{"id":741,"date":"2023-07-28T22:18:26","date_gmt":"2023-07-28T22:18:26","guid":{"rendered":"https:\/\/statorials.org\/id\/koefisien-korelasi-interval-kepercayaan\/"},"modified":"2023-07-28T22:18:26","modified_gmt":"2023-07-28T22:18:26","slug":"koefisien-korelasi-interval-kepercayaan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/statorials.org\/id\/koefisien-korelasi-interval-kepercayaan\/","title":{"rendered":"Interval kepercayaan untuk koefisien korelasi"},"content":{"rendered":"<p><\/p>\n<hr>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><strong>Interval kepercayaan suatu koefisien korelasi<\/strong> adalah rentang nilai yang kemungkinan mengandung koefisien korelasi populasi dengan tingkat kepercayaan tertentu.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Tutorial ini menjelaskan hal berikut:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Motivasi untuk menciptakan interval kepercayaan jenis ini.<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Rumus untuk membuat interval kepercayaan jenis ini.<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Contoh cara membuat interval kepercayaan jenis ini.<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Bagaimana menafsirkan interval kepercayaan jenis ini.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h3> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Interval kepercayaan untuk koefisien korelasi: motivasi<\/strong><\/span><\/h3>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Alasan pembuatan interval kepercayaan untuk koefisien korelasi adalah untuk menangkap ketidakpastian saat memperkirakan koefisien korelasi populasi.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Misalnya, kita ingin memperkirakan koefisien korelasi antara tinggi dan berat badan penduduk di suatu daerah tertentu. Karena terdapat ribuan penduduk di wilayah tersebut, maka akan terlalu mahal dan memakan waktu untuk berkeliling dan mengumpulkan informasi tentang tinggi dan berat badan setiap penduduk.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Sebaliknya, kita dapat memilih <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/metode-pengambilan-sampel\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">sampel acak sederhana<\/a> dari penduduk dan mengumpulkan informasi tentang mereka.<\/span> <\/p>\n<p><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\"aligncenter wp-image-7603\" src=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/ciprop1.png\" alt=\"Contoh memperkirakan proporsi penduduk\" width=\"429\" height=\"400\" srcset=\"\" sizes=\"\"><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Karena kita memilih sampel penduduk secara acak, tidak ada jaminan bahwa koefisien korelasi antara tinggi dan berat badan penduduk yang dijadikan sampel akan sama persis dengan koefisien korelasi populasi yang lebih besar.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Jadi, untuk menangkap ketidakpastian ini, kita dapat membuat interval kepercayaan yang berisi rentang nilai yang kemungkinan besar mengandung koefisien korelasi sebenarnya antara tinggi dan berat badan penduduk di daerah tersebut.<\/span><\/p>\n<h3> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Interval kepercayaan untuk koefisien korelasi: rumus<\/strong><\/span><\/h3>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Kami menggunakan langkah-langkah berikut untuk menghitung interval kepercayaan untuk koefisien korelasi populasi, berdasarkan ukuran sampel <strong>n<\/strong> dan koefisien korelasi sampel <strong>r<\/strong> .<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Langkah 1: Lakukan Transformasi Fisher.<\/strong><\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Misalkan z <sub>r<\/sub> = ln((1+r) \/ (1-r)) \/ 2<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Langkah 2: Temukan batas atas dan bawah log.<\/strong><\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Misal L = z <sub>r<\/sub> \u2013 (z <sub>1-\u03b1\/2<\/sub> \/\u221a <span style=\"border-top: 1px solid black;\">n-3<\/span> )<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Misal U = z <sub>r<\/sub> + (z <sub>1-\u03b1\/2<\/sub> \/\u221a <span style=\"border-top: 1px solid black;\">n-3<\/span> )<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Langkah 3: Temukan interval kepercayaan.<\/strong><\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Interval kepercayaan akhir dapat dicari dengan menggunakan rumus berikut:<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Interval kepercayaan = [(e <sup>2L<\/sup> -1)\/(e <sup>2L<\/sup> +1), (e <sup>2U<\/sup> -1)\/(e <sup>2U<\/sup> +1)]<\/span><\/p>\n<h3> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Interval kepercayaan untuk koefisien korelasi: contoh<\/strong><\/span><\/h3>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Misalkan kita ingin memperkirakan koefisien korelasi antara tinggi dan berat badan penduduk suatu daerah tertentu. Kami memilih sampel acak sebanyak 30 penduduk dan menemukan informasi berikut:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Ukuran sampel <strong>n = 30<\/strong><\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Koefisien korelasi tinggi badan dan berat badan <strong>r = 0,56<\/strong><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Berikut cara mencari selang kepercayaan 95% untuk koefisien korelasi populasi:<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Langkah 1: Lakukan Transformasi Fisher.<\/strong><\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Misalkan z <sub>r<\/sub> = ln((1+r) \/ (1-r)) \/ 2 = ln((1+.56) \/ (1-.56)) \/ 2 = <strong>0.6328<\/strong><\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Langkah 2: Temukan batas atas dan bawah log.<\/strong><\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Misal L = z <sub>r<\/sub> \u2013 (z <sub>1-\u03b1\/2<\/sub> \/\u221a <span style=\"border-top: 1px solid black;\">n-3<\/span> ) = 0,6328 \u2013 (1,96 \/\u221a <span style=\"border-top: 1px solid black;\">30-3<\/span> ) = <strong>0,2556<\/strong><\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Misal U = z <sub>r<\/sub> + (z <sub>1-\u03b1\/2<\/sub> \/\u221a <span style=\"border-top: 1px solid black;\">n-3<\/span> ) = 0,6328 + (1,96 \/\u221a <span style=\"border-top: 1px solid black;\">30-3<\/span> ) = <strong>1,01<\/strong><\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Langkah 3: Temukan interval kepercayaan.<\/strong><\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Interval kepercayaan = [(e <sup>2L<\/sup> -1)\/(e <sup>2L<\/sup> +1), (e <sup>2U<\/sup> -1)\/(e <sup>2U<\/sup> +1)]<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Interval kepercayaan = [(e <sup>2(.2556)<\/sup> -1)\/(e <sup>2(.2556)<\/sup> +1), (e <sup>2(1.01)<\/sup> -1)\/(e <sup>2(1.01)<\/sup> +1)] = <strong>[. 2502, 0,7658]<\/strong><\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><span style=\"color: #000000;\"><strong>Catatan:<\/strong> Anda juga dapat menemukan interval kepercayaan ini menggunakan <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/kalkulator-koefisien-korelasi-interval-kepercayaan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Interval Keyakinan untuk Kalkulator Koefisien Korelasi<\/a> .<\/span><\/span><\/p>\n<h3> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Interval kepercayaan untuk koefisien korelasi: interpretasi<\/strong><\/span><\/h3>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Cara kita menafsirkan interval kepercayaan adalah:<\/span><\/p>\n<blockquote>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Ada kemungkinan 95% bahwa interval kepercayaan [0,2502, 0,7658] berisi koefisien korelasi populasi sebenarnya antara tinggi dan berat badan penduduk wilayah tersebut.<\/span><\/p>\n<\/blockquote>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Cara lain untuk mengatakan hal yang sama adalah bahwa hanya terdapat 5% kemungkinan bahwa koefisien korelasi populasi sebenarnya berada di luar interval kepercayaan 95%.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Artinya, hanya ada kemungkinan 5% bahwa koefisien korelasi populasi sebenarnya antara tinggi dan berat badan penduduk kabupaten ini kurang dari 0,2502 atau lebih besar dari 0,7658.<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Interval kepercayaan suatu koefisien korelasi adalah rentang nilai yang kemungkinan mengandung koefisien korelasi populasi dengan tingkat kepercayaan tertentu. Tutorial ini menjelaskan hal berikut: Motivasi untuk menciptakan interval kepercayaan jenis ini. Rumus untuk membuat interval kepercayaan jenis ini. Contoh cara membuat interval kepercayaan jenis ini. Bagaimana menafsirkan interval kepercayaan jenis ini. Interval kepercayaan untuk koefisien korelasi: [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[11],"tags":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v21.5 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Interval kepercayaan untuk koefisien korelasi - Statologi<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Penjelasan sederhana tentang cara menghitung interval kepercayaan untuk koefisien korelasi, termasuk contoh langkah demi langkah.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/koefisien-korelasi-interval-kepercayaan\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Interval kepercayaan untuk koefisien korelasi - Statologi\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Penjelasan sederhana tentang cara menghitung interval kepercayaan untuk koefisien korelasi, termasuk contoh langkah demi langkah.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/statorials.org\/id\/koefisien-korelasi-interval-kepercayaan\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Statorials\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2023-07-28T22:18:26+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/ciprop1.png\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Benjamin anderson\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Benjamin anderson\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"2 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/koefisien-korelasi-interval-kepercayaan\/\",\"url\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/koefisien-korelasi-interval-kepercayaan\/\",\"name\":\"Interval kepercayaan untuk koefisien korelasi - Statologi\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#website\"},\"datePublished\":\"2023-07-28T22:18:26+00:00\",\"dateModified\":\"2023-07-28T22:18:26+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81\"},\"description\":\"Penjelasan sederhana tentang cara menghitung interval kepercayaan untuk koefisien korelasi, termasuk contoh langkah demi langkah.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/koefisien-korelasi-interval-kepercayaan\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/statorials.org\/id\/koefisien-korelasi-interval-kepercayaan\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/koefisien-korelasi-interval-kepercayaan\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Interval kepercayaan untuk koefisien korelasi\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/\",\"name\":\"Statorials\",\"description\":\"Panduan anda untuk kompetensi statistik!\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81\",\"name\":\"Benjamin anderson\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg\",\"contentUrl\":\"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg\",\"caption\":\"Benjamin anderson\"},\"description\":\"Halo, saya Benjamin, pensiunan profesor statistika yang menjadi guru Statorial yang berdedikasi. Dengan pengalaman dan keahlian yang luas di bidang statistika, saya ingin berbagi ilmu untuk memberdayakan mahasiswa melalui Statorials. Baca selengkapnya\",\"sameAs\":[\"http:\/\/statorials.org\/id\"]}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Interval kepercayaan untuk koefisien korelasi - Statologi","description":"Penjelasan sederhana tentang cara menghitung interval kepercayaan untuk koefisien korelasi, termasuk contoh langkah demi langkah.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/statorials.org\/id\/koefisien-korelasi-interval-kepercayaan\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Interval kepercayaan untuk koefisien korelasi - Statologi","og_description":"Penjelasan sederhana tentang cara menghitung interval kepercayaan untuk koefisien korelasi, termasuk contoh langkah demi langkah.","og_url":"https:\/\/statorials.org\/id\/koefisien-korelasi-interval-kepercayaan\/","og_site_name":"Statorials","article_published_time":"2023-07-28T22:18:26+00:00","og_image":[{"url":"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/ciprop1.png"}],"author":"Benjamin anderson","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Benjamin anderson","Estimasi waktu membaca":"2 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/koefisien-korelasi-interval-kepercayaan\/","url":"https:\/\/statorials.org\/id\/koefisien-korelasi-interval-kepercayaan\/","name":"Interval kepercayaan untuk koefisien korelasi - Statologi","isPartOf":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#website"},"datePublished":"2023-07-28T22:18:26+00:00","dateModified":"2023-07-28T22:18:26+00:00","author":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81"},"description":"Penjelasan sederhana tentang cara menghitung interval kepercayaan untuk koefisien korelasi, termasuk contoh langkah demi langkah.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/koefisien-korelasi-interval-kepercayaan\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/statorials.org\/id\/koefisien-korelasi-interval-kepercayaan\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/koefisien-korelasi-interval-kepercayaan\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/statorials.org\/id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Interval kepercayaan untuk koefisien korelasi"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#website","url":"https:\/\/statorials.org\/id\/","name":"Statorials","description":"Panduan anda untuk kompetensi statistik!","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/statorials.org\/id\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81","name":"Benjamin anderson","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/image\/","url":"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg","contentUrl":"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg","caption":"Benjamin anderson"},"description":"Halo, saya Benjamin, pensiunan profesor statistika yang menjadi guru Statorial yang berdedikasi. Dengan pengalaman dan keahlian yang luas di bidang statistika, saya ingin berbagi ilmu untuk memberdayakan mahasiswa melalui Statorials. Baca selengkapnya","sameAs":["http:\/\/statorials.org\/id"]}]}},"yoast_meta":{"yoast_wpseo_title":"","yoast_wpseo_metadesc":"","yoast_wpseo_canonical":""},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/741"}],"collection":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=741"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/741\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=741"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=741"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=741"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}