{"id":752,"date":"2023-07-28T21:23:28","date_gmt":"2023-07-28T21:23:28","guid":{"rendered":"https:\/\/statorials.org\/id\/za-menguji-dua-proporsi\/"},"modified":"2023-07-28T21:23:28","modified_gmt":"2023-07-28T21:23:28","slug":"za-menguji-dua-proporsi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/statorials.org\/id\/za-menguji-dua-proporsi\/","title":{"rendered":"Uji z dua proporsi: definisi, rumus dan contoh"},"content":{"rendered":"<p><\/p>\n<hr>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><strong>Uji z dua proporsi<\/strong> digunakan untuk menguji perbedaan antara dua proporsi populasi.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Tutorial ini menjelaskan hal berikut:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Motivasi untuk melakukan uji z dua proporsi.<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Rumus untuk melakukan uji z dua proporsi.<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Contoh cara melakukan uji z dua proporsi.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h3> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Tes Z dua proporsi: motivasi<\/strong><\/span><\/h3>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Misalkan kita ingin mengetahui apakah ada perbedaan antara proporsi penduduk yang mendukung undang-undang tertentu di Kabupaten A dan proporsi yang mendukung undang-undang di Kabupaten B.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Karena terdapat ribuan penduduk di setiap daerah, maka akan memakan waktu dan biaya yang terlalu besar untuk berkeliling dan mensurvei setiap penduduk di setiap daerah.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Sebagai gantinya, kita dapat mengambil <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/metode-pengambilan-sampel\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">sampel acak sederhana<\/a> dari penduduk dari setiap daerah dan menggunakan proporsi yang mendukung hukum di setiap sampel untuk memperkirakan perbedaan proporsi yang sebenarnya antara kedua daerah tersebut:<\/span> <\/p>\n<p><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\"aligncenter wp-image-7625 \" src=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/diffprops1.png\" alt=\"Contoh uji z dua proporsi\" width=\"633\" height=\"288\" srcset=\"\" sizes=\"\"><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Namun, dapat dipastikan bahwa proporsi penduduk yang mendukung undang-undang tersebut setidaknya akan sedikit berbeda di antara kedua sampel tersebut. <strong>Pertanyaannya adalah apakah perbedaan ini signifikan secara statistik<\/strong> . Untungnya, uji z dua proporsi memungkinkan kita menjawab pertanyaan ini.<\/span><\/p>\n<h3> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Uji Z dua proporsi:<\/strong><\/span> <span style=\"color: #000000;\"><strong>rumus<\/strong><\/span><\/h3>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Uji-z dua proporsi selalu menggunakan hipotesis nol berikut:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>H <sub>0<\/sub> :<\/strong> \u03bc <sub>1<\/sub> = \u03bc <sub>2<\/sub> (proporsi kedua populasi sama)<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Hipotesis alternatif dapat bersifat bilateral, kiri atau kanan:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>H <sub>1<\/sub> (dua sisi):<\/strong> \u03c0 <strong><sub>1<\/sub><\/strong> \u2260 \u03c0 <sub>2<\/sub> (proporsi kedua populasi tidak sama)<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>H <sub>1<\/sub> (kiri):<\/strong> \u03c0 <sub>1<\/sub> &lt; \u03c0 <sub>2<\/sub> (proporsi penduduk 1 lebih kecil dibandingkan proporsi penduduk 2)<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>H <sub>1<\/sub> (kanan):<\/strong> \u03c0 <strong><sub>1<\/sub><\/strong> &gt; \u03c0 <sub>2<\/sub> (proporsi penduduk 1 lebih besar dibandingkan proporsi penduduk 2)<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Kami menggunakan rumus berikut untuk menghitung statistik uji z:<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>z<\/strong> = (p <sub>1<\/sub> -p <sub>2<\/sub> ) \/ \u221a <span style=\"border-top: 1px solid black;\">p(1-p)(1\/n <sub>1<\/sub> +1\/n <sub>2<\/sub> )<\/span><\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">dimana p <sub>1<\/sub> dan p <sub>2<\/sub> adalah proporsi sampel, n <sub>1<\/sub> dan n <sub>2<\/sub> adalah ukuran sampel, dan dimana p adalah total proporsi gabungan yang dihitung sebagai berikut:<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">p = (p <sub>1<\/sub> n <sub>1<\/sub> + p <sub>2<\/sub> n <sub>2<\/sub> )\/(n <sub>1<\/sub> + n <sub>2<\/sub> )<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Jika nilai p yang sesuai dengan statistik uji z lebih kecil dari tingkat signifikansi yang dipilih (pilihan umum adalah 0,10, 0,05, dan 0,01), maka Anda dapat menolak hipotesis nol.<\/span><\/p>\n<h3> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Uji Z dengan dua proporsi<\/strong><\/span> <span style=\"color: #000000;\"><strong>: contoh<\/strong><\/span><\/h3>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Misalkan kita ingin mengetahui apakah ada perbedaan antara proporsi penduduk yang mendukung undang-undang tertentu di Kabupaten A dan proporsi yang mendukung undang-undang di Kabupaten B.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Untuk mengujinya, kita akan melakukan uji z dua proporsi pada tingkat signifikansi \u03b1 = 0,05 dengan menggunakan langkah-langkah berikut:<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Langkah 1: Kumpulkan data sampel.<\/strong><\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Misalkan kita mengumpulkan sampel acak penduduk dari setiap daerah dan memperoleh informasi berikut:<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Contoh 1:<\/strong><\/span><\/p>\n<ul>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Ukuran sampel n <sub>1<\/sub> = 50<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Proporsi yang mendukung hukum p <span style=\"color: #000000;\"><sub>1<\/sub> = 0,67<\/span><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Contoh 2:<\/strong><\/span><\/p>\n<ul>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Ukuran sampel n <sub>2<\/sub> = 50<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Proporsi yang mendukung hukum p <sub>2<\/sub> = 0,57<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Langkah 2: Tentukan asumsi.<\/strong><\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Kami akan melakukan uji z dua proporsi dengan hipotesis berikut:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>H <sub>0<\/sub> :<\/strong> \u03c0 <strong><sub>1<\/sub><\/strong> = \u03c0 <sub>2<\/sub> (proporsi kedua populasi sama)<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>H <sub>1<\/sub> :<\/strong> \u03c0 <strong><sub>1<\/sub><\/strong> \u2260 \u03c0 <sub>2<\/sub> (proporsi kedua populasi tidak sama)<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Langkah 3: Hitung statistik uji <em>z<\/em> .<\/strong><\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Pertama, kita akan menghitung total proporsi gabungan:<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>p<\/strong> = (p <sub>1<\/sub> n <sub>1<\/sub> + p <sub>2<\/sub> n <sub>2<\/sub> )\/(n <sub>1<\/sub> +n <sub>2<\/sub> ) = (0,67(50) + 0,57(50))\/(50+50) = <strong>0,62<\/strong><\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Selanjutnya kita akan menghitung statistik uji <em>z<\/em> :<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><b>z<\/b> = (p <sub>1<\/sub> -p <sub>2<\/sub> ) \/ \u221a <span style=\"border-top: 1px solid black;\">p(1-p)(1\/n <sub>1<\/sub> +1\/n <sub>2<\/sub> )<\/span> = (.67-.57) \/ \u221a <span style=\"border-top: 1px solid black;\">.62(1-.62)(1\/50 + 1\/50<\/span> ) = <strong>1,03<\/strong><\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Langkah 4: Hitung nilai p dari statistik uji <em>z<\/em> .<\/strong><\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Menurut kalkulator skor-Z nilai-P, nilai-p dua sisi yang terkait dengan z = 1,03 adalah <strong>0,30301<\/strong> .<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Langkah 5: Buatlah kesimpulan.<\/strong><\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Karena nilai p ini tidak lebih rendah dari tingkat signifikansi \u03b1 = 0,05, kami gagal menolak hipotesis nol. Kami tidak memiliki cukup bukti untuk mengatakan bahwa proporsi penduduk yang mendukung undang-undang ini berbeda di kedua wilayah tersebut.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Catatan:<\/strong> Anda juga dapat melakukan seluruh uji Z dua proporsi ini hanya dengan menggunakan <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/za-kalkulator-uji-dua-proporsi\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">kalkulator uji Z dua proporsi<\/a> .<\/span><\/p>\n<h2> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Sumber daya tambahan<\/strong><\/span><\/h2>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Tutorial berikut menjelaskan cara melakukan uji z dua proporsi menggunakan berbagai perangkat lunak statistik:<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/tes-z-dua-proporsi-excel\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Cara melakukan tes Z dua proporsi di Excel<\/a><br \/> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/uji-z-dua-proporsi-di-airlock\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Cara melakukan tes Z dua proporsi di SAS<\/a><br \/> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/za-kalkulator-uji-dua-proporsi\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Kalkulator Uji Z Dua Proporsi<\/a><\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Uji z dua proporsi digunakan untuk menguji perbedaan antara dua proporsi populasi. Tutorial ini menjelaskan hal berikut: Motivasi untuk melakukan uji z dua proporsi. Rumus untuk melakukan uji z dua proporsi. Contoh cara melakukan uji z dua proporsi. Tes Z dua proporsi: motivasi Misalkan kita ingin mengetahui apakah ada perbedaan antara proporsi penduduk yang mendukung [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[11],"tags":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v21.5 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Uji Z dengan dua proporsi: definisi, rumus dan contoh - Statologi<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Penjelasan sederhana tentang cara melakukan uji z dua proporsi, termasuk contoh langkah demi langkah.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/za-menguji-dua-proporsi\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Uji Z dengan dua proporsi: definisi, rumus dan contoh - Statologi\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Penjelasan sederhana tentang cara melakukan uji z dua proporsi, termasuk contoh langkah demi langkah.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/statorials.org\/id\/za-menguji-dua-proporsi\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Statorials\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2023-07-28T21:23:28+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/diffprops1.png\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Benjamin anderson\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Benjamin anderson\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/za-menguji-dua-proporsi\/\",\"url\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/za-menguji-dua-proporsi\/\",\"name\":\"Uji Z dengan dua proporsi: definisi, rumus dan contoh - Statologi\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#website\"},\"datePublished\":\"2023-07-28T21:23:28+00:00\",\"dateModified\":\"2023-07-28T21:23:28+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81\"},\"description\":\"Penjelasan sederhana tentang cara melakukan uji z dua proporsi, termasuk contoh langkah demi langkah.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/za-menguji-dua-proporsi\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/statorials.org\/id\/za-menguji-dua-proporsi\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/za-menguji-dua-proporsi\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Uji z dua proporsi: definisi, rumus dan contoh\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/\",\"name\":\"Statorials\",\"description\":\"Panduan anda untuk kompetensi statistik!\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81\",\"name\":\"Benjamin anderson\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg\",\"contentUrl\":\"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg\",\"caption\":\"Benjamin anderson\"},\"description\":\"Halo, saya Benjamin, pensiunan profesor statistika yang menjadi guru Statorial yang berdedikasi. Dengan pengalaman dan keahlian yang luas di bidang statistika, saya ingin berbagi ilmu untuk memberdayakan mahasiswa melalui Statorials. Baca selengkapnya\",\"sameAs\":[\"http:\/\/statorials.org\/id\"]}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Uji Z dengan dua proporsi: definisi, rumus dan contoh - Statologi","description":"Penjelasan sederhana tentang cara melakukan uji z dua proporsi, termasuk contoh langkah demi langkah.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/statorials.org\/id\/za-menguji-dua-proporsi\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Uji Z dengan dua proporsi: definisi, rumus dan contoh - Statologi","og_description":"Penjelasan sederhana tentang cara melakukan uji z dua proporsi, termasuk contoh langkah demi langkah.","og_url":"https:\/\/statorials.org\/id\/za-menguji-dua-proporsi\/","og_site_name":"Statorials","article_published_time":"2023-07-28T21:23:28+00:00","og_image":[{"url":"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/diffprops1.png"}],"author":"Benjamin anderson","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Benjamin anderson","Estimasi waktu membaca":"3 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/za-menguji-dua-proporsi\/","url":"https:\/\/statorials.org\/id\/za-menguji-dua-proporsi\/","name":"Uji Z dengan dua proporsi: definisi, rumus dan contoh - Statologi","isPartOf":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#website"},"datePublished":"2023-07-28T21:23:28+00:00","dateModified":"2023-07-28T21:23:28+00:00","author":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81"},"description":"Penjelasan sederhana tentang cara melakukan uji z dua proporsi, termasuk contoh langkah demi langkah.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/za-menguji-dua-proporsi\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/statorials.org\/id\/za-menguji-dua-proporsi\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/za-menguji-dua-proporsi\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/statorials.org\/id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Uji z dua proporsi: definisi, rumus dan contoh"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#website","url":"https:\/\/statorials.org\/id\/","name":"Statorials","description":"Panduan anda untuk kompetensi statistik!","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/statorials.org\/id\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81","name":"Benjamin anderson","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/image\/","url":"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg","contentUrl":"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg","caption":"Benjamin anderson"},"description":"Halo, saya Benjamin, pensiunan profesor statistika yang menjadi guru Statorial yang berdedikasi. Dengan pengalaman dan keahlian yang luas di bidang statistika, saya ingin berbagi ilmu untuk memberdayakan mahasiswa melalui Statorials. Baca selengkapnya","sameAs":["http:\/\/statorials.org\/id"]}]}},"yoast_meta":{"yoast_wpseo_title":"","yoast_wpseo_metadesc":"","yoast_wpseo_canonical":""},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/752"}],"collection":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=752"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/752\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=752"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=752"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=752"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}