t berpasangan.<\/strong><\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Untuk melakukan uji t berpasangan, kita cukup melakukan uji t pada kolom L3 yang berisi nilai selisih berpasangan.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Ketuk <span style=\"border: 1px solid black;\">Statistik<\/span> . Gulir ke bawah ke <strong>UJI<\/strong> . Gulir ke <strong>2:T-Test<\/strong> dan tekan <span style=\"border: 1px solid black;\">ENTER<\/span> .<\/span> <\/p>\n<p><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\"aligncenter wp-image-6968 \" src=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/apparietestti2.png\" alt=\"Uji t berpasangan pada kalkulator TI-84\" width=\"345\" height=\"180\" srcset=\"\" sizes=\"\"><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Kalkulator akan menanyakan informasi berikut:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Masukan:<\/strong> Pilih apakah Anda bekerja dengan data mentah (Data) atau statistik ringkasan (Statistik). Dalam hal ini, kami akan menyorot Data dan tekan <span style=\"border: 1px solid black;\">ENTER<\/span> .<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>\u03bc <sub>0<\/sub> :<\/strong> Perbedaan rata-rata yang digunakan dalam hipotesis nol. Kami akan mengetik 0 dan tekan <span style=\"border: 1px solid black;\">ENTER<\/span> .<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Daftar:<\/strong> Daftar yang memuat perbedaan antara kedua sampel. Kami akan mengetik L3 dan tekan <span style=\"border: 1px solid black;\">ENTER<\/span> . <em>Catatan: Agar L3 muncul, tekan <span style=\"border: 1px solid black;\">2<\/span> , lalu tekan <span style=\"border: 1px solid black;\">3<\/span> .<\/em><\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><b>Frekuensi:<\/b> Frekuensi. Biarkan set ini pada 1.<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>\u03bc<\/strong> : Hipotesis alternatif yang akan digunakan. Karena kami melakukan pengujian dua sisi, kami akan menyorot <strong>\u2260<\/strong> <strong>\u03bc <sub>0<\/sub><\/strong> dan tekan <span style=\"border: 1px solid black;\">ENTER<\/span> . Ini menunjukkan bahwa hipotesis alternatif kami adalah \u03bc\u22600. Dua opsi lainnya akan digunakan untuk pengujian kiri (&lt;\u03bc <sub>0<\/sub> ) dan pengujian kanan (&gt;\u03bc <sub>0<\/sub> ) .<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Terakhir, sorot Hitung dan tekan <span style=\"border: 1px solid black;\">ENTER<\/span> .<\/span> <\/p>\n<p><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\"aligncenter wp-image-6969\" src=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/apparietestti3.png\" alt=\"Contoh uji t berpasangan pada kalkulator TI-84\" width=\"339\" height=\"179\" srcset=\"\" sizes=\"\"><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Langkah 3: Interpretasikan hasilnya.<\/strong><\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Kalkulator kami secara otomatis akan menghasilkan hasil uji-t satu sampel:<\/span> <\/p>\n<p><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\"aligncenter wp-image-6970 \" src=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/apparietestti4.png\" alt=\"Output uji-t berpasangan pada kalkulator TI-84\" width=\"324\" height=\"152\" srcset=\"\" sizes=\"\"><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Berikut cara menafsirkan hasilnya:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>\u03bc\u22600<\/strong> : Ini adalah hipotesis alternatif pengujian.<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>t=-1.8751<\/strong> : Ini adalah statistik uji-t.<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>p=0,0903<\/strong> : Ini adalah nilai p yang sesuai dengan statistik uji.<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong><span style=\"text-decoration: overline;\">x<\/span> =-1,5455<\/strong> . Ini adalah perbedaan rata-rata dari kelompok 1 \u2013 kelompok 2.<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong><sub>sx<\/sub><\/strong> <strong>=2,7336<\/strong> . Ini adalah deviasi standar dari perbedaan tersebut.<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>n=11<\/strong> : Ini adalah jumlah total sampel berpasangan.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Karena <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/p-menghargai-signifikansi-statistik\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">nilai p<\/a> dari pengujian (0,0903) tidak kurang dari 0,05, kami gagal menolak hipotesis nol.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Artinya, kami tidak memiliki cukup bukti untuk menyatakan adanya perbedaan antara rata-rata mpg kedua kelompok tersebut. Sederhananya, kami tidak memiliki cukup bukti untuk mengatakan bahwa pengolahan bahan bakar mempengaruhi mpg.<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Uji-t sampel berpasangan digunakan untuk membandingkan rata-rata dua sampel ketika setiap observasi pada satu sampel dapat dikaitkan dengan observasi pada sampel lainnya. Tutorial ini menjelaskan cara melakukan uji-t berpasangan pada kalkulator TI-84. Contoh: Uji-t sampel berpasangan pada kalkulator TI-84 Peneliti ingin mengetahui apakah perlakuan bahan bakar baru menyebabkan perubahan rata-rata mpg mobil tertentu. Untuk mengujinya, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[11],"tags":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v21.5 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Cara Melakukan Uji-t Sampel Berpasangan pada Kalkulator TI-84 - Statorial<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Penjelasan sederhana tentang cara melakukan uji-t berpasangan pada kalkulator TI-84, termasuk contoh langkah demi langkah.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/uji-sampel-berpasangan-kalkulator-t-ti-84\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Cara Melakukan Uji-t Sampel Berpasangan pada Kalkulator TI-84 - Statorial\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Penjelasan sederhana tentang cara melakukan uji-t berpasangan pada kalkulator TI-84, termasuk contoh langkah demi langkah.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/statorials.org\/id\/uji-sampel-berpasangan-kalkulator-t-ti-84\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Statorials\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2023-07-29T01:15:17+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/apparietestti1.png\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Benjamin anderson\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Benjamin anderson\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"2 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/uji-sampel-berpasangan-kalkulator-t-ti-84\/\",\"url\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/uji-sampel-berpasangan-kalkulator-t-ti-84\/\",\"name\":\"Cara Melakukan Uji-t Sampel Berpasangan pada Kalkulator TI-84 - Statorial\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#website\"},\"datePublished\":\"2023-07-29T01:15:17+00:00\",\"dateModified\":\"2023-07-29T01:15:17+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81\"},\"description\":\"Penjelasan sederhana tentang cara melakukan uji-t berpasangan pada kalkulator TI-84, termasuk contoh langkah demi langkah.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/uji-sampel-berpasangan-kalkulator-t-ti-84\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/statorials.org\/id\/uji-sampel-berpasangan-kalkulator-t-ti-84\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/uji-sampel-berpasangan-kalkulator-t-ti-84\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Cara melakukan uji-t sampel berpasangan pada kalkulator ti-84\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/\",\"name\":\"Statorials\",\"description\":\"Panduan anda untuk kompetensi statistik!\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81\",\"name\":\"Benjamin anderson\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg\",\"contentUrl\":\"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg\",\"caption\":\"Benjamin anderson\"},\"description\":\"Halo, saya Benjamin, pensiunan profesor statistika yang menjadi guru Statorial yang berdedikasi. Dengan pengalaman dan keahlian yang luas di bidang statistika, saya ingin berbagi ilmu untuk memberdayakan mahasiswa melalui Statorials. Baca selengkapnya\",\"sameAs\":[\"http:\/\/statorials.org\/id\"]}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Cara Melakukan Uji-t Sampel Berpasangan pada Kalkulator TI-84 - Statorial","description":"Penjelasan sederhana tentang cara melakukan uji-t berpasangan pada kalkulator TI-84, termasuk contoh langkah demi langkah.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/statorials.org\/id\/uji-sampel-berpasangan-kalkulator-t-ti-84\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Cara Melakukan Uji-t Sampel Berpasangan pada Kalkulator TI-84 - Statorial","og_description":"Penjelasan sederhana tentang cara melakukan uji-t berpasangan pada kalkulator TI-84, termasuk contoh langkah demi langkah.","og_url":"https:\/\/statorials.org\/id\/uji-sampel-berpasangan-kalkulator-t-ti-84\/","og_site_name":"Statorials","article_published_time":"2023-07-29T01:15:17+00:00","og_image":[{"url":"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/apparietestti1.png"}],"author":"Benjamin anderson","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Benjamin anderson","Estimasi waktu membaca":"2 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/uji-sampel-berpasangan-kalkulator-t-ti-84\/","url":"https:\/\/statorials.org\/id\/uji-sampel-berpasangan-kalkulator-t-ti-84\/","name":"Cara Melakukan Uji-t Sampel Berpasangan pada Kalkulator TI-84 - Statorial","isPartOf":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#website"},"datePublished":"2023-07-29T01:15:17+00:00","dateModified":"2023-07-29T01:15:17+00:00","author":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81"},"description":"Penjelasan sederhana tentang cara melakukan uji-t berpasangan pada kalkulator TI-84, termasuk contoh langkah demi langkah.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/uji-sampel-berpasangan-kalkulator-t-ti-84\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/statorials.org\/id\/uji-sampel-berpasangan-kalkulator-t-ti-84\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/uji-sampel-berpasangan-kalkulator-t-ti-84\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/statorials.org\/id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Cara melakukan uji-t sampel berpasangan pada kalkulator ti-84"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#website","url":"https:\/\/statorials.org\/id\/","name":"Statorials","description":"Panduan anda untuk kompetensi statistik!","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/statorials.org\/id\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81","name":"Benjamin anderson","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/image\/","url":"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg","contentUrl":"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg","caption":"Benjamin anderson"},"description":"Halo, saya Benjamin, pensiunan profesor statistika yang menjadi guru Statorial yang berdedikasi. Dengan pengalaman dan keahlian yang luas di bidang statistika, saya ingin berbagi ilmu untuk memberdayakan mahasiswa melalui Statorials. Baca selengkapnya","sameAs":["http:\/\/statorials.org\/id"]}]}},"yoast_meta":{"yoast_wpseo_title":"","yoast_wpseo_metadesc":"","yoast_wpseo_canonical":""},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/703"}],"collection":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=703"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/703\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=703"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=703"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=703"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}