{"id":789,"date":"2023-07-28T18:20:07","date_gmt":"2023-07-28T18:20:07","guid":{"rendered":"https:\/\/statorials.org\/id\/plot-kotak-spss\/"},"modified":"2023-07-28T18:20:07","modified_gmt":"2023-07-28T18:20:07","slug":"plot-kotak-spss","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/statorials.org\/id\/plot-kotak-spss\/","title":{"rendered":"Cara membuat dan menafsirkan plot kotak di spss"},"content":{"rendered":"<p><\/p>\n<hr>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/kumis-kotak\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Plot kotak<\/a> digunakan untuk memvisualisasikan ringkasan lima digit kumpulan data, yang meliputi:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Minimum<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Kuartil pertama<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">median<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Kuartil ketiga<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Maksimal<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Tutorial ini menjelaskan cara membuat dan mengedit plot kotak di SPSS.<\/span><\/p>\n<h3> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Cara Membuat Plot Kotak Tunggal di SPSS<\/strong><\/span><\/h3>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Misalkan kita memiliki kumpulan data berikut yang menunjukkan rata-rata poin yang dicetak per game oleh 16 pemain bola basket di tim tertentu:<\/span> <\/p>\n<p><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\"aligncenter wp-image-8671 \" src=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/tigespss1.png\" alt=\"\" width=\"369\" height=\"396\" srcset=\"\" sizes=\"\"><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Untuk membuat plot kotak untuk memvisualisasikan sebaran nilai data tersebut, kita dapat mengklik tab <strong>Analisis<\/strong> , lalu <strong>Statistik Deskriptif<\/strong> , lalu <strong>Jelajahi<\/strong> :<\/span> <\/p>\n<p><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\"aligncenter wp-image-8672 \" src=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/tigespss2.png\" alt=\"\" width=\"527\" height=\"395\" srcset=\"\" sizes=\"\"><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Ini akan memunculkan jendela berikut:<\/span> <\/p>\n<p><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\"aligncenter wp-image-8674 \" src=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/tigespss3.png\" alt=\"\" width=\"529\" height=\"365\" srcset=\"\" sizes=\"\"><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Untuk membuat plot kotak, seret <strong>titik<\/strong> variabel ke dalam area berlabel <strong>Daftar Dependen<\/strong> . Kemudian pastikan <strong>Plots<\/strong> dipilih di bawah opsi yang bertuliskan <strong>Show<\/strong> di bagian bawah kotak.<\/span> <\/p>\n<p><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\"aligncenter wp-image-8675 \" src=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/tigespss4.png\" sizes=\"\" srcset=\"\" alt=\"\" width=\"540\" height=\"365\"><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Setelah Anda mengklik <strong>OK<\/strong> , muncul diagram kotak berikut:<\/span> <\/p>\n<p><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\"aligncenter wp-image-8684 \" src=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/boitespss1.png\" alt=\"Plot kotak di SPSS\" width=\"565\" height=\"435\" srcset=\"\" sizes=\"\"><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Berikut cara menafsirkan diagram kotak ini:<\/span> <\/p>\n<p><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\"aligncenter wp-image-8685 \" src=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/boitespss2.png\" alt=\"Menafsirkan Plot Kotak di SPSS\" width=\"564\" height=\"423\" srcset=\"\" sizes=\"\"><\/p>\n<h3> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Catatan tentang outlier<\/strong><\/span><\/h3>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Rentang interkuartil (IQR) adalah jarak antara kuartil ketiga dan kuartil pertama. SPSS menganggap nilai data apa pun sebagai outlier jika nilainya 1,5 kali IQR di atas kuartil ketiga atau 1,5 kali IQR di bawah kuartil pertama.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Pencilan ditampilkan sebagai lingkaran kecil di SPSS. Pada contoh sebelumnya, tidak ada outlier, itulah sebabnya tidak ada lingkaran kecil yang ditampilkan di plot kotak. Namun, jika nilai terbesar kita dalam kumpulan data sebenarnya adalah 50, plot kotak akan menampilkan lingkaran kecil untuk menunjukkan outlier:<\/span> <\/p>\n<p><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\"aligncenter wp-image-8689 \" src=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/boitespss6-1.png\" alt=\"Outlier plot kotak di SPSS\" width=\"502\" height=\"406\" srcset=\"\" sizes=\"\"><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Jika ada outlier di kumpulan data Anda, Anda memiliki beberapa opsi:<\/span><\/p>\n<ul data-slot-rendered-dynamic=\"true\">\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Pastikan outlier tersebut bukan kesalahan entri data.<\/strong> Terkadang nilai data dicatat secara tidak benar. Jika terdapat outlier, verifikasi terlebih dahulu bahwa nilai yang dimasukkan benar dan bukan kesalahan.<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Tetapkan nilai baru pada outlier<\/strong> . Jika outlier ternyata disebabkan oleh kesalahan entri data, Anda dapat memutuskan untuk memberinya nilai baru seperti<\/span> <a href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/mengukur-tendensi-sentral\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">mean atau median<\/a> <span style=\"color: #000000;\">kumpulan data.<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Hapus outlier.<\/strong> Jika nilainya benar-benar outlier, Anda dapat memilih untuk menghapusnya jika nilai tersebut akan berdampak signifikan pada analisis Anda secara keseluruhan. Pastikan untuk menyebutkan dalam laporan akhir atau analisis Anda bahwa Anda telah menghapus outlier.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h3> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Cara Membuat Beberapa Plot Kotak di SPSS<\/strong><\/span><\/h3>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Jika Anda memiliki banyak variabel, SPSS juga dapat membuat beberapa plot kotak secara berdampingan. Misalnya, kita memiliki data berikut tentang rata-rata poin yang dicetak oleh 16 pemain dari tiga tim berbeda:<\/span> <\/p>\n<p><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\"aligncenter wp-image-8686 \" src=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/boitespss3.png\" alt=\"\" width=\"383\" height=\"411\" srcset=\"\" sizes=\"\"><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Untuk membuat plot kotak untuk masing-masing variabel tersebut, kita dapat mengklik lagi tab <strong>Analisis<\/strong> , lalu <strong>Statistik Deskriptif<\/strong> , lalu <strong>Jelajahi<\/strong> . Kita kemudian dapat menyeret ketiga variabel ke dalam area berlabel <strong>Dependent List<\/strong> :<\/span> <\/p>\n<p><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\"aligncenter wp-image-8687 \" src=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/boitespss4.png\" alt=\"\" width=\"592\" height=\"310\" srcset=\"\" sizes=\"\"><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Setelah kita klik <strong>OK<\/strong> , maka akan muncul boxplot berikut:<\/span> <\/p>\n<p><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\"aligncenter wp-image-8688 \" src=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/boitespss5.png\" alt=\"Beberapa plot kotak di SPSS\" width=\"473\" height=\"322\" srcset=\"\" sizes=\"\"><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Ini membantu kami dengan mudah memvisualisasikan perbedaan distribusi antara ketiga tim ini.<\/span><\/p>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Kita juga dapat mengamati hal berikut:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Median poin yang dicetak per pertandingan tertinggi untuk Tim B dan terendah untuk Tim C.<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Variasi poin yang dicetak per game paling tinggi untuk Tim B, terbukti dari panjangnya box plot mereka dibandingkan dengan Tim A dan Tim C.<\/span><\/li>\n<li> <span style=\"color: #000000;\">Pemain dengan poin terbanyak per pertandingan ada di tim B dan pemain dengan poin paling sedikit per pertandingan ada di tim C.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p> <span style=\"color: #000000;\">Boxplot berguna karena dapat memberi kita banyak informasi tentang distribusi kumpulan data dari satu grafik.<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Plot kotak digunakan untuk memvisualisasikan ringkasan lima digit kumpulan data, yang meliputi: Minimum Kuartil pertama median Kuartil ketiga Maksimal Tutorial ini menjelaskan cara membuat dan mengedit plot kotak di SPSS. Cara Membuat Plot Kotak Tunggal di SPSS Misalkan kita memiliki kumpulan data berikut yang menunjukkan rata-rata poin yang dicetak per game oleh 16 pemain bola [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[11],"tags":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v21.5 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Cara Membuat dan Menafsirkan Plot Kotak di SPSS - Statologi<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Penjelasan sederhana cara membuat dan menginterpretasikan box plot di SPSS.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/statorials.org\/id\/plot-kotak-spss\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Cara Membuat dan Menafsirkan Plot Kotak di SPSS - Statologi\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Penjelasan sederhana cara membuat dan menginterpretasikan box plot di SPSS.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/statorials.org\/id\/plot-kotak-spss\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Statorials\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2023-07-28T18:20:07+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/tigespss1.png\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Benjamin anderson\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Benjamin anderson\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"2 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/plot-kotak-spss\/\",\"url\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/plot-kotak-spss\/\",\"name\":\"Cara Membuat dan Menafsirkan Plot Kotak di SPSS - Statologi\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#website\"},\"datePublished\":\"2023-07-28T18:20:07+00:00\",\"dateModified\":\"2023-07-28T18:20:07+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81\"},\"description\":\"Penjelasan sederhana cara membuat dan menginterpretasikan box plot di SPSS.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/plot-kotak-spss\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/statorials.org\/id\/plot-kotak-spss\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/plot-kotak-spss\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Cara membuat dan menafsirkan plot kotak di spss\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/\",\"name\":\"Statorials\",\"description\":\"Panduan anda untuk kompetensi statistik!\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81\",\"name\":\"Benjamin anderson\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg\",\"contentUrl\":\"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg\",\"caption\":\"Benjamin anderson\"},\"description\":\"Halo, saya Benjamin, pensiunan profesor statistika yang menjadi guru Statorial yang berdedikasi. Dengan pengalaman dan keahlian yang luas di bidang statistika, saya ingin berbagi ilmu untuk memberdayakan mahasiswa melalui Statorials. Baca selengkapnya\",\"sameAs\":[\"http:\/\/statorials.org\/id\"]}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Cara Membuat dan Menafsirkan Plot Kotak di SPSS - Statologi","description":"Penjelasan sederhana cara membuat dan menginterpretasikan box plot di SPSS.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/statorials.org\/id\/plot-kotak-spss\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Cara Membuat dan Menafsirkan Plot Kotak di SPSS - Statologi","og_description":"Penjelasan sederhana cara membuat dan menginterpretasikan box plot di SPSS.","og_url":"https:\/\/statorials.org\/id\/plot-kotak-spss\/","og_site_name":"Statorials","article_published_time":"2023-07-28T18:20:07+00:00","og_image":[{"url":"https:\/\/statorials.org\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/tigespss1.png"}],"author":"Benjamin anderson","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Benjamin anderson","Estimasi waktu membaca":"2 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/plot-kotak-spss\/","url":"https:\/\/statorials.org\/id\/plot-kotak-spss\/","name":"Cara Membuat dan Menafsirkan Plot Kotak di SPSS - Statologi","isPartOf":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#website"},"datePublished":"2023-07-28T18:20:07+00:00","dateModified":"2023-07-28T18:20:07+00:00","author":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81"},"description":"Penjelasan sederhana cara membuat dan menginterpretasikan box plot di SPSS.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/plot-kotak-spss\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/statorials.org\/id\/plot-kotak-spss\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/plot-kotak-spss\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/statorials.org\/id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Cara membuat dan menafsirkan plot kotak di spss"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#website","url":"https:\/\/statorials.org\/id\/","name":"Statorials","description":"Panduan anda untuk kompetensi statistik!","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/statorials.org\/id\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/3d17a1160dd2d052b7c78e502cb9ec81","name":"Benjamin anderson","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/statorials.org\/id\/#\/schema\/person\/image\/","url":"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg","contentUrl":"http:\/\/statorials.org\/id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Dr.-Benjamin-Anderson-96x96.jpg","caption":"Benjamin anderson"},"description":"Halo, saya Benjamin, pensiunan profesor statistika yang menjadi guru Statorial yang berdedikasi. Dengan pengalaman dan keahlian yang luas di bidang statistika, saya ingin berbagi ilmu untuk memberdayakan mahasiswa melalui Statorials. Baca selengkapnya","sameAs":["http:\/\/statorials.org\/id"]}]}},"yoast_meta":{"yoast_wpseo_title":"","yoast_wpseo_metadesc":"","yoast_wpseo_canonical":""},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/789"}],"collection":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=789"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/789\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=789"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=789"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/statorials.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=789"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}