{"id":785,"date":"2023-07-28T18:38:45","date_gmt":"2023-07-28T18:38:45","guid":{"rendered":"https:\/\/statorials.org\/id\/matriks-korelasi-spss\/"},"modified":"2023-07-28T18:38:45","modified_gmt":"2023-07-28T18:38:45","slug":"matriks-korelasi-spss","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/statorials.org\/id\/matriks-korelasi-spss\/","title":{"rendered":"Cara membuat matriks korelasi di spss"},"content":{"rendered":"<p><\/p>\n<hr>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/cara-membaca-matriks-korelasi\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Matriks korelasi<\/a> adalah tabel persegi yang menunjukkan koefisien korelasi Pearson antara berbagai variabel dalam suatu kumpulan data.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Sekadar mengingatkan, <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/koefisien-korelasi-pearson-1\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">koefisien korelasi Pearson<\/a> <span style=\"color: #000000;\">adalah ukuran hubungan linier antara dua variabel <em>.<\/em> Dibutuhkan nilai antara -1 dan 1 di mana:<\/span><\/span><\/p>\n<ul>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">-1 menunjukkan korelasi linier negatif sempurna antara dua variabel<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">0 menunjukkan tidak ada korelasi linier antara dua variabel<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Angka 1 menunjukkan korelasi linier positif sempurna antara dua variabel<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Semakin jauh koefisien korelasi dari nol maka semakin kuat hubungan kedua variabel tersebut.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Tutorial ini menjelaskan cara membuat dan menginterpretasikan matriks korelasi di SPSS.<\/span><\/p>\n<h3> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Contoh : Cara Membuat Matriks Korelasi di SPSS<\/strong><\/span><\/h3>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Ikuti langkah-langkah berikut untuk membuat matriks korelasi untuk kumpulan data ini yang menampilkan rata-rata assist, rebound, dan poin dari delapan pemain bola basket:<\/span> <\/p>\n<p><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\"aligncenter wp-image-8628 \" src=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/corrspss1.png\" alt=\"Data mentah di SPSS\" width=\"407\" height=\"362\" srcset=\"\" sizes=\"\"><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Langkah 1: Pilih Korelasi Bivariat.<\/strong><\/span><\/p>\n<ul>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Klik tab <strong>Analisis<\/strong> .<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Klik <strong>Korelasi<\/strong> .<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Klik <strong>Bivariat<\/strong> .<\/span> <\/li>\n<\/ul>\n<p><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\"aligncenter wp-image-8630 \" src=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/corrspss2.png\" alt=\"Opsi korelasi di SPSS\" width=\"611\" height=\"349\" srcset=\"\" sizes=\"\"><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Langkah 2: Buat matriks korelasi.<\/strong><\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Setiap variabel dalam dataset awalnya akan ditampilkan di kotak sebelah kiri:<\/span> <\/p>\n<p><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\"aligncenter wp-image-8631 \" src=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/corrspss3.png\" alt=\"Korelasi bivariat di SPSS\" width=\"620\" height=\"381\" srcset=\"\" sizes=\"\"><\/p>\n<ul>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Pilih setiap variabel yang ingin Anda sertakan dalam matriks korelasi dan klik panah untuk memindahkannya ke kotak <strong>Variabel<\/strong> . Kami akan menggunakan ketiga variabel dalam contoh ini.<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Di bawah <strong>Koefisien Korelasi<\/strong> , pilih apakah Anda ingin menggunakan korelasi Pearson, tau Kendall, atau korelasi Spearman. Kami akan membiarkannya sebagai Pearson untuk contoh ini.<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Di bawah <strong>Uji Signifikansi<\/strong> , pilih apakah Anda ingin menggunakan uji dua sisi atau satu sisi untuk menentukan apakah dua variabel memiliki hubungan yang signifikan secara statistik. Kami akan membiarkannya sebagai dua sisi.<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Centang kotak di samping <strong>Laporkan korelasi signifikan<\/strong> jika Anda ingin SPSS melaporkan variabel yang berkorelasi signifikan.<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Terakhir, klik <strong>OK<\/strong> .<\/span> <\/li>\n<\/ul>\n<p><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\"aligncenter wp-image-8632 \" src=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/corrspss4.png\" alt=\"Matriks korelasi di SPSS\" width=\"623\" height=\"422\" srcset=\"\" sizes=\"\"><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Setelah Anda mengklik <strong>OK<\/strong> , matriks korelasi berikut akan muncul:<\/span> <\/p>\n<p><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\"aligncenter wp-image-8633 \" src=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/corrspss5.png\" alt=\"Matriks korelasi di SPSS\" width=\"565\" height=\"400\" srcset=\"\" sizes=\"\"><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Langkah 3: Interpretasikan matriks korelasi.<\/strong><\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Matriks korelasi menampilkan tiga pengukuran berikut untuk setiap variabel:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Korelasi Pearson:<\/strong> ukuran hubungan linier antara dua variabel, berkisar antara -1 hingga 1.<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>tanda tangan. (dua sisi):<\/strong> nilai p dua sisi yang terkait dengan koefisien korelasi. Ini memberitahu Anda jika dua variabel memiliki hubungan yang signifikan secara statistik (misalnya jika p &lt;0,05)<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>N :<\/strong> jumlah pasangan yang digunakan untuk menghitung koefisien korelasi Pearson.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Misalnya, berikut cara menginterpretasikan hasil variabel Assists:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Koefisien korelasi Pearson antara assist dan rebound adalah <strong>-0,245<\/strong> . Karena angka ini negatif, berarti kedua variabel tersebut mempunyai hubungan negatif.<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Nilai p yang terkait dengan koefisien korelasi Pearson untuk assist dan rebound adalah <strong>0,559<\/strong> . Karena nilai ini tidak kurang dari 0,05, kedua variabel tersebut tidak mempunyai hubungan yang signifikan secara statistik.<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Jumlah pasangan yang digunakan untuk menghitung koefisien korelasi Pearson adalah <strong>8<\/strong> (misalnya, 8 pasang pemain digunakan dalam perhitungan ini).<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Langkah 4: Visualisasikan matriks korelasi.<\/strong><\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Anda juga dapat membuat matriks plot sebar untuk memvisualisasikan hubungan linier antara masing-masing variabel.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Klik tab <strong>Bagan<\/strong> .<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Klik <strong>Pembuat Bagan<\/strong> .<\/span> <\/li>\n<\/ul>\n<p><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\"aligncenter wp-image-8634 \" src=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/corrspss6.png\" alt=\"\" width=\"542\" height=\"322\" srcset=\"\" sizes=\"\"><\/p>\n<ul>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Untuk tipe bagan, klik <strong>Sebar\/Titik<\/strong> .<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Klik pada gambar yang bertuliskan <strong>Scatterplot Matrix<\/strong> .<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Di kotak <strong>Variabel<\/strong> di kiri atas, tahan Ctrl dan klik tiga nama variabel. Seret mereka ke kotak di bagian bawah bagan yang bertuliskan <strong>Scattermatrix<\/strong> .<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Terakhir, klik <strong>OK<\/strong> .<\/span> <\/li>\n<\/ul>\n<p><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\"aligncenter wp-image-8635 \" src=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/corrspss7.png\" alt=\"Matriks scatterplot di SPSS\" width=\"498\" height=\"546\" srcset=\"\" sizes=\"\"><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Matriks scatterplot berikut akan otomatis muncul:<\/span> <\/p>\n<p><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\"aligncenter wp-image-8636 \" src=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/corrspss8.png\" alt=\"\" width=\"598\" height=\"524\" srcset=\"\" sizes=\"\"><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Setiap diagram sebar individu menunjukkan kombinasi berpasangan antara dua variabel. Misalnya, plot pencar di sudut kiri bawah menunjukkan kombinasi poin dan assist berpasangan untuk masing-masing dari 8 pemain dalam kumpulan data.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Matriks scatterplot bersifat opsional, tetapi ini memberikan cara yang baik untuk memvisualisasikan hubungan antara setiap kombinasi variabel berpasangan dalam kumpulan data.<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Matriks korelasi adalah tabel persegi yang menunjukkan koefisien korelasi Pearson antara berbagai variabel dalam suatu kumpulan data. Sekadar mengingatkan, koefisien korelasi Pearson adalah ukuran hubungan linier antara dua variabel . Dibutuhkan nilai antara -1 dan 1 di mana: -1 menunjukkan korelasi linier negatif sempurna antara dua variabel 0 menunjukkan tidak ada korelasi linier antara dua [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[11],"tags":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v21.5 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Cara Membuat Matriks Korelasi di SPSS \u2013 Statologi<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Penjelasan sederhana cara membuat dan menginterpretasikan matriks korelasi di SPSS.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/matriks-korelasi-spss\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Cara Membuat Matriks Korelasi di SPSS \u2013 Statologi\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Penjelasan sederhana cara membuat dan menginterpretasikan matriks korelasi di SPSS.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/statorials.org\/id\/matriks-korelasi-spss\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Statorials\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2023-07-28T18:38:45+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/corrspss1.png\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Benjamin anderson\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Benjamin anderson\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/matriks-korelasi-spss\/\",\"url\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/matriks-korelasi-spss\/\",\"name\":\"Cara Membuat Matriks Korelasi di SPSS \u2013 Statologi\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#website\"},\"datePublished\":\"2023-07-28T18:38:45+00:00\",\"dateModified\":\"2023-07-28T18:38:45+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81\"},\"description\":\"Penjelasan sederhana cara membuat dan menginterpretasikan matriks korelasi di SPSS.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/matriks-korelasi-spss\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/statorials.org\/id\/matriks-korelasi-spss\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/matriks-korelasi-spss\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Cara membuat matriks korelasi di spss\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/\",\"name\":\"Statorials\",\"description\":\"Panduan anda untuk kompetensi statistik!\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81\",\"name\":\"Benjamin anderson\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg\",\"contentUrl\":\"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg\",\"caption\":\"Benjamin anderson\"},\"description\":\"Halo, saya Benjamin, pensiunan profesor statistika yang menjadi guru Statorial yang berdedikasi. Dengan pengalaman dan keahlian yang luas di bidang statistika, saya ingin berbagi ilmu untuk memberdayakan mahasiswa melalui Statorials. Baca selengkapnya\",\"sameAs\":[\"http:\/\/statorials.org\/id\"]}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Cara Membuat Matriks Korelasi di SPSS \u2013 Statologi","description":"Penjelasan sederhana cara membuat dan menginterpretasikan matriks korelasi di SPSS.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/statorials.org\/id\/matriks-korelasi-spss\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Cara Membuat Matriks Korelasi di SPSS \u2013 Statologi","og_description":"Penjelasan sederhana cara membuat dan menginterpretasikan matriks korelasi di SPSS.","og_url":"https:\/\/statorials.org\/id\/matriks-korelasi-spss\/","og_site_name":"Statorials","article_published_time":"2023-07-28T18:38:45+00:00","og_image":[{"url":"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/corrspss1.png"}],"author":"Benjamin anderson","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Benjamin anderson","Estimasi waktu membaca":"3 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/matriks-korelasi-spss\/","url":"https:\/\/statorials.org\/id\/matriks-korelasi-spss\/","name":"Cara Membuat Matriks Korelasi di SPSS \u2013 Statologi","isPartOf":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#website"},"datePublished":"2023-07-28T18:38:45+00:00","dateModified":"2023-07-28T18:38:45+00:00","author":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81"},"description":"Penjelasan sederhana cara membuat dan menginterpretasikan matriks korelasi di SPSS.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/matriks-korelasi-spss\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/statorials.org\/id\/matriks-korelasi-spss\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/matriks-korelasi-spss\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/statorials.org\/id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Cara membuat matriks korelasi di spss"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#website","url":"https:\/\/statorials.org\/id\/","name":"Statorials","description":"Panduan anda untuk kompetensi statistik!","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/statorials.org\/id\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81","name":"Benjamin anderson","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/image\/","url":"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg","contentUrl":"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg","caption":"Benjamin anderson"},"description":"Halo, saya Benjamin, pensiunan profesor statistika yang menjadi guru Statorial yang berdedikasi. Dengan pengalaman dan keahlian yang luas di bidang statistika, saya ingin berbagi ilmu untuk memberdayakan mahasiswa melalui Statorials. Baca selengkapnya","sameAs":["http:\/\/statorials.org\/id"]}]}},"yoast_meta":{"yoast_wpseo_title":"","yoast_wpseo_metadesc":"","yoast_wpseo_canonical":""},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/785"}],"collection":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=785"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/785\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=785"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=785"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=785"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}